SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://jurnalp4i.com/index.php/science <p><strong>SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11946"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Matematika dan IPA.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-1031 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0744</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 CURRENT TRENDS IN THE APPLICATION OF AUGMENTED REALITY-BASED LEARNING MEDIA IN BIOLOGY EDUCATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8929 <p>The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including in Biology learning, which often contains abstract concepts that are difficult to visualize. One innovation that is widely used to overcome this problem is Augmented Reality (AR) technology. AR allows students to interact with three-dimensional virtual objects in a realistic way, thereby improving their understanding of complex Biology concepts. This study aims to analyze the latest trends in the application of AR-based learning media in biology learning using a Systematic Literature Review (SLR) approach with PRISMA guidelines. A total of 19 articles published between 2016 and 2025 were reviewed based on inclusion criteria, including formal education levels, types of media, research methods, and biology topics studied. The results of the analysis show that the use of AR is most commonly found at the senior high school level, with smartphone-based media dominating. This is due to the more mature abstract thinking and digital literacy skills of senior high school students, which support the effective use of AR in understanding biology material. Most studies used quantitative methods with quasi-experimental designs to measure the effect of AR on student learning outcomes, motivation, and digital literacy. In general, AR-based media has been proven to improve students' conceptual understanding, learning outcomes, motivation, and engagement in Biology learning. Thus, AR technology has great potential as an innovative 21st-century learning strategy that is interactive, contextual, and supports the digital transformation of Biology education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Biologi yang sering kali memuat konsep abstrak dan sulit divisualisasikan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi Augmented Reality (AR). AR memungkinkan siswa berinteraksi dengan objek virtual tiga dimensi secara nyata sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep Biologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren terkini penerapan media pembelajaran berbasis AR dalam pembelajaran Biologi menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Sebanyak 19 artikel yang diterbitkan pada tahun 2016–2025 ditelaah berdasarkan kriteria inklusi, meliputi jenjang pendidikan formal, jenis media, metode penelitian, serta topik Biologi yang dikaji. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AR paling banyak ditemukan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan dominasi media berbasis smartphone. Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir abstrak dan literasi digital siswa SMA yang lebih matang, sehingga mendukung efektivitas penggunaan AR dalam memahami materi Biologi. Sebagian besar penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental untuk mengukur pengaruh AR terhadap hasil belajar, motivasi, dan literasi digital siswa. Secara umum, media berbasis AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Biologi. Dengan demikian, teknologi AR memiliki potensi besar sebagai strategi pembelajaran inovatif abad ke-21 yang interaktif, kontekstual, dan mendukung transformasi digital pendidikan Biologi.</p> <p> </p> Ineke Laili Ramadhini, Reni Marlina, Titin Titin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8929 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 COLLABORATIVE PROBLEM POSING USING GEOGEBRA: A STUDY ON HIGH MATH ABILITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8928 <p>Problem posing is important in learning mathematics because it improves reasoning, critical thinking, and creative thinking skills. However, many students still find it difficult to pose problems. Through collaborative problem posing, students can exchange their understanding. The use of GeoGebra in problem posing can help students play an active role in generating ideas to construct new problems through its features. This research is a qualitative research that aims to describe the collaborative semi-structured problem posing of junior high school students assisted by GeoGebra in high groups. This research was conducted in one of the junior high schools in Surabaya class IX odd semester of the 2024/2025 school year in the age range of 14-15 years. The research data were collected through Problem Posing Test and Focus Group Discussion. The research subjects were a group with high mathematical ability consisting of two students. The results showed both members in the group contributed to each other for the new problem created. On knowledge base, they identified mathematical facts, concepts, and procedures. On heuristics and schema, they explored GeoGebra to come up with ideas. On group dynamics and interactions, they performed processes of normality, conformity, and innovation. In individual consideration of aptness, both members argued that each individual was skilled in proposing problems and the problems they created were acceptable to group members. Student had no problems during discussion and expressing their opinions due to their equal mathematical ability. Therefore, further research is needed on whether collaborative problem posing using GeoGebra heterogeneous groups also works.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengajuan masalah merupakan hal penting dalam belajar matematika karena meningkatkan kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Namun, masih banyak siswa merasa kesulitan dalam pengajuan masalah. Melalui pengajuan masalah kolaboratif siswa dapat saling bertukar pemahaman. Penggunaan GeoGebra dalam pengajuan masalah dapat membantu siswa berperan aktif memunculkan ide-ide untuk mengkonstruksi masalah baru melalui fitur-fiturnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengajuan masalah semi terstruktur kolaboratif siswa SMP berbantuan GeoGebra pada kelompok tinggi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Surabaya kelas IX semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada rentang usia 14-15 tahun. Data penelitian dikumpulkan melalui Tes Pengajuan Masalah dan Focus Group Discussion. Subjek penelitian merupakan kelompok dengan kemampuan matematika tinggi yang terdiri atas dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan kedua anggota dalam kelompok saling berkontribusi untuk masalah baru yang dibuat. Pada basis pengetahuan, mereka mengidentifikasi fakta, konsep, dan prosedur matematika. Pada heuristik dan skema, mereka mengeksplorasi GeoGebra untuk memunculkan ide-ide. Pada dinamika dan interaksi kelompok, mereka melakukan proses normalitas, konformitas, dan inovasi. Pada pertimbangan individu atas kesesuaian, kedua anggota saling berpendapat bahwa tiap individu terampil dalam mengajukan masalah dan masalah yang mereka buat dapat diterima anggota kelompok. Siswa tidak memiliki masalah selama berdiskusi dan mengungkapkan pendapat dikarenakan kesetaraan kemampuan matematika. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut terkait apakah pengajuan masalah kolaboratif pada kelompok heterogen berbantuan GeoGebra juga berjalan demikian.</p> Nurul Fadilah, Abdul Haris Rosyidi, Yurizka Melia Sari Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8928 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH SELF RENEWAL CAPACITY DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8930 <p>This study aims to determine the effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities in mathematical logic and mathematical induction. The research method used was a survey with correlational analysis conducted on a population of 11th grade science students at SMAN 7 Bekasi in the 2020/2021 academic year. A sample of 42 students was taken using a non-probability sampling technique. The instruments used were questionnaires and tests. The data were analyzed first using data analysis requirements tests, namely normality tests, regression linearity tests, and multicollinearity tests. After the data requirements were met, inferential analysis was conducted to test the research hypotheses using correlation analysis and multiple regression techniques. The results of the study found that: (1) there was an effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities; (2) there was an effect of self-renewal capacity on students' mathematical reasoning abilities; (3) there was an effect of mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>self renewal capacity</em> dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa pada materi logika matematika dan induksi matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan analisis korelasional yang dilakukan pada populasi peserta didik kelas XI IPA SMAN 7 Bekasi Tahun Ajaran 2020/2021. Sampel diambil dengan teknik <em>Non Probability Sampling</em> sejumlah 42 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas, uji linearitas regresi dan uji multikoliniearitas. Setelah uji persyaratan data terpenuhi, dilakukan analisis inferensial untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi ganda. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh <em>self renewal capacity</em> dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (2) terdapat pengaruh <em>self renewal capacity</em> terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (3) terdapat pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan penalaran matematika siswa.</p> <p> </p> Indah Putri Nanda Sari, Eva Efrida, Istira Fauziah Tamin, Diana Hasna Amatullah, Warto Warto, Rina Hidayati Pratiwi Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8930 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN APLIKASI MATDA (MATEMATIKA BANGUN DATAR) BERBASIS ANDROID PADA MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8927 <p>This research was motivated by the low level of understanding among fifth-grade students at SD Inpres 3 Toili regarding the area and perimeter of flat shapes, due to limited learning media and the low utilization of technology in the learning process. The objective of this study was to develop an Android-based Matda (Flat Shape Mathematics) application that meets the criteria of feasibility, practicality, and effectiveness for the circumference and area of ??flat shapes. The research method used was development research using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The subjects were eight fifth-grade students at SD Inpres 3 Toili, Banggai Regency. In the feasibility test, the Matda application was validated by a team of experts. The summary of validation results from three experts (media experts, material experts, and user experts) yielded a score of 93.7%, categorized as "very feasible." For the practicality test, the researcher used a teacher response questionnaire, which yielded a score of 96.4%, and a student response questionnaire, which yielded a score of 94.1%, categorized as "very practical." In the effectiveness test, researchers used evaluation through pre-tests and post-tests. The average pre-test score was 38.5 and the post-test score was 91.3. The difference between the pre-test and post-test scores was 52.8. The N-Gain Score of 0.85 places this improvement in the "High" category. This means there was an 85.8% increase in the "effective" category. Thus, the Matda application is proven to be effective, practical, and suitable for use in elementary school learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas V SD Inpres 3 Toili dalam materi luas dan keliling bangun datar yang disebabkan keterbatasan media pembelajaran serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi <em>Matda</em> (Matematika Bangun Datar) berbasis <em>Android</em> yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan pada materi keliling dan luas bangun datar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian ADDIE <em>(Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation)</em>. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Inpres 3 Toili Kabupaten Banggai yang berjumlah 8 orang. Pada uji kelayakan, aplikasi <em>Matda </em>diuji melalui validasi oleh tim ahli. Rekapitulasi hasil validasi dari 3 ahli yaitu ahli media, ahli meteri, dan ahli pengguna diperoleh persentase sebesar 93,7% dengan kategori “sangat layak”. Pada uji kepraktisan, peneliti menggunakan angket respon guru dengan persentase sebesar 96,4% dan angket respon siswa memperoleh persentase sebesar 94,1% dengan kategori “sangat praktis”. Pada uji keefektifan, peneliti menggunakan evaluasi melalui pre-test dan post-tes. Hasil rata-rata nilai pre-test sebesar 38,5 dan post-tes sebesar 91,3. Selisih nilai pre-test dan post-test sebesar 52,8. Hasil N-Gain Score sebesar 0,85 menempatkan peningkatan ini dalam kategori “Tinggi”. Hal ini dapat diartikan terdapat peningkatan dengan persentase sebesar 85,8% kategori “efektif”. Dengan demikian aplikasi <em>Matda</em> terbukti efektif, praktis, dan layak digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar.</p> <p> </p> <p> </p> Ayu Nanda Choiriyah, Isnanto Isnanto, Andi Marshanawiah, Nur Sakinah Aries, Widi Candika Pakaya Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8927 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR SEL https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8933 <p>Communication skills are a vital competency in the era of globalization and society 5.0, but their application in biology learning is often still minimal due to the lack of active interaction in the classroom. This study aims to evaluate the effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) learning model in improving students' communication skills in cell structure material. Using the Classroom Action Research (CAR) method implemented in two cycles (planning, implementation, observation, and reflection) in class X.2.2 of SMA Negeri 8 Jambi City with 33 students, this study measured communication indicators such as cooperation, interpersonal skills, integrity, responsibility, and interactive communication through a non-test questionnaire. Quantitative descriptive analysis showed a significant increase in students' communication skills, moving from the good category (80.3%) in the pre-action to very good (88.1%) in the second cycle. This increase was driven by the optimization of discussion time and group presentation obligations that facilitated a more intensive exchange of ideas. It was concluded that the TSTS model was effective in developing students' communication skills, although additional mentoring strategies were needed for students with low initial abilities to ensure equitable learning outcomes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterampilan komunikasi merupakan kompetensi vital dalam era globalisasi dan masyarakat 5.0, namun penerapannya dalam pembelajaran biologi sering kali masih minim akibat kurangnya interaksi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran <em>Two Stay Two Stray</em> (TSTS) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada materi struktur sel. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi) di kelas X.2.2 SMA Negeri 8 Kota Jambi dengan 33 siswa, penelitian ini mengukur indikator komunikasi seperti kerja sama, keterampilan interpersonal, integritas, tanggung jawab, dan komunikasi interaktif melalui angket non-tes. Analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi siswa, bergerak dari kategori baik (80,3%) pada pra-tindakan menjadi sangat baik (88,1%) pada siklus kedua. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi waktu diskusi dan kewajiban presentasi kelompok yang memfasilitasi pertukaran ide secara lebih intensif. Disimpulkan bahwa model TSTS efektif dalam menumbuhkan kemampuan komunikasi siswa, meskipun diperlukan strategi pendampingan tambahan bagi siswa dengan kemampuan awal yang rendah untuk memastikan pemerataan hasil belajar.</p> <p> </p> Elsa Rima Prahesti, Arni Ramadhani, Niken Alya Salsabila, Nevilia Pramesti Irawan, Jodion Siburian, Ine Tentia Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8933 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 EKOPEDAGOGI DALAM CERITA RAKYAT WANDIUNDIU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA SMP https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8340 <p>Science learning in the Merdeka Curriculum emphasizes the relevance of scientific concepts to students’ real-life contexts. Folklore, as part of local wisdom, contains ecological knowledge that can support science learning, particularly in coastal areas. This study aims to analyze the potential of the Buton folklore <em>Wandiundiu</em> as an ecopedagogy-based science learning resource and to map it to the Science Learning Outcomes of Phase D. This study employed a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data were obtained from the documented text of <em>Wandiundiu</em>, while supporting data were collected through interviews with a cultural expert, science teachers, and junior high school students. The analysis focused on narrative segments representing human-environment interactions and the use of marine resources, excluding fantastical elements to avoid scientific misconceptions. The results show that <em>Wandiundiu</em> represents ecological concepts such as marine ecosystems, energy flow in food chains, human dependence on ecosystems, and system balance. These findings indicate that <em>Wandiundiu</em> has strong potential as a contextual science learning resource when accompanied by appropriate scientific explanations..</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan keterkaitan antara konsep ilmiah dan konteks kehidupan peserta didik. Cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal menyimpan potensi pengetahuan ekologis yang relevan untuk pembelajaran IPA, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi cerita rakyat Buton <em>Wandiundiu</em> sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis ekopedagogi serta memetakan keterkaitannya dengan Capaian Pembelajaran (CP) IPA Fase D. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data utama berupa teks cerita <em>Wandiundiu</em> yang terdokumentasi dalam kumpulan cerita rakyat Buton-Muna, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan budayawan, guru IPA SMP, dan peserta didik. Analisis difokuskan pada segmen cerita yang merepresentasikan interaksi manusia dengan lingkungan pesisir dan pemanfaatan sumber daya laut, sementara unsur cerita yang bersifat fantastis tidak dianalisis guna menghindari miskonsepsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita <em>Wandiundiu</em> memuat konsep ekologi seperti ekosistem laut, aliran energi dalam rantai makanan, ketergantungan manusia terhadap ekosistem, dan keseimbangan sistem kehidupan. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat <em>Wandiundiu</em> berpotensi digunakan sebagai konteks pembelajaran IPA yang bermakna dan kontekstual apabila disertai klarifikasi ilmiah oleh guru..</p> <p> </p> <p> </p> Dyah Pramesthi Isyana Ardyati, S. Hafidhawati Andaris, Sri Gustina, Iin Nur Awatif Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8340 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA YANG TERKANDUNG PADA BUDAYA BERTANI MASYARAKAT JOMBANG https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8931 <p>Farming culture is a social practice rich in local knowledge and ethnomathematical elements contained in each stage of rice cultivation, as well as analysing its relevance to contextual mathematics learning. The research used qualitative methods with an ethnographic approach through field observations, in-depth interviews, and documentation of farmers who were directly involved in all aspects of rice cultivation, including the forms of mathematical reasoning that arose naturally from the community's experience in cultivating rice fields. However, the potential of mathematics in the agricultural culture of Bareng Subdistrict, Jombang Regency, has not been widely explored as a source of learning in primary schools. This study aims to identify and describe the agricultural process. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and interactive conclusion drawing. The results of the study show that every agricultural activity, from ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, to harvesting, contains mathematical concepts such as measurement, estimation, comparison, row-column patterns, symmetry, proportionality, division of space, work rhythm, and frequency calculation. These concepts are applied intuitively and are not expressed in formal mathematical language, but are reflected through the actions and work strategies of farmers. This study concludes that the farming culture of the Bareng community has strong potential as a learning resource for developing numeracy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Budaya bercocok tanam merupakan salah satu praktik sosial yang kaya akan pengetahuan lokal, unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam setiap tahapan bercocok tanam padi, serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petani yang terlibat langsung dalam seluruh termasuk bentuk-bentuk penalaran matematis yang muncul secara alami dari pengalaman masyarakat dalam mengolah sawah. Namun, potensi matematika dalam budaya pertanian di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, belum banyak dieksplorasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aktivitas pertanian mulai dari ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, hingga panen mengandung konsep matematika seperti pengukuran, estimasi, perbandingan, pola baris kolom, simetri, proporsionalitas, pembagian ruang, ritme kerja, dan perhitungan frekuensi. Konsep-konsep ini diterapkan secara intuitif dan tidak dinyatakan dalam bahasa matematika formal, tetapi tercermin melalui tindakan dan strategi kerja petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya bertani masyarakat Bareng memiliki potensi kuat sebagai sumber belajar untuk mengembangkan numerasi siswa melalui pembelajaran berbasis konteks yang dekat dengan kehidupan mereka.</p> <p> </p> Risdiana Andika Fatmawati, Supriyono Supriyono, Slamet Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8931 Fri, 16 Jan 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN GENIALLY PADA SISWA KELAS V https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9375 <p>This study aimed to improve fifth-grade students’ mathematics learning outcomes through the use of Genially as a digital learning medium at SDN 3 Bulango Utara. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in a cyclical and systematic manner, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 12 fifth-grade students, comprising 7 female students and 5 male students. Data were collected through learning achievement tests, observations of teacher and student activities, and documentation. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results indicated a significant improvement in students’ mathematics learning outcomes after the implementation of Genially-based learning media. In the pre-action stage, only 25% of students achieved the minimum mastery criterion (score ≥ 75). Following the implementation of the actions, learning mastery increased to 58.33% in Cycle I and further improved to 83.33% in Cycle II. In addition, students’ learning activities showed improvement from a fair category to a very good category. These findings demonstrate that the use of Genially as a learning medium is effective in improving mathematics learning outcomes of fifth-grade elementary school students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Bulango Utara melalui penggunaan media pembelajaran Genially. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bertahap, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 12 siswa, yaitu 7 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah penerapan media Genially. Pada kondisi awal, hanya 25% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 75). Setelah pelaksanaan tindakan, ketuntasan belajar meningkat menjadi 58,33% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II. Selain itu, aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi kategori sangat baik. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran Genially terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Bulango Utara.</p> Diva Quitza Yusuf, Rustam I Husain, Nur Sakinah Aries, Andi Marshanawiah, Ade Mahniar Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9375 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PINTAR TERHADAP PEMAHAMAN DAN KEMANDIRIAN SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9359 <p>This study aims to determine the Effect of Smart Board Learning Media on the Understanding and Independence of Class IIA Students in Mathematics Subjects at UPTD SDN Burneh 01 Bangkalan. The type of research used is quantitative research with the one group pretest posttest design method. Data collection techniques use questions and questionnaires. For instrument validity using validity and reliability tests, while the data analysis methods used are normality tests, paired sample t-tests. Based on the paired sample t-test test, the learning understanding that has been tested obtained average mean data on the pretest learning understanding of 35.00 and the posttest value of learning understanding of 83.64 and significant value data of 0.000 &lt;0.05 so it can be concluded that there is an influence of smart board learning media on learning understanding. Based on the paired sample t-test of learning independence, the average mean data obtained in the pretest of learning comprehension was 19.27, while the average value of the posttest of learning comprehension was 34.95 and a significant value of 0.000 &lt;0.05, so it can be concluded that there is an influence of smart board learning media on learning independence.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Papan Pintar Terhadap Pemahaman dan Kemandirian Siswa Kelas IIA Pada Mata Pelajaran Matematika di UPTD SDN Burneh 01 Bangkalan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode one grup pretest posttest desain. Tekhnik pengumpulan data menggunkan soal dan angket. Untuk kevalidan instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabelitas, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji paired sampel t-test. Berdasarkan uji paired sampel t-test Pemahaman belajar yang telah diuji diperoleh data rata-rata mean pada pretest pemahaman belajar sebesar 35,00 dan nilai posttest pemahaman belajar sebesar 83,64 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran papan pintar terhadap pemahaman belajar. Berdasarkan uji paired sampel t-test kemandirian belajar diperoleh data rata-rata mean pada pretest kemandirian belajar sebesar 19,27 sedangkan nilai rata-rata posttest kemandirian belajar sebesar 34,95 serta nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran papan pintar terhadap kemandirian belajar.</p> <p> </p> Dzurrotul Muntasyiroh, Zainal Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9359 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BILATERAL HAND SKILL UNTUK PENGUATAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9274 <p>This study aimed to develop a bilateral hand skill-based learning media called “Tree and Caterpillar Numbers” to improve number concept recognition from 1 to 20 in children aged 5–6 years. The research method used was Research and Development (R&amp;D) with the 4D model consisting of the define, design, develop, and disseminate stages; however, this study was limited to the develop stage. The research subjects were children aged 5–6 years at RA Al Ma’arif Mandiraja and TK Perwanida Mandiraja. Data collection techniques included observation, expert validation questionnaires, and documentation. The results showed that the developed learning media was categorized as feasible to be used in learning activities because it integrated motor and cognitive activities through bilateral hand coordination. This media created a more interactive and enjoyable learning environment and helped children understand number concepts more concretely. Therefore, bilateral hand skill-based learning media can be used as an alternative instructional tool to improve early childhood number concept abilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis <em>bilateral hand skill</em> berupa pohon dan ulat angka untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1–20 pada anak usia 5–6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (<em>research and development</em>) dengan model 4D yang meliputi tahap <em>define</em>, <em>design</em>, <em>develop</em>, dan <em>disseminate</em>, namun penelitian dibatasi sampai tahap <em>develop</em>. Subjek penelitian melibatkan anak usia 5–6 tahun di RA Al Ma’arif Mandiraja dan TK Perwanida Mandiraja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket validasi ahli media dan ahli permainan anak usia dini, serta dokumentasi. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media “pohon dan ulat angka” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran karena mampu mengintegrasikan aktivitas motorik dan kognitif melalui koordinasi kedua tangan. Media ini dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan membantu anak dalam memahami konsep bilangan secara lebih konkret. Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis <em>bilateral hand skill</em> dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak usia dini.</p> <p> </p> Dihni Sofwatun Najah, Aprilia Wahyuning Fitri Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9274 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KECERDASAN VISUAL SPASIAL PESERTA DIDIK PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI DITINJAU DARI SELF-AWARENESS https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9370 <p>Visual-spatial intelligence is an important component in geometry learning, yet most junior high school students experience significant difficulties in visualizing 3D objects and performing geometric transformations. This study aims to analyze students' visual-spatial intelligence in transformation geometry in terms of self-awareness. The research method uses a descriptive qualitative approach. The research subjects were 6 Grade 9 students from SMP Islam Ibnu Hanbal Tasikmalaya selected purposively based on self-awareness levels (2 high, 2 medium, 2 low). Data were collected through visual-spatial intelligence tests, self-awareness questionnaires, and semi-structured interviews. Analysis used the Miles and Huberman model with technique triangulation. The results showed that the level of self-awareness affects students' visual-spatial intelligence. Students with high self-awareness were able to visualize 3D objects accurately, perform mental rotation systematically, and reflect on spatial reasoning processes logically and contextually. They also demonstrated strong spatial orientation and good decision-making in geometric transformations. Meanwhile, students with medium self-awareness could solve problems procedurally but lacked depth in spatial reasoning and reflection. Students with low self-awareness faced difficulties in visualizing objects, performing mental rotations, and reflecting on their spatial thought processes, resulting in outcomes that were often illogical or contextually inappropriate.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecerdasan visual spasial merupakan komponen penting dalam pembelajaran geometri, namun mayoritas siswa SMP mengalami kesulitan signifikan dalam memvisualisasikan objek 3D dan melakukan transformasi geometri. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecerdasan visual spasial peserta didik pada materi transformasi geometri ditinjau dari <em>self-awareness</em>. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas IX SMP Islam Ibnu Hanbal Tasikmalaya yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat <em>self-awareness</em> (2 tinggi, 2 sedang, 2 rendah). Data dikumpulkan melalui tes kecerdasan visual spasial, angket <em>self-awareness</em>, dan wawancara semiterstruktur. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat <em>self-awareness</em> memengaruhi kecerdasan visual spasial siswa. Siswa dengan <em>self-awareness</em> tinggi mampu memvisualisasikan objek 3D secara akurat, melakukan rotasi mental secara sistematis, dan merefleksikan proses penalaran spasial secara logis dan kontekstual. Siswa dengan <em>self-awareness </em>tinggi juga mendemonstrasikan orientasi spasial yang kuat dan pengambilan keputusan yang baik dalam transformasi geometri. Sementara itu, siswa dengan <em>self-awareness</em> sedang dapat menyelesaikan masalah secara prosedural, tetapi kurang mendalam dalam penalaran spasial dan refleksi. Sedangkan siswa dengan <em>self-awareness</em> rendah menghadapi kesulitan dalam memvisualisasikan objek, melakukan rotasi mental, dan merefleksikan proses berpikir spasial, serta menghasilkan hasil yang sering kali tidak logis atau tidak sesuai konteks.</p> Asri Wahyuni, Belda Nurmultiefa Lesmana Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9370 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DAN PENDEKATAN CONTEXTUAL LEARNING SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN IPAS DALAM PENGUATAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9366 <p>The low scientific literacy of elementary school students in Indonesia remains a crucial issue, as confirmed by PISA 2022 data, with an average score of 383, significantly lower than the OECD average of 476. This deficit is caused by the dominance of conventional learning that fails to visualize abstract concepts and the lack of relevance of the material to real life. This study aims to analyze the integration of Augmented Reality (AR) technology and the Contextual Learning approach as an innovation strategy for science learning. Using library research methods, this study conducted a content analysis of various academic literature from the last ten years through the stages of data collection, classification, and synthesis. The findings indicate that AR effectively increases student engagement through interactive visualization, while Contextual Learning strengthens understanding by linking material to everyday contexts. However, previous studies have only applied these two aspects partially. The analysis results confirm that the systematic integration of AR visualization and the contextual approach can develop scientific literacy holistically, encompassing aspects of content, process, and context. It is concluded that the synergy of these two approaches is highly recommended as an adaptive learning model to improve students' conceptual understanding and scientific reasoning in the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia masih menjadi permasalahan krusial, yang terkonfirmasi oleh data PISA 2022 dengan capaian skor rata-rata 383, tertinggal jauh dari rata-rata OECD sebesar 476. Defisit ini disebabkan oleh dominasi pembelajaran konvensional yang gagal memvisualisasikan konsep abstrak serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi <em>Augmented Reality</em> (AR) dan pendekatan <em>Contextual Learning</em> sebagai strategi inovasi pembelajaran IPAS. Menggunakan metode <em>library research</em>, penelitian ini melakukan analisis isi terhadap berbagai literatur akademik sepuluh tahun terakhir melalui tahapan koleksi, klasifikasi, dan sintesis data. Temuan menunjukkan bahwa AR efektif meningkatkan keterlibatan siswa melalui visualisasi interaktif, sementara <em>Contextual Learning</em> memperkuat pemahaman melalui pengaitan materi dengan konteks keseharian. Kendati demikian, studi terdahulu masih menerapkan kedua aspek ini secara parsial. Hasil analisis menegaskan bahwa integrasi sistematis antara visualisasi AR dan pendekatan kontekstual mampu mengembangkan literasi sains secara holistik, meliputi aspek konten, proses, dan konteks. Disimpulkan bahwa sinergi kedua pendekatan ini sangat direkomendasikan sebagai model pembelajaran adaptif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan penalaran ilmiah siswa di era digital.