EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA KUE BALOK DAN ALAT MUSIK GAMELAN SARON : KESAMAAN BENTUK GEOMETRINYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v6i3.12871Keywords:
Etnomatematika, Konsep Geometri, Kue Balok, Gamelan SaronAbstract
The sluggish learning interest and high levels of academic anxiety among students due to the rigid presentation of geometry material isolated from sociocultural realities are the background of this research. These obstacles trigger students' failure to visualize spatial figures independently in school mathematics learning. The main focus of this study is to explore the manifestation of ethnomathematics and the similarities of geometric shapes in traditional culinary products, namely the West Javanese kue blok (block cake) and the metal bars of the saron gamelan instrument. The steps of this descriptive qualitative research with an ethnographic approach are operated through purposive sampling involving traditional craftsmen and outlet owners. The actual data collection procedure is collected in depth through participatory observation techniques, semi-structured interviews, and structured documentation, which are then processed using an interactive analysis model including data reduction, presentation, and drawing conclusions. The research findings show that the making of kue blok reflects the three-dimensional dimensions of the block, the linear equation of the recipe, and the philosophical value of simplicity. Meanwhile, the anatomy of the saron contains the geometric concepts of the plane plane of the trapezoid, rectangle, and the transformation of mechanical energy into acoustic vibrations of the pitch precisely. The main conclusion confirms that contextualizing mathematics based on local Indonesian wisdom has proven effective in boosting intellectual agility while supporting the sustainable preservation of national cultural heritage. Educational practitioners are recommended to design daily lesson plans that consistently optimize real-world objects around the classroom.
ABSTRAK
Kelesuan minat belajar serta tingginya tingkat kecemasan akademik peserta didik akibat penyajian materi geometri yang kaku dan terisolasi dari realitas sosiokultural melatarbelakangi penelitian ini. Hambatan tersebut memicu kegagalan siswa dalam memvisualisasikan bangun ruang secara mandiri pada pembelajaran matematika sekolah. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi manifestasi etnomatematika dan kesamaan bentuk geometri pada produk kuliner tradisional kue balok khas Jawa Barat dan bilah logam instrumen gamelan saron. Langkah-langkah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi ini dioperasikan melalui penarikan sampel secara purposive yang melibatkan pengrajin adat dan pemilik outlet. Prosedur pengumpulan data aktual dihimpun secara mendalam lewat teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi terstruktur, yang selanjutnya diolah menggunakan model analisis interaktif meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kue balok merefleksikan dimensi tiga dimensi balok, persamaan linier resep, dan nilai filosofis kesederhanaan. Sementara itu, anatomi saron mengandung konsep geometri bidang datar trapesium, persegi panjang, serta transformasi energi mekanik menjadi getaran akustik laras nada secara presisi. Simpulan utama menegaskan bahwa kontekstualisasi matematika berbasis kearifan lokal nusantara terbukti efektif mendongkrak ketangkasan intelektual sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya nasional secara berkelanjutan. Praktisi pendidikan direkomendasikan merancang rencana pelaksanaan pembelajaran harian dengan mengoptimalkan benda nyata di sekitar ruang kelas secara konsisten.
Downloads
References
Arman, A. (2021). Pembelajaran matematika memperkuat akselerasi performan siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Sungailiat. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 2(2), 35–43. https://doi.org/10.36312/vol2iss2pp35-43
Azhar, H., Widayanti, M. J. A., Afifah, N. N., Ratnasari, D., & Dzikrulloh, M. N. (2023). Program bimbingan belajar matematika sebagai upaya memajukan pendidikan anak-anak. Jurnal Bina Desa, 4(3), 401–408. https://doi.org/10.15294/jbd.v4i3.40756
Darihastining, S., Aini, S. N., Maisaroh, S., & Mayasari, D. (2020). Penggunaan media audio visual berbasis kearifan budaya lokal pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1594–1602. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.923
