STRATEGI PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH (P-ATS) DI KABUPATEN MAGELANG: MENINGKATKAN AKSES DAN KESADARAN PENDIDIKAN

Authors

  • Nurjto A S Magister Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, Yogyakarta
  • Supardal Supardal Magister Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6961

Keywords:

ATS, Pendidikan, Kab Magelang

Abstract

Education is a fundamental right of every child and the key to individual and societal development. However, in Magelang Regency, around 1,200 school-aged children were not enrolled in formal schools in 2023. Many factors such as social stigma, limited access, and poverty contribute to this issue. Children from low-income families tend not to continue their education due to costs and the distance to school. This research applies a subjective approach with a case study to understand the reality of school dropouts in Magelang Regency. Five informants were randomly selected: two teachers, two parents, one student, and one representative from an educational institution. The data was obtained through semi-structured interviews and analyzed thematically. This research also involves a Systematic Literature Review of ten articles to support the findings. The results of interviews with five informants—teachers, parents, students, and representatives from the Education Office—show that some of the main reasons why children in Magelang Regency do not attend school are family financial issues, lack of desire to learn, and limited access to schools. Although scholarships and alternative learning programs have been used to help children return to school, there are still issues, particularly related to parental social support. The research conclusion shows that the issue of children are out of school (ATS) in Magelang Regency is influenced by limited access to education and a lack of motivation. The difficult economic conditions of the family force children to work, hindering their education. Although there are efforts from the Education Office to provide assistance and alternative programs, synergy between the government, schools, and the society community is essential for improving the access and awareness of education.

ABSTRAK
Pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan kunci perkembangan individu serta masyarakat. Namun, di Kabupaten Magelang, sekitar 7.897 anak usia sekolah tidak terdaftar di sekolah formal pada 2023. Faktor-faktor seperti stigma sosial, akses terbatas, dan kemiskinan berkontribusi pada masalah ini. Anak-anak dari keluarga kurang mampu cenderung tidak melanjutkan pendidikan akibat biaya dan jarak sekolah yang jauh. Penelitian ini menerapkan pendekatan subjektif dengan model telaah kasus untuk memahami realita anak putus sekolah di Kabupaten Magelang. Lima informan dipilih secara acak: dua guru, dua wali murid, satu murid, dan satu perwakilan lembaga pendidikan. Data diperoleh melalui tanya jawab semi-terstruktur dan dikaji secara tematis. Riset ini juga melibatkan Systematic Literature Review dari sepuluh artikel untuk mendukung temuan. Hasil wawancara dengan lima informan; guru, wali murid, siswa, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa beberapa alasan utama mengapa anak-anak di Kabupaten Magelang tidak sekolah adalah masalah keuangan keluarga, kurangnya keinginan untuk belajar, dan akses terbatas ke sekolah. Meskipun beasiswa dan program pembelajaran alternatif telah digunakan untuk membantu anak-anak kembali bersekolah, masih ada masalah, terutama terkait dukungan sosial dari orang tua. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa masalah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Magelang dipengaruhi oleh akses terbatas ke pendidikan dan kurangnya motivasi. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit memaksa anak-anak untuk bekerja, menghambat pendidikan mereka. Meskipun ada upaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan bantuan dan program alternatif, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan akses dan kesadaran pendidikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aka, B. (2025). Analisis efektivitas program pelatihan di BPSDM Provinsi Jawa Timur (Studi kualitatif terhadap persepsi peserta dan implementasi hasil pelatihan di tempat kerja). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 869. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6173

Andayani, L. D., et al. (2021). Strategi pemerintah daerah dalam mengatasi anak putus sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Pencerah Publik, 8(2), 32–40. https://doi.org/10.33084/pencerah.v8i2.3258

Deo, A., et al. (2024). Pengaruh pola asuh orang tua dan lingkungan pendidikan terhadap motivasi belajar siswa SMP di Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(3), 564. https://doi.org/10.51878/learning.v4i3.3159

Dinata, T., & Suningsih, T. (2025). Upaya meningkatkan kreativitas melalui kegiatan mendaur ulang sampah plastik pada anak usia 4-5 tahun di TK IT Auladi Palembang. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(3), 1342. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6126

Edo, A., & Yasin, M. (2024). Dampak kesenjangan akses pendidikan dan faktor ekonomi keluarga terhadap mobilitas sosial. Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial, 2(3), 317–326.

Febriana, M., & Rangkuti, M. R. (2023). Koordinasi dalam penanganan anak putus sekolah di Kabupaten Deli Serdang. Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan, 14(2), 173–187. https://doi.org/10.23960/administratio.v14i2.407

Fitriani, S. K. S., et al. (2025). Analisis keputusan kepala PKBM dalam menentukan model pembelajaran untuk mengatasi learning loss (Studi di PKBM Qiyya Sentosa). MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 533. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.6452

Jannah, S. A., et al. (2024). Strategi sekolah mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMAN 2 Narmada. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(3), 227. https://doi.org/10.51878/social.v4i3.3315

Khairunnisa, B. (2024). Kondisi biopsikososial anak jalanan (Pendekatan partisipatif untuk mempelajari kondisi biopsikososial dan harapan anak jalanan di Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 159–175. https://doi.org/10.24198/focus.v7i2.59189

Kurniawan, R., & Parnawi, A. (2023). Manfaat literasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 2(1), 184–195. https://doi.org/10.55606/jpbb.v2i1.1148

Kurniawan, R. H., et al. (2022). Problematika anak tidak sekolah (ATS) sebagai faktor pemicu kemiskinan ekstrim dan stunting. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 70–74. https://doi.org/10.32764/abdimaspen.v3i2.2501

Lestari, B. Y. A., et al. (2020). Penyebab tingginya anak putus sekolah jenjang sekolah dasar (SD). Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 299–308.

Lukitasari.WA, W. N., et al. (2025). Transformasi digital pemerintahan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE): Strategi efektif menghadapi politik dinasti pada Pilkada di OKU Timur (Studi kasus Pilkada OKU Timur). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 996. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6172

Maharani, C., et al. (2024). Dampak kemiskinan terhadap kualitas pendidikan anak di Indonesia: Rekomendasi kebijakan yang efektif. Journal of Macroeconomics and Social Development, 1(3), 1–10. https://doi.org/10.47134/jmsd.v1i3.199

Nadila, N., et al. (2024). Problematika sosial anak putus sekolah di Desa Koto Kapeh Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 9808–9818.

Ningrum, E. P., et al. (2024). Faktor terkait kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan. [Nama Jurnal Tidak Diketahui], 7, 116–126.

Nirwana, E. S., et al. (2025). Problematika pendidikan anak usia dini di Indonesia: Hambatan dan tantangan dalam pengelolaan PAUD. MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(1), 140. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i1.4906

Pelu, H., et al. (2025). Strategi implementasi pelatihan berbasis manajerial agility di Balai Diklat Keagamaan Makassar. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 229. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4889

Rahmah, L., et al. (2025). Analisis faktor-faktor dan strategi pencegahan bullying di MI Nurul Ilmi Kota Bima. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 649. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5642

Rela, N. L. C., et al. (2025). Tantangan dan strategi guru dalam mengembangkan literasi sosial siswa melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 683. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.4462

Rismanda, E., et al. (2025). Kolaborasi orang tua dan guru dalam membentuk generasi tangguh melalui kajian parenting. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 777. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5080

Sari, K., & Wibowo, A. (2024). Kajian problematika mahalnya biaya pendidikan yang ada di Indonesia. Jurnal PGSD Indonesia, 10, 61–77.

Sofyan, S., et al. (2023). Fasilitasi siswa rentan putus sekolah agar tidak putus sekolah di SMKN 1 Tanjung Jabung Timur. Jurnal JUPEMA, 2(2), 8–29. https://doi.org/10.22437/jupema.v2i2.28670

Triana, D., et al. (2025). Protection and education of street children in Islam: A study of their life experiences. [Nama Jurnal Tidak Diketahui], 4(2), 1–5.

Yonanda, B., et al. (2025). Kinerja administrasi sekolah di daerah terpencil dalam perspektif manajemen pendidikan efektif. MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 612. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.6513

Downloads

Published

2025-09-15

How to Cite

S, N. A., & Supardal, S. (2025). STRATEGI PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH (P-ATS) DI KABUPATEN MAGELANG: MENINGKATKAN AKSES DAN KESADARAN PENDIDIKAN. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1006-1015. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6961

Issue

Section

Articles