SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://jurnalp4i.com/index.php/science
<p><strong>SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11946"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Matematika dan IPA.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-1031 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0744</strong></p>Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)en-USSCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA2797-0744CURRENT TRENDS IN THE APPLICATION OF AUGMENTED REALITY-BASED LEARNING MEDIA IN BIOLOGY EDUCATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8929
<p>The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including in Biology learning, which often contains abstract concepts that are difficult to visualize. One innovation that is widely used to overcome this problem is Augmented Reality (AR) technology. AR allows students to interact with three-dimensional virtual objects in a realistic way, thereby improving their understanding of complex Biology concepts. This study aims to analyze the latest trends in the application of AR-based learning media in biology learning using a Systematic Literature Review (SLR) approach with PRISMA guidelines. A total of 19 articles published between 2016 and 2025 were reviewed based on inclusion criteria, including formal education levels, types of media, research methods, and biology topics studied. The results of the analysis show that the use of AR is most commonly found at the senior high school level, with smartphone-based media dominating. This is due to the more mature abstract thinking and digital literacy skills of senior high school students, which support the effective use of AR in understanding biology material. Most studies used quantitative methods with quasi-experimental designs to measure the effect of AR on student learning outcomes, motivation, and digital literacy. In general, AR-based media has been proven to improve students' conceptual understanding, learning outcomes, motivation, and engagement in Biology learning. Thus, AR technology has great potential as an innovative 21st-century learning strategy that is interactive, contextual, and supports the digital transformation of Biology education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Biologi yang sering kali memuat konsep abstrak dan sulit divisualisasikan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi Augmented Reality (AR). AR memungkinkan siswa berinteraksi dengan objek virtual tiga dimensi secara nyata sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep Biologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren terkini penerapan media pembelajaran berbasis AR dalam pembelajaran Biologi menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Sebanyak 19 artikel yang diterbitkan pada tahun 2016–2025 ditelaah berdasarkan kriteria inklusi, meliputi jenjang pendidikan formal, jenis media, metode penelitian, serta topik Biologi yang dikaji. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AR paling banyak ditemukan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan dominasi media berbasis smartphone. Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir abstrak dan literasi digital siswa SMA yang lebih matang, sehingga mendukung efektivitas penggunaan AR dalam memahami materi Biologi. Sebagian besar penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental untuk mengukur pengaruh AR terhadap hasil belajar, motivasi, dan literasi digital siswa. Secara umum, media berbasis AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Biologi. Dengan demikian, teknologi AR memiliki potensi besar sebagai strategi pembelajaran inovatif abad ke-21 yang interaktif, kontekstual, dan mendukung transformasi digital pendidikan Biologi.</p> <p> </p>Ineke Laili RamadhiniReni MarlinaTitin Titin
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-166111910.51878/science.v6i1.8929COLLABORATIVE PROBLEM POSING USING GEOGEBRA: A STUDY ON HIGH MATH ABILITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8928
<p>Problem posing is important in learning mathematics because it improves reasoning, critical thinking, and creative thinking skills. However, many students still find it difficult to pose problems. Through collaborative problem posing, students can exchange their understanding. The use of GeoGebra in problem posing can help students play an active role in generating ideas to construct new problems through its features. This research is a qualitative research that aims to describe the collaborative semi-structured problem posing of junior high school students assisted by GeoGebra in high groups. This research was conducted in one of the junior high schools in Surabaya class IX odd semester of the 2024/2025 school year in the age range of 14-15 years. The research data were collected through Problem Posing Test and Focus Group Discussion. The research subjects were a group with high mathematical ability consisting of two students. The results showed both members in the group contributed to each other for the new problem created. On knowledge base, they identified mathematical facts, concepts, and procedures. On heuristics and schema, they explored GeoGebra to come up with ideas. On group dynamics and interactions, they performed processes of normality, conformity, and innovation. In individual consideration of aptness, both members argued that each individual was skilled in proposing problems and the problems they created were acceptable to group members. Student had no problems during discussion and expressing their opinions due to their equal mathematical ability. Therefore, further research is needed on whether collaborative problem posing using GeoGebra heterogeneous groups also works.