EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ALAT MUSIK REBANA DAN MAKANAN TRADISIONAL PEMPEK PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v6i3.12839Keywords:
etnomatematika, rebana, pempekAbstract
Traditional musical instruments and traditional foods have the potential to be studied from an ethnomathematical perspective. However, to date, no research has been found that specifically discusses the traditional musical instrument, the rebana, and the traditional food, pempek, Palembang, simultaneously. Therefore, this study was conducted to describe various ethnomathematical concepts found in the traditional musical instrument, the rebana, and the traditional food, pempek, Palembang. This study is important because it can make mathematics learning more contextual while supporting the preservation of local culture. This research is exploratory because it aims to find and describe the mathematical concepts contained in both cultural elements. The study uses a qualitative descriptive method with an ethnomathematical study. Data were obtained through literature studies, documentation, and interviews regarding the shape, size, manufacturing process, and cultural activities related to the rebana and pempek. The research stages include data collection, identification of cultural elements containing mathematical concepts, grouping mathematical concepts, and describing the similarities of mathematical concepts found in the two cultural elements, namely the traditional musical instrument, the rebana, and the traditional food, pempek. The results show that the rebana contains mathematical concepts in the form of disc, cylinder, and hemispherical geometry, dimensional ratios, and conversion of units of length. Meanwhile, Palembang pempek contains geometric concepts in the form of cylinders, discs, and hemispheres, as well as the concept of comparing ingredients and converting units of weight and volume in the manufacturing process. The exploration results also show similarities in mathematical concepts in both cultural objects, namely geometry, comparison, and unit conversion. This study shows that mathematics is present in the cultural practices of the community and can be used as a contextual learning resource. Thus, rebana and Palembang pempek have the potential to be used as mathematics learning media that also support the appreciation and preservation of local culture.
ABSTRAK
Alat musik tradisional maupun makanan tradisional memiliki potensi untuk dikaji dalam perspektif etnomatematika. Namun, hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang secara khusus membahas alat musik tradisional rebana dan makanan tradisional pempek Palembang secara bersamaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai konsep etnomatematika yang ada pada alat musik tradisional rebana dan makanan tradisional pempek Palembang. Kajian ini penting karena dapat menjadikan pembelajaran matematika lebih kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini bersifat eksploratif karena bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kedua unsur budaya tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian etnomatematika. Data diperoleh melalui studi literatur, dokumentasi, dan wawancara mengenai bentuk, ukuran, proses pembuatan, serta aktivitas budaya yang berkaitan dengan rebana dan pempek. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, identifikasi unsur budaya yang mengandung konsep matematika, pengelompokan konsep matematika, serta mendeskripsikan kesamaan konsep-konsep matematika yang terdapat pada dua unsur budaya, yaitu alat musik tradisional rebana dan makanan tradisional pempek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebana mengandung konsep matematika berupa geometri cakram, tabung, dan setengah bola, rasio dimensi, serta konversi satuan panjang. Sementara itu, pempek Palembang mengandung konsep geometri berupa tabung, cakram, dan setengah bola, serta konsep perbandingan bahan dan konversi satuan berat maupun volume dalam proses pembuatannya. Hasil eksplorasi juga menunjukkan adanya kesamaan konsep matematika pada kedua objek budaya, yaitu geometri, perbandingan, dan konversi satuan. Kajian ini menunjukkan bahwa matematika hadir dalam praktik budaya masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kontekstual. Dengan demikian, rebana dan pempek Palembang berpotensi digunakan sebagai media pembelajaran matematika yang sekaligus mendukung apresiasi dan pelestarian budaya lokal.
Downloads
References
Busrah, Z., & Pathuddin, H. (2021). Ethnomathematics: Modelling the volume of solid of revolution at Buginese and Makassarese traditional foods. Journal of Research and Advances in Mathematics Education, 6(4), 303–313. https://doi.org/10.23917/jramathedu.v6i4.15050
Cahyono, A. D., & Budiarto, M. T. (2020). Pengembangan bahan ajar berbasis etnomatematika kesenian rebana untuk meningkatkan literasi matematis siswa SMP. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 9(2).