</p> Akhmad Dalil Rohman, Tri Unggul Sari Asih, Uki Adi Prasetiya, Umi Mahmudah Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9366 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: TREN PEMANFATAN AI TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME MAHASISWA CALON GURU https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9367 <p>This article aims to analyze the trend of artificial intelligence (AI) utilization in the development of professionalism of student teachers through literature review and bibliometric analysis. In this study, the methods used include data collection from the Scopus database using a combination of relevant search terms, as well as data selection based on relevance criteria using the PRISMA method. The collected data was then analyzed using Bibliometrix and VOSviewer software to identify patterns and trends in AI-related publications in education. The results showed that since 2022, the number of publications related to AI in education has increased significantly, with the peak occurring in 2024. The research also identified several challenges faced in the application of AI, such as the lack of AI literacy among prospective teachers, limited infrastructure, and ethical and data privacy issues. Nonetheless, with the right approach and a comprehensive strategy, AI has great potential to revolutionize education and improve teacher professionalism in the future. This research is expected to provide insights for educators and policy makers in effectively integrating AI in the learning process.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan profesionalisme mahasiswa calon guru melalui tinjauan literatur dan analisis bibliometrik. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan meliputi pengumpulan data dari database Scopus dengan menggunakan kombinasi istilah pencarian yang relevan, serta seleksi data berdasarkan kriteria relevansi menggunakan metode PRISMA. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix dan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam publikasi terkait AI dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2022, jumlah publikasi yang berkaitan dengan AI dalam konteks pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan, dengan puncaknya terjadi pada tahun 2024. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan AI, seperti kurangnya literasi AI di kalangan calon guru, keterbatasan infrastruktur, serta isu etika dan privasi data. Meskipun demikian, dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang komprehensif, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pendidikan dan meningkatkan profesionalisme guru di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan AI secara efektif dalam proses pembelajaran.</p> <p> </p> Ainul Izzah, Septiko Aji, Novi Ratna Dewi Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9367 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9361 <p>This studi aims determine the effect of using interactive learning media on students’ interest in learning and understanding in the mathematich subject for grade 2 at UPTD SDN Sepulu 1. In this study, the type of research used is quantitative research with one group pretest-posttest design method. Data collection techniques in this study used questionnairs and test. To test the validity of instruments, validity tests and reliability test were useh, while the data analysis method employed normality test and paired sampel t-test. Based on the paired sampel t-test of learning interest that has been examined, the average mean data for the pretest of learning interest was 35.33, and the posttest learning interest score was 36.58, with a significance value of 0,034 &lt; 0,05, so it can be concluded that there is an effect of using interactive learning media on learning interesrt. Furthemore based on the paired sample t-test, the understanding obtained an average pretest score of 31.25 and an average posttest score of 62.92 with a significance value of 0,000 &lt; 0,05, so the researcher can conclude that there is an effect of using interactive learning media on students’ understanding.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran matematika kelas 2 UPTD SDN Sepulu 1. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode <em>one grup pretest posttest design</em>. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan soal. Untuk menguji kevalidan instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji normalitas dan uji paired sampel t-test. Berdasarkan uji paired sampel t-test minat belajar yang sudah diuji diperoleh data rata-rata mean pada pretest minat belajar sebesar 35.33 dan nilai posttest minat belajar sebesar 36.58 serta data nilai signifikan sebesar 0,034 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar. Selanjutnya berdasarkan uji paired sampe t-test pemahaman diperoleh nilai rata-rata posttest sebesar 31.25 dan nilai rata-rata posttest sebesar 62.92 serta nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05 sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap pemahaman siswa. </p> Fitri Andani, Zainal Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9361 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN EDUCAPLAY TERHADAP KEAKTIFAN DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9358 <p>This study specifically aims to determine the effect of Educaplay Learning Media on the Activity and Motivation of Sixth Grade Students in Learning Mathematics. The researcher used quantitative research and an experimental method, namely the One Group Pretest-Posttest Design. The sample in this study consisted of 29 sixth-grade students in class 6A at UPTD SDN Pejagan 1 Bangkalan, with research instruments in the form of questionnaires to determine student activity and learning motivation. Data analysis was performed using IBM SPSS 21.0 software to conduct validity tests, reliability tests, normality tests, and paired sample t-tests. Based on the paired sample t-test, the students' activity was tested and obtained an average mean of 27.24 on the pretest and a post-test mean of 31.28, with a significant value of 0.000 &lt; 0.05. Meanwhile, the results of the paired sample t-test for learning motivation obtained an average mean data in the learning motivation pretest of 26.48, while the average value of the learning motivation posttest was 33.79 and a significant value of 0.000 &lt; 0.05. Therefore, it can be concluded that the use of Educaplay learning media has an effect on learning activity and motivation in mathematics, particularly in the subject of decimal numbers in grade VI.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Educaplay Terhadap Keaktifan Dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VI. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan metode eksperimen yaitu jenis <em>One Group Pretest-Postest Design. </em>Sampel dalam penelitian ini menggunakan 29 siswa kelas 6A di UPTD SDN Pejagan 1 Bangkalan, dengan instrumen penelitian berupa angket untuk mengetahui keaktifan dan motivasi belajar siswa. Analisis data menggunakan Aplikasi IBM SPSS 21.0 untuk melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji paired sampel t-test. Berdasarkan uji paired sampel t-test keaktifan siswa yang telah diuji diperoleh data rata-rata mean pada <em>pretest</em> keaktifan siswa sebesar 27,24 dan nilai <em>posttest</em> keaktifan siswa sebesar 31,28 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 &lt; 0,05. Sedangkan hasil uji paired sampel t-test motivasi belajar diperoleh data rata-rata <em>mean</em> pada <em>pretest</em> motivasi belajar sebesar 26,48 sedangkan nilai rata-rata <em>posttest </em>motivasi belajar sebesar 33,79 serta nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran educaplay berpengaruh terhadap keaktifan dan motivasi belajar matematika khususnya pada materi bilangan desimal di kelas VI.</p> <p> </p> Aurora Dwi Balbina, Zainal Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9358 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KINERJA METAKOGNISI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA: SUATU SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9285 <p>Mathematical problem-solving ability is a crucial higher-order cognitive competence essential in 21st-century education. This skill significantly contributes to students' reasoning, decision-making, and their readiness to face various real-world problems. Integrating mathematical problem-solving into education promotes critical thinking and equips students with cross-curricular skills necessary for modern careers. This study aims to conduct a systematic literature review (SLR) to synthesize research on students' mathematical problem-solving abilities and metacognitive performance. The review utilized the Scopus database and adopted a Population-Concept-Context (PCC) framework to formulate research questions. The results indicate a growing trend in the integration of metacognitive strategies, such as self-regulation and metacognitive awareness, into mathematics education. Studies highlight the positive impact of metacognitive training on problem-solving skills, with technology-based learning tools further enhancing metacognitive awareness. The study concludes that fostering metacognitive skills through strategic teaching can improve students' problem-solving abilities, especially among low-achieving learners. Future research should explore long-term effects and refine measurement tools for metacognitive skills to expand the understanding of how metacognition impacts mathematical problem-solving across different educational contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan kompetensi kognitif tingkat tinggi yang sangat penting dalam pendidikan abad ke-21. Kemampuan ini berkontribusi signifikan terhadap penalaran, pengambilan keputusan, serta kesiapan siswa dalam menghadapi permasalahan dunia nyata yang beragam. Integrasi pemecahan masalah matematika dalam pendidikan tidak hanya mendorong berpikir kritis, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan lintas kurikuler yang relevan dengan tuntutan karier modern. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan <em>systematic literature review</em> (SLR) guna mensintesis penelitian terkait kemampuan pemecahan masalah matematika dan kinerja metakognisi siswa. Kajian ini menggunakan basis data Scopus dan mengadopsi kerangka <em>Population-Concept-Context</em> (PCC) dalam merumuskan pertanyaan penelitian. Hasil sintesis menunjukkan tren yang meningkat dalam penerapan strategi metakognitif, seperti regulasi diri dan kesadaran metakognitif, dalam pembelajaran matematika. Studi-studi menunjukkan pengaruh positif pelatihan metakognitif terhadap keterampilan pemecahan masalah, dengan alat pembelajaran berbasis teknologi yang lebih lanjut meningkatkan kesadaran metakognitif siswa. Kesimpulannya, pengembangan keterampilan metakognitif melalui pengajaran yang terstrategi dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, terutama pada siswa dengan prestasi rendah. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji efek jangka panjang dan mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan metakognitif untuk memperluas pemahaman tentang pengaruh metakognisi terhadap pemecahan masalah matematika di berbagai konteks pendidikan.</p> Achmad Nurhadi, Scolastika Mariani Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9285 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA KONKRIT TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 2 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9362 <p>This study aims to determine the effect of concrete media on students' motivation and understanding of mathematics learning in grade 2. In this study, the type of research used is quantitative research with the one group pretest-posttest method. The sample in this study used 32 students of grade 2B at UPTD SDN Tengket 2 Arosbaya. Data collection techniques used questionnaires and questions. To test the validity of the instrument, a validity test and a reliability test were used, while the data analysis methods used were normality test, paired sample t-test, and MANOVA test. Based on the paired sample t-test for learning motivation, the average pretest for learning motivation was 19.62, the posttest for learning motivation was 33.84, and the significance value was 0.000 &lt;0.05. Therefore, it can be concluded that concrete media influences learning motivation. Furthermore, based on the paired sample t-test for learning comprehension, the average pretest for learning comprehension was 50.62, while the average posttest for learning comprehension was 93.12, with a significance value of 0.000 &lt;0.05. Therefore, the researcher can conclude that the use of concrete media influences learning comprehension. Furthermore, the third test, the results of the simultaneous MANOVA test, obtained a value of 0.000 &lt;0.05, so it can be concluded that there is an effect of concrete media on student learning motivation and understanding simultaneously.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media konkrit terhadap motivasi dan pemahaman belajar siswa pada pelajaran matematika di kelas 2. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode<em> one grup pretest-posttest. </em>Sampel dalam penelitian ini menggunakan 32 peserta didik kelas 2B di UPTD SDN Tengket 2 Arosbaya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan soal. Untuk menguji kevalidan instrumen menggunakan uji validitas, dan uji reliabilitas, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji normalitas, uji paired sampel t-test, dan uji manova. Berdasarkan uji paired sampel t-test motivasi belajar yang sudah diuji diperoleh data rata-rata mean pada<em> pretest</em> motivasi belajar sebesar 19.62 dan nilai <em>posttest</em> motivasi belajar sebesar 33.84 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media konkrit terhadap motivasi belajar. selanjutnya berdasarkan uji paired sampel t-test pemahaman belajar diperoleh nilai rata-rata <em>pretest</em> pemahaman belajar sebesar 50.62 sedangkan nilai rata-rata <em>posttest</em> pemahaman belajar sebesar 93.12 serta nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05 sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media konkrit terhadap pemahaman belajar. Selanjutnya uji ketiga yaitu hasil uji manova secara simultan/bersama-sama diperoleh nilai sebesar 0,000 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media konkrit terhadap motivasi dan pemahaman belajar siswa secara simultan/bersama-sama.</p> Akhsanunadia Akhsanunadia, Zainal Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9362 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS WORDWALL PADA MATERI ASAM BASA FASE F SMA/MA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9377 <p>This study aims to develop a <em>Wordwall-</em>based test instrument on acid–base material for Phase F senior high school (SMA/MA) students and to determine the validity and practicality of the developed instrument. The development of technology-based test instruments is required in line with the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes the integration of digital technology in assessment, as well as the characteristics of Phase F students who belong to Generation Z and are accustomed to using digital technology. Acid–base material is one of the chemistry topics that is abstract in nature and therefore requires an assessment instrument capable of optimally measuring students’ conceptual and procedural understanding. This study employed an Educational Design Research (EDR) approach using the Plomp development model, which was limited to the stages of prototype development, validity testing, and practicality testing. The research instruments consisted of logical validity sheets, learning achievement tests, and practicality questionnaires. Logical validity was assessed by five experts, while empirical validity, reliability, item discrimination index, and difficulty index were used to determine the feasibility of the developed test items. Practicality testing was conducted through questionnaires administered to teachers and students. The results showed that the instrument obtained an Aiken’s V value of 0.90 and an empirical validity value of 0.91, both categorized as valid, with a reliability coefficient of 0.88, while the item discrimination and difficulty indices met the established criteria. The practicality test results showed percentages of 96% from teachers and 91% from students, both categorized as very practical. Therefore, the Wordwall-based test instrument on acid–base material for Phase F SMA/MA students is declared valid and practical for use as an assessment instrument.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes berbasis Wordwall pada materi asam-basa Fase F SMA/MA serta mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas instrumen yang dikembangkan. Pengembangan instrumen tes berbasis teknologi digital diperlukan seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam asesmen serta karakteristik peserta didik Fase F yang tergolong Generasi Z dan terbiasa menggunakan teknologi digital. Materi asam-basa merupakan salah satu materi kimia yang bersifat abstrak sehingga memerlukan instrumen asesmen yang mampu mengukur pemahaman konseptual dan prosedural peserta didik secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR) dengan model pengembangan Plomp yang dibatasi hingga tahap pengembangan prototipe, uji validitas, dan uji praktikalitas. Instrumen penelitian meliputi lembar validitas logis, tes hasil belajar, dan angket praktikalitas. Validitas logis dinilai oleh lima orang ahli, sedangkan validitas empiris, reliabilitas, daya beda, dan indeks kesukaran digunakan untuk menilai kelayakan butir soal. Uji praktikalitas dilakukan melalui angket kepada guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,90 dan validitas empiris sebesar 0,91 dengan kategori valid, reliabilitas sebesar 0,88, serta daya beda dan indeks kesukaran yang memenuhi kriteria. Uji praktikalitas memperoleh persentase sebesar 96% oleh guru dan 91% oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, instrumen tes berbasis <em>wordwall </em>pada materi asam–basa Fase F SMA/MA dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai instrumen asesmen.