PERAN GURU PPKN DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DI SMK NEGERI 2 ALASA
DOI:
https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15947Keywords:
Berpikir Kritis, Literasi Digital, Peran GuruAbstract
ABSTRACT
In the era of digital information overload, digital literacy is essential to help students access, understand, and evaluate information accurately. This ability needs to be supported by critical thinking skills so that students can distinguish accurate and credible information. This study aims to examine the role of Civic Education (PPKn) teachers in improving digital literacy to foster students’ critical thinking skills, the challenges encountered, and the efforts made to overcome them. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. The informants consisted of one school principal, one Civic Education teacher, and five students at SMK Negeri 2 Alasa, selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that the teacher’s role was implemented through the use of digital learning media and resources, guidance in independent information seeking, selection of credible sources, presentation of findings, and discussions. The challenges included differences in students’ technological abilities, internet use for entertainment, low motivation to read and analyze information, difficulties in assessing information credibility, and limited internet connectivity, data quotas, and devices. The efforts undertaken included adapting teaching methods, providing alternative learning materials, guiding students in evaluating information, demonstrating how to select reliable sources, and conducting discussions. Thus, integrating digital literacy into Civic Education learning is one approach to supporting the development of students’ critical thinking skills.
ABSTRAK
Pada era banjir informasi digital, literasi digital penting untuk membantu peserta didik mengakses, memahami, dan mengevaluasi informasi secara tepat. Kemampuan tersebut perlu didukung oleh keterampilan berpikir kritis agar peserta didik mampu membedakan informasi yang benar dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam meningkatkan literasi digital untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, kendala yang dihadapi, serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, satu guru PPKn, dan lima siswa SMK Negeri 2 Alasa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Guru PPKn diwujudkan melalui pemanfaatan media dan sumber belajar digital, pengarahan pencarian informasi secara mandiri, pemilihan sumber kredibel, penyampaian hasil temuan, dan diskusi. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan menggunakan teknologi, penggunaan internet untuk hiburan, rendahnya motivasi membaca dan menganalisis informasi, kesulitan menilai kredibilitas informasi, serta keterbatasan jaringan internet, kuota, dan perangkat. Upaya yang dilakukan mencakup penyesuaian metode pembelajaran, penyediaan materi alternatif, pendampingan evaluasi informasi, pemberian contoh pemilihan sumber terpercaya, dan pelaksanaan diskusi. Dengan demikian, integrasi literasi digital dalam pembelajaran PPKn menjadi salah satu upaya untuk mendukung tumbuhnya kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Downloads
References
Aini, D. F. N., & Nuro, F. R. M. (2023). Analisis kompetensi literasi digital guru sebagai pendukung keterampilan guru sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(1), 840–851. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4744
Arif, J. R., Faiz, A., & Septiani, L. (2022). Penggunaan media Quiziz sebagai sarana pengembangan berpikir kritis siswa. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 201–210. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1804
Ayuni, I., Winoto, Y., & Khadijah, U. L. (2022). Perilaku literasi informasi pada anak di media sosial. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 6(2). https://doi.org/10.25157/literasi.v6i2.7728
Cahyaningtyas, D. F., & Zakiah, D. M. (2025). Navigating information overload pada mahasiswa non-Library and Information Science dalam pencarian informasi akademik. Media Informasi, 34(2). https://doi.org/10.22146/mi.v34i2.23427
Dapa, A., Makawa, J. C., Pangalila, N. S., Labunga, E. A., Naharia, M. C., Manaroinsong, P., & Towoliu, B. (2026). Tantangan literasi di era digital. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 5323–5334. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.5822
