PENGARUH PENERAPAN JOYFUL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMPN

Authors

  • Gayu Konita Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Karlina Pricilia Nilawati Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Putri Nala Ellanda Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Rafi Fauzil Akbar Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Ria Diantina Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Rossa Yulvinda Eka Putri Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Raden Roro Nanik Setyowati Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya
  • Intan Pratiwi Hernovianus Prodi PPKn Univeristas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/teacher.v6i3.16023

Keywords:

Joyful Learning, kemampuan berpikir kritis, Pendidikan Pancasila, gaya belajar kinestetik, literasi digital

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Joyful Learning model on students’ critical thinking skills in Pancasila Education. The study was motivated by the low level of students’ critical thinking skills and the characteristics of Class VIII J students at SMPN 16 Surabaya, most of whom have kinesthetic learning styles and tend to be highly active, requiring a more adaptive learning approach. A quantitative approach was employed using a One-Group Pretest-Posttest design involving 29 students, consisting of 16 males and 13 females. Data were collected using a critical thinking skills instrument consisting of 25 Likert-scale items on Chapter VI, Digital Literacy in National Diversity. Data analysis included reliability testing, descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, the Paired Samples t-test, and N-Gain analysis. The results showed an increase in the mean critical thinking score from 69.14 on the pre-test to 83.41 on the post-test. The Paired Samples t-test yielded t = 10.7515 with p < 0.001, indicating a significant difference between the scores before and after the implementation of Joyful Learning. The mean N-Gain score was 0.4771 (47.71%), which was classified as moderate, with 86.20% of students achieving moderate to high improvement. Thus, the implementation of Joyful Learning demonstrated a positive and significant improvement in students’ critical thinking skills in Pancasila Education. These findings contribute to the growing body of research on the application of Joyful Learning to develop critical thinking skills in Pancasila Education at the junior high school level.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Joyful Learning terhadap kemampuan berpikir kritis murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis murid serta karakteristik murid kelas VIII J SMPN 16 Surabaya yang mayoritas memiliki gaya belajar kinestetik dan cenderung aktif, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest yang melibatkan 29 murid, terdiri atas 16 laki-laki dan 13 perempuan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kemampuan berpikir kritis yang terdiri atas 25 butir pernyataan berskala Likert pada materi Bab VI Literasi Digital dalam Kebhinekaan Bangsa. Analisis data meliputi uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Samples t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kritis meningkat dari 69,14 pada pre-test menjadi 83,41 pada post-test. Hasil Paired Samples t-test menunjukkan nilai t = 10,7515 dengan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah penerapan Joyful Learning. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,4771 (47,71%) berada pada kategori sedang, dengan 86,20% murid memperoleh peningkatan pada kategori sedang dan tinggi. Dengan demikian, penerapan Joyful Learning menunjukkan peningkatan yang positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Temuan ini memperkuat kajian mengenai penerapan Joyful Learning untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di jenjang SMP.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Y. (2014). Desain sistem pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013. Refika Aditama. https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=273666

Alam, S. (2023). Hasil PISA 2022, refleksi mutu pendidikan nasional 2023. Media Indonesia. Diakses dari https://mediaindonesia.com/opini/638003

Anggoro, S. (2014). Pendekatan Joyful Learning Pada Proses Pembelajaran Di Sekolah Dasar (Kajian Teoritis Dan Neurosains).

https://www.researchgate.net/publication/318471313

Azis, F., et al. (2024). Upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui challenge based on ethnomathematics learning berbantuan Wordwall dan AI-Video. Himpunan: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika, 4(1). https://jim.unindra.ac.id/index.php/himpunan/article/view/11400

Damayanti, R. P., Rosyidah, R., Panggih S, D., Slamet, M., Hartini, S., & Dicky H, A. V. (2025). Penerapan model joyful learning untuk meningkatkan motivasi belajar. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 469–477. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i5.1468

DePorter, B., & Hernacki, M. (2004). Quantum learning: Membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan (A. Abdurrahman, Terj., Ed. ke-6). Kaifa. https://www.semanticscholar.org/paper/Quantum-learning

Mardlatillah, S. D., & Sa'adah, N. (2022). Model pembelajaran yang menyenangkan berbasis gaya belajar pada murid. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(2), 45–55. https://doi.org/10.19105/ec.v3i2.6433

Murdiyani, H., Poerwanto, A., & Selian, S. N. (2026). Pendampingan Orangtua dalam Pengasuhan dan Pendidikan Anak Berbasis Gaya Belajar di SD Muhammadiyah 15 Wiyung Surabaya. PRIMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 18-24. https://doi.org/10.66959/society.v1i1.43

Rofi'ah, S., & Rokhmaniyah, R. (2024). Analisis kemampuan berpikir kritis murid dalam memecahkan masalah pada mata pelajaran IPAS kelas V sekolah dasar. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series (Vol. 7, No. 3). https://doi.org/10.20961/shes.v7i3.92274

Sabina, S., & Kabatiah, M. (2024). Pengaruh model pembelajaran project citizen dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid pada tema P5 suara demokrasi di SMP N 1 Percut Sei Tuan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(2), 195–208. https://doi.org/10.31571/jpkn.v8i2.7924

Setiawati, Y., & Sutarna, N. (2024). Implementasi pendekatan joyful learning terhadap keterampilan berpikir kreatif murid kelas V di SD Negeri 3 Banjarangsana. Jurnal Pendas Mahakam, 9(2), 143–150. https://jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/pendasmahakam/article/view/1824

Siafu, R. R., Romadhon, & Iswahyudi, D. (2023). Implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka di SMP Kertanegara Malang. Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat, 1(4), 87–95. https://doi.org/10.59581/garuda.v1i4.1666

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Konita, G., Nilawati, K. P., Ellanda, P. N., Akbar, R. F., Diantina, R., Putri, R. Y. E., … Hernovianus, I. P. (2026). PENGARUH PENERAPAN JOYFUL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMPN. TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 6(3), 1237–1246. https://doi.org/10.51878/teacher.v6i3.16023

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.