PENDIDIKAN SEKS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI DAN KEMAMPUAN MELINDUNGI DIRI PADA SISWA SD DI SDN X CIHERANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v6i2.15917Keywords:
Pendidikan Seks, Self-Awareness, Self-ProtectionAbstract
Cases of child sexual abuse in Indonesia have increased at an alarming rate, with the majority of incidents occurring within primary school environments. Low levels of self-awareness regarding bodily privacy and a lack of self-protection skills represent the primary determinants of elementary students' vulnerability. This community service program aimed to improve self-awareness and personal safety competencies among fourth-grade students at SDN X Ciherang through interactive psychoeducational sex education. The intervention was carried out over four consecutive days from April 13 to 16, 2026, engaging 29 pupils through focus group discussions (FGD), audiovisual presentations, behavioral rehearsals, recall tasks, and pre-test and post-test assessments using the Children's Knowledge of Abuse Questionnaire (CKAQ). The statistical paired sample t-test yielded a pre-test mean of 11.48 and a post-test mean of 11.24 (t = 0.422; p = 0.676), indicating that conceptual understanding did not improve significantly in quantitative terms. Nevertheless, qualitative observations demonstrated notable improvements in functional safety responses through the "say no, step back, and run" behavioral simulation alongside elevated pupil engagement. This program underscores the necessity of institutionalizing continuous sex education supported by developmentally tailored evaluation instruments adapted to elementary children's cognitive capacities.
ABSTRAK
Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, di mana mayoritas insiden terjadi pada jenjang pendidikan dasar. Rendahnya kesadaran diri (self-awareness) mengenai privasi organ tubuh serta minimnya keterampilan proteksi diri (self-protection) menjadi faktor utama kerentanan siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan self-awareness dan keterampilan proteksi diri siswa kelas IV SDN X Ciherang melalui psikoedukasi pendidikan seks (sex education). Intervensi dilaksanakan selama empat hari pada 13–16 April 2026 dengan melibatkan 29 siswa melalui tahapan focus group discussion (FGD), psikoedukasi audiovisual, simulasi motorik, sesi recall, serta evaluasi pre-test dan post-test menggunakan instrumen The Children Knowledge of Abuse Questionnaire (CKAQ). Hasil uji statistik paired sample t-test menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 11,48 dan post-test sebesar 11,24 (t=0,422;p=0,676), yang mengindikasikan belum adanya peningkatan pemahaman konseptual yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, evaluasi kualitatif mencatat peningkatan keterampilan proteksi fisik melalui simulasi "katakan tidak, mundur, dan lari" serta antusiasme yang tinggi selama intervensi. Program ini menegaskan pentingnya edukasi seks yang berkelanjutan dengan instrumen evaluasi yang disederhanakan sesuai tahapan perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.
Downloads
References
Adikusuma, M. P., & Maharani, E. A. (2023). Pengetahuan, sikap, dan persepsi tentang pendidikan seks pada pendidik anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 312–321. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i3.511
Damayanti, N. F., Bella, A. S., Darmiyati, D., & Ridhaningtyas, L. P. (2025). Peran perkembangan kognitif dalam kemampuan belajar anak sekolah dasar. Journal of Character and Elementary School, 4(3), 74–84. https://doi.org/10.35508/jocee.v4i3.23063
Esmiati, A. N., Nabilah, I. F., Nirmala, A. P., & Firmansyah, F. A. A. (2024). Psikoedukasi: Pencegahan kekerasan seksual pada remaja. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian (JIHAN), 2(2), 29–37. https://doi.org/10.51792/jihan.v2i2.47
Fauziah, F. F., & Purwanto. (2026). Manajemen pendidikan karakter berbasis nilai Islam: Integrasi fungsi manajerial dalam penguatan budaya sekolah. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 138–150. https://doi.org/10.58401/dirasah.v9i1.2711
Hakim, M. A. R., Putridianti, W., Febrini, D., Riska, A., & Astari, N. (2022). Pentingnya sex education pada siswa di kelas tinggi sekolah dasar (persepsi & peran guru). Insan Cendekia: Jurnal Studi Islam, Sosial dan Pendidikan, 1(2), 10–16. https://doi.org/10.59059/insancendekia.v1i2.15
Hasanah, R. N., Nugrastuti, N. M., Fitrianti, R., Zahrawani, A. R., Agustin, O., & Afilah, N. (2025). Psikoedukasi untuk mencegah kekerasan seksual remaja. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 921–924. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.176
Hasfiana, H., Ondeng, S., & Rahman, U. (2026). Populasi dan sampel sebagai dasar metodologis dalam penelitian pendidikan. Journal of Qualitative and Quantitative Research, 3(1), 35–50. https://doi.org/10.61166/interdisiplin.v3i1.145