Fauzan, M. F., Nadhir, L. A., Kustanti, S., Suciani, & Kamilah, S. (2022). Pembelajaran diskusi kelompok kecil: Seberapa efektif kah dalam meningkatkan keterampilan berfikir kritis pada siswa? Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(3), 1805–1814. https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.1805-1814.2022
Gori, Y., Fau, S., & Laia, B. (2023). Peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Toma tahun pelajaran 2022/2023. FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan, 2(1), 123–133. https://doi.org/10.57094/faguru.v2i1.652
Hasnamahiroh, N. D., & Al Muiz, M. N. (2025). Implementasi penggunaan Wi-Fi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MAN 2 Blitar. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(5), 121–135. https://journal.aripafi.or.id/index.php/jbpai/article/view/1504
Huriyatunnisa, A. (2022). Penerapan adaptasi teknologi bagi guru sekolah dasar dalam menunjang pembelajaran dalam jaringan (daring) di masa pandemi. Jurnal Basicedu, 6(2), 3163–3172. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2548
Maifianti, K. S., Hidayati, R., & Mauliansyah, F. (2021). Literasi digital dan etika bermedia sosial kalangan pelajar di SMAN Wira Bangsa Aceh Barat. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.31004/cdj.v2i2.1716
Melisa, K., Fitriyah, F., Putri, R. A., Salmah, S., Ariska, S., & Syahid, A. (2025). Peningkatan kemampuan critical thinking siswa melalui edukasi literasi digital di MTs Hidayatul Insan kelas 7A. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6615–6621. https://joecy.org/index.php/joecy/article/view/1090
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Putri, E. P., Rizal, M. S., Aprinawati, I., Nurhaswinda, & Fadhilaturrahmi. (2023). Penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 10(4), 289–300. https://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/1869
Redaelli, S., Biller-Andorno, N., Gloeckler, S., Brown, J., Spitale, G., & Germani, F. (2025). Mastering critical thinking skills is strongly associated with the ability to recognize fakeness and misinformation. Frontiers in Education, 10, Article 1577692. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1577692
RimahDani, D. E., Shaleh, S., & Nurlaeli, N. (2023). Variasi metode dan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(1). https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/view/1829
Rochmatika, I., & Yana, E. (2022). Pengaruh literasi digital dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Tukdana. Perspektif Pendidikan dan Keguruan, 13(1). https://doi.org/10.25299/perspektif.2022.vol13(1).9491
Rosiana, N. D., & Iskandar, R. (2025). Literasi digital: Suatu upaya peningkatan wawasan siswa dan kompetensi guru dengan memanfaatkan media sosial. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(6), 258–263. https://jurnalistiqomah.org/index.php/merdeka/article/view/5035
Sani, S. M., Shafiyyah, F., Fikri, M., & Ramadhan, A. (2025). Analysis of the effect of WiFi network quality on the learning activities of female students at IDN Polytechnic Bogor. Inventa: Journal of Science, Technology, and Innovation, 1(2), 222–232. https://doi.org/10.65310/328nys72
Sariastuti, S. D., & Mawardi, M. (2021). Evaluasi kemampuan berpikir kritis pada problem based learning dengan setting online. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(1). https://doi.org/10.24252/auladuna.v8i1a3.2021
Shofiyyah, N. A., & Ulum, M. (2025). Digital literacy and critical thinking in adolescents: A literature review. Jurnal Basicedu, 9(5), 1585–1593. https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/10732
Silvhiany, S., Huzaifah, S., & Ismet, I. (2021). Critical digital literacy: EFL students’ ability to evaluate online sources. Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 6(1). https://doi.org/10.21462/ijefl.v6i1.364
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Wahyuningtyas, S., & Widyastuti. (2025). Cognitive load and learning motivation in junior high school students: Beban kognitif dan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Journal of Islamic and Muhammadiyah Studies, 7(1). https://jims.umsida.ac.id/index.php/jims/article/view/1628
Zakir, S., Hoque, M. E., Susanto, P., Nisaa, V., Alam, M. K., Khatimah, H., & Mulyani, E. (2025). Digital literacy and academic performance: The mediating roles of digital informal learning, self-efficacy, and students’ digital competence. Frontiers in Education, 10, Article 1590274. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1590274
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yunelis Zalukhu, Syukur Kasieli Hulu, Hendrikus Otniel Nasozaro Harefa, Berkat Persada Lase

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













