MEMORI KOLEKTIF PRASASTI KEMBANG SORE SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DALAM MEMPERKUAT IDENTITAS SOSIAL PEMBELAJARAN IPS
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10546Keywords:
Memori Kolektif, Prasasti Kembang Sore, Sejarah Lokal, Identitas Sosial, Living Heritage, Pembelajaran IPSAbstract
This study aims to describe the collective memory of the Petak Village community regarding the Kembang Sore Inscription, analyze the dynamics of memory transmission across generations, and formulate its potential as a source of local history learning in Social Studies (IPS) instruction. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through field observations, in-depth interviews with six informants consisting of the inscription caretaker, cross-generational residents (aged 50-80 years, 25-40 years, and adolescents aged 15-20 years), and document analysis. The findings reveal three main results. First, collective memory about the inscription remains strong among the older generation, begins to fade among young adults, and is limited among adolescents. Second, the community interprets the inscription's symbols (sun, moon, mountain stamp, lingga yoni, and water vessel) in the context of land ownership, fertility, and spiritual protection. Third, the inscription still functions as a village sacred site with regularly preserved rituals, making it a living heritage. The Kembang Sore Inscription has great potential as a source of social studies learning, encompassing aspects of government legality, leadership, spirituality, and social identity reinforcement. This study concludes that the community's collective memory about the inscription is still maintained but requires more effective transmission efforts to younger generations. This inscription deserves to be integrated into social studies learning through field trip methods and digital media development.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur memori kolektif masyarakat Desa Petak tentang Prasasti Kembang Sore, menganalisis dinamika transmisi memori antar generasi, serta merumuskan potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan enam informan yang terdiri dari juru kunci, warga lintas generasi (usia 50-80 tahun, 25-40 tahun, dan remaja 15-20 tahun), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, memori kolektif tentang prasasti masih kuat pada generasi tua, mulai menipis pada generasi dewasa muda, dan terbatas pada generasi remaja. Kedua, masyarakat memaknai simbol-simbol prasasti (matahari, bulan, stempel gunung, lingga yoni, dan kendi) dalam konteks kepemilikan tanah, kesuburan, dan perlindungan spiritual. Ketiga, prasasti hingga kini berfungsi sebagai punden desa dengan ritual rutin yang masih dilestarikan, menjadikannya sebagai living heritage. Prasasti Kembang Sore memiliki potensi besar sebagai sumber belajar IPS, mencakup aspek legalitas pemerintahan, kepemimpinan, spiritualitas, dan penguatan identitas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memori kolektif masyarakat tentang prasasti masih terjaga namun memerlukan upaya transmisi yang lebih efektif kepada generasi muda. Prasasti ini layak diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS melalui metode field trip dan pengembangan media digital.
Downloads
References
Budiono, B., Marhamah, S., & Lutfiana, R. F. (2022). Analisis karakter gotong royong dalam ekstrakurikuler pramuka. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(1), 94–100. https://doi.org/10.21067/jmk.v7i1.7073
Fatimah, S. (2022). Pengembangan kawasan wisata mandeh melalui rekonstruksi kearifan lokal perempuan pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Diakronika, 22(2), 166–183. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol22-iss2/302
Febriyanti, I., Susanti, L. R. R., & Hudaidah, H. (2024). Peninggalan kerajaan majapahit: Candi, karya sastra, prasasti. Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah, 3(3), 1–12. https://doi.org/10.22437/est.v3i3.38511
Hartiwisidi, N., Damayanti, E., Musdalifah, M., Rahman, U., Suarga, S., & M. S., U. (2022). Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Mandar Metabe’ dan Mepuang di SDN 001 Campalagian. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 150–162. https://doi.org/10.21831/jpka.v13i2.48473
Hartono, R., Hartoyo, A., & Hairida, H. (2022). Pemanfaatan budaya lokal untuk meningkatkan kompetensi global siswa. Jurnal Basicedu, 6(4), 7573–7585. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3602
Hendri, H., Utami, I. S., & Nurlaili, L. (2022). Optimalisasi peran sekolah dengan analisis interaktif bagi penguatan pendidikan karakter. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(1), 32–43. https://doi.org/10.21067/jmk.v7i1.6464
Ifandy, M. R., Pageh, I. M., & Purnawati, D. M. O. (2024). Koleksi tinggalan sejarah kesultanan bima di Museum Asi Mbojo Bima, Nusa Tenggara Barat (sejarah, koleksi dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA). Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 12(3), 168–181. https://doi.org/10.23887/jjps.v12i3.79884
Isaputri, A., & Sihombing, L. H. (2022). Redefining Ngurek Bali: Analysis of audience perception in the cyber world. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 6(3), 137–150. https://doi.org/10.37329/jpah.v6i3.1701
Kharisma, M. E., Faridi, F., & Yusuf, Z. (2023). Penanaman karakter gotong royong berbasis P5 di SMP Muhammadiyah 8 Batu. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(2), 1152–1161. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i2.1420
