KESECITRAAN ANAK TUNANETRA DI PANTI ASUHAN KARYA MURNI MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16462Keywords:
anak tunanetra, kesecitraan, imago Dei, pemberdayaan, panti asuhanAbstract
Divine image (kesecitraan) represents the inherent dignity of human beings created in the image and likeness of God (Imago Dei), which demands genuine recognition, respect, and holistic empowerment for every individual. Children with visual impairments possess an equal right to receive compassionate formation so that they can recognize their sacred self-worth despite experiencing severe physical limitations. This study aims to describe the distinct characteristics of visually impaired children and analyze the determinants shaping their divine image at Karya Murni Orphanage in Medan. A descriptive qualitative method utilizing a single-case study design was implemented in this research. Data were gathered through participatory observation, in-depth semi-structured interviews, and documentation involving 15 informants comprising five caregivers and ten visually impaired children. The findings demonstrate that visually impaired children exhibit unique physical conditions, including total blindness or low vision, accompanied by psychological vulnerabilities such as emotional instability and inferiority complexes during initial placement. The development of their divine self-image is profoundly shaped by a supportive residential environment, daily living skills training, continuous emotional reinforcement, and regular Catholic spiritual guidance. The collaborative pastoral care provided by religious sisters successfully fosters personal resilience, self-acceptance, functional independence, and confidence in public participation. This study underscores the vital importance of multi-stakeholder collaboration among families, pastoral institutions, and society to restore the dignity and social empowerment of visually impaired children.
ABSTRAK
Kesecitraan merupakan perwujudan martabat luhur manusia sebagai citra Allah (Imago Dei) yang menuntut pengakuan, penghormatan, dan pemberdayaan nyata bagi setiap pribadi tanpa terkecuali. Anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk tunanetra, berhak memperoleh pendampingan holistik agar mampu menyadari nilai keilahian dalam dirinya di tengah berbagai keterbatasan fisik yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik anak tunanetra serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan kesecitraan mereka di Panti Asuhan Karya Murni Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri dari lima pendamping panti dan sepuluh anak tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunanetra memiliki karakteristik fisik khas berupa disfungsi penglihatan total maupun low vision, serta dinamika psikologis berupa kerentanan emosional dan rasa rendah diri pada fase awal adaptasi. Pembentukan kesecitraan anak tunanetra dipengaruhi secara signifikan oleh penyediaan lingkungan panti yang kondusif, pelatihan keterampilan hidup mandiri (activity of daily living), penguatan afektif, dan pembinaan spiritual Kristiani yang berkesinambungan. Sinergi antara para suster pendamping dan sesama penghuni asrama berhasil menumbuhkan resiliensi, penerimaan diri, kemandirian fungsional, dan keberanian tampil di ruang publik. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara keluarga, lembaga pelayanan pastoral, dan masyarakat dalam memulihkan martabat serta citra diri positif anak tunanetra agar mereka berdaya secara sosial.
Downloads
References
Abrahams, K., de Vos, D., Bam, A., & Kathard, H. (2025). Exploring communication supports for children with visual impairment and blindness: A case study. African Journal of Disability, 14, Article 1620. https://doi.org/10.4102/ajod.v14i0.1620
Adawiyyah, E., Sutomo, B., Wiyatini, T., & Sunarjo, L. (2024). Smart audio toothbrush with UV-filtered toothpaste dispenser to improve skills brushing teeth and reducing debris index blind children. International Journal of Innovative Science and Research Technology (IJISRT), 2323–2328. https://doi.org/10.38124/ijisrt/ijisrt24mar2199
Afriansyah. (2024). Kemandirian tunanetra: Strategi dan pendekatan berbasis keterampilan hidup. Mitra Pustaka.
Aprilia, A. A. T., Wibawa, A., & Suharti, B. (2024). Komunikasi intrapersonal (self-talk) dalam meningkatkan kesadaran dampak buruk self-harm pada remaja broken home. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 13(1), 29–43. https://doi.org/10.35508/jikom.v13i1.9284
Ayuningtyas, A. (2023). Karakteristik fisik anak tunanetra dan pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 8(2), 131–140. https://doi.org/10.24036/jipk.v8i2.13140
Batoek, N. A. L., Damayanti, Y. M. Y., Mage, M. Y. C., & Wijaya, R. P. C. (2026). Psychological well-being guru non-PLB di SLB. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 6(1), 416–427. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.9760
Bednarczuk, G., Bandura, W., Rutkowska, I., & Starczewski, M. (2025). Balance level and fundamental motor skills of youth with visual impairments: Pilot study. Journal of Clinical Medicine, 14(10), Article 3483. https://doi.org/10.3390/jcm14103483
Cahyadi, Y. B. (2021). Imago Dei dalam tradisi Katolik: Sebuah refleksi antropologi teologis. Kanisius.