Diponegoro, A. M., Khalil, I., & Prahmana, R. C. I. (2024). When religion meets mathematics: From mathematical anxiety to mathematical well-being for minority group student. Infinity Journal, 13(2), 413–440. https://doi.org/10.22460/infinity.v13i2.p413-440
Farid, M. (2023). Pemanfaatan konten multibudaya dalam pembelajaran seni budaya di sekolah dasar. The Elementary Journal, 1(1), 20–27. https://doi.org/10.56404/tej.v1i1.48
Fayzahra, N. A., Hidayah, S. N., Adawiya, R., Shidiq, G. A., & Sholihah, D. A. (2025). Exploring ethnomathematics of DIY’s traditional foods as a mathematics learning media in geometric shapes for seventh-grade junior high school students. Dalam Advances in Social Science, Education and Humanities Research (hlm. 136–143). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-414-3_12
Halimatus’diah, V., Ledhianti, W., & Kusno, K. (2025). Eksplorasi alat musik saron dalam gamelan Banyumas: Sebuah kajian etnomatematika. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika, 8(3), 802–809. https://doi.org/10.30605/proximal.v8i3.5991
Khairum, D., Sianipar, D. M., & Wijaya, Y. L. (2025). Etnomatematika kearifan lokal makanan khas Sumatera Utara: Eksplorasi bentuk-bentuk bangun ruang sisi lengkung. Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An), 5(3), 1093–1101. https://doi.org/10.36636/primed.v5i3.6004
Kusmartiningrum, S. A., Prayitno, A., & Baidawi, M. (2024). Memahami dan mengatasi kecemasan dalam pembelajaran matematika. Media Penelitian Pendidikan: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, 18(2), 149–159. https://doi.org/10.26877/mpp.v18i2.20685
Linke, S., Wendt, G., & Bader, R. (2024). Clustering of Indonesian and Western gamelan orchestras through machine learning of performance parameters. arXiv. https://doi.org/10.48550/arxiv.2409.03713
Nisa, A., MZ, Z. A., & Vebrianto, R. (2021). Problematika pembelajaran matematika di SD Muhammadiyah Kampa Full Day School. el-Ibtidaiy: Journal of Primary Education, 4(1), 95–95. https://doi.org/10.24014/ejpe.v4i1.11655
Ongko, E. S., Yanuartuti, S., & Lodra, I. N. (2022). Apresiasi anak usia kognitif praoperasional pada pertunjukan ludruk virtual Armada. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 6(1), 75–75. https://doi.org/10.24114/gondang.v6i1.32250
Ratau, A., Utomo, D. P., Widodo, J., Cholily, Y. M., Effendi, M. M., & Inganah, S. (2026). Leveraging indigenous architectural patterns for contextualized learning: A pedagogical framework for geometry in the Hena Puan cultural setting. Assyfa Learning Journal, 4(1), 51–68. https://doi.org/10.61650/alj.v4i1.946
Revana, I., Zikky, M., & Damastuti, F. A. (2020). Saron hit precision in virtual world. Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV), 6(1), 990–997.
Samosir, H. Z., Tampubolon, F. C., Adsari, J. D., Angelina, M., Sihotang, S., Agustina, W., & Gea, L. R. (2025). Kajian etnomatematika: Konsep matematis dalam pembuatan taganing dan putu bambu sebagai warisan budaya. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(3), 1552–1561. https://doi.org/10.31004/cendekia.v9i3.4293
Sandi, E. K. (2025). Exploring ethnomathematics in local culture: A bridge between tradition and classroom mathematics. Aksioma Education Journal, 2(1), 38–45. https://doi.org/10.62872/rbrtaa18
Sape, H., & Syamsuddin, A. (2025). Studi etnomatematika pada tradisi lokal sebagai konteks pembelajaran matematika. Jurnal Penalaran dan Riset Matematika, 4(1), 35–41. https://doi.org/10.62388/prisma.v4i1.540
Shabira, A., & Widiyasari, R. (2025). Etnomatematika pada makanan khas Jawa Barat Kota Bogor. Teorema: Teori dan Riset Matematika, 10(2), 189–189. https://doi.org/10.25157/teorema.v10i2.20276
Siregar, M. S. T., Purba, N., Sinaga, E. C., & Siahaan, S. O. (2024). Analisis kesulitan belajar siswa SD Negeri 167102 Rambutan dalam mata pelajaran matematika. JGK (Jurnal Guru Kita), 8(2), 223–223. https://doi.org/10.24114/jgk.v8i2.53823
Suta, P. A. A., Putra, I. K. T., & Srinadi, I. G. A. M. (2025). Eksplorasi konsep geometri dalam perspektif etnomatematika pada makanan tradisional “Jaja Bali.” Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Matematika, 3(6), 59–70. https://doi.org/10.61132/arjuna.v3i6.2557
Supriyadnyana, P. G. W., Sugiartha, I. G. A., & Arshiniwati, N. M. (2020). Estetika gamelan gong gede di Desa Adat Tejakula: Ditinjau dari tabuh (gending). Jurnal Kajian Seni, 6(1), 58–58. https://doi.org/10.22146/jksks.52104
Wijayanto, W., & Fidyastuti, F. (2025). Estetika dalam kosmis sebagai pembelajaran dan konservasi gamelan di era modern. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik, 5(1), 11–22. https://doi.org/10.30872/mebang.v5i1.177
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















