PERISTIWA PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN TAHUN 1948 DARI PRESPEKTIF SOSIO-KULTURAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i1.6519Keywords:
Pemberontakan PKI Madiun 1948, Sosio-kultural, Stratafikasi Sosial, Konflik Kelas, StigmaAbstract
This research examines the 1948 Madiun PKI rebellion. This research aims to analyze the socio-cultural conditions of the Madiun community before the rebellion, identify the socio-cultural factors that triggered the rebellion, and examine the socio-cultural impact after the event. This research uses a historical research method with a qualitative approach. Data were collected through literature studies, archival documents, and contemporaneous newspapers. The analysis was conducted using a socio-cultural theoretical framework, including the concepts of social stratification, hegemony (Gramsci), charismatic leadership (Weber), and historical materialism (Marx). The results show that the socio-cultural conditions of Madiun society at that time were characterized by a sharp social stratification between the elite and the lower class (farmers and workers). Feudal hegemony and economic pressure in the colonial era created suffering and depression among the lower classes, which triggered the emergence of movements of masianism and longing for change. These rebellions erupted as the culmination of class and cultural conflicts, where the violence was a form of social revenge against the established feudal order. The post-event impact was the emergence of collective resistance, social solidarity between victims, and the negative stigma attached to the Madiun community until decades later, which shaped collective memory and social identity in the region.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji peristiwa pemberontakan PKI Madiun 1948. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosio-kultural masyarakat Madiun sebelum pemberontakan, mengidentifikasi faktor-faktor sosio-kultural yang memicu terjadinya pemberontakan, serta menelaah dampak sosio-kultural pasca-peristiwa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, penelusuran dokumen arsip, dan surat kabar sezaman. Analisis dilakukan dengan kerangka teori sosio-kultural, termasuk konsep stratafikasi sosial, hegemoni (Gramsci), kepemimpinan karismatik (Weber), dan materialisme historis (Marx). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosio-kultural masyarakat Madiun saat itu ditandai oleh stratafikasi sosial yang tajam antara kaum elit dengan masyarakat kelas bawah (petani dan buruh). Hegemoni feodal dan tekanan ekonomi di era kolonial menciptakan penderitaan dan depresi di kalangan masyarakat bawah, yang memicu munculnya gerakan-gerakan masianisme dan kerinduan akan perubahan. Pemberontakan ini meletus sebagai puncak dari konflik kelas dan budaya, di mana kekerasan yang terjadi merupakan bentuk balas dendam sosial terhadap tatanan feodal yang mapan. Dampak pasca-peristiwa adalah munculnya perlawanan kolektif, solidaritas sosial antar korban, dan stigma negatif yang dilekatkan pada masyarakat Madiun hingga beberapa dekade kemudian, yang membentuk memori kolektif dan identitas sosial di wilayah tersebut.
Downloads
References
Arsip Nasional, Kementerian Pertahanan, Nomor Berkas:1758
Boissevain, W.T.L. (1907). Memorie Van Overgave van Residentie Madioen. Diambil dari https://www.nationaalarchief.nl/en/research/archive/2.10.39/invnr/93/file/NLHaNA_2.10.39_93_0001?eadID=2.10.39&unitID=93&query=Madioen.
Budiardjo, M. (2007). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=_dZ247rCydIC.
Efimova, M. L. (2014). Dari Moscow Ke Madiun? Stalin-PKI dan Hubungan Diplomatik Uni Soviet-Indonesia 1947-1953. Yogyakarta: Syarikat.
Eindhovensch Dagblad. (1948). Communisten aan het roer F.D.R.: Volksdemocratisch Front in Indonesië De tweede graad van de revolutie. Diambil dari https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMKB27:017813020:mpeg21:p00006.
Gie, S. H. (2005). Orang-Orang Dipersimpangan Kiri Jalan. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=hofHPOHTkXkC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false.
Gultom, A. Z. (2020). Kebudayaan Indis sebagai Warisan Budaya Era Kolonial. Warisan: Journal Heritage and cultural heritage, Vol 1, No 1. Diunduh dari https://mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/warisan/article/view/166/118.
Hadi, W. D., & Kusuma, G. (2012). Propaganda Orde Baru 1966-1980. Jurnal Verleden: 1 (1). Diambil dari http://journal.unair.ac.id/filerPDF/4_jurnal%20propaganda_dwiwahyono hadi.pdf.
Hanif. M. (2011). Peranan Wanita Desa Soco Bendo Magetan dalam Mengatasi Dampak Psikologi Sosial Pasca Madiun Affair 1948 (Studi Sejarah Sosial). Jurnal Agastya 1 (1). Diunduh dari https://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JA/article/view/128/0.
Indische Courant voor Nederland. (1948). Revolutie in Madioen ving op 12 September aan. Diambil dari https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMKB19:000287026:mpeg21:p00001.
Jasper, J. E. (1917). Betreffende Het Onderzoek In Zake De Saminbeweging, Ingesteld Ingevolge het Gouvernement Besluit van 1 Juni 1917 No. 20.
Keller, S. (1965). Beyond the ruling class: Strategic elites in modern society. Random House. https://books.google.com/books?id=0XreAAAAMAAJ
Kementerian Penerangan. (1953). Propinsi Jawa Timur.
Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya. https://books.google.co.id/books?id=gLBrAwAAQBAJ&printsec=copyright&hl=id#v=onepage&q&f=false.
Kuntowijoyo. (2016). Petani, Priyayi dan Mitos Politik. Yogyakarta: MataBangsa. https://books.google.co.id/books/about/Petani_Priayi_dan_Mitos_Politik.html?id=U2esDwAAQBAJ&redir_esc=y.
Lester, J. (2000). The dialogue Of Negotiation: Debates on Hegemony in Russia and the West. London: Pluto Press. https://philpapers.org/rec/LESTDO-3.
Madjid, D., & Wahyudi, J. (2014). Ilmu Sejarah Sebagai Pengantar. Jakarta: Kencana
Mcvey, Ruth T. (2017). Kemunculan Komunisme di Indonesia. Depok: Komunitas Bambu
Musso. (1953). Djalan Baru Menudju Republik Indonesia. Djakarta: Jajasan Pembaharuan.
Mook, Van, HJ. (1948) Notulen Van De Vergadering gehouden op 20 September 1948 te 09.00 Uur Ten Huize van de Legercommadant. Den Haag: Algemeen Rijksarchief
Nordholt, H. S., & Poeze. H. (2022). Merdeka The Stuggle for Indonesian Independence and the Republik precarious rise 1945-1950. Amsterdam: Amsterdam University press. https://books.google.co.id/books?id=47bpEAAAQBAJ&printsec=copyright&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false.
Onghokham. (2018). Madiun dalam Kemelud Sejarah Priyayi dan Petani di Karisidenan Madiun Abad XIX. Jakarta: Kompas Gramedia Populer. https://books.google.co.id/books?id=x3mpDwAAQBAJ.
Oost-Indië. (1911). Het Vaderland. 's-Gravenhage. Diunduh dari https://resolver.kb.nl/resolve ?urn=MMKB23:001491110:mpeg21:p00005.
Poeze, H.A. (2011). Madiun 1948: PKI Bergerak. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=TdOLDAAAQBAJ.
Pusat Sejarah TNI. (2009). Komunisme di Indonesia Jilid II: Penumpasan Pemberontakan PKI 1948. Jakarta: Sidisi.
Qomar, A. S., & Pratama, S. Y. (2024). Antara Merdeka dan Dijajah: Problematika Kawula Desa Perdikan di Wilayah Eks Karesidenan Madiun, 1742-1962. Jurnal Sejarah Indonesia, 7(2), 226–238. https://doi.org/10.31947/jsi.v7i2.33066.
Ricklefs, M. C. (2013). Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 Sampai Sekarang. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta. https://books.google.co.id/books/about/Mengislamkan_Jawa.html?id=Jvj1DQAAQBAJ&printsec=frontcover&source=kp_read_button&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false.
Rubinstein, A. Z. (1981). Soviet Foreign Policy since World War II. Massachuset: Winthrop Publishers, Inc. https://books.google.co.id/books/about/Soviet_Foreign_Policy_Since_World_War_II.html?id=0Oa3AAAAIAAJ&redir_esc=y .
Santoso, T. (2001). Kekuasaan dan Kekerasan. Jurnal UNAIR, 14(4). Diunduh dari https://journal.unair.ac.id/MKP@kekuasaan-dan-kekerasan-article-2589-media-15-category-8.html.
Soekowinito, A., & Koesdim. (1980). Sejarah Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun Tingkat II Madiun.
Soekowinoto, A. (1991). Kresek Pusat Pembrontakan PKI di Madiun. Pemerintah Daerah DATI II Madiun.
Sucahyo, I. R., Kharisma, S. D., Pratama, I. P., Labibah, A. K., Siregar, A. R. S., Herlamb, S. D. R., ... & Donggo, M. S. A. (2024). Ketertiban Ditengah Pembantaian: Perjuangan Kepolisian Madiun Raya Sekitar Masa Pemberontakan 1948. Journal of Education Research, 5(4), 6481-6494. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1961.
Sulastri. (2000). Peran Kaum Perempuan Dalam Penumpasan Pembrontakan PKI di Madiun (Tulisan tidak diterbitkan). Fakultas Pendidikan Pengetahuan Sosial Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Madiun.
Suratmin. (2012). Kronik Peristiwa Madiun PKI 1948. Yogyakarta: Mata Padi Presindo.
Suroso, S. (2001). Berbagai Fakta dan Kesaksian Sekitar Peristiwa Madiun. Jakarta: Pustaka Pena.
Tim Jawa pos. (1990). Lubang-lubang pembantaian: Petualangan PKI di Madiun. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. https://books.google.co.id/books?id=x9UFCgAAQBAJ&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













