STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://jurnalp4i.com/index.php/strategi <p><strong>STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran</strong> |<a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15342"><strong> Terakreditasi Sinta 5</strong></a> |diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran<br /><strong>e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725</strong></p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia en-US STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran 2798-5725 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9538 <p class="ds-markdown-paragraph" style="margin: 0cm; text-align: justify; background: white;"><span style="color: #0f1115;">This study aims to examine the improvement of students’ learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model on the topic of Systems of Linear Inequalities in Two Variables. PBL emphasizes contextual problem-solving activities to encourage students’ active participation in the learning process. This research employed Classroom Action Research using a mixed descriptive-quantitative approach conducted in two cycles. The subjects were 15 tenth-grade students of MA Walisongo Gending. Data were collected through learning outcome tests, observation, and documentation. Quantitative data were analyzed descriptively to measure classical learning mastery, while qualitative data were used to describe students’ activities and responses during the implementation of PBL. The results showed that the application of PBL improved students’ learning outcomes. Classical mastery increased from 63.3% in Cycle I to 86.7% in Cycle II, categorized as excellent. In addition, students’ learning activities and engagement also improved significantly. These findings confirm that PBL is an effective learning model to enhance mathematics learning outcomes, particularly in the topic of Systems of Linear Inequalities in Two Variables.</span></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV). PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pemecahan masalah kontekstual untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan campuran deskriptif-kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MA Walisongo Gending sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui ketuntasan belajar klasikal, sedangkan data kualitatif dianalisis untuk mendeskripsikan aktivitas dan respons siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal meningkat dari 63,3% pada siklus I menjadi 86,7% pada siklus II dengan kategori sangat baik. Selain itu, aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi SPtLDV.</p> Syaifur Rohman Irmawati Irmawati Sholahudin Al Ayubi Copyright (c) 2026 Syaifur Rohman, Irmawati Irmawati, Sholahudin Al Ayubi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-12 2026-02-12 6 2 267 275 10.51878/strategi.v6i2.9538 PENERAPAN MODEL TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DAN SIKAP ILMIAH PADA SISWA KELAS V https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9154 <p>This study is motivated by the low learning outcomes in IPAS (Integrated Natural and Social Sciences) and students’ scientific attitudes caused by teacher-centered learning practices. Therefore, an instructional innovation through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model is required. This study aims to examine whether the application of the TGT model can improve IPAS learning outcomes and scientific attitudes of fifth-grade students. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted through the stages of planning, action, observation, and reflection at SD Negeri 100601 Pintu Padang. The subjects of this study consisted of 16 fifth-grade students. Data were collected using tests, observations, and questionnaires. The results showed that the implementation of the TGT learning model was able to improve students’ learning outcomes and scientific attitudes. The average learning score increased from 47% in the pre-cycle with a mastery level of 25% to 89% in the second cycle with a mastery level of 81%. Students’ scientific attitudes also improved, as indicated by the increase in the average pre-test score of 49.68 to the post-test score of 75.25. Therefore, it can be concluded that the TGT learning model is effective in improving IPAS learning outcomes and students’ scientific attitudes in fifth grade.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penerapan model <em>Teams Games Tournament</em> (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di SD Negeri 100601 Pintu Padang. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT mampu meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 47% pada pra-siklus dengan ketuntasan 25% menjadi 89% pada siklus II pertemuan II dengan ketuntasan 81%. Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh skor rata-rata pre-test sebesar 49,68 dan post-test sebesar 75,25. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa kelas V.