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengajuan masalah merupakan hal penting dalam belajar matematika karena meningkatkan kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Namun, masih banyak siswa merasa kesulitan dalam pengajuan masalah. Melalui pengajuan masalah kolaboratif siswa dapat saling bertukar pemahaman. Penggunaan GeoGebra dalam pengajuan masalah dapat membantu siswa berperan aktif memunculkan ide-ide untuk mengkonstruksi masalah baru melalui fitur-fiturnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengajuan masalah semi terstruktur kolaboratif siswa SMP berbantuan GeoGebra pada kelompok tinggi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Surabaya kelas IX semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada rentang usia 14-15 tahun. Data penelitian dikumpulkan melalui Tes Pengajuan Masalah dan Focus Group Discussion. Subjek penelitian merupakan kelompok dengan kemampuan matematika tinggi yang terdiri atas dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan kedua anggota dalam kelompok saling berkontribusi untuk masalah baru yang dibuat. Pada basis pengetahuan, mereka mengidentifikasi fakta, konsep, dan prosedur matematika. Pada heuristik dan skema, mereka mengeksplorasi GeoGebra untuk memunculkan ide-ide. Pada dinamika dan interaksi kelompok, mereka melakukan proses normalitas, konformitas, dan inovasi. Pada pertimbangan individu atas kesesuaian, kedua anggota saling berpendapat bahwa tiap individu terampil dalam mengajukan masalah dan masalah yang mereka buat dapat diterima anggota kelompok. Siswa tidak memiliki masalah selama berdiskusi dan mengungkapkan pendapat dikarenakan kesetaraan kemampuan matematika. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut terkait apakah pengajuan masalah kolaboratif pada kelompok heterogen berbantuan GeoGebra juga berjalan demikian.</p>Nurul FadilahAbdul Haris RosyidiYurizka Melia Sari
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1661203310.51878/science.v6i1.8928PENGARUH SELF RENEWAL CAPACITY DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8930
<p>This study aims to determine the effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities in mathematical logic and mathematical induction. The research method used was a survey with correlational analysis conducted on a population of 11th grade science students at SMAN 7 Bekasi in the 2020/2021 academic year. A sample of 42 students was taken using a non-probability sampling technique. The instruments used were questionnaires and tests. The data were analyzed first using data analysis requirements tests, namely normality tests, regression linearity tests, and multicollinearity tests. After the data requirements were met, inferential analysis was conducted to test the research hypotheses using correlation analysis and multiple regression techniques. The results of the study found that: (1) there was an effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities; (2) there was an effect of self-renewal capacity on students' mathematical reasoning abilities; (3) there was an effect of mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>self renewal capacity</em> dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa pada materi logika matematika dan induksi matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan analisis korelasional yang dilakukan pada populasi peserta didik kelas XI IPA SMAN 7 Bekasi Tahun Ajaran 2020/2021. Sampel diambil dengan teknik <em>Non Probability Sampling</em> sejumlah 42 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas, uji linearitas regresi dan uji multikoliniearitas. Setelah uji persyaratan data terpenuhi, dilakukan analisis inferensial untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi ganda. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh <em>self renewal capacity</em> dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (2) terdapat pengaruh <em>self renewal capacity</em> terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (3) terdapat pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan penalaran matematika siswa.</p> <p> </p>Indah Putri Nanda SariEva EfridaIstira Fauziah TaminDiana Hasna AmatullahWarto WartoRina Hidayati Pratiwi
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1661344610.51878/science.v6i1.8930PENGEMBANGAN APLIKASI MATDA (MATEMATIKA BANGUN DATAR) BERBASIS ANDROID PADA MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8927
<p>This research was motivated by the low level of understanding among fifth-grade students at SD Inpres 3 Toili regarding the area and perimeter of flat shapes, due to limited learning media and the low utilization of technology in the learning process. The objective of this study was to develop an Android-based Matda (Flat Shape Mathematics) application that meets the criteria of feasibility, practicality, and effectiveness for the circumference and area of ??flat shapes. The research method used was development research using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The subjects were eight fifth-grade students at SD Inpres 3 Toili, Banggai Regency. In the feasibility test, the Matda application was validated by a team of experts. The summary of validation results from three experts (media experts, material experts, and user experts) yielded a score of 93.7%, categorized as "very feasible." For the practicality test, the researcher used a teacher response questionnaire, which yielded a score of 96.4%, and a student response questionnaire, which yielded a score of 94.1%, categorized