PENGARUH METODE PEER TUTORING TERHADAP KEMAMPUAN DESAIN BUSANA SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMKN 8 PADANG

Authors

  • Ratih Pramesthi Universitas Negeri Malang
  • Listyo Yudha Irawan Universitas Negeri Malang
  • Emilia Nanda Sartika Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i3.13706

Keywords:

Guided Inquiry, Berpikir Kritis, Ilmu Pengetahuan Sosial

Abstract

ABSTRACT

Fashion design skills are an important competency in Fashion Design learning. However, learning that is still dominated by conventional methods may limit student engagement and opportunities to receive direct guidance. This study aimed to analyze the effect of the peer tutoring method on the fashion design skills of Grade XI Fashion Design students at SMKN 8 Padang. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample consisted of 36 students selected through total sampling, comprising an experimental class and a control class. Data were collected through pretests, posttests, practical design assessments, and observations of learning implementation. The data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain, prerequisite tests, and an Independent Samples t-Test. The results showed that students who participated in learning using the peer tutoring method demonstrated greater improvement in fashion design skills than those who participated in conventional learning. This improvement was indicated by a significant difference in final learning outcomes between the experimental and control groups. The implementation of peer tutoring was also categorized as very good. These findings indicate that the peer tutoring method can create more active learning through peer interaction, peer guidance, collaborative practice, and direct feedback. Therefore, peer tutoring can serve as an alternative learning method to support the development of students' fashion design skills in vocational education.

ABSTRAK

Kemampuan desain busana merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Tata Busana. Namun, pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional dapat membatasi keterlibatan siswa dan kesempatan memperoleh bimbingan secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode peer tutoring terhadap kemampuan desain busana siswa kelas XI Tata Busana SMKN 8 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih melalui total sampling, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, penilaian praktik desain, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji prasyarat, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan desain busana siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode peer tutoring mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh perbedaan hasil belajar akhir yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Keterlaksanaan pembelajaran peer tutoring juga berada pada kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode peer tutoring dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aktif melalui interaksi antarsiswa, bimbingan teman sebaya, latihan kolaboratif, dan pemberian umpan balik secara langsung. Dengan demikian, metode peer tutoring dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung peningkatan kemampuan desain busana siswa pada pendidikan kejuruan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, N., Panigoro, M., Ardiansyah, A., Hafid, R., & Maruwae, A. (2024). Analisis keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII. Journal of Economic and Business Education, 2(3), 400–412.

https://doi.org/10.37479/jebe.v2i3.26167

Ardyansah, N. (2022). Module development in HOTS-oriented IPS subjects based on inquiry at SMP Negeri 7 Purwokerto. Soedirman Economics Education Journal, 4(2), 1–15. https://doi.org/10.32424/seej.v4i2.6031

Ariandi, D. (2022). Meningkatkan kemampuan siswa memahami materi konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial melalui penerapan media gambar di kelas VIII E SMP Negeri 2 Jalancagak. JPG: Jurnal Penelitian Guru FKIP Universitas Subang, 5(1), 47–57. https://doi.org/10.35569/jpg.v5i1.1248

Arifin, B., & Mu’id, A. (2024). Pengembangan kurikulum berbasis keterampilan dalam menghadapi tuntutan kompetensi abad 21. DAARUS TSAQOFAH Jurnal Pendidikan Pascasarjana Universitas Qomaruddin, 1(2), 118–128.

https://doi.org/10.62740/jppuqg.v1i2.23

Basmala, B., Kaharuddin, K., & Suardi, S. (2024). The impact of the picture and picture learning model on student activity and social studies outcomes (A case study of 4th grade students in Gowa District). Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(3), 1383–1393. https://doi.org/10.30605/jsgp.7.3.2024.4817

Ernawati, E., Sari, T. M., & Haris, I. N. (2025). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui model guided inquiry. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA), 6(1), 33–42. https://doi.org/10.56842/jp-ipa.v6i01.511

Hadiyati, B. E. K. (2025). Kajian kebutuhan bahan ajar IPS berorientasi masa depan: Pendekatan kritis terhadap isu sosial global. Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education, 1(2), 45–51.

