EKSISTENSI NILAI-NILAI NASIONALISME PENINGGALAN MOHAMMAD HATTA DAN SUTAN SJAHRIR DI PULAU BANDA
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9727Keywords:
Eksistensi, Nasionalisme, Mohammad Hata, Sultan SjahrirAbstract
This study aims to analyze the existence of the values of nationalism left behind by Mohammad Hata and Sultan Sjahrir on Banda Island. The importance of nationalism values for the Indonesian nation, the nationalism values that need to be instilled include love for the homeland, willingness to sacrifice, pride in diverse cultures, appreciation for the services of heroes, and prioritizing the public interest. Connecting the past and emphasizing the nationalism values instilled through history and their relevance in the era of disruption, directly connecting the importance of preserving the traces of heroes with the formation of the nation's character. The type of research is qualitative. The research location is Banda Island, Central Maluku Regency, Maluku Province. The subjects of this research are the community responsible for maintaining the Cultural Heritage Site or the managers of the exile house, traditional leaders, community leaders, and the people of Banda Naira. The data collection techniques are observation and documentation. The data is analyzed using descriptive qualitative methods. The research results show that the values of nationalism contained in the historical traces of Mohammad Hatta and Sutan Sjahrir on Banda Island are reflected through their attitudes, thoughts, and activities during their exile. Translated with DeepL.com (free version) These values include love for the homeland, fighting spirit, sacrifice, unity, and efforts to educate the public through education and intellectual enlightenment. The historical traces left behind are proof of the existence of the nationalist values of these two figures. The preservation and utilization of the historical relics of Mohammad Hatta and Sutan Sjahrir on Banda Island play an important role in shaping the historical awareness and nationalism of the community. These historical relics not only serve as historical evidence, but also as a means of education and learning that can foster a love for the homeland and pride in the nation's history.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi nilai-nilai nasionalisme peninggalan Mohammad Hata dan Sultan Sjahrir di Pulau Banda. Pentingnya nilai-nilai nasionalisme bagi bangsa Indonesia, Nilai-nilai nasionalisme yang perlu ditanamkan antara lain cinta tanah air, rela berkorban, bangga pada budaya yang beragam, menghargai jasa para pahlawan serta mengutamakan kepentingan umum. menghubungkan masalalu dan penekanan pada nilai-nilai nasionalisme yang ditanamkan melalui sejarah dan relevansinya di era disrupsi, secara langsung menghubungkan pentingnya pelestarian jejak pahlawan dengan pembentukan karakter bangsa, Tipe dalam penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian pada Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bertanggung jawab menjaga Cagar Budaya atau pengelola rumah pengasingan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Banda Naira. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan Dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian bahwa Nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam jejak-jejak sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Pulau Banda tercermin melalui sikap, pemikiran, dan aktivitas mereka selama masa pengasingan. Nilai-nilai tersebut meliputi cinta tanah air, semangat perjuangan, pengorbanan, persatuan, serta upaya mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan dan pencerahan intelektual. Jejak sejarah yang ditinggalkan menjadi bukti eksistensi nilai-nilai nasionalisme kedua tokoh tersebut. Pelestarian dan pemanfaatan peninggalan sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Pulau Banda memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran sejarah dan nasionalisme masyarakat. Peninggalan sejarah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bukti sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kebanggaan terhadap sejarah bangsa.
Downloads
References
Anis, M., Ramazan, R., Prasetyo, O., Nuryanti, R., Safitri, I., Mauladi, W., Puspita, M., & Rahayu, M. (2023). Identifikasi bangunan-bangunan peninggalan sejarah masa kolonial Belanda di pesisir timur Aceh. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 7(2), 224. https://doi.org/10.29408/fhs.v7i2.19747
Arifin, J. (2023). Peranan media digital dalam mempertahankan budaya lokal Indonesia di era globalisasi. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 14(1), 8. https://doi.org/10.37304/jikt.v14i1.202
Ghozali, F. A., Maharani, M. M., & Prastyowati, F. C. (2023). Kehidupan berbangsa, bernegara dan pembinaan kesadaran bela negara. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdira), 3(4), 43. https://doi.org/10.31004/abdira.v3i4.398
Islam, M. A. M., Fadlan, M. N., & Abdullah, A. (2021). Resisting the 19th century colonial politics of exile: The study of Kiai Ahmad Arrifai Kalisalak and Kiai Hasan Maolani Kuningan letters. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 6(1), 31. https://doi.org/10.15575/jw.v6i1.10559
Jubaidi, M. (2020). Dampak konservasi manuskrip terhadap minat tulis kader Muhammadiyah (studi kasus Muhammadiyah corner perpustakaan UMY). Publication Library and Information Science, 4(1), 63. https://doi.org/10.24269/pls.v4i1.2611
Karsayuda, H. M. R., & Tektona, R. I. (2021). Ketahanan ideologi Pancasila dalam menghadapi disrupsi Revolusi Industri 4.0. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 112. https://doi.org/10.22146/jkn.65002
Kusumohartono, B. M. H. (2021). Penelitian arkeologi Indonesia pasca UU nomor 5 tahun 1992. Berkala Arkeologi, 14(1), 36. https://doi.org/10.30883/jba.v14i1.628
Mulyatno, C. B. (2022). A tradition of interfaith nyadran as a model of perserving sosial harmony. Journal of Asian Orientation in Theology, 4(2), 141. https://doi.org/10.24071/jaot.v4i2.5079
Mulyatno, C. B., Tanureja, I., & Widodo, A. (2023). Pendidikan agama sebagai proses komunikasi pengalaman lintas iman berdasarkan pemikiran Y. B. Mangunwijaya. Jurnal Teologi, 12(1), 35. https://doi.org/10.24071/jt.v12i01.6163
Musliadi, M. (2022). Perbandingan pemikiran pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan dengan K.H. Hasyim Asy’ari. AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam, 5(1). https://doi.org/10.24014/au.v5i1.12164
Nasirin, A. A., & Abdurakhman, A. (2024). Telusur eksistensi Nasakom dan aktivitas Lekra masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 7(1), 27. https://doi.org/10.17509/historia.v7i1.67593
Noe, W., Wardhani, N. W., Umar, S. H., & Yunus, R. (2021). Realizing multiculturalism and social integration in Banuroja community. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1), 82. https://doi.org/10.21831/jc.v18i1.37983
Nugraha, A. A., Lukitaningtyas, Y. K. R. D., Ridho, A., Wulansari, H., & Romadhona, R. A. A. (2022). Cybercrime, Pancasila, and society: Various challenges in the era of the Industrial Revolution 4.0. Indonesian Journal of Pancasila and Global Constitutionalism, 1(2), 307. https://doi.org/10.15294/ijpgc.v1i2.59802
Pattiasina, S. M. O., Susanto, D., & Pradita, Y. (2023). Pendampingan potensi pemuda desa Hanjak Maju dalam ruang pluralitas di Kalimantan Tengah. Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 320. https://doi.org/10.24246/jms.v3i22022p320-329
Permatasari, D. P., Hambali, H., & Primahardani, I. (2022). Studi perbandingan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau. Jurnal Kewarganegaraan, 19(2), 87. https://doi.org/10.24114/jk.v19i2.35131
Rachmad, M., Suhirwan, S., Zaini, A., Bangun, E., Prakoso, L. Y., R, D. D. A., & Sianturi, D. (2021). Strengthening the marine defense strategy of Lanal Banten area through empowerment of the Traffic Separation Scheme in the Sunda Strait. Journal of Social and Political Sciences, 4(1). https://doi.org/10.31014/aior.1991.04.01.268
Rachmawati, Y. (2020). Pengembangan model etnoparenting Indonesia pada pengasuhan anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1150. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.706
Ranam, S., Muslim, I. F., & Priyono, P. (2021). Implementasi pendidikan karakter di pesantren modern El-Alamia dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan. Research and Development Journal of Education, 7(1), 90. https://doi.org/10.30998/rdje.v7i1.8192
Rosyid, M. (2021). Situs Hindu Pra-islam di Kudus dan sikap toleran Sunan Kudus. Khazanah Theologia, 3(3), 171. https://doi.org/10.15575/kt.v3i3.10975
Rukmana, I. S., Samsuri, S., & Wahidin, D. (2020). Aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai contoh nyata ketahanan ideologi (studi di kampung Pancasila, dusun Nogosari, desa Trirenggo, kabupaten Bantul, daerah istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 182. https://doi.org/10.22146/jkn.53815
Sabrina, A., Agustono, B., & Nuhung, N. (2023). Karo during the Revolution, 1945-1949. Paramita: Historical Studies Journal, 33(2). https://doi.org/10.15294/paramita.v33i2.39531
Safira, F., Salim, T. A., Rahmi, R., & Sani, M. K. J. A. (2020). Peran arsip dalam pelestarian cagar budaya di Indonesia: Sistematika review. BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 41(2), 289. https://doi.org/10.14203/j.baca.v41i2.593
Salsabila, N. N., & Danugroho, A. (2023). Mengurai sejarah perjuangan pahlawan bangsa Indonesia sebagai penguatan nasionalisme generasi muda pasca pandemi. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 2(1), 64. https://doi.org/10.33830/antroposen.v2i1.5470
Santoso, R. E., Sari, S. R., & Rukayah, R. S. (2020). Peran masyarakat Tionghoa terhadap perkembangan kawasan heritage di kota Lasem, kabupaten Rembang. MODUL, 20(2), 84. https://doi.org/10.14710/mdl.20.2.2020.84-97
Saputri, D. I., & Herwin, H. (2020). The effect of the spirit of nationalism and cinta tanah air on the self independence of elementary school students. JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education), 4(1), 114. https://www.google.com/search?q=https://doi.org/10.32884/jmie.v4i1.162
Shalihah, H., & Tohet, M. (2020). Implementasi trilogi santri dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di pondok pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Inspiratif Pendidikan, 9(2), 53. https://doi.org/10.24252/ip.v9i2.14620
Suhardi, U., Anwar, M. K., & Wibawa, Y. Y. (2022). Tantangan moderasi beragama dalam disrupsi teknologi. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 27(2), 257. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v27i2.198
Sulistyo, W. D., & Syah, S. A. A. (2022). Patirtaan Jolotundo: Learn its history for preservation. Dalam Routledge eBooks (hal. 34). Informa. https://doi.org/10.1201/9781003295273-7
Susanti, S., & Miftahuddin, M. (2021). Site and nationalism: The significant value of Liangan site in history learning. Paramita: Historical Studies Journal, 31(2). https://doi.org/10.15294/paramita.v31i2.27119
Taufiqurrohim, T. (2022). The assemblage of interreligious dialogue and tourism. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 17(1), 97. https://doi.org/10.21274/epis.2022.17.01.97-113
Usop, L. S., & Usop, T. B. (2021). Peran kearifan lokal masyarakat Dayak dalam mengembangkan batik benang bintik di Kalimantan Tengah. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(3), 405. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1502
Utami, S. T. (2022). Keamanan regional Asia Tenggara dan implementasi terhadap ketahanan wilayah Indonesia pasca perjanjian AUKUS. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(2), 199. https://doi.org/10.22146/jkn.75593
Utomo, I. N., Supriyono, A., & Indriyanto, I. (2022). Bahaja menghantjam: Ups and downs of the new PNI movement 1931-1942. Indonesian Historical Studies, 5(2), 148. https://doi.org/10.14170/ihis.v5i2.10716
Wijaya, I. N. (2020). Biografi sebagai pintu masuk mencermati peristiwa remeh temeh sehari-hari dalam Revolusi Indonesia (1945-1949) di Bali. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 5(1), 57. https://doi.org/10.14170/jscl.v5i1.28822
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