</p> <p> </p> Elputri Nabeta, Dwi Finna Syolendra Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9377 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 DEVELOPMENT OF ETHNO-STEM BASED MODULES INTEGRATED WITH CREATIVE THINKING ON ELEMENTS, COMPOUNDS AND MIXTURES MATERIAL https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9227 <p>The limited relevance of science learning and the dominance of conventional teaching methods have led to low creative thinking skills among students. This study aims to develop an Ethno-STEM-based module integrated with creative thinking skills on the topic of elements, compounds, and mixtures. The development model used is the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), limited to expert validation, teacher and student responses. The module integrates local wisdom and cultural contexts with STEM learning stages, fostering fluency, flexibility, originality, and elaboration. The validation results show that the module meets the "very valid" criteria from material experts (Aiken’s V = 0.85), learning experts (0.84), media experts (0.81), and test instrument validators (0.83). Science teachers also rated the module very valid (0.89). Student responses reached an average of 89%, categorized as “very practical,” indicating that the module is attractive, easy to understand, culturally relevant, and effective in stimulating creative thinking. Thus, the developed Ethno-STEM module is highly feasible, practical, and relevant as an alternative teaching material in supporting the Independent Curriculum and enhancing students’ creative thinking.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterbatasan relevansi pembelajaran sains dan dominasi metode pengajaran konvensional telah menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif di kalangan siswa. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis Etno-STEM yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif pada topik unsur, senyawa, dan campuran. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Definisikan, Rancang, Kembangkan, dan Sebarkan), yang dibatasi oleh validasi ahli, Guru dan respons siswa. Modul ini mengintegrasikan kearifan lokal dan konteks budaya dengan tahapan pembelajaran STEM, mendorong kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul tersebut memenuhi kriteria "sangat valid" dari para ahli materi (Aiken’s V = 0,85), ahli pembelajaran (0,84), ahli media (0,81), dan validator instrumen tes (0,83). Guru IPA juga menilai modul tersebut sangat valid (0,89). Respons siswa mencapai rata-rata 89%, dikategorikan sebagai "sangat praktis," menunjukkan bahwa modul tersebut menarik, mudah dipahami, relevan secara budaya, dan efektif dalam merangsang berpikir kreatif. Dengan demikian, modul Ethno-STEM yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan relevan sebagai bahan ajar alternatif dalam mendukung Kurikulum Mandiri dan meningkatkan pemikiran kreatif siswa.</p> <p> </p> Erina Debora Mastauli Lubis, Ely Djulia, Samdinal Samdinal Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9227 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW BERBANTUAN MEDIA TOPISEBRA TERHADAP PEMAHAMAN DAN MOTIVASI SISWA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9360 <p>This study was conducted to determine the effect of using the jigsaw cooperative learning model on the understanding and learning motivation of students at UPTD SDN Pejagan 1 Bangkalan in mathematics learning. This study used a quantitative approach with a pretest-posttest design. The population in this study consisted of all 26 students in class 6a. The instruments used in this study were questions and questionnaires. Meanwhile, the analysis tests used were validity tests to determine the validity of an instrument, reliability tests to determine the consistency level of a valid instrument, normality tests to determine whether the data distribution was normal or not, and simple t-tests to compare the means of two variables from one simple group. and the MANOVA test was used to analyze significant differences between the means of independent variables and two or more independent variables using the SPSS application. This can be proven in the use of the jigsaw cooperative learning model in mathematics learning to improve students' understanding and learning motivation, which obtained a significant value (2-tailed) of 0.000 &lt; 0.05, indicating that there is an effect of the jigsaw cooperative learning model on understanding and motivation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini digunakan untuk dapat mengetahui adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap pemahaman dan motivasi belajar peserta didik di UPTD SDN pejagan 1 bangkalan pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yaitu want grup peri test post test desain. Adapun populasi pada penelitian ini yaitu menggunakan seluruh siswa kelas 6a dengan jumlah sebanyak 26 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal dan angket. Sedangkan uji analisis yaitu menggunakan uji validitas untuk melihat valid nya suatu instrumen, uji reliabilitas digunakan untuk melihat tingkat konsisten instrumen yang valid, uji normalitas untuk mengetahui sebaran data normal atau tidak, uji paret simple t-tes digunakan untuk membagikan rata-rata dari dua data variabel yang berasal dari satu kelompok simple, dan uji manova yang digunakan untuk menganalisis perbedaan yang signifikan antara rata-rata variabel independen dan 2 atau lebih variabel independen dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Hal ini dapat dibuktikan dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta didik yang diperoleh nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,000 &lt; 0,05 yang menyatakan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap pemahaman dan motivasi.</p> Ika Gustilah Nofiyanti, Zainal Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9360 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA PAPAN JURANG PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH DI KELAS II https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9369 <p>This research aimed to improve student learning outcomes through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the papan jurang learning media on the topic of addition and subtraction of whole numbers in Grade II of SDN 1 Telaga Biru. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, in which each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection with 20 students as subjects. Data were collected through learning outcome tests, observations of teacher and student activities, and documentation, and were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. The results showed an improvement in students' learning outcomes on the topic of addition and subtraction of whole numbers after the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model and the papan jurang media. In the initial condition (pre-cycle), only 20% of students achieved the minimum mastery criterion (score ≥75). Following the implementation of Cycle I, the mastery learning rate increased to 55%, with 11 students achieving mastery. In Cycle II, learning outcomes continued to improve, with 90% of students achieving mastery (18 students). In addition, observations indicated an increase in student activity from the moderate category in the pre-cycle to the very good category in Cycle II. Thus, it can be concluded that the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the papan jurang media can effectively improve student learning outcomes in addition and subtraction of whole numbers topic in Grade II of SDN 1 Telaga Biru.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model <em>problem based learning</em> (PBL) berbantuan media papan jurang pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II SDN 1 Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis &amp; Mc Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah setelah penerapan model <em>problem based learning</em> (PBL) dan media papan jurang. Pada kondisi awal (pra-siklus) hanya 20% siswa yang mencapai KKM (nilai ≥ 75). Setelah tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 55% dengan 11 siswa tuntas. Pada siklus II, hasil belajar semakin meningkat dengan ketuntasan 90% (18 siswa tuntas). Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dari kategori cukup pada pra-siklus menjadi kategori sangat baik pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model <em>problem based learning</em> (PBL) berbantuan media papan jurang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II SDN 1 Telaga Biru.</p> Iqdal Ade Putra Ruku, Kudus Kudus, Nur Sakinah Aries, Andi Marshanawiah, Widi Candika Pakaya Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9369 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 DEVELOPMENT OF A STEAM-BASED DIGITAL LEARNING MODEL IN SOCIAL STUDIES TO ENHANCE CRITICAL THINKING SKILLS OF PHASE D STUDENTS https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9364 <p>The dominance of conventional pedagogical approaches that are textual and monodisciplinary in Social Sciences (IPS) learning often hinders the development of students' higher-order thinking skills in the era of the industrial revolution 4.0. This study aims to develop a valid, practical, and effective STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics)-based digital learning model to improve Phase D students' critical thinking skills. This study applies the modified Borg &amp; Gall Research and Development (R&amp;D) method, including the stages of needs analysis, design planning, expert validation, and limited trials on grade VIII students. The results showed that the developed model met the criteria of very valid with an expert validation score reaching 92.6% and a practicality level of 88.4%. Quantitatively, the effectiveness of the model was proven significant through a t-test (p &lt; 0.05) with an increase in the N-gain score of 0.67 which is classified as medium to high category, where the average critical thinking ability increased from 37.5% to 71.25%. The main conclusion of this study confirms that the integration of the STEAM transdisciplinary approach with digital technology is able to transform social studies learning to be more contextual, holistic, and adaptive, so it is recommended as a strategic solution in strengthening students' analytical and evaluative competencies according to the demands of the 21st century curriculum.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dominasi pendekatan pedagogis konvensional yang bersifat tekstual dan monodisiplin dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sering kali menghambat pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran digital berbasis STEAM (<em>Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics</em>) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Fase D. Penelitian ini menerapkan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) model Borg &amp; Gall yang dimodifikasi, meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan desain, validasi ahli, serta uji coba terbatas pada siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan skor validasi ahli mencapai 92,6% dan tingkat kepraktisan 88,4%. Secara kuantitatif, efektivitas model terbukti signifikan melalui uji-t (p &lt; 0,05) dengan peningkatan skor <em>N-gain</em> sebesar 0,67 yang tergolong kategori sedang hingga tinggi, di mana rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 37,5% menjadi 71,25%. Kesimpulan utama studi ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan transdisipliner STEAM dengan teknologi digital mampu mentransformasi pembelajaran IPS menjadi lebih kontekstual, holistik, dan adaptif, sehingga direkomendasikan sebagai solusi strategis dalam memperkuat kompetensi analitis dan evaluatif siswa sesuai tuntutan kurikulum abad ke-21.</p> Muliana Muliana, Fadhilah Fadhilah, Abdul Aziz, Azwir Azwir, Mahyuna Mahyuna Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9364 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PROJECT BASED LEARNING BERBASIS FIELDTRIP TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9371 <p>Science and social studies (IPAS) learning in elementary schools still faces challenges, particularly in improving students’ learning outcomes on plant reproduction topics that require conceptual understanding through real experiences. Conventional teaching approaches often limit student engagement and hinder the connection between scientific concepts and real-world phenomena. This study aimed to examine the effect of implementing a Project Based Learning (PjBL) model integrated with field trips on IPAS learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 22 Banda Aceh, as well as to analyze students’ responses to the learning model. This research employed a quantitative approach using a one group pretest–posttest experimental design. The participants consisted of 29 fourth-grade students. Data were collected through learning outcome tests, observations, and student response questionnaires. Data analysis included the Shapiro–Wilk normality test, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results indicated a significant difference between students’ learning outcomes before and after the implementation of the PjBL model integrated with field trips (p &lt; 0.05). The N-Gain results showed a moderate level of improvement in learning outcomes. Furthermore, students’ responses to the learning model were categorized as good, indicating increased interest, motivation, and understanding through project-based and experiential learning activities outside the classroom.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkembangbiakan tumbuhan yang menuntut pemahaman konsep melalui pengalaman nyata. Pembelajaran yang cenderung konvensional menyebabkan siswa kurang terlibat aktif dan sulit mengaitkan konsep dengan fenomena di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis fieldtrip terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 22 Banda Aceh serta respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa kelas IVB. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji-t berpasangan, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model PjBL berbasis fieldtrip. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan secara statistik (p &lt; 0,05) dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori baik, yang menunjukkan bahwa siswa merasa tertarik, termotivasi, dan terbantu dalam memahami materi melalui kegiatan proyek dan pembelajaran di luar kelas.</p> <p> </p> Mira Melisa, Siti Mayang Sari, Zulkhairi Zulkhairi Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9371 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 THE EFFECT OF THE COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILL ON ECOLOGY AND BIODIVERSITY MATERIAL GRADE VII SMP https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9228 <p>This study aims to determine the effect of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on students learning outcomes and critical thinking skills in Ecology and Biodiversity material for Grade VII students at SMP Negeri 35 Medan. The research employed a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design involving two classes with a total of 64 students, in which the experimental class was taught using the NHT learning model while the control class was taught using a conventional teacher-centered learning model. Data were collected through pretest and posttest instruments, and the improvement in students’ learning outcomes was measured using the normalized gain (N-Gain). The results showed that both classes experienced improvement; however, the experimental class demonstrated a higher increase, with an average N-Gain score of 0.523 categorized as medium, compared to 0.372 in the control class, which was also categorized as medium. Furthermore, the results of the onetailed independent sample t-test showed a significance value of 0.000 (p &lt; 0.05), indicating that the improvement in learning outcomes of students taught using the NHT learning model was significantly higher than that of students taught using the conventional learning model. These findings indicate that the Numbered Heads Together (NHT) learning model has a positive and significant effect on students learning outcomes and can be used as an effective alternative model in science learning, particularly in Ecology and Biodiversity topics.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati kelas VII di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group yang melibatkan dua kelas dengan jumlah keseluruhan 64 siswa, di mana kelas eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran NHT sedangkan kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pretest dan posttest, sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan normalized gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan hasil belajar, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,523 pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,372 yang juga termasuk kategori sedang. Selanjutnya, hasil uji independent sample t-test satu arah menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa serta dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati.</p> Isfahani Isfahani, Wina Dyah Puspita Sari Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9228 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI MAMALIA DI SMA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9379 <p>The dominance of teacher-centered approaches in biology learning in secondary schools often results in low student participation and conceptual understanding, especially in complex Mammals material. This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Team Assisted Individualization (TAI) cooperative learning model on improving the learning outcomes of grade X students at SMA Negeri 1 Seruway. This study used a quantitative experimental method with a One Group Pretest–Posttest design involving 27 students as samples through a purposive sampling technique. Data were collected using a valid and reliable multiple-choice test instrument, then analyzed using a paired t-test and N-gain test. The research findings showed a significant difference between pretest and posttest scores, evidenced by a calculated t-value of 24.020 which far exceeds the t-table, as well as an N-gain score of 58.2% which is included in the moderate category with a fairly effective level of effectiveness. This concludes that the TAI model, which integrates individual responsibility and group support, has proven effective in improving academic interaction and student conceptual understanding, thus being recommended as an innovative strategy to improve the quality of science learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dominasi pendekatan yang berpusat pada guru dalam pembelajaran biologi di sekolah menengah sering kali menyebabkan rendahnya partisipasi siswa dan pemahaman konsep, khususnya pada materi Mamalia yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Team Assisted Individualization</em> (TAI) terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Seruway. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain <em>One Group Pretest–Posttest</em> yang melibatkan 27 siswa sebagai sampel melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji N-gain. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 24,020 yang jauh melampaui t-tabel, serta perolehan skor N-gain sebesar 58,2% yang termasuk dalam kategori sedang dengan tingkat keefektifan cukup efektif. Hal ini menyimpulkan bahwa model TAI, yang mengintegrasikan tanggung jawab individual dan dukungan kelompok, terbukti ampuh meningkatkan interaksi akademik serta pemahaman konseptual siswa, sehingga direkomendasikan sebagai strategi inovatif untuk memperbaiki kualitas pembelajaran sains.</p> Ririn Subakti, Nur Samsu, Nuraini Nuraini Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9379 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN MEDIA GEOBOARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DI SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9373 <p>This study aims to examine the effectiveness of using Geoboard media in improving the learning outcomes of fourth-grade students on the learning material of squares and rectangles. This study was motivated by the low mathematics learning outcomes caused by the limited variation of teaching methods and the lack of attractive learning media. The research method used was Classroom Action Research (CAR), which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 19 fourth-grade students of SDN 03 Bulango Utara. The results of the study indicate that the use of Geoboard media significantly improved students’ learning outcomes. In the initial observation, only 30% of students achieved learning mastery. After the implementation of the actions, learning mastery increased to 47.37% in Cycle I and reached 84.21% in Cycle II. In addition, there was an improvement in both teacher and student activities, which increased from the “fairly good” category to the “very good” category. The use of Geoboard media not only enhanced students’ understanding of square and rectangle concepts but also increased their motivation, active participation, and independent learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media <em>Geoboard </em>dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi persegi dan persegi panjang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa akibat kurang bervariasinya metode pembelajaran dan kurangnya media yang menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas IV SDN 03 Bulango Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media <em>Geoboard</em> dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada observasi awal, hanya 30% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah tindakan dilakukan, hasil belajar meningkat menjadi 47,37% pada siklus I dan mencapai 84,21%pada siklus II. Selain itu, terjadi peningkatan pada aktivitas guru dan siswa yang sebelumnya berada pada kategori “cukup baik” menjadi “sangat baik”. Penggunaan media <em>Geoboard</em> tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep luas persegi dan persegi panjang, tetapi juga meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan kemandirian belajar siswa.</p> <p> </p> Regita Restilia Mokodompis, Rustam I Husain, Nur Sakinah Aries, Andi Marshanawiah, Ade Mahniar Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9373 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9206 <p>This study aims to analyze the improvement of fifth-grade students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes through the implementation of the <em>Problem Based Learning</em> (PBL) model at SD Peradaban Serang. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a <em>pretest–posttest control group design</em>. The population consisted of all fifth-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as the experimental and control groups, each comprising 21 students. The research instruments included an essay-based mathematical critical thinking test developed according to Facione’s indicators (interpretation, analysis, evaluation, and inference) and a multiple-choice mathematics achievement test, all of which met validity and reliability requirements. Data were analyzed using an <em>independent samples t-test</em> and N-Gain analysis. The results indicated that the implementation of PBL had a significant effect on mathematical critical thinking skills (t = −3.317; p = 0.002) and mathematics learning outcomes (t = −2.241; p = 0.031). Mathematically, the mean N-Gain score for mathematical critical thinking in the experimental class was 0.5236 (52.36%), which was higher than that of the control class at 0.4966 (49.66%), with a difference of 2.70%; both were categorized as moderate. Meanwhile, the mean N-Gain score for mathematics learning outcomes in the experimental class was 0.3715 (37.15%), classified as moderate, and higher than that of the control class at 0.2352 (23.52%), which was categorized as low. These findings indicate that the <em>Problem Based Learning</em> model is more effective in improving students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes at the elementary school level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Peradaban Serang melalui penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain<em> pretest–posttest control group</em>. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 21 siswa. Instrumen penelitian terdiri atas tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan indikator Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi) serta tes hasil belajar matematika berbentuk pilihan ganda, yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan <em>independent samples t-test</em> dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis (t = −3,317; p = 0,002) dan hasil belajar matematika (t = −2,241; p = 0,031). Secara matematis, nilai rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen sebesar 0,5236 (52,36%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,4966 (49,66%), dengan selisih peningkatan sebesar 2,70% dan keduanya berada pada kategori sedang. Sementara itu, nilai N-Gain hasil belajar matematika pada kelas eksperimen sebesar 0,3715 (37,15%) termasuk kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,2352 (23,52%) yang berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model <em>Problem Based Learning </em>lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.</p> Rita Dewi, Endang Wahyuningrum, Siti Aisyah Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9206 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PSIKOLOGI KOGNITIF: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9363 <p>This study aims to systematically review preservice teacher mathematical reasoning in solving mathematical problems from a cognitive psychology perspective. A systematic literature review was conducted on indexed journal articles published between 2020 and 2025, resulting in about forty studies relevant to mathematical reasoning, problem solving, proof, and cognitive and affective factors among university students or pre service teachers. Articles were collected from international and national databases using combinations of mathematical reasoning, university students, cognitive psychology, metacognition, beliefs, and habits of mind and then selected through identification, screening, and eligibility stages. The synthesis indicates that students’ mathematical reasoning is generally at a moderate level with weaknesses in generalization and formal proof, while procedural manipulation tends to be stronger. Working memory, metacognition, thinking dispositions, and positive beliefs about mathematics positively correlate with reasoning quality, whereas anxiety and negative beliefs hinder students’ willingness to argue and explore non routine strategies. Several instructional models such as problem based, realistic, cooperative, and reflection oriented learning supported by metacognitive scaffolding are consistently reported to improve mathematical reasoning. This review highlights the need to integrate high level mathematical task design with deliberate management of students' cognitive and affective characteristics in university mathematics education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji secara sistematis penalaran matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui perspektif psikologi kognitif. Melalui systematic literature review terhadap artikel terindeks tahun 2020–2025, teridentifikasi sekitar empat puluh studi yang membahas penalaran, pemecahan masalah, pembuktian, serta faktor kognitif dan afektif pada mahasiswa atau calon guru. Pencarian dilakukan pada basis data internasional dan nasional menggunakan kombinasi kata kunci <em>mathematical reasoning</em>, <em>university students</em>, <em>cognitive psychology</em>, <em>metacognition</em>, <em>beliefs</em>, dan <em>habits of mind</em>, kemudian diseleksi melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan kelayakan. Sintesis temuan menunjukkan bahwa penalaran matematis mahasiswa umumnya berada pada kategori sedang dengan kelemahan terutama pada kemampuan generalisasi dan penyusunan bukti formal, sedangkan kekuatan lebih tampak pada manipulasi prosedural. Faktor seperti memori kerja, metakognisi, disposisi berpikir, dan keyakinan positif terhadap matematika berkontribusi pada kualitas penalaran, sementara kecemasan dan keyakinan negatif cenderung menghambat keterlibatan dan keberanian berargumentasi. Berbagai model pembelajaran berbasis masalah, realistik, kooperatif, dan reflektif yang dipadukan dengan dukungan metakognitif konsisten dilaporkan mampu meningkatkan penalaran matematis. Kajian ini menegaskan perlunya integrasi antara desain tugas matematika tingkat tinggi dan pengelolaan aspek psikologi kognitif mahasiswa dalam pembelajaran di perguruan tinggi.</p> Randi Pratama Murtikusuma, Susanto Susanto, Abi Suwito Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9363 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VIII MATERI SISTEM EKSKRESI https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/7452 <p>The purpose of this study is to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the science literacy skills of eighth-grade students at Imelda Private Junior High School Medan on the excretory system material. This type of research is a quasi experiment with a Non-equivalent Control Group Design using a quantitative research method. The population in this study consists of all eighth-grade students at Imelda Private Junior High School for the 2024/2025 academic year. The research sample was selected using purposive sampling, comprising two classes: an experimental class with the PjBL model, and a control class with the Direct Instruction model. Data were collected through pre-research observations, interviews with eighth-grade science teachers, and science literacy tests. Since the data assumptions were not met, namely the pretest scores of the experimental class were not normally distributed, a nonparametric test was conducted as an alternative, using the Mann-Whitney test to test the hypothesis and the N-Gain test to measure model effectiveness. The analysis results indicated that there is a significant effect of the PjBL model on students' science literacy abilities on excretory system material with an alpha value</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Swasta Imelda Medan pada materi sistem ekskresi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Non equivalent Control Group Design dengan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Imelda tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan model PjBL, sedangkan kelas kontrol dengan model Direct Instruction. Data dikumpulkan melalui observasi pra-penelitian, wawancara dengan guru IPA kelas VIII, dan tes literasi sains, karena sumsi data tidak terpenuhi yaitu nilai pretest kelas eksperimen tidak terdistribusi normal, maka dilakukan uji nonparametrik sebagai alternatif yaitu menggunakan uji Mann-Whitney untuk menguji hipotesis dan uji N-Gain untuk mengukur keefektifan model. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model PjBL terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem ekskresi dengan perolehan Alpha.</p> <p> </p> Rahma Yuli Rambe, Widia Ningsih Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/7452 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN IPAS KELAS IV https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9357 <p>In learning, learning aids or media need to be implemented to help students be active and understand the material in the learning process. This study aims to test and prove whether or not there is an effect of wordwall learning media on student activity and learning outcomes in the science subject of grade IV at SDN Pejagan 1. The research type used was quantitative and employed an experimental one-group pretest-posttest design. The sample in this study used a saturated sample, namely class IV C at SDN Pejagan 1, totaling 26 students. The research instrument was a questionnaire to determine student activity and questions to determine student learning outcomes. Data analysis used the IBM SPSS 21.0 application to conduct validity tests, reliability tests, normality tests, and paired sample T-tests. The student activity that had been tested obtained an average mean on the pretest of learning activity of 29.3462, and the posttest value of learning activity of 32.3077 and significant value data of 0.000 &lt;0.05. Meanwhile, the results of the paired sample T-test of learning outcomes obtained an average mean in the pretest of learning outcomes of 52.6923, and the posttest value of learning outcomes of 82.6538 and a significant value of 0.000 &lt;0.05 so that it can be concluded that the use of wordwall learning media has an effect on the activeness and learning outcomes of students in the science subject of grade IV at SDN Pejagan 1.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam pembelajaran alat bantu atau media pembelajaran perlu di terapkan untuk membantu siswa aktif serta dapat memahami materi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan ada atau tidak ada pengaruh media pembelajaran wordwall terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SDN Pejagan 1. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan metode <em>exsperiment one group pretest posttest design. </em>Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu kelas IV C di SDN Pejagan 1, yang berjumlah 26 siswa. Instrument penelitian berupa angket untuk mengetahui keaktifan dan soal untuk mengetahui hasil belajar siswa. Análisis data menggunakan Aplikasi IBM SPSS 21.0 untuk melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji paired sampel T-test, keaktifan siswa yang telah diuji diperoleh rata-rata mean pada pretest keaktifan belajar sebesar 29.3462, dan nilai posttest keaktifan belajar sebsar 32.3077 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 &lt; 0.05. Sedangkan hasil uji paired sampel T-test hasil belajar diperoleh rata-rata mean pada pretest hasil belajar sebesar 52.6923, dan nilai posttest hasil belajar sebesar 82.6538 serta nilai signifikan 0.000 &lt; 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran wordwall berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN Pejagan 1</p> <p> </p> Vicky Anjani, Zainal Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9357 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN MODEL MAKE A MATCH PADA PEMBELAJARAN MATERI PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8626 <p>The low achievement of elementary school students' mathematics learning outcomes, especially in understanding the concept of multiplication material which is often considered difficult and boring, is the main background of this study. The study aims to analyze the improvement of student learning outcomes through the implementation of the Make a Match cooperative learning model which emphasizes cooperation in finding answer pairs. The research method applied is descriptive quantitative involving 28 fourth-grade students at SD Negeri 2 Lingkis. The data collection procedure was carried out systematically through test instruments in the form of a pretest to measure initial abilities and a posttest to evaluate the final results, which were then analyzed using the N-Gain test formula to determine the level of effectiveness. The research findings showed a significant increase in quantitative data, evidenced by the average pretest score of 58.63 which increased sharply in the posttest results to 90.77. The effectiveness analysis produced an N-Gain score of 0.77 which is included in the high category. This increase indicates that active interaction in matching question and answer cards successfully facilitates students' understanding of concepts. The main conclusion of the study confirms that the implementation of the Make a Match model has proven to be very effective and significant as a solution in improving elementary school students' mathematics learning outcomes in multiplication material.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya capaian hasil belajar matematika siswa sekolah dasar, khususnya pada pemahaman konsep materi perkalian yang sering dianggap sulit dan membosankan, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe <em>Make a Match</em> yang menekankan pada kerja sama mencari pasangan jawaban. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif yang melibatkan subjek sebanyak 28 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Lingkis. Prosedur pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui instrumen tes berupa <em>pretest</em> untuk mengukur kemampuan awal dan <em>posttest</em> untuk mengevaluasi hasil akhir, yang selanjutnya dianalisis menggunakan rumus uji N-Gain untuk menentukan tingkat efektivitas. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan data kuantitatif yang signifikan, dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata <em>pretest</em> sebesar 58,63 yang meningkat tajam pada hasil <em>posttest</em> menjadi 90,77. Analisis efektivitas menghasilkan skor N-Gain sebesar 0,77 yang termasuk dalam kategori tinggi. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa interaksi aktif dalam mencocokkan kartu soal dan jawaban berhasil mempermudah pemahaman konsep siswa. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa penerapan model <em>Make a Match</em> terbukti sangat efektif dan signifikan sebagai solusi dalam meningkatkan hasil belajar matematika materi perkalian siswa sekolah dasar.</p> Wirda Almawaddah, Lusiana Lusiana, Aan Suriadi Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8626 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 KESADARAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9368 <p>Environmental awareness is a crucial competency in 21st-century biology education, yet teacher-centered learning practices, limited field experience, and limited assessment remain barriers. This study aims to map international publication trends related to environmental awareness, identify effective learning models, and evaluate approaches used at various levels of education. The method used was a systematic literature review in accordance with PRISMA guidelines, analyzing 19 Scopus-indexed articles (Q1–Q3) from 2021–2025 that examined levels from elementary school to university. The study results indicate a predominance of quasi-experimental and mixed methods approaches, a primary focus on elementary school and university, and research concentrations in Indonesia, Asia, and Europe. Effective learning models include Ethno-STEM, narrative, visual arts, robotics, and technology integration, with several studies emphasizing the use of local wisdom to strengthen students' ecological relevance and pro-environmental behavior. This approach has been shown to improve students' pro-environmental knowledge, attitudes, and behavior. The findings highlight the need to strengthen active, experiential learning, integrate Education for Sustainable Development (ESD) into the biology curriculum, and incorporate contextual, locally-based teaching strategies. The research provides an evidence map and recommendations for the development of evidence-based modules, learning strategies, and teacher training.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesadaran lingkungan menjadi kompetensi penting dalam pendidikan biologi abad ke-21, namun praktik pembelajaran yang berpusat pada guru, minim pengalaman lapangan, dan penilaian terbatas masih menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi internasional terkait kesadaran lingkungan, mengidentifikasi model pembelajaran efektif, serta mengevaluasi pendekatan yang digunakan dalam berbagai jenjang pendidikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka sistematis sesuai pedoman PRISMA, dengan analisis 19 artikel terindeks Scopus (Q1–Q3) tahun 2021–2025 yang meneliti jenjang SD hingga perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan dominasi metode quasi-eksperimen dan mixed methods, fokus utama pada sekolah dasar dan perguruan tinggi, serta konsentrasi penelitian di Indonesia, Asia, dan Eropa. Model pembelajaran efektif meliputi Ethno-STEM, narasi, seni visual, robotika, serta integrasi teknologi, dengan beberapa studi menekankan penggunaan kearifan lokal untuk memperkuat relevansi ekologis dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Temuan menegaskan perlunya penguatan pembelajaran aktif berbasis pengalaman, integrasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam kurikulum biologi, serta strategi pengajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menyediakan peta bukti dan rekomendasi bagi pengembangan modul, strategi pembelajaran, dan pelatihan guru berbasis bukti.</p> <p> </p> Shynta Ayinda Puspa, Kusnadi Kusnadi, Mimin Nurjhani Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9368 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATAKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN DESIMAL MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS V SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9374 <p>This study aimed to improve fifth-grade students’ ability in performing decimal number operations at SDN 2 Telaga, Telaga District, Gorontalo Regency. The ability to perform decimal operations is an essential competency in elementary mathematics learning; however, in practice, many students still experience difficulties in understanding and applying these concepts. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in a gradual and continuous manner, involving 19 students as research participants. Data were collected through learning achievement tests to measure improvements in students’ decimal operation skills and observations to examine teacher and student activities during the learning process. The collected data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative analysis techniques. The results indicated that the implementation of the drill method significantly improved students’ ability to perform decimal operations. Learning mastery increased from 63.2% in Cycle I to 89.5% in Cycle II, with the class average score reaching 82. In addition to improved learning outcomes, student learning activities also increased from a fair category to a very good category. Therefore, the drill method was proven to be effective in enhancing elementary school students’ decimal arithmetic skills.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan desimal pada siswa kelas V SDN 2 Telaga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Kemampuan operasi hitung bilangan desimal merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkannya. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar untuk mengukur peningkatan kemampuan operasi hitung bilangan desimal siswa serta observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Drill mampu meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan desimal siswa secara signifikan. Ketuntasan belajar siswa mencapai 63,2% pada siklus I dan meningkat menjadi 89,5% pada siklus II, dengan rata-rata nilai kelas mencapai 82. Selain peningkatan hasil belajar, aktivitas siswa selama pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kategori cukup menjadi kategori sangat baik. Dengan demikian, metode Drill terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung bilangan desimal siswa sekolah dasar.</p> Rahman Andika Apriyanto K. Adam, Rusmin I Husain, Nur Sakinah Aries, Andi Marshanawiah, Kudus Kudus Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9374 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MORDISCVEIN BERBASIS MEDIA FLIPBOOK PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI ENERGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI KELAS IV https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9376 <p>The low learning outcomes of science and the lack of student involvement in learning at SDN 01 Lemito are the background of this research. The purpose of this study is to improve learning outcomes of Energy in Daily Life material through the implementation of the flipbook-based Mordiscvein model. The method used is Classroom Action Research (CAR) in two cycles with 24 fourth-grade students as subjects, including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research findings show a significant increase in learning outcomes gradually. In Cycle I, the learning completion rate only reached 45.83% or 11 students, which indicates the need for improvements in the implementation of media syntax and techniques. After reflection and action improvements in Cycle II, learning completion increased drastically to 83.33% or 20 students, exceeding the established success indicators. In addition to the cognitive aspect, there was a positive increase in teacher activity as well as active participation and student independence during the learning process. The main conclusion of this study is that the flipbook-assisted Mordiscvein learning model is proven to be effective and feasible to be implemented to improve the learning outcomes of fourth-grade students in science.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya hasil belajar IPAS dan kurangnya pelibatan siswa dalam pembelajaran di SDN 01 Lemito melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan studi ini adalah meningkatkan hasil belajar materi Energi dalam Kehidupan Sehari-hari melalui penerapan model Mordiscvein berbasis media <em>flipbook</em>. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus dengan subjek 24 siswa kelas IV, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan secara bertahap. Pada Siklus I, tingkat ketuntasan belajar baru mencapai 45,83% atau 11 siswa, yang mengindikasikan perlunya perbaikan pada implementasi sintaks dan teknis media. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan tindakan pada Siklus II, ketuntasan belajar meningkat drastis menjadi 83,33% atau 20 siswa, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain aspek kognitif, terjadi peningkatan positif pada aktivitas guru serta partisipasi aktif dan kemandirian siswa selama proses pembelajaran. Simpulan utama penelitian ini adalah model pembelajaran Mordiscvein berbantuan <em>flipbook</em> terbukti efektif dan layak diimplementasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS.</p> <p> </p> Ulfaina Halid, Meylan Saleh, Gamar Abdullah, Rifdah Mardian Arif, Vicka Muniati Arifin Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9376 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MANAJEMEN KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9301 <p>This study aims to determine the effect of classroom management on mathematics learning outcomes of eighth-grade students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif, Lhokseumawe City. The research employed a quantitative approach with a correlational research design. The population and sample consisted of all eighth-grade students totaling 28 students using saturated sampling technique. Data collection was conducted through a classroom management questionnaire with 25 statement items using a Likert scale and documentation of mathematics grades. Data analysis techniques included descriptive statistics, prerequisite tests (normality and linearity), and simple linear regression analysis. The results showed that classroom management was in the good category with an average score of 97.43, and mathematics learning outcomes had an average of 79.82 with a mastery level of 75%. There was a positive and significant effect of classroom management on mathematics learning outcomes with a t-value of 8.273 &gt; t-table 2.056 and significance of 0.000 &lt; 0.05. The coefficient of determination of 0.612 indicates that classroom management contributes 61.2% to students' mathematics learning outcomes, while 38.8% is influenced by other factors. The regression equation Y = 24.156 + 0.571X shows that every one-unit increase in classroom management score will improve mathematics learning outcomes by 0.571 units.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kelas terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 28 siswa dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket manajemen kelas dengan 25 item pernyataan menggunakan skala Likert dan dokumentasi nilai matematika. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan linearitas), dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas termasuk kategori baik dengan skor rata-rata 97,43 dan hasil belajar matematika memiliki rata-rata 79,82 dengan tingkat ketuntasan 75%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen kelas terhadap hasil belajar matematika dengan nilai t hitung 8,273 &gt; t tabel 2,056 dan signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,612 menunjukkan bahwa manajemen kelas memberikan kontribusi sebesar 61,2% terhadap hasil belajar matematika siswa, sedangkan 38,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Persamaan regresi Y = 24,156 + 0,571X menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan skor manajemen kelas akan meningkatkan hasil belajar matematika sebesar 0,571 satuan</p> <p> </p> Naslawati Naslawati Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9301 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MORDISCVEIN BERBANTUAN MEDIA AHASLIDES TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN KELAS IV SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9378 <p>This research was motivated by the low level of understanding of fourth grade students at SDN 1 Batudaa regarding science subjects, especially plant parts. Because teachers still use conventional methods and are lacking in using varied learning models and interactive learning media, the solution offered is the use of learning models, especially the mordiscvein learning model and the use of ahaslides media. The aim of this research is to describe the influence of the use of the mordiscvein learning model assisted by ahaslides media on student learning outcomes in class IV plant parts material at SDN 1 Batudaa. The research results obtained showed that the average pretest value was 52.00 and the average posttest value was 87.50. Testing this research hypothesis uses SPSS version 25.0 where the test shows the value of Tcount = 11.088 &gt; Ttable = 1.725. Thus, it can be concluded that there is an influence of the mordiscvein learning model assisted by ahaslides media on student learning outcomes in class IV plant parts material at SDN 1 Batudaa.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas IV SDN 1 Batudaa terhadap mata pelajaran IPA khusunya materi bagian-bagian tumbuhan. Dikarenakan guru masih menggunakan método konvensional dan kurang dalam menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan media pembelajaran yang interaktif maka solusi yang ditawarkan adalah penggunaan model pembelajaran khususnya model pembelajaran<em> mordiscvein </em>dan penggunaan media <em>ahaslides</em>. Tujuan dari penelitia ini untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran <em>mordiscvein</em> berbantuan media <em>ahaslides</em> terhadap hasil belajar siswa pada materi bagian-bagian tumbuhan kelas IV SDN 1 Batudaa. Hasil penelitian yang diperoleh didapatkan nilai rata-rata <em>pretest</em> sebesar 52,00 dan nilai rata-rata <em>posttest </em>sebesar 87,50. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan spss versi 25.0 dimana dalam pengujian menunjukkan nilai Thitung = 11,088 &gt; Ttabel = 1.725. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran <em>mordiscvein </em>berbantuan media <em>ahaslides </em>terhadap hasil belajar siswa pada materi bagian-bagian tumbuhan kelas IV SDN 1 Batudaa.</p> <p> </p> Siti Fauzia Malihat, Meylan Saleh, Gamar Abdullah, Rifda Mardian Arif, Kudus Kudus Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9378 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP MATERI PERBANDINGAN https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9372 <p>The low mathematical problem-solving ability of junior high school students due to the dominance of conventional learning that does not connect concepts with reality is the background of this study. The study aims to analyze the effect of the Realistic Mathematics Education (RME) approach on problem-solving ability in comparative material. The method used is a quantitative quasi-experimental type with a nonequivalent control group design. Data analysis was carried out through t-tests and N-Gain calculations. The research findings show that the average posttest of the experimental class reached 78.79, significantly superior to the control class of 71.16 with a significance value of 0.015. The increase in problem-solving ability in the experimental class is in the moderate category with an N-Gain score of 0.47, where the indicator for drawing conclusions experienced the highest increase of 0.54 and the indicator for solving problems the lowest of 0.41. The main conclusion of this study confirms that the application of the RME approach has a positive effect and is more effective in improving students' mathematical problem-solving abilities compared to conventional learning, so it can be used as an alternative relevant learning strategy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP akibat dominasi pembelajaran konvensional yang kurang menghubungkan konsep dengan realitas menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan <em>Realistic Mathematics Education</em> (RME) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perbandingan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif jenis kuasi eksperimen dengan desain <em>nonequivalent control group</em>. Analisis data dilakukan melalui uji-t dan perhitungan N-Gain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata <em>posttest</em> kelas eksperimen mencapai 78,79, lebih unggul secara signifikan dibandingkan kelas kontrol sebesar 71,16 dengan nilai signifikansi 0,015. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dengan skor N-Gain 0,47, di mana indikator menarik kesimpulan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,54 dan indikator menyelesaikan masalah terendah sebesar 0,41. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pendekatan RME berpengaruh positif dan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional, sehingga dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang relevan.</p> <p> </p> Sugianto Sugianto Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9372 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SOAL CERITA MATERI POLA BILANGAN DI SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9365 <p>This study aims to analyze the difficulties experienced by fourth-grade students of SD Islam Al-Falaah in solving word problems on number patterns, the factors causing these difficulties, and strategies to reduce them based on Newman’s five stages, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and writing the final answer. The research employed a qualitative descriptive approach with fourth-grade students as the subjects, who were given five mathematics word problems. Data were collected through written tests, interviews, and observations. The results indicate that the lowest level of difficulty occurred at the reading stage (8.7%), followed by difficulties in understanding the problem (13.4%), transformation (18.1%), and process skills (22.8%). The highest level of difficulty was found at the stage of writing the final answer (36.9%). These difficulties were influenced by weak mastery of basic arithmetic operations, low understanding of number patterns, difficulties in comprehending the language used in the problems, as well as a lack of accuracy, independence, and self-confidence. Efforts to overcome these difficulties included providing varied and contextual exercises, implementing enjoyable learning through educational games, applying scaffolding strategies, and using guiding questions and constructive feedback to enhance students’ motivation and independence.