Imana, A., Divianda, G., Wijaya, S. U., Ardiani, S. R., Eldhini, G., Syaiful, S. Q., & Yuliana. (2025). Psikoedukasi pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar sebagai upaya preventif dan perlindungan dini: Pengabdian mahasiswa KKN UNP di SDN 09 Bancah Maninjau. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 4398–4403. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1061
Ismail, M., & Haida, R. N. (2021). Persepsi, interaksi dan ekspektasi pendidik lembaga PAUD di Kota Banjarmasin terhadap pendidikan seksualitas anak usia dini (Laporan Penelitian). LP2M UIN Antasari Banjarmasin. https://idr.uin-antasari.ac.id/21964/
Joni, I. D. A. M., & Surjaningrum, E. R. (2020). Psikoedukasi pendidikan seks kepada guru dan orang tua sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Jurnal Diversita, 6(1), 20–27. https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.3582
Mansur, A. A., & Budi, E. S. (2026). Integrasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter moderat peserta didik di MTs. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 6(3), 1013–1024. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.10812
Ningrum, D. P. (2023). Edukasi konten digital terhadap anak usia dini di TK Negeri 3 Suryoputran Kota Yogyakarta. Jurnal Surya Masyarakat, 6(1), 31–41. https://doi.org/10.26714/jsm.6.1.2023.31-41
Pratiwi, S. M., Gandana, G., & Qonita, Q. (2024). Pentingnya sex education untuk anak usia dini sebagai pencegahan pelecehan seksual. Jurnal Genta Mulia, 15(2), 269–275. https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm/article/view/1842
Puspitaningtyas, I. H., Mutahir, A., Rizkidarajat, W., & Primadata, A. P. (2023). Pendekatan media alternatif untuk mendukung pendidikan seks yang komprehensif bagi anak. Jurnal Basicedu, 7(6), 3347–3357. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6307
Rizal, R. N., Salzabilla, A. N., Apriandandy, M. F., & Madanih, R. (2022). Meningkatkan self awareness sebagai tindak pencegahan pelecehan seksual di Yayasan Dareel Hidayah Al-Islamiyyah, Depok. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 1–5. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/view/15124
Safrina, S., Idi, M. A., Karoma, K., Dewi, M., & Kirana, C. (2026). Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses sosialisasi anak didik. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(1), 355–364. https://doi.org/10.51878/educational.v6i1.9423
Saiful, A. (2023). Meningkatkan self-awareness siswa SD Negeri Pantai Hurip 02 tentang pemahaman pencegahan pelecehan & kekerasan seksual. JPMNT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana, 1(4), 85–96. https://doi.org/10.61720/jpmnt.v1i4.73
Salma, A. R., Maryam, T. I., Humaida, F., & Tsaniyatsnaini, G. Z. (2026). Penguatan peran orang tua melalui seminar parenting bertema psikologi belajar dan pengasuhan anak dalam Islam. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 250–261. https://doi.org/10.51878/community.v6i1.8273
Sholihah, H., & Nurhayati, S. (2024). Child protection in the digital age through education in the Islamic educational environment. JIE (Journal of Islamic Education), 9(1), 200–218. https://doi.org/10.52615/jie.v9i1.353
Surmiasih, S., Putri, R. H., & Maharani, A. (2025). Seksual pada remaja: Menghadapi dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan, 4(4), 1733–1738. https://doi.org/10.31004/zn6wga45
Triyana, P., Handayani, T., Mulyana, A., MZ, N., & Ristiani, I. (2025). Penyuluhan pendidikan seks pada anak sekolah dasar dalam upaya preventif sejak dini. Journal of Community Development, 6(1), 428–432. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i1.1741
Umar, U., Setyosar?, P., Kamdi, W., & Sulton, S. (2021). Exploration of moral integrity education and superior cadre leadership at madrasah boarding school Indonesia. International Journal of Instruction, 14(4), 753–774. https://doi.org/10.29333/iji.2021.14443a
Yuliati, E., & Sari, D. P. (2025). Deskripsi self awareness tentang pendidikan seks pada anak dan remaja jelang masa pubertas. Journal of Communication and Social Sciences, 3(1), 47–53. https://doi.org/10.55983/jcss.v3i1.1023
Yusutria, & Sutarman. (2021). Profesionalisme guru dalam menumbuhkan nilai karakter siswa berbasis nilai-nilai budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) di SMK 1 Muhammadiyah Kasihan Bantul Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 171–188. https://doi.org/10.22236/jpi.v12i2.7974
Zuhri, S., Nazmudin, D., & Asmuni, A. (2022). Konsepsi pendidikan karakter menurut Al-Zarnuji dan Thomas Lickona. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 56–72. https://doi.org/10.24235/tarbawi.v7i2.11836
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