https://gumpublisher.id/index.php/ijfie/article/view/16

Habellia, R. C. (2025). Pengaruh penerapan model guided inquiry terhadap hasil belajar siswa pada materi usaha dan energi di SMP Muhammadiyah Simpang Empat. Indonesian Journal on Education and Learning, 2(3), 1–7.

https://journal.myrepublikcorp.com/index.php/IJEN/article/view/169

Halim, A. (2022). Signifikansi dan implementasi berpikir kritis dalam proyeksi dunia pendidikan abad 21 pada tingkat sekolah dasar. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 3(3). https://doi.org/10.36418/jist.v3i3.385

Husna, A., Ilmi, N., & Gusmaneli, G. (2025). Strategi pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 76–86.

https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1532

Iftirosy, V. A., Ningsih, R., & Sancaya, S. A. (2025). Pentingnya berpikir kritis dalam pengambilan keputusan pada siswa SMA. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 4, 381–387. https://doi.org/10.29407/ag5hvg81

Juraidah, J., & Hartoyo, A. (2022). Peran guru dalam menumbuhkembangkan kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 8(2), 105–118. https://doi.org/10.31932/jpdp.v8i2.1719

Kasmanto, K., & Anwar, S. (2025). Model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan kemampuan siswa. INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA, 14(2), 161–167.

https://doi.org/10.20961/inkuiri.v14i2.85383

Marleni, L., & Rifa’i, R. (2025). Strategi pengembangan materi pembelajaran IPS yang kontekstual dan inovatif. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 2387–2393.

https://journal.ilmudata.co.id/index.php/RIGGS/article/view/3797

Mayang, F., Rahmi, U., Yeni, F., & Hendri, N. (2025). Pengembangan e-modul berbasis model guided inquiry learning pada mata pelajaran IPS kelas VII SMP: Penelitian pengembangan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 259–270.

https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.34985

Muldi, A., & Widyaningtyas, M. D. (2026). Local media in the power vortex of PIK 2: A hierarchy of influences analysis. Journal of Humanities and Social Sciences Studies, 8(7), 83–95. https://doi.org/10.32996/jhsss.2026.8.7.7

Qadeer, A. (2026). Enhancing critical thinking through collaborative learning: The mediating roles of peer interaction and self-efficacy. Journal of Research, Innovation, and Strategies for Education (RISE), 3(2), 23–45. https://doi.org/10.70148/rise.v3i2.3

Safitri, D., Oktovia, D., Sari, P. A., Amalia, R., & Salsabila, S. (2024). Prinsip dan tujuan pembelajaran IPS membangun warga negara berpengetahuan luas dan berpikir kritis. Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan, 2(1), 53–59.

https://doi.org/10.61292/cognoscere.90

Sarumaha, M., & Harefa, D. (2022). Model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap hasil belajar IPA terpadu siswa. Ndrumi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora, 5(1), 27–36. https://doi.org/10.57094/ndrumi.v9i2.5517

Sofyan, S., Kurniawan, M. B., Octarina, H., Sahusilawane, N. A., Safira, A., Sulastri, T., & Yusnaldi, E. (2025). Kesadaran sosial melalui pembelajaran IPS sekolah dasar. Mudabbir: Journal Research and Education Studies, 5(1), 258–268.

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i1.707

Tedla, Y. G., & Chen, H. L. (2025). The impacts of computer-supported collaborative learning on students’ critical thinking: A meta-analysis. Education and Information Technologies, 30(2), 1487–1516. https://doi.org/10.1007/s10639-024-12857-y

Widiya, A. W., & Radia, E. H. (2023). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPS. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(2), 127–136. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i2.477

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Pramesthi, R., Yudha Irawan, L., & Nanda Sartika, E. (2026). PENGARUH METODE PEER TUTORING TERHADAP KEMAMPUAN DESAIN BUSANA SISWA KELAS XI TATA BUSANA SMKN 8 PADANG. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(3), 2886–2896. https://doi.org/10.51878/social.v6i3.13706

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.