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas IV SD Islam Al-Falaah dalam menyelesaikan soal cerita materi pola bilangan, faktor penyebab kesulitan, serta strategi untuk mengurangi kesulitan berdasarkan lima tahap Newman, yaitu kesulitan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas IV yang diberikan lima soal cerita matematika. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan paling rendah terjadi pada tahap membaca sebesar 8,7%, diikuti kesulitan memahami soal sebesar 13,4%, kesulitan transformasi sebesar 18,1%, dan kesulitan keterampilan proses sebesar 22,8%. Kesulitan tertinggi terdapat pada tahap penulisan jawaban akhir sebesar 36,9%. Kesulitan siswa dipengaruhi oleh lemahnya penguasaan operasi hitung dasar, rendahnya pemahaman pola bilangan, kesulitan memahami bahasa soal, serta kurangnya ketelitian, kemandirian, dan kepercayaan diri. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut meliputi pemberian latihan yang bervariasi dan kontekstual, pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan edukatif, penerapan strategi scaffolding, serta pemberian pertanyaan pemantik dan umpan balik konstruktif guna meningkatkan motivasi dan kemandirian siswa.</p> <p> </p> Ulfah Hernaeny, Parulian Simanjuntak, Nadirah Nadirah, Sabila Aprillia, Aliza Pramasti, Sitti Sastriana Bada Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9365 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 MODEL PEMBELAJARAN ARIAS: PENDEKATAN EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9596 <p>Low mathematics learning outcomes and the lack of moral intelligence development in students are often triggered by the use of conventional learning models that are one-way and less relevant to the realities of life, as identified in grade 10 students of SMKS Kristen Padang Sappa. This study aims to evaluate the effectiveness of the Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) learning model on these two aspects through a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test. The study involved a sample of 21 respondents selected using a total sampling technique. The evaluation was conducted using the Moral Competency Inventory questionnaire and an academic achievement test, which were statistically analyzed using a t-test in SPSS version 25. Quantitative findings showed a very significant increase, with the average moral intelligence score of students increasing from 65.24 to 75.95 with a significance value of 0.000. Correspondingly, the average mathematics learning outcome also experienced a drastic increase from 27.14 to 53.81 with a significance value of 0.000. This success is driven by the ARIAS structure, which integrates self-confidence, material relevance, learning interest, objective assessment, and student satisfaction within a cohesive pedagogical ecosystem. The main conclusion of this study confirms that the ARIAS model has proven effective as an innovative solution for enhancing moral intelligence while boosting students' academic performance systematically and comprehensively.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya capaian hasil belajar matematika dan kurangnya perkembangan kecerdasan moral pada siswa seringkali dipicu oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah serta kurang relevan dengan realitas kehidupan, sebagaimana teridentifikasi pada siswa kelas X SMKS Kristen Padang Sappa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction (ARIAS) terhadap kedua aspek tersebut melalui desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pre-test and post-test. Penelitian melibatkan sampel sebanyak 21 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Moral Competency Inventory dan tes prestasi akademik yang dianalisis secara statistik menggunakan uji-t melalui SPSS versi 25. Temuan kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata kecerdasan moral siswa naik dari 65,24 menjadi 75,95 dengan nilai signifikansi 0,000. Sejalan dengan itu, rata-rata hasil belajar matematika juga mengalami kenaikan drastis dari 27,14 menjadi 53,81 dengan nilai signifikansi 0,000. Keberhasilan ini didorong oleh struktur ARIAS yang mengintegrasikan kepercayaan diri, keterkaitan materi, minat belajar, penilaian objektif, serta kepuasan siswa dalam satu ekosistem pedagogis yang utuh. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa model ARIAS terbukti efektif sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan kecerdasan moral sekaligus mendongkrak performa akademik siswa secara sistematis dan komprehensif.</p> Isran Isran, Edy Wibowo, Lakilo Laruli, Elok Faik Khotun Nihayah Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9596 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PENGUKURAN DAN KONVERSI SATUAN PADA KELAS IV SD https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9411 <p>The learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 2 Tiakur in measurement and unit conversion are still low because the learning process is still teacher-centered and does not provide enough hands-on experience for students. This study aims to improve student learning outcomes in measurement and unit conversion through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model. The research used the Classroom Action Research (CAR) method, which was carried out in two cycles with 23 fourth-grade students as the research subjects. Each cycle consisted of the planning, implementation, observation, and reflection stages. Data collection techniques used tests, observation, and documentation. The data were analyzed quantitatively using the learning completeness percentage formula. The results showed an increase in student learning completeness from the pre-cycle to cycle II. In the pre-cycle, only 2 students (9%) were complete with an average score of 64. In cycle I, it increased to 10 students (43%) with an average of 70. In cycle II, completeness reached 21 students (91%) with an average of 80. Student activity also increased, as seen from their enthusiasm in asking questions, discussing, and solving problems. It can be concluded that the PBL model is effective in improving learning outcomes and student activity in measurement and unit conversion material in grade IV at SD Negeri 2 Tiakur.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Tiakur pada materi pengukuran dan konversi satuan masih rendah karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pengukuran dan konversi satuan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian 23 siswa kelas IV. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar siswa dari pra siklus ke siklus II. Pada pra siklus, hanya 2 siswa (9%) yang tuntas dengan rata-rata nilai 64. Pada siklus I meningkat menjadi 10 siswa (43%) dengan rata-rata 70. Pada siklus II, ketuntasan mencapai 21 siswa (91%) dengan rata-rata 80. Aktivitas siswa juga meningkat, terlihat dari keaktifan bertanya, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah. Dapat disimpulkan bahwa model PBL efektif meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pengukuran dan konversi satuan di kelas IV SD Negeri 2 Tiakur.</p> Martina Nanulaitta, Carolina Selfisina Ayal, La Moma Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9411 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS E-LKM BERBASIS PBL BERBANTUAN WIZER.ME PADA MATERI TERMOKIMIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID SMA/MA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9524 <p>This study aims to develop a thermochemistry Electronic Student Worksheet (E-LKM) based on Problem Based Learning (PBL) assisted by the wizer.me website and to determine the level of validity and practicality of the resulting product. This study is a Research and Development (R&amp;D) study that refers to the Plomp development model, including the preliminary research and prototyping phase up to prototype IV. The research subjects consisted of five chemistry lecturers as validators, two teachers and twelve students of grade XI Phase F of SMA Pertiwi 1 Padang. The research instruments were validity sheets and practicality questionnaires. Data were analyzed qualitatively and quantitatively using the Aiken's V index for validity and the practicality percentage for practicality. The results showed that the PBL-based thermochemistry E-LKM had a high level of validity with an average Aiken's V value of 0.88 (valid category). The practicality test showed a percentage of 92.96% based on teacher responses and 91.17% based on student responses, both of which are categorized as very practical. Thus, the PBL-based thermochemistry e-LKM supported by the wizer.me website is declared valid and practical, and is suitable for use as a digital teaching material to support chemistry learning and develop critical thinking skills in high school students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Murid Elektronik (E-LKM) termokimia berbasis <em>Problem Based Learning</em> (PBL) berbantuan <em>website wizer.me</em> serta mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas produk yang dihasilkan. Penelitian ini adalah penelitian <em>Research and Development</em> (R&amp;D) yang mengacu pada model pengembangan Plomp, meliputi tahap penelitian awal dan tahap pengembangan hingga prototipe IV. Subjek penelitian terdiri atas lima dosen kimia sebagai validator, dua guru dan dua belas murid kelas XI Fase F SMA Pertiwi 1 Padang sebagai subjek uji kepraktisan. Instrumen penelitian berupa lembar validitas dan angket praktikalitas. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V untuk validitas dan persentase kepraktisan untuk praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKM termokimia berbasis PBL memiliki tingkat validitas yang tinggi dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,88 (kategori valid). Uji kepraktisan menunjukkan persentase sebesar 92,96% berdasarkan respon guru dan 91,17% berdasarkan respon murid, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Dengan demikian, E-LKM termokimia berbasis PBL berbantuan website wizer.me dinyatakan valid dan praktis serta layak digunakan sebagai media pembelajaran digital untuk mendukung pembelajaran kimia dan pengembangan kemampuan berpikir kritis murid SMA/MA.</p> <p> </p> Thayyibah Sarirah, Andromeda Andromeda Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9524 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 APPLICATION OF QUADRATIC BLOCKS AND GAFURAT MEDIA TO IMPROVE UNDERSTANDING OF QUADRATIC FUNCTIONS IN CLASS XI STUDENTS AT SMA https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9486 <p> </p> <p>This study aims to describe the implementation of Quadratic Blocks and Gafurat in enhancing students’ understanding of quadratic functions. The research background is based on the limited use of instructional media at SMA Swasta ERIA Medan, which affects students’ comprehension of factorization and graphing of quadratic functions. The study employed a qualitative descriptive method with an implementation study design. The participants were eleventh-grade students and a mathematics teacher who collaborated in the learning process. Data were collected through with observation and semi-structured interviews after the media implementation and analyzed using data reduction with documentation, presentation, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that Quadratic Blocks media helped students concretely understand the factorization process of quadratic functions, while Gafurat facilitated the construction of parabola graphs. Students reported feeling more motivated, confident, and actively engaged in group discussions. The teacher highlighted that the media were practical, relevant to schools with limited facilities, and effective in supporting deep learning. Therefore, the use of Quadratic Blocks and Gafurat media can serve as an innovative alternative to improve students’ conceptual understanding and is recommended for integration into high school mathematics instruction.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Balok Kuadrat dan Gafurat dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang fungsi kuadrat. Latar belakang penelitian didasarkan pada keterbatasan penggunaan media pembelajaran di SMA Swasta ERIA Medan, yang memengaruhi pemahaman siswa tentang faktorisasi dan pembuatan grafik fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi implementasi. Partisipan adalah siswa kelas sebelas dan seorang guru matematika yang berkolaborasi dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur setelah implementasi media dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data dengan dokumentasi, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Balok Kuadrat membantu siswa memahami secara konkret proses faktorisasi fungsi kuadrat, sedangkan Gafurat memfasilitasi pembuatan grafik parabola. Siswa melaporkan merasa lebih termotivasi, percaya diri, dan aktif terlibat dalam diskusi kelompok. Guru menyoroti bahwa media tersebut praktis, relevan dengan sekolah dengan fasilitas terbatas, dan efektif dalam mendukung pembelajaran mendalam. Oleh karena itu, penggunaan media Balok Kuadrat dan Gafurat dapat berfungsi sebagai alternatif inovatif untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pengajaran matematika sekolah menengah.</p> <p> </p> Angelica Sigalingging, Elisabeth Romauli Purba, Mariatul Kiftia Shakila, Tabitha Gabriela Sianipar, Budi Halomoan Siregar Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9486 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 ASESMEN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA: PENGETAHUAN DAN PRAKTIK GURU MATEMATIKA SMP https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9594 <p>Higher Order Thinking Skills (HOTS) is the ability to combine facts and ideas in the process of disseminating, spreading, and creating in assessing a fact. HOTS is one of the demands of the 21st century and must be possessed by students. The success of efforts to improve students' HOTS, one of which is in mathematics, is influenced by the assessment practices carried out by teachers. This qualitative study aims to explore mathematics teachers' knowledge of mathematical HOTS and its assessment, assessment practices, and teacher challenges when conducting assessments. This study involved seven mathematics teachers from five Junior High Schools in Malang. Data collection used semi-structured interviews. The data that has been collected is analyzed according to the following steps, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that all mathematics teachers involved in the study believed that equipping junior high school students with HOTS was important. However, knowledge of HOTS among most teachers was still inadequate, contributing to their unpreparedness in assessing HOTS skills. Misunderstandings about higher-order thinking were also revealed, such as the conflict between higher-order thinking and the difficulty of questions. Teachers in this study considered student factors as obstacles in instilling HOTS in mathematics learning in junior high schools, such as low motivation, low cognitive abilities, and low literacy skills. The development of appropriate teacher professional programs is needed to improve teachers' understanding of HOTS assessment and help them develop various HOTS training strategies for junior high school students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kemampuan memadukan fakta dan ide dalam proses menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam pemberian penilaian terhadap suatu fakta. HOTS merupakan salah satu tuntutan abad-21 dan wajib dimiliki oleh siswa. Keberhasilan upaya peningkatan HOTS siswa salah satunya dalam matematika, dipengaruhi oleh praktik asesmen yang dilakukan oleh guru. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan guru matematika tentang HOTS matematis dan asesmennya, praktik asesmennya, dan hambatan guru ketika melakukan asesmen. Penelitian ini melibatkan tujuh guru matematika dari lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Malang. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Data yang telah dikumpulkan dianalisis sesuai langkah berikut yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua guru matematika yang terlibat dalam penelitian percaya bahwa membekali siswa di SMP dengan HOTS adalah hal yang penting. Namun, pengetahuan tentang HOTS di antara sebagian besar guru masih belum memadai, sehingga berkontribusi terhadap ketidaksiapan mereka dalam menilai keterampilan HOTS. Kesalahpahaman tentang pemikiran tingkat tinggi juga terungkap, seperti mengaitkan pemikiran tingkat tinggi dengan kesulitan soal. Guru dalam penelitian ini menganggap faktor siswa sebagai penghambat dalam penanaman HOTS dalam pembelajaran matematika di SMP, seperti kurangnya motivasi, rendahnya kemampuan kognitif, dan kurangnya kemampuan literasi. Program pengembangan profesi guru yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap penilaian HOTS dan membantu mereka mengembangkan berbagai strategi pembinaan HOTS pada siswa SMP.