</p> Siti Aisyah Lubis Lelya Hilda Misahradarsi Dongoran Copyright (c) 2026 Siti Aisyah Lubis, Lelya Hilda, Misahradarsi Dongoran https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-13 2026-02-13 6 2 276 282 10.51878/strategi.v6i2.9154 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR ELEMEN GAMBAR TEKNIK https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9239 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Over the past three academic years, students’ learning achievement in the Technical Drawing Element subject at SMK Negeri 14 Medan has remained relatively low. Data indicate that approximately half of the students have not been able to meet the established Minimum Mastery Criteria (MMC), which is set at 75. The previously implemented instructional model, Direct Instruction, was considered less effective as it was still teacher-centered. Based on these issues, this study was conducted to analyze the extent to which the implementation of the cooperative learning model, Student Teams Achievement Division (STAD), contributes to improving students’ learning outcomes. This research employed a quasi-experimental design involving Grade X students of the DPIB (Design Modeling and Building Information) program at SMK Negeri 14 Medan in the 2025/2026 academic year as the research sample. The experimental group received treatment through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model, while the control group was taught using the Direct Instruction approach. The findings indicate that the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) model has a significant effect on improving students’ learning outcomes. This is evidenced by the average score of the experimental class, which was 88.06, higher than that of the control class with an average of 61.94. Hypothesis testing using the t-test showed that t_calculated = 2.545 was greater than t_table = 1.670, leading to the acceptance of Ha, which means that the STAD model has a significant effect on the learning outcomes in the Technical Drawing Element subject for Grade X DPIB students at SMK Negeri 14 Medan.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam kurun waktu tiga tahun ajaran terakhir, capaian belajar siswa pada mata pelajaran Elemen Gambar Teknik di SMK Negeri 14 Medan tergolong masih rendah. Data menunjukkan bahwa kurang lebih setengah dari jumlah siswa belum mampu memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Model pembelajaran yang digunakan sebelumnya, yaitu <em>Direct Instruction</em>, dinilai kurang efektif karena masih berpusat pada guruBerdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Student Teams Achievement Division</em> (STAD) berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui desain quasi-eksperimen yang melibatkan siswa kelas X Program Keahlian DPIB SMK Negeri 14 Medan pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai sampel penelitian. Perlakuan berupa penerapan model pembelajaran <em>Student Teams Achievement Division</em> (<em>STAD</em>) diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran dengan pendekatan <em>Direct Instruction</em>. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan model <em>Student Teams Achievement Division</em> (<em>STAD</em>) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari perolehan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 88,06, yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata 61,94. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan nilai thitung = 2,545 lebih besar dari ttabel = 1,670 sehingga Ha diterima, yang berarti model STAD berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Elemen Gambar Teknik siswa kelas X DPIB SMK Negeri 14 Medan.</p> Fajar Ali Harefa Copyright (c) 2026 Fajar Ali Harefa https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-16 2026-02-16 6 2 283 293 10.51878/strategi.v6i2.9239 PENGARUH E-MODUL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9238 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Improving the quality of the learning process in the subject Basic Design Modeling and Building Information is a strategic step to optimize students learning outcomes, particularly in professional and entrepreneurial aspects. This study aims to examine the difference in impact between the implementation of a Project Based Learning based E Module and the use of printed modules applying the Direct Instruction approach on the cognitive learning outcomes of Grade X DPIB students at SMK Negeri 14 Medan. This research employed an experimental method with a comparative design between an experimental class and a control class. The research procedures included the implementation of instructional treatment, the administration of learning outcome evaluations, and data processing and analysis using a t test. The findings revealed a highly significant difference between the two groups. This was evidenced by the calculated t value of 4.426, which exceeded the t table value of 1.670, indicating that the alternative hypothesis was accepted. The average learning outcome score of students in the experimental class reached 81.344 and exceeded the Minimum Mastery Criteria of ≥75. Meanwhile, the control class obtained an average score of 63.75, which remained below the established mastery threshold. These results indicate that the implementation of a Project Based Learning based E Module is more effective in improving students cognitive achievement compared to printed modules using the Direct Instruction approach. Therefore, project based learning supported by digital modules can be considered a more innovative strategy that aligns with the characteristics of vocational education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan mutu proses pembelajaran pada mata pelajaran Dasar Dasar Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian belajar peserta didik, khususnya pada aspek profesi dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan dampak penerapan <em>E-Modul</em> berbasis <em>Project Based Learning</em> dibandingkan dengan penggunaan modul cetak yang menerapkan pendekatan <em>Direct Instruction</em> terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas X DPIB di SMK Negeri 14 Medan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan rancangan komparatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Prosedur penelitian meliputi pemberian perlakuan pembelajaran, pelaksanaan evaluasi hasil belajar, serta pengolahan dan analisis data menggunakan uji <em>t</em>. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok. Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung sebesar 4,426 yang melampaui t tabel sebesar 1,670, sehingga hipotesis alternatif dinyatakan diterima. Nilai rata rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 81,344 dan telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu ≥75. Sementara itu, kelas kontrol hanya memperoleh rata rata sebesar 63,75 sehingga masih berada di bawah batas KKM yang ditetapkan. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa penerapan <em>E-Modul</em> berbasis <em>Project Based Learning</em> terbukti lebih unggul dalam meningkatkan capaian kognitif peserta didik dibandingkan dengan modul cetak yang menggunakan pendekatan <em>Direct Instruction</em>. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis proyek yang didukung modul digital dapat dipertimbangkan sebagai strategi yang lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran di pendidikan kejuruan.</p> Johan Siagian Harun Sitompul Copyright (c) 2026 Johan Siagian, Harun Sitompul https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-16 2026-02-16 6 2 294 304 10.51878/strategi.v6i2.9238 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERHITUNGAN STATIKA BANGUNAN https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9310 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study stems from the problem of low learning achievement among Grade X DPIB students at SMK Negeri 5 Medan in the Building Statics topic, caused by students’ low participation, predominantly one-way learning communication, and the limited variety of learning models applied. The study aims to implement the cooperative learning model of the Think Talk Write (TTW) type to improve student learning outcomes. The method used in this research was Classroom Action Research (CAR), conducted through two cycles. Each cycle included the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consisted of 25 Grade X DPIB students. Data were collected through learning outcome tests, which had previously been analyzed for validity, reliability, difficulty level, and item discrimination. The findings showed an improvement in student learning outcomes. The average score in Cycle I reached 78.24 with a mastery percentage of 80%. In Cycle II, the average increased to 84.64 with a mastery level of 100%. This increase indicates an average difference of 6.4 points from Cycle I to Cycle II. These results demonstrate that the implementation of the Think Talk Write (TTW) cooperative learning model is proven effective in improving student learning outcomes in the Building Statics topic.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya capaian hasil belajar siswa kelas X DPIB di SMK Negeri 5 Medan pada elemen Statika Bangunan, yang disebabkan oleh keaktifan siswa yang masih rendah, komunikasi pembelajaran yang cenderung satu arah, serta terbatasnya keberagaman model pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Think Talk Write</em> (TTW) guna meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa kelas X DPIB. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang sebelumnya telah dianalisis mencakup uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya pembeda butir soal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa pada Siklus I mencapai 78,24 dengan persentase ketuntasan sebesar 80%. Pada Siklus II, rata-rata tersebut meningkat menjadi 84,64 dengan tingkat ketuntasan mencapai 100%. Kenaikan ini menunjukkan adanya selisih rata-rata sebesar 6,4 poin dari Siklus I ke Siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Think Talk Write</em> (TTW) terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada elemen Statika Bangunan.</p> Naro Marbun Darwin Darwin Copyright (c) 2026 Naro Marbun, Darwin Darwin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-16 2026-02-16 6 2 305 315 10.51878/strategi.v6i2.9310 PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK ANAK LAKI-LAKI DI PAUD https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9445 <p>This research focuses on the study of dance for boys in early childhood education (PAUD) settings, in order to support the development of children's potential holistically and without gender prejudice. The methodology used is a literature study by reviewing various scientific sources in the form of books, national and international journal articles, and educational policy documents relevant to dance, early childhood development, and gender perspectives in education. The results of the study indicate that dance plays an important role in developing motor skills, social-emotional skills, creativity, and self-confidence in boys. In addition, boys' involvement in dance can help reduce gender stereotypes and encourage an inclusive learning environment in PAUD. However, cultural and social views are still found that limit boys' participation in dance activities. Therefore, the role of educators and PAUD institutions is needed to provide a safe, inclusive learning space that respects the diversity of children's interests. The conclusion of this study confirms that dance is a relevant and important learning medium for boys in PAUD to support optimal child growth and development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini difokuskan pada pengkajian seni tari untuk anak laki-laki dalam lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD), guna mendukung pengembangan potensi anak secara menyeluruh dan tanpa prasangka gender. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan seni tari, perkembangan anak usia dini, dan perspektif gender dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni tari memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan motorik, sosial-emosional, kreativitas, serta kepercayaan diri anak laki-laki. Selain itu, keterlibatan anak laki-laki dalam seni tari dapat membantu mengurangi stereotip gender dan mendorong lingkungan belajar yang inklusif di PAUD. Namun, masih ditemukan adanya pandangan budaya dan sosial yang membatasi partisipasi anak laki-laki dalam kegiatan seni tari. Oleh karena itu, diperlukan peran pendidik dan lembaga PAUD dalam menyediakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman minat anak. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa seni tari merupakan media pembelajaran yang relevan dan penting bagi anak laki-laki di PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p> <p> </p> Redi Awal Maulana Izna Zulfiyanti Nailah Dwi Putri Copyright (c) 2026 Redi Awal Maulana, Izna Zulfiyanti, Nailah Dwi Putri https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-17 2026-02-17 6 2 316 324 10.51878/strategi.v6i2.9445 PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI ERA DIGITAL: REFLEKSI MAHASISWA https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9497 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Civic Education plays a crucial role in shaping responsible and well-characterized citizens in the digital era, marked by rapid information flow and challenges in digital literacy. However, studies examining students’ perceptions of its implementation in higher education remain limited. This study aims to analyze students’ perceptions of the implementation of Civic Education at Universitas Indraprasta PGRI, focusing on learning problems, material relevance, instructional methods, and effectiveness in the context of digital citizenship. The novelty of this study lies in emphasizing the relationship between participatory pedagogical strategies and the strengthening of students’ digital citizenship character. This research employed a qualitative case study approach using structured interviews, observations, and documentation involving students from three study programs. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing with source triangulation to ensure validity. The findings reveal tendencies toward individualism, rule violations, and suboptimal digital media ethics. Materials on state defense, human rights, and democracy were perceived as relevant when linked to digital issues, while opinion-based discussions and cooperative learning were considered more effective. The main conclusion confirms that the effectiveness of Civic Education in the digital era depends on integrating civic values with contextual, participatory, and technology-adaptive learning strategies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk warga negara yang berkarakter dan bertanggung jawab di era digital yang ditandai percepatan arus informasi dan tantangan literasi digital. Namun, kajian mengenai persepsi mahasiswa terhadap implementasinya di perguruan tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Indraprasta PGRI, meliputi permasalahan pembelajaran, relevansi materi, metode, dan efektivitasnya dalam konteks kewargaan digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan hubungan antara strategi pedagogis partisipatif dan penguatan karakter kewargaan digital mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dari tiga program studi, yang dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan adanya kecenderungan individualisme, pelanggaran tata tertib, serta belum optimalnya etika bermedia digital. Materi bela negara, hak asasi manusia, dan demokrasi dinilai relevan jika dikaitkan dengan isu digital, sementara metode diskusi opini dan pembelajaran kooperatif dipersepsikan lebih efektif. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas Pendidikan Kewarganegaraan di era digital bergantung pada integrasi nilai kewargaan dengan strategi pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p> Acep Acep Abdurahman Abdurahman Copyright (c) 2026 Acep Acep, Abdurahman Abdurahman https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-22 2026-02-22 6 2 325 334 10.51878/strategi.v6i2.9497 PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK PRATIWI TAHUN AJARAN 2025/2026 https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9518 <p>Learning evaluation is a fundamental component in determining the achievement of instructional objectives and ensuring the quality of teaching practices. In vocational secondary education, systematic evaluation procedures are required to align assessment with competency-based curriculum standards. This study aims to describe the implementation of Indonesian language learning evaluation at SMK Pratiwi. A descriptive research design was employed. Data were collected through questionnaires distributed to six Indonesian language teachers and analyzed using descriptive qualitative techniques supported by percentage calculations to portray implementation patterns. The findings reveal that teachers have generally conducted evaluation procedures covering planning, implementation, monitoring, data processing, and reporting stages. Evaluation planning was categorized as very good, while implementation and reporting were considered adequate. However, monitoring practices during evaluation implementation were relatively weak and require improvement. Data processing activities showed a strong level of compliance with procedural standards. Overall, the evaluation process has been implemented in accordance with established guidelines, although strengthening monitoring and feedback mechanisms is necessary to optimize instructional improvement.