Kustiono, H. P., & Wulan, D. A. (2023). Catatan sejarah Ma Huan (??) mengenai Majapahit dalam perspektif historisisme baru. Jurnal Cakrawala Mandarin, 7(2), 36. https://doi.org/10.36279/apsmi.v7i2.300
Kusumaningsih, R., Miftahuddin, M., & Wiratmoko, D. (2025). Utilization of the Song Terus Museum as a learning resource in Indonesia. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 11(2), 32–40. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v11i2.84019
Lukman, C. C., & Hartanti, M. (2022). The phenomenon of mimicry and collective memory in Dutch East Indies soldier batik motifs. MOZAIK HUMANIORA, 22(1), 15–29. https://doi.org/10.20473/mozaik.v22i1.32665
Maharani, R., & Jauhari, N. (2024). Relevansi nilai-nilai kearifan lokal kirab sesaji di desa wonosari gunung kawi pada pembelajaran sejarah kurikulum merdeka. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.37329/cetta.v7i1.2972
Monika, K. A. L., Suastika, I. N., & Sanjaya, D. B. (2023). Penerapan project based learning berbasis kearifan lokal tri hita karana meningkatkan sikap gotong royong. Dharmas Education Journal (DE_Journal), 4(1), 7–15. https://doi.org/10.56667/dejournal.v4i1.890
Munandar, A. (2020). Majapahit and the contemporary kingdoms: Interactions and views. Berkala Arkeologi, 40(1), 1–22. https://doi.org/10.30883/jba.v40i1.522
Niman, E. M., Tapung, M. M., Ntelok, Z. R. E., & Darong, H. C. (2023). Kearifan lokal dan upaya pelestarian lingkungan air: Studi etnografi masyarakat adat manggarai, flores, nusa tenggara timur. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160
Pandiangan, R., Sumantri, P., & Nasution, I. M. (2024). Use of film media in increasing students’ understanding in history learning at SMAN 1 Medan. Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(2), 377. https://doi.org/10.24114/ph.v9i2.58068
Panuntun, D. F., Salewa, W., Dase, A. B., & Bembe, F. (2023). The sleeping soul doctrine of metaphysical anthropology in the Javanese death tradition. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(2). https://doi.org/10.4102/hts.v79i2.8370
Pradana, A. E., Zulfitri, R., & Nopriadi, N. (2021). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan fungsi kognitif pada lansia. JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA, 4(2), 62–67. https://doi.org/10.47539/jktp.v4i2.225
Purwanto, P. (2025). Formulasi pendidikan multikultural transformatif dalam bingkai filsafat rekonstruksi sosial. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 12(1), 510–574. https://doi.org/10.69896/modeling.v12i1.2951
Rahman, A. (2020). Cagar budaya dan memori kolektif: Membangun kesadaran sejarah masyarakat lokal berbasis peninggalan cagar budaya di Aceh bagian timur. MOZAIK HUMANIORA, 20(1), 12. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i1.15346
Rahmat, K. D. (2021). Pelestarian cagar budaya melalui pemanfaatan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 26. https://doi.org/10.22146/jpt.58505
Rukiyanto, B. A. (2025). Pendidikan karakter berbasis pancasila: Strategi membentuk generasi emas. Pubmedia Social Sciences and Humanities, 3(2), 9. https://doi.org/10.47134/pssh.v3i2.473
RWZ, B. P. A. W. (2021). Preservasi budaya osing melalui internalisasi budaya berbasis sekolah adat sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Journal Of Education And Teaching Learning (JETL), 3(2), 44–59. https://doi.org/10.51178/jetl.v3i2.214
Savitri, M. (2021). The role of local wisdom on the preservation of the Imogiri Royal Cemetery Site. Berkala Arkeologi, 41(1), 69–88. https://doi.org/10.30883/jba.v41i1.567
Septiana, N., Suhendro, S., Kurniawan, P., Syarifuddin, S., & Oktapiani, R. (2026). Pemanfaatan media interaktif sebagai inovasi pembelajaran sejarah di sekolah menengah. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(1), 203–217. https://doi.org/10.62383/wissen.v4i1.1562
Septiyaningsih, I. C., & Waskito, H. H. (2023). Inovasi media pembelajaran sejarah lokal Ki Gede Sebayu melalui platform TikTok. Historia Pedagogia, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.15294/hisped.v12i1.68755
Smith, E., Ristiawan, R., & Sudarmadi, T. (2023). Protection and repatriation of cultural heritage – Country report: Indonesia. Santander Art and Culture Law Review, 8(2), 383–406. https://doi.org/10.4467/2450050xsnr.22.025.17038
Sudarwati, S., Andari, N., & Dewi, N. S. K. (2023). Pemertahanan budaya lokal melalui pemberdayaan kelompok seni di desa jenisgelaran jombang. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.33086/snpm.v3i1.1226
Susanti, S., & Miftahuddin, M. (2021). Site and nationalism: The significant value of liangan site in history learning. Paramita: Historical Studies Journal, 31(2). https://doi.org/10.15294/paramita.v31i2.27119
Usmaedi, U., Lansiwi, M. A., Studyanto, A. B., Gymnastiar, I. A., & Amin, F. M. R. (2024). Cultural heritage preservation through community engagement a new paradigm for social sustainability. Indonesian Journal of Studies on Humanities Social Sciences and Education, 1(2), 50–59. https://doi.org/10.54783/cv5q0011
Yuliantri, R. D. A., Sudarmadi, T., & Suwignyo, A. (2022). Analysis of the people’s needs for museum tourism as cultural expressions and freedom to learn in the post-pandemic era. MOZAIK HUMANIORA, 22(2), 254–268. https://doi.org/10.20473/mozaik.v22i2.34754
Zhang, L. (2022). Towards a better approach: A critical analysis of heritage preservation practices. Open Journal of Social Sciences, 10(5), 43–54. https://doi.org/10.4236/jss.2022.105005
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