Carretti, G., Manetti, M., & Marini, M. (2023). Physical activity and sport practice to improve balance control of visually impaired individuals: A narrative review with future perspectives. Frontiers in Sports and Active Living, 5, Article 1260942. https://doi.org/10.3389/fspor.2023.1260942
Degnan, A., Berry, K., Humphrey, C., & Bucci, S. (2021). The relationship between stigma and subjective quality of life in psychosis: A systematic review and meta-analysis. Clinical Psychology Review, 85, Article 102003. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2021.102003
Emi, I. (2026). Implementasi program pemberdayaan disabilitas melalui pelatihan keterampilan untuk mewujudkan kemandirian (studi kasus pada UPTD PRSPD Disabilitas Lampung) [Skripsi, Universitas Lampung]. Digilib Repositori Unila.
Febria, N. D., & Meiandari, S. (2022). Meningkatkan keterampilan sikat gigi pada anak berkebutuhan khusus melalui praktek pada boneka. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat, 616–623. https://doi.org/10.18196/ppm.43.616
Ginting, A., & Naibaho, J. (2020). Kebutuhan psikologis anak berkebutuhan khusus. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 8(2), 102–111. https://doi.org/10.24114/jpp.v8i2.10211
Gumilar, M. S., Rusmiati, R., & Riyadi, S. (2020). The effect of multisensory dental education methods to increasing brushing teeths’ skill in blind children at Jambi City. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health), 4(2), 44–49. https://doi.org/10.35910/jbkm.v4i2.327
Haloho, H. N. Y., & Kurniasari, N. (2020). Komunikasi terapeutik psikolog dan pekerja sosial dalam proses pemulihan anak terpapar radikalisme. ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 11(1), 117–130. https://doi.org/10.24235/orasi.v11i1.6289
Hanif, F., Sunarjo, L., Santoso, B., Djamil, M., & Suwondo, A. (2020). The influence of SLB teachers training to improving tooth brushing skill for blind children. Journal of Applied Health Management and Technology, 2(3), 92–95. https://doi.org/10.31983/jahmt.v2i3.5908
Harimukthi, R., & Dewi, A. (2019). Psikologis anak tunanetra dalam konteks sosial. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(1), 54–65. https://doi.org/10.21831/jpk.v5i1.5465
Heryati, E., Rochyadi, E., Aprilia, I. D., Homdijah, O. S., Tarsidi, I., & Handayani, R. (2023). Meningkatkan kemampuan orientasi dan mobilitas anak usia dini tunanetra melalui permainan petak umpet yang dimodifikasi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2361–2372. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4172
Hidayat, A., & Suharto, A. W. B. (2022). Landasan filsafat pendirian dan pendidikan karakter kemandirian anak yatim di lembaga kesejahteraan sosial anak. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 3979–3989. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2716
Hidayat, S., & Astuti, E. Y. (2025). Implementasi program pembelajaran keterampilan vokasional massage bagi peserta didik tunanetra. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(4), 2329–2339. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2414
Hutabarat, O. R., Sulistiyo, M., Salim, H., Simamora, A. B., Ritonga, M. R., & Bui, T. T. (2023). Dukungan sosial dan lingkungan belajar inklusif untuk pengembangan kecakapan hidup dwituna Rawinala dalam perspektif teologi Kristen. Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, 7(1), 28–44. https://doi.org/10.36972/jvow.v7i1.215
Inovasi, S., Lubis, D. S., & Rahmawati, I. (2025). Lingkungan inklusif dan pengaruhnya terhadap perkembangan sosial anak tunanetra. Jurnal Inklusi Sosial, 10(1), 25–34. https://doi.org/10.31294/jis.v10i1.2534
Katekismus Gereja Katolik. (1992). