EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MAKANAN TRADISIONAL LAPET DAN ALAT MUSIK TAGANING
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v6i3.12846Keywords:
Etnomatematika, Lapet, TaganingAbstract
This study aims to explore the mathematical concepts embedded in local culture through an ethnomathematics approach applied to Lapet, a traditional food, and Taganing, a traditional musical instrument, as a source of contextual mathematics learning and as an effort to preserve cultural heritage. Both cultural objects were analyzed to identify mathematical elements such as plane figures, solid geometry, patterns and repetition, ratio and measurement, as well as time and temperature calculation. The method used was qualitative research with an ethnographic approach, employing literature study and direct observation of the Lapet-making process and the Taganing performance. The findings revealed that Lapet and Taganing embody various mathematical concepts related to geometry, patterns, measurement, and proportion. These findings indicate that both cultural artifacts represent the application of mathematical concepts in community life and have the potential to serve as contextual learning resources in ethnomathematics-based mathematics education. This study offers novelty by revealing the concept of time and temperature calculation in a traditional culinary process as an ethnomathematics element that has rarely been explored in similar studies, as well as by linking two distinct Batak cultural objects, namely traditional food and a traditional musical instrument, within a single integrated ethnomathematics study. These findings prove that local cultural heritage can serve as a contextual learning resource that enriches students' mathematical understanding while supporting the preservation of Batak culture in the field of education.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika terhadap makanan tradisional Lapet dan alat musik tradisional Taganing sebagai sumber pembelajaran kontekstual matematika sekaligus upaya pelestarian budaya. Kedua objek budaya tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi unsur-unsur matematika seperti bangun datar, bangun ruang, pola dan pengulangan, perbandingan dan pengukuran, hingga perhitungan waktu dan suhu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui studi literatur dan observasi langsung pada proses pembuatan Lapet serta pertunjukan musik Taganing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapet dan Taganing mengandung berbagai konsep matematika yang berkaitan dengan geometri, pola, pengukuran, dan perbandingan. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua objek budaya tersebut merepresentasikan penerapan konsep matematika dalam kehidupan masyarakat serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis etnomatematika. Temuan ini membuktikan bahwa warisan budaya lokal dapat menjadi sumber pembelajaran kontekstual yang memperkaya pemahaman matematika siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya Batak dalam dunia pendidikan.
Downloads
References
Assayakurrohim. (2023). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9. https://jurnal.itscience.org/index.php/jpsk/article/view/1951
Genata. (2022). Etnomatematika: Konsep matematika pada budaya Tulungagung. MATHEdunesa. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/mathedunesa
Hanifah. (2025). Studi etnografi dalam penelitian bimbingan dan konseling. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, 4(2), 578–592. https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/jispendiora
Harianto. (2022). Potensi alat musik Batak Toba sebagai sumber belajar matematika dalam mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. MEGA: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2). https://www.ejournal.unma.ac.id/index.php/mega
Ketan, L. (2022). Kajian etnomatematika pada makanan tradisional. Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika), 5(2), 112–121. https://doi.org/10.37150/jp.v5i2.1433
Mailani. (2024). Implementation of space building through North Sumatra typical food. JICN. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article
Manurung. (2024). Utilization of Toba Batak traditional culinary as teaching material for BIPA learning based on local wisdom. Holistic Science, 4(2), 260–266. https://doi.org/10.56495/hs.v4i2.629
Naibaho. (2022). Eksplorasi kue tradisional Batak Toba terhadap konsep geometri. JUDIKA Education: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 42–48. https://doi.org/10.31539/judika.v5i1.3652
Napitupulu, R. O. (2021). Pernikahan masyarakat Batak Toba di Kota Kediri pada tahun 1990–2000. Journal Pendidikan Sejarah, 11(1), 1–8. https://journal.unesa.ac.id/index.php/avatara
Panggabean. (2025). The effect of integration of Batak musical instruments in student worksheets (LKPD) on mathematical interests of high school students. DE_JOURNAL (Dharmas Education Journal), 5(1), 1391–1403. https://doi.org/10.56667/dejournal.v5i1.1639
Rewatus. (2020). Pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis etnomatematika pada materi segitiga dan segiempat. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 645–656. https://doi.org/10.31004/cendekia.v4i2.276
Rokan. (2023). Etnomatematika di pasar sebagai sumber pembelajaran matematika. OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika, 2(2), 35–41. https://ejurnal.budiutomomalang.ac.id/index.php/omega
Rusdiansyah. (2020). Pendidikan budaya di sekolah dan masyarakat. Iqro: Jurnal Islamic Education, 3(1), 45–58. https://doi.org/10.24256/iqro.v3i1.1363
Salsabilah. (2022). Tanda: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 2(2), 60–61. https://journal.unusida.ac.id/index.php/tanda
Samosir. (2025). Kajian etnomatematika: Konsep matematis dalam pembuatan taganing dan putu bambu sebagai warisan budaya. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(3), 1552–1561. https://doi.org/10.31004/cendekia.v9i3.4293
Simanullang, L. S., Septiani, A., & Nadilla, N. (2022, November). Kajian makanan tradisional khas suku Batak Toba lapet sebagai bentuk pendekatan budaya dan kearifan lokal pada pembelajaran biologi. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 10, pp. 113-121). https://proceedings.unnes.ac.id/semnasbiologi/article/view/2755
Serepinah. (2023). Kajian etnomatematika berbasis budaya lokal tradisional ditinjau dari perspektif pendidikan multikultural. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(2), 148–157. https://doi.org/10.24246/j.js.2023.v13.i2.p148-157
Silalahi. (2025). Eksplorasi konsep etnomatematika pada makanan tradisional klepon dan permainan tradisional congklak. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(3), 1562–1573. https://doi.org/10.31004/cendekia.v9i3.4288
Simorangkir, F. M. A. (2023). Ethnomathematics exploration on Gondang Batak musical instruments assisted by GeoGebra. International Journal of Education and Mathematical Science, 4(1), 7–13. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/IJEMS/article/view/13113
Sitanggang, N. (2020). Etnomatematika: Eksplorasi alat musik tradisional khas Batak. Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika, 4(1), 57–62. https://doi.org/10.37150/jp.v4i1.813
Susanti. (2025). Integrating local culture into mathematics learning: Ethnomathematics approach using Udeng Pacul Gowang in elementary schools. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(3), 947–957. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i3.1472
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