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran serta menjamin mutu proses pendidikan. Pada jenjang sekolah menengah kejuruan, evaluasi perlu dilaksanakan secara sistematis agar selaras dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Pratiwi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui angket yang diberikan kepada enam guru Bahasa Indonesia, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan perhitungan persentase untuk menggambarkan pola implementasi evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan prosedur evaluasi yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, pengolahan data, dan pelaporan. Perencanaan evaluasi berada pada kategori sangat baik, sedangkan pelaksanaan dan pelaporan termasuk kategori cukup. Aspek monitoring masih relatif rendah dan memerlukan penguatan. Sementara itu, pengolahan data hasil evaluasi telah dilakukan secara optimal. Secara umum, pelaksanaan evaluasi pembelajaran telah mengikuti prosedur yang ditetapkan, namun perlu peningkatan pada aspek monitoring dan pemanfaatan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan pembelajaran.</p> Syelly Eka Permatasari Copyright (c) 2026 Syelly Eka Permatasari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-23 2026-02-23 6 2 335 342 10.51878/strategi.v6i2.9518 ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9612 <p>The transformation of national education policy through Ministerial Regulation Number 13 of 2024 demands a paradigm shift from procedural mathematics learning to contextual, in-depth understanding. The gap between a mechanistic, formula-oriented approach and the need for critical reasoning is a major problem in traditional classroom practices. This study aims to examine the application of deep learning in mathematics to identify its principles and implications. Using a library research method, the research stages include collecting scientific literature, selecting key concepts, thematic analysis of previous findings, and critical synthesis based on the latest regulations. The study results indicate that the implementation of deep learning that integrates the pillars of differentiation, critical engagement, and enjoyable experiences significantly increases students' active participation and conceptual mastery. These findings confirm that this approach is able to strengthen cognitive retention and complex problem-solving skills. The study concludes that deep learning is a crucial adaptive strategy for bridging the pedagogical gap, but its success absolutely requires systematic planning, strong teacher pedagogical competence, and sustainable institutional policy support to create meaningful and student-centered mathematics learning in this digital era, which will produce a creative generation with the capacity for logical, critical, and analytical thinking.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi kebijakan pendidikan nasional melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2024 menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran matematika prosedural menuju pemahaman mendalam yang kontekstual. Kesenjangan antara orientasi rumus yang mekanistik dan kebutuhan nalar kritis menjadi masalah utama dalam praktik kelas tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) dalam matematika guna mengidentifikasi prinsip serta implikasinya. Menggunakan metode <em>library research</em>, tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur ilmiah, seleksi konsep utama, analisis tematik terhadap temuan terdahulu, dan sintesis kritis berbasis regulasi terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi <em>deep learning</em> yang mengintegrasikan pilar diferensiasi, keterlibatan kritis, dan pengalaman menyenangkan secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif serta penguasaan konsep siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tersebut mampu memperkuat retensi kognitif dan keterampilan pemecahan masalah kompleks. Simpulan penelitian menyatakan bahwa <em>deep learning</em> merupakan strategi adaptif yang krusial untuk menjembatani kesenjangan pedagogis, namun keberhasilannya mutlak memerlukan perencanaan sistematis, kompetensi pedagogik guru yang mumpuni, serta dukungan kebijakan institusional yang berkelanjutan demi menciptakan pembelajaran matematika yang bermakna dan berpusat pada siswa di era digital ini untuk melahirkan generasi kreatif yang memiliki kapasitas berpikir logis, kritis, dan analitis.</p> <p> </p> Sarmila Sarmila Pameladia Pameladia Adellia Putri Paulus Nason Asti Nuriah Elsa Zahra Bunga Anjelia Sefna Rismen Copyright (c) 2026 Sarmila Sarmila, Pameladia Pameladia, Adellia Putri, Paulus Nason, Asti Nuriah, Elsa Zahra, Bunga Anjelia, Sefna Rismen https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 6 2 343 352 10.51878/strategi.v6i2.9612 STUDENTS’ LEARNING INTEREST IN ISLAMIC AND CHARACTER EDUCATION THROUGH THE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9532 <p>This study aims to examine the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in enhancing students’ learning interest in Islamic Religious Education (IRE) at SMP Negeri 11 Bandar Lampung. The background of this research lies in the low level of students’ learning interest, as indicated by their limited active participation and lack of attention to the material, which are attributed to the dominance of lecture-based teaching methods, limited learning media, and minimal variation in assessment techniques. The research employed a <em>Posttest-Only Control Group</em> design with a <em>Simple Random Sampling</em> technique. The sample consisted of two classes: an experimental class that implemented the CTL model and a control class that utilized conventional teaching methods. The research instrument was a learning interest questionnaire comprising 15 statement items, of which 13 were deemed valid, with a high reliability coefficient (α = 0.87). The data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and a t-test. The findings revealed a significant difference between the experimental and control classes. The implementation of the CTL model proved to be effective in enhancing students’ learning interest, as evidenced by increased participation, attentiveness, and active engagement throughout the learning process. The novelty of this study lies in the application of CTL within Islamic Religious Education (IRE) at the junior high school level, an area that has been underexplored, thereby extending the scope of CTL implementation, which has predominantly been applied to science-related subjects. The practical implication of this research is to provide guidance for teachers in designing more varied, interactive, and contextually relevant learning experiences that connect with students’ real-life situations. Consequently, the results of this study contribute to the advancement of educational science and can serve as a foundation for formulating school policies aimed at improving the quality of PAI instruction.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya keterlibatan aktif dan perhatian terhadap materi, yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah, keterbatasan media, dan variasi evaluasi yang minim. Penelitian menggunakan desain <strong><em>Posttest-Only Control Group</em></strong> dengan teknik <strong><em>Simple Random Sampling</em></strong>. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan CTL dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar dengan 15 butir pernyataan, di mana 13 dinyatakan valid dan reliabilitasnya tinggi (α = 0,87). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penerapan CTL terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya partisipasi, perhatian, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan CTL dalam pembelajaran PAI di tingkat SMP, yang sebelumnya belum banyak diteliti, sehingga memperluas konteks penerapan CTL yang selama ini lebih dominan pada mata pelajaran eksakta. Implikasi penelitian ini adalah memberikan panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan dan dapat dijadikan dasar perumusan kebijakan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.</p> Eva Amelia Jamal Fakhri Beti Susilawati Copyright (c) 2026 Eva Amelia, Jamal Fakhri, Beti Susilawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 6 2 353 363 10.51878/strategi.v6i2.9532 MODEL PENDIDIKAN SEMI-MODERN DI PESANTREN DARUL HUDA CIKALONG: SEBUAH STUDI HISTORIS TENTANG INTEGRASI KURIKULUM SALAFIYAH DAN KURIKULUM MERDEKA https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9465 <p>The transformation of Islamic boarding schools (<em>pesantren</em>) from traditional (<em>salafiyah</em>) to semi-modern models is a crucial phenomenon in the dynamics of Indonesian Islamic education, responding to the challenges of national formalization and standardization. This study aims to analyze the historical dynamics, educational typology, and curriculum integration patterns at the Darul Huda Cikalong Islamic Boarding School, Tasikmalaya Regency. Utilizing the historical research method with a qualitative approach, data were collected through document heuristics, observation, and in-depth interviews with boarding school authorities. The results indicate that Darul Huda has undergone a managerial transformation since 2001 as an adaptive response to the community's need for formal certification and the regulatory mandates of Law No. 18 of 2019. The semi-modern typology is implemented through a hybridization of the <em>Salafiyah</em> curriculum, based on classical texts (<em>kitab kuning</em>), and the <em>Kurikulum Merdeka</em> in the formal stream, managed through a structured partial-time allocation. Internalization of <em>pesantren</em> values is carried out through linear programs such as collective worship practices and the <em>Bahtsul Kutub</em> literacy culture, which integrates the religious atmosphere into the formal school ecosystem. This study concludes that the semi-modern educational model in peripheral areas serves as an effective solution to minimize educational dichotomy while providing national diploma recognition without reducing the spiritual identity of the <em>pesantren</em>. The practical implications of this research offer a contextual curriculum synergy model for the development of adaptive <em>pesantren</em> in the future.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Transformasi pesantren dari model tradisional (<em>salafiyah</em>) menuju semi-modern merupakan fenomena krusial dalam dinamika pendidikan Islam di Indonesia guna menjawab tantangan formalisasi dan standarisasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sejarah, tipologi pendidikan, serta pola integrasi kurikulum di Pondok Pesantren Darul Huda Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode penelitian sejarah (<em>historical method</em>) dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui heuristik dokumen, observasi, dan wawancara mendalam dengan otoritas pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Darul Huda melakukan transformasi manajerial sejak tahun 2001 sebagai respons adaptif terhadap kebutuhan masyarakat akan ijazah formal dan tuntutan regulasi UU No. 18 Tahun 2019. Tipologi semi-modern yang diterapkan diwujudkan melalui hibridasi antara Kurikulum Salafiyah berbasis kitab kuning dengan Kurikulum Merdeka pada jalur formal melalui manajemen waktu yang parsial dan terukur. Internalisasi nilai-nilai pesantren dilakukan secara linier melalui program praktikum ibadah kolektif dan budaya literasi <em>Bahtsul Kutub</em> yang mengintegrasikan atmosfer religius ke dalam ekosistem sekolah formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan semi-modern di wilayah periferi mampu menjadi solusi efektif dalam meminimalisir dikotomi pendidikan sekaligus memberikan rekognisi ijazah nasional tanpa mereduksi identitas spiritual pesantren. Implikasi praktis dari penelitian ini menawarkan model sinergi kurikulum yang kontekstual bagi pengembangan pesantren adaptif di masa depan.</p> Ranti Anggraeni Qiden Binta Raifadilah Ajeng Septiana Dewi Atin Ratna Ningrum Susi Nursilawati Uyan Ruswandi Copyright (c) 2026 Ranti Anggraeni, Qiden Binta Raifadilah, Ajeng Septiana Dewi, Atin Ratna Ningrum, Susi Nursilawati, Uyan Ruswandi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-02-27 2026-02-27 6 2 364 371 10.51878/strategi.v6i2.9465 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS TERHADAP HASIL BELAJAR GAMBAR TEKNIK KELAS X TEKNIK KONSTRUKSI DAN PERUMAHAN https://jurnalp4i.com/index.php/strategi/article/view/9279 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>In the learning process, the selection of appropriate instructional media significantly influences students’ learning outcomes. This study aims to analyze the effect of the use of instructional media and the level of learning creativity on students’ learning achievement in the Gambar Teknik element of Grade X, Construction and Housing Engineering Program TKP at SMK Negeri 2 Medan. The research sample consisted of two classes: X TKP 1 (34 students) as the experimental class using SketchUp media, and X TKP 2 (28 students) as the control class using AutoCAD media. This study employed a quasi-experimental method with a 2 × 2 factorial design implemented through the stages of pre-test, instructional treatment, and post-test. The research instrument was first analyzed for validity, reliability, item difficulty index, and item discrimination power. Of the 30 learning outcome test questions, 24 questions were declared valid with a reliability coefficient of 0.815. The homogeneity test (F test) shows f count = 2.938 and f table = 7.815 (f count &lt; f table) so the data comes from a homogeneous population. The results of the 2 x 2 ANOVA test of learning outcomes, obtained F count = 185.35, 47.53, and 54.45 and F table = 4.00 (t count &gt; t table) at a significant level of α = 0.05 and dk = 59. Thus, Ha is accepted and H0 is rejected, this proves that there are differences in learning outcomes based on learning media and learning creativity, and there is also an interaction between the two. Students with high creativity are more effective in learning using Sketchup, while students with low creativity are more effective with Autocad. This research is expected to be useful for teachers in improving results by adjusting learning media.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam proses pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran dan tingkat kreativitas belajar terhadap capaian hasil belajar peserta didik pada elemen Gambar Teknik kelas X Program Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan TKP di SMK Negeri 2 Medan<strong>.</strong> Sampel penelitian terdiri dari dua kelas: X TKP 1 (34 siswa) sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan media <em>SketchUP </em>dan X TKP 2 (28 siswa) sebagai kelas kontrol dengan menggunakan media <em>AutoCAD</em>. Penelitian ini menerapkan metode <em>quasi eksperimen</em> dengan rancangan faktorial 2 x 2 yang dilaksanakan melalui tahapan <em>pre-test</em>, proses pembelajaran, dan <em>post-test</em>. Instrumen yang digunakan terlebih dahulu dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya pembeda butir soal. Dari 30 soal tes hasil belajar, 24 soal dinyatakan yang valid dengan koefisien reliabilitas 0,815. Uji homogenitas (uji F) menunjukkan F hitung = 2,938 dan F tabel = 7,815 (F hitung &lt; F tabel) sehingga data berasal dari populasi yang homogen. Hasil uji ANAVA 2 x 2 hasil belajar, diperoleh f hitung = 185,35, 47,53, dan 54,45 dan f tabel = 4,00 (t hitung &gt; t tabel) pada taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 59. Sehingga, Ha diterima dan H<sub>0</sub> ditolak, hal ini membuktikan adanya perbedaan hasil belajar berdasarkan media pembelajaran dan kretivitas belajar, dan serta terdapat interaksi antara keduanya. Siswa dengan kreativitas tinggi lebih efektif belajar menggunakan <em>SketchUP</em>, sedangkan siswa dengan kreativitas rendah lebih efektif dengan <em>AutoCAD</em>. Penelitian ini diharapkan berguna bagi guru dalam meningkatkan hasil dengan menyesuaikan media pembelajaran.</p> Alber Pardingotan Turnip Efendi Napitupulu Copyright (c) 2026 Alber Pardingotan Turnip, Efendi Napitupulu https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-05 2026-03-05 6 2 372 383 10.51878/strategi.v6i2.9279