</p> <p> </p> Annafi Awantagusnik Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9594 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS VIDEO ANIMASI STOPMOTION PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD/MI https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9292 <p>The main problem in science and science learning for class IV SD/MI is the limited use of conventional learning media and the lack of ability to visualize abstract material, resulting in low student involvement and understanding. This research aims to develop digital learning media based on stopmotion animation videos and test the level of feasibility and user response to the media developed. The research uses the Research and Development (R&amp;D) method with the ADDIE model which includes analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The research subjects involved media experts, material experts, educators, and class IV SD/MI students. Data was collected through validation questionnaires and response questionnaires, then analyzed quantitatively and qualitatively. The research results showed that the media developed obtained a feasibility level of 77% from media experts and 94% from material experts, and received a very positive response from educators (97%) and students (88–90%). Thus, digital learning media based on stopmotion animation videos is declared very suitable for use. The implications of this research show that stopmotion media can be an innovative alternative to improve the quality of contextual and interesting science and science learning in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Permasalahan utama dalam pembelajaran IPAS kelas IV SD/MI adalah keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mampu memvisualisasikan materi yang abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis video animasi <em>stopmotion</em> serta menguji tingkat kelayakan dan respon pengguna terhadap media yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli media, ahli materi, pendidik, dan peserta didik kelas IV SD/MI. Data dikumpulkan melalui angket validasi dan angket respon, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 77% dari ahli media dan 94% dari ahli materi, serta mendapat respon sangat positif dari pendidik (97%) dan peserta didik (88–90%). Dengan demikian, media pembelajaran digital berbasis video animasi <em>stopmotion</em> dinyatakan sangat layak digunakan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media <em>stopmotion</em> dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang kontekstual dan menarik di sekolah dasar.</p> <p> </p> Nisa Fidian Sary, Nurul Hidayah, Anton Tri Hasnanto Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9292 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 INTERACTIVE BOARDS WITH DEEP LEARNING TO IMPROVE STUDENTS’ UNDERSTANDING OF COMPARISON https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8502 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) yang terintegrasi dengan penggunaan papan perbandingan interaktif terhadap pemahaman siswa pada materi perbandingan di SMP Negeri 11 Medan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep perbandingan yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman siswa setelah menggunakan pembelajaran berbasis papan perbandingan interaktif. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil nilai rata-rata pretest siswa sebesar 26,7%, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 92,5%. Uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan nilai t<sub>hitung</sub> = 12,70 lebih besar daripada t<sub>tabel</sub> = 2,045, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa. Peningkatan pemahaman siswa juga didukung oleh nilai N-Gain sebesar 0,89 yang termasuk dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang diterapkan sangat efektif. Dengan demikian, pembelajaran mendalam berbasis papan perbandingan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep perbandingan siswa.</p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study aims to analyze the effect of applying deep learning integrated with the use of interactive comparison boards on students' understanding of comparison material at SMP Negeri 11 Medan. This study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 30 seventh-grade students. The research instrument was a comparison concept comprehension test administered before and after the treatment. The results showed a significant increase in students' understanding after using interactive comparison board-based learning. This improvement was evident from the students' pretest average score of 26.7%, while the posttest average score increased to 92.5%. The paired sample t-test showed that the t<sub>count</sub> = 12.70 was greater than the t<sub>table</sub> = 2.045, so H₀ was rejected and H₁ was accepted. This indicates a significant difference between the students' pretest and posttest results. The improvement in students' understanding is also supported by an N-Gain value of 0.89, which is in the high category, indicating that the learning method applied is very effective. Thus, deep learning based on interactive comparison boards has been proven to be effective in improving students' understanding of comparison concepts.</p> <p> </p> <p> </p> Budi Halomoan Siregar, Dwi Octa Marcellita Girsang, Maria Panjaitan, Risna Apriani Tamba, Ronauli Simamora Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8502 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CLASSROOM DISCUSSION BERBANTUAN INFOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS MURID SMP PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9597 <p>Science learning in the 21st century emphasizes the importance of strengthening scientific literacy as an essential competence for students to understand scientific phenomena, evaluate evidence-based information, and make informed decisions. However, the level of scientific literacy among Indonesian junior high school students remains relatively low, particularly in complex and abstract topics such as the human respiratory system. This study aimed to analyze the improvement of students’ scientific literacy through the implementation of classroom discussion supported by infographic media on the respiratory system topic. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pre-test post-test design. The research participants consisted of 30 seventh-grade students of SMP Negeri 52 Surabaya in the 2025/2026 academic year. Scientific literacy data were collected using multiple-choice tests administered during the pre-test and post-test stages. Data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain analysis, and the Wilcoxon Signed-Rank test to determine the significance of differences between pre-test and post-test scores. The results indicated that all scientific literacy indicators improved from pre-test to post-test, with N-Gain values categorized as moderate. The Wilcoxon test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, indicating a significant difference between pre-test and post-test scores. These findings demonstrate that classroom discussion assisted by infographic media has a positive effect on enhancing students’ scientific literacy on the respiratory system topic and can serve as an alternative instructional strategy in junior high school science learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran IPA abad ke-21 menuntut penguatan literasi sains sebagai kemampuan esensial bagi murid dalam memahami fenomena ilmiah, mengevaluasi informasi berbasis bukti, dan mengambil keputusan yang tepat. Namun, capaian literasi sains murid SMP di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya pada materi sistem pernapasan yang bersifat abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi sains murid melalui penerapan pembelajaran <em>classroom discussion</em> berbantuan media infografis pada materi sistem pernapasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain <em>one-group pre-test post-test design</em>. Subjek penelitian adalah 30 murid kelas VII-E SMP Negeri 52 Surabaya tahun ajaran 2025/2026. Instrumen penelitian berupa tes literasi sains berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada tahap <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain, serta uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah <em>treatment</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator literasi sains mengalami peningkatan dari <em>pre-test</em> ke <em>post-test</em> dengan nilai N-Gain pada kategori sedang. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara skor <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran <em>classroom discussion</em> berbantuan media infografis berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi sains murid pada materi sistem pernapasan dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA di tingkat SMP.</p> Azhar Azhar, Hasan Subekti Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9597 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN IPA MURID SMP PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9599 <p>This study aims to evaluate the effectiveness of the guided inquiry learning model in improving junior high school students' science understanding in the higher-order cognitive domain (C4: Analyzing), as well as to describe the implementation of learning and student responses. The urgency of the study is based on students' low analytical skills in vibration and wave material and the curriculum's demands to shift from content coverage to deep learning. This study used a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The research sample was 32 students of class VIII-A of Bahrul Ulum Junior High School Surabaya who were selected through a purposive sampling technique. Data collection instruments included a science understanding test based on the Revised Bloom's Taxonomy by Anderson and Krathwohl (indicators: distinguishing, organizing, attributing), an implementation observation sheet, and a student response questionnaire. Data analysis used the Shapiro-Wilk normality test, a difference test using the Paired Sample T-Test, and N-Gain. The results showed a t-test significance of 0.000 (p &lt; 0.05), which indicated a significant difference between the pretest and posttest scores. The improvement in science understanding was categorized as moderate with an N-Gain score of 0.60. Analysis per indicator showed the highest improvement in the differentiation aspect (N-Gain = 0.80) and the lowest in the attribution aspect (N-Gain = 0.40). The learning implementation reached 100% with a very good category, and student responses were very positive at 97%. It was concluded that the guided inquiry model was effective in facilitating students' transition from basic conceptual understanding to in-depth analytical skills.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan pemahaman IPA murid SMP pada ranah kognitif tingkat tinggi (C4: Menganalisis), serta mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan respons murid. Urgensi penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan analisis murid pada materi getaran dan gelombang serta tuntutan kurikulum untuk beralih dari <em>content coverage</em> menuju <em>deep learning</em>. Penelitian ini menggunakan metode <em>pre-experimental</em> dengan desain <em>One Group Pretest-Posttest</em>. Sampel penelitian adalah 32 murid kelas VIII-A SMP Bahrul Ulum Surabaya yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen pengumpulan data meliputi tes pemahaman IPA berbasis Taksonomi Bloom oleh Anderson dan Krathwohl (indikator: membedakan, mengorganisasikan, mengatribusi), lembar observasi keterlaksanaan, dan angket respons murid. Analisis data menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em>, uji beda menggunakan <em>Paired Sample T-Test</em>, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi uji-t sebesar 0,000 ), yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara skor <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Peningkatan pemahaman IPA tergolong kategori sedang dengan skor N-Gain 0,60. Analisis per indikator menunjukkan peningkatan tertinggi pada aspek membedakan (N-Gain = 0,80) dan terendah pada aspek mengatribusi (N-Gain = 0,40). Keterlaksanaan pembelajaran mencapai persentase 100% dengan kategori sangat baik, dan respons murid sangat positif sebesar 97%. Disimpulkan bahwa model inkuiri terbimbing efektif memfasilitasi transisi murid dari pemahaman konsep dasar menuju kemampuan analisis mendalam.</p> <p> </p> <p> </p> Anis Rahma Cahyani, Elok Sudibyo Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9599 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PENDEKATAN SOCIO SCIENTIFIC ISSUES (SSI) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID SMP https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9580 <p>The improvement of critical thinking skills is a key demand of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning and the development of higher-order thinking skills. However, the critical thinking abilities of junior high school students have not yet developed optimally, particularly in environmental pollution topics that require scientific analysis, reasoning, and decision-making. This study aimed to describe the improvement of students’ critical thinking skills through the implementation of the Socio-Scientific Issues (SSI) approach combined with a classroom discussion model in class VII-H of SMP Negeri 14 Surabaya. This research employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest design. The research procedures included administering a pretest, implementing SSI-based learning on environmental pollution topics, and administering a posttest. The research instrument consisted of an essay test measuring critical thinking skills across five indicators: providing simple explanations, building basic skills, drawing conclusions, providing further explanations, and developing strategies and tactics. Data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain analysis, the Shapiro–Wilk normality test, and a paired sample t-test. The results showed that all critical thinking indicators improved, with N-Gain values in the moderate to high categories. The paired sample t-test results indicated a Sig. (2-tailed) value of &lt; 0.001, demonstrating a significant difference between pretest and posttest scores. Therefore, the Socio-Scientific Issues (SSI) approach is effective in improving students’ critical thinking skills on environmental pollution topics.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan kemampuan berpikir kritis merupakan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada murid dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Namun, kemampuan berpikir kritis murid SMP masih belum berkembang secara optimal, khususnya pada materi pencemaran lingkungan yang menuntut analisis, penalaran, dan pengambilan keputusan berbasis sains. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis murid melalui penerapan pendekatan <em>Socio-Scientific Issues</em> (SSI) yang dipadukan dengan model <em>classroom discussion</em> pada murid kelas VII-H SMP Negeri 14 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>one-group pretest and posttest</em>. Prosedur penelitian meliputi pemberian <em>pretest</em>, penerapan pembelajaran berbasis SSI pada materi pencemaran lingkungan, dan pemberian <em>posttest</em>. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan berpikir kritis yang mencakup lima indikator, yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lebih lanjut, serta mengatur strategi dan taktik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji N-Gain, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji <em>paired sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dengan kategori N-Gain sedang hingga tinggi. Hasil uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) &lt; 0,001, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Dengan demikian, pendekatan <em>Socio-Scientific Issues</em> (SSI) efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid pada materi pencemaran lingkungan.</p> <p> </p> Nur Faidatul Jannah, Wahono Widodo Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9580 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PERSEPSI SISWA TERKAIT PRESENCE DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9323 <p>This study aims to analyze students' perceptions of Presence in augmented reality (AR)-based science learning, which includes the dimensions of spatial Presence, Social Presence, and Self- Presence, and to examine the differences in Presence based on previous AR experience and the relationship between Presence dimensions. A quantitative approach with a survey method was used, involving 335 ninth-grade students of Public Junior High Schools in Krian District, Sidoarjo Regency from SMPN 1 Krian, SMPN 2 Krian, and SMPN 3 Krian. The instrument used was the Augmented Reality Presence Scale (ARPS) consisting of 21 items with a 5-point Likert scale. Data analysis included descriptive statistics, independent t-test, and Pearson correlation. The results revealed that students' Presence perceptions were in the high category (M = 3.70), with the highest Social Presence score (M = 3.85), followed by spatial Presence (M = 3.68), and Self-Presence (M = 3.55). Significant differences were found in all dimensions of Presence between students with and without prior AR experience, with medium to large effect sizes (d = 0.701 – 0.835). Three dimensions of Presence showed a strong positive correlation (r = 0.793 – 0.871). This study concluded that AR technology effectively creates immersive learning experiences, although Self-Presence still needs improvement. It is recommended that teachers provide technology orientation sessions before instruction and that media developers integrate narrative elements to enhance student emotional engagement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa tentang Presence dalam pembelajaran IPA berbasis augmented reality (AR), yang mencakup dimensi spatial presence, social presence, dan self-presence, serta untuk mengkaji perbedaan Presence berdasarkan pengalaman AR sebelumnya dan hubungan antar dimensi Presence. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, melibatkan 335 siswa kelas IX SMP Negeri di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo yang berasal dari SMPN 1 Krian, SMPN 2 Krian, dan SMPN 3 Krian. Instrumen yang digunakan adalah Augmented Reality Presence Scale (ARPS) yang terdiri dari 21 item dengan skala Likert 5 titik. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji-t independen, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi Presence siswa berada pada kategori tinggi (M = 3,70), dengan skor social presence tertinggi (M = 3,85), diikuti oleh spatial presence (M = 3,68), dan self-presence (M = 3,55). Perbedaan yang signifikan ditemukan di semua dimensi Presence antara siswa dengan dan tanpa pengalaman AR sebelumnya, dengan ukuran efek sedang hingga besar (d = 0,701 – 0,835). Tiga dimensi Presence menunjukkan korelasi positif yang kuat (r = 0,793 – 0,871). Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi AR secara efektif menciptakan pengalaman belajar yang imersif, meskipun Presence diri masih membutuhkan perbaikan. Disarankan agar guru memberikan sesi orientasi teknologi sebelum pengajaran dan agar pengembang media mengintegrasikan elemen naratif untuk meningkatkan keterlibatan emosional siswa.</p> <p> </p> Rieke Nur Fitria , Muhamad Arif Mahdiannur Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/9323 Thu, 26 Feb 2026 00:00:00 +0000