as "very practical." In the effectiveness test, researchers used evaluation through pre-tests and post-tests. The average pre-test score was 38.5 and the post-test score was 91.3. The difference between the pre-test and post-test scores was 52.8. The N-Gain Score of 0.85 places this improvement in the "High" category. This means there was an 85.8% increase in the "effective" category. Thus, the Matda application is proven to be effective, practical, and suitable for use in elementary school learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas V SD Inpres 3 Toili dalam materi luas dan keliling bangun datar yang disebabkan keterbatasan media pembelajaran serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi <em>Matda</em> (Matematika Bangun Datar) berbasis <em>Android</em> yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan pada materi keliling dan luas bangun datar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian ADDIE <em>(Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation)</em>. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Inpres 3 Toili Kabupaten Banggai yang berjumlah 8 orang. Pada uji kelayakan, aplikasi <em>Matda </em>diuji melalui validasi oleh tim ahli. Rekapitulasi hasil validasi dari 3 ahli yaitu ahli media, ahli meteri, dan ahli pengguna diperoleh persentase sebesar 93,7% dengan kategori “sangat layak”. Pada uji kepraktisan, peneliti menggunakan angket respon guru dengan persentase sebesar 96,4% dan angket respon siswa memperoleh persentase sebesar 94,1% dengan kategori “sangat praktis”. Pada uji keefektifan, peneliti menggunakan evaluasi melalui pre-test dan post-tes. Hasil rata-rata nilai pre-test sebesar 38,5 dan post-tes sebesar 91,3. Selisih nilai pre-test dan post-test sebesar 52,8. Hasil N-Gain Score sebesar 0,85 menempatkan peningkatan ini dalam kategori “Tinggi”. Hal ini dapat diartikan terdapat peningkatan dengan persentase sebesar 85,8% kategori “efektif”. Dengan demikian aplikasi <em>Matda</em> terbukti efektif, praktis, dan layak digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar.</p> <p> </p> <p> </p>Ayu Nanda ChoiriyahIsnanto IsnantoAndi MarshanawiahNur Sakinah AriesWidi Candika Pakaya
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1661475710.51878/science.v6i1.8927PENGARUH MODEL TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR SEL
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8933
<p>Communication skills are a vital competency in the era of globalization and society 5.0, but their application in biology learning is often still minimal due to the lack of active interaction in the classroom. This study aims to evaluate the effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) learning model in improving students' communication skills in cell structure material. Using the Classroom Action Research (CAR) method implemented in two cycles (planning, implementation, observation, and reflection) in class X.2.2 of SMA Negeri 8 Jambi City with 33 students, this study measured communication indicators such as cooperation, interpersonal skills, integrity, responsibility, and interactive communication through a non-test questionnaire. Quantitative descriptive analysis showed a significant increase in students' communication skills, moving from the good category (80.3%) in the pre-action to very good (88.1%) in the second cycle. This increase was driven by the optimization of discussion time and group presentation obligations that facilitated a more intensive exchange of ideas. It was concluded that the TSTS model was effective in developing students' communication skills, although additional mentoring strategies were needed for students with low initial abilities to ensure equitable learning outcomes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterampilan komunikasi merupakan kompetensi vital dalam era globalisasi dan masyarakat 5.0, namun penerapannya dalam pembelajaran biologi sering kali masih minim akibat kurangnya interaksi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran <em>Two Stay Two Stray</em> (TSTS) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada materi struktur sel. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi) di kelas X.2.2 SMA Negeri 8 Kota Jambi dengan 33 siswa, penelitian ini mengukur indikator komunikasi seperti kerja sama, keterampilan interpersonal, integritas, tanggung jawab, dan komunikasi interaktif melalui angket non-tes. Analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi siswa, bergerak dari kategori baik (80,3%) pada pra-tindakan menjadi sangat baik (88,1%) pada siklus kedua. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi waktu diskusi dan kewajiban presentasi kelompok yang memfasilitasi pertukaran ide secara lebih intensif. Disimpulkan bahwa model TSTS efektif dalam menumbuhkan kemampuan komunikasi siswa, meskipun diperlukan strategi pendampingan tambahan bagi siswa dengan kemampuan awal yang rendah untuk memastikan pemerataan hasil belajar.</p> <p> </p>Elsa Rima PrahestiArni RamadhaniNiken Alya SalsabilaNevilia Pramesti IrawanJodion SiburianIne Tentia
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1661586810.51878/science.v6i1.8933EKOPEDAGOGI DALAM CERITA RAKYAT WANDIUNDIU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA SMP
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8340