Hidayati, F. N., & Prahmana, R. C. I. (2022). Ethnomathematics research in Indonesia during 2015–2020. Indonesian Journal of Ethnomathematics, 1(1), 29–42.
Hidayatulloh, N., & Hariastuti, R. M. (2018). Etnomatematika Angklung Paglak Banyuwangi. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 7(3), 380–389.
Inda Violina, I., Siregar, I., & Ramli, S. (2023). Tabuik, warisan budaya Islam Sumatera Barat. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 234–242. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i2.2013
Iskandar, R. S. F., Karjanto, N., Kusumah, Y. S., & Ihsan, I. R. (2022). A systematic literature review on ethnomathematics in geometry. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2212.11788
Istiqomah, W. M., & Imamuddin, M. (2024). The development of ethnomathematics-based student worksheets using Minangkabau traditional musical instruments to enhance students' learning outcomes. Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.47662/jkpm.v5i1.1150
Hidayati, F. N., & Prahmana, R. C. I. (2022). Ethnomathematics research in Indonesia during 2015–2020: A systematic review. Indonesian Journal of Ethnomathematics, 1(1), 29–42.
Khaerani, K., Arismunandar, A., & Tolla, I. (2024). Peran etnomatematika dalam meningkatkan mutu pembelajaran matematika: Tinjauan literatur. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(1), 20–26.
Lubis, S. I., Mujib, A., & Siregar, H. (2018). Eksplorasi etnomatematika pada alat musik Gordang Sambilan. Edumatika: Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1(2), 1–10.
Mu'asaroh, H. P., & Noor, N. L. (2021). Eksplorasi etnomatematika bentuk alat musik rebana. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), 4(1), 69–82. https://doi.org/10.21043/jmtk.v4i1.9908
Ramadhan, S., Sunarto, A., & Wahyuni, B. D. (2024). Eksplorasi etnomatematika kesenian rebana pada masyarakat Suku Pekal Kecamatan Malin Deman sebagai sumber belajar matematika siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 5(3). https://doi.org/10.55583/jkip.v5i3.1088
Rosa, M., & Orey, D. C. (2023). Current trends in ethnomathematics: A bibliometric analysis. Acta Scientiae, 25(4), 1–24.
Simangunsong, M. I. R., & Lubis, M. S. (2024). Exploration of ethnomathematics in making of traditional Pempek Palembang. Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 8(1), 385–394. https://doi.org/10.25217/numerical.v8i1.4504
Sinambela, S. M., Saragih, M. D., Lumbantobing, J. N. Y., Lase, M., & Iqbal, M. (2025). Dinamika kebudayaan dan perubahan sosial dalam masyarakat modern. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 65–75. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1521
Suardi Wekke, I. (2019). Metode penelitian sosial. Gawe Buku.
Susanti, N. I., Samporno, A. I. I., & Jalil, M. N. (2025). Eksplorasi etnomatematika berbasis alat kesenian rebana dalam pembelajaran matematika. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Mulawarman, 5, 10–17.
Wahyuni, A., Tias, A. A. W., & Sani, B. (2013). Peran etnomatematika dalam membangun karakter bangsa. Dalam Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (hlm. 111–118).
Wargadalem, F. R., Wasino, & Yulifar, L. (2023). Pempek Palembang: History, food making tradition, and ethnic identity. Journal of Ethnic Foods, 10, Article 45. https://doi.org/10.1186/s42779-023-00209-z
Wulandari, A. F., Hakim, A. R., & Kasyadi, S. (2024). Exploration of ethnomathematics in Banyumas traditional food in Sokaraja Area, Central Java. Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2). https://doi.org/10.22437/edumatica.v14i2.36947.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