<p>Science learning in the Merdeka Curriculum emphasizes the relevance of scientific concepts to students’ real-life contexts. Folklore, as part of local wisdom, contains ecological knowledge that can support science learning, particularly in coastal areas. This study aims to analyze the potential of the Buton folklore <em>Wandiundiu</em> as an ecopedagogy-based science learning resource and to map it to the Science Learning Outcomes of Phase D. This study employed a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data were obtained from the documented text of <em>Wandiundiu</em>, while supporting data were collected through interviews with a cultural expert, science teachers, and junior high school students. The analysis focused on narrative segments representing human-environment interactions and the use of marine resources, excluding fantastical elements to avoid scientific misconceptions. The results show that <em>Wandiundiu</em> represents ecological concepts such as marine ecosystems, energy flow in food chains, human dependence on ecosystems, and system balance. These findings indicate that <em>Wandiundiu</em> has strong potential as a contextual science learning resource when accompanied by appropriate scientific explanations..</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan keterkaitan antara konsep ilmiah dan konteks kehidupan peserta didik. Cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal menyimpan potensi pengetahuan ekologis yang relevan untuk pembelajaran IPA, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi cerita rakyat Buton <em>Wandiundiu</em> sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis ekopedagogi serta memetakan keterkaitannya dengan Capaian Pembelajaran (CP) IPA Fase D. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data utama berupa teks cerita <em>Wandiundiu</em> yang terdokumentasi dalam kumpulan cerita rakyat Buton-Muna, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan budayawan, guru IPA SMP, dan peserta didik. Analisis difokuskan pada segmen cerita yang merepresentasikan interaksi manusia dengan lingkungan pesisir dan pemanfaatan sumber daya laut, sementara unsur cerita yang bersifat fantastis tidak dianalisis guna menghindari miskonsepsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita <em>Wandiundiu</em> memuat konsep ekologi seperti ekosistem laut, aliran energi dalam rantai makanan, ketergantungan manusia terhadap ekosistem, dan keseimbangan sistem kehidupan. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat <em>Wandiundiu</em> berpotensi digunakan sebagai konteks pembelajaran IPA yang bermakna dan kontekstual apabila disertai klarifikasi ilmiah oleh guru..</p> <p> </p> <p> </p>Dyah Pramesthi Isyana ArdyatiS. Hafidhawati AndarisSri GustinaIin Nur Awatif
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1661697810.51878/science.v6i1.8340EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA YANG TERKANDUNG PADA BUDAYA BERTANI MASYARAKAT JOMBANG
https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/8931
<p>Farming culture is a social practice rich in local knowledge and ethnomathematical elements contained in each stage of rice cultivation, as well as analysing its relevance to contextual mathematics learning. The research used qualitative methods with an ethnographic approach through field observations, in-depth interviews, and documentation of farmers who were directly involved in all aspects of rice cultivation, including the forms of mathematical reasoning that arose naturally from the community's experience in cultivating rice fields. However, the potential of mathematics in the agricultural culture of Bareng Subdistrict, Jombang Regency, has not been widely explored as a source of learning in primary schools. This study aims to identify and describe the agricultural process. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and interactive conclusion drawing. The results of the study show that every agricultural activity, from ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, to harvesting, contains mathematical concepts such as measurement, estimation, comparison, row-column patterns, symmetry, proportionality, division of space, work rhythm, and frequency calculation. These concepts are applied intuitively and are not expressed in formal mathematical language, but are reflected through the actions and work strategies of farmers. This study concludes that the farming culture of the Bareng community has strong potential as a learning resource for developing numeracy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Budaya bercocok tanam merupakan salah satu praktik sosial yang kaya akan pengetahuan lokal, unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam setiap tahapan bercocok tanam padi, serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petani yang terlibat langsung dalam seluruh termasuk bentuk-bentuk penalaran matematis yang muncul secara alami dari pengalaman masyarakat dalam mengolah sawah. Namun, potensi matematika dalam budaya pertanian di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, belum banyak dieksplorasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aktivitas pertanian mulai dari ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, hingga panen mengandung konsep matematika seperti pengukuran, estimasi, perbandingan, pola baris kolom, simetri, proporsionalitas, pembagian ruang, ritme kerja, dan perhitungan frekuensi. Konsep-konsep ini diterapkan secara intuitif dan tidak dinyatakan dalam bahasa matematika formal, tetapi tercermin melalui tindakan dan strategi kerja petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya bertani masyarakat Bareng memiliki potensi kuat sebagai sumber belajar untuk mengembangkan numerasi siswa melalui pembelajaran berbasis konteks yang dekat dengan kehidupan mereka.</p> <p> </p>Risdiana Andika FatmawatiSupriyono SupriyonoSlamet Arifin
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1661799510.51878/science.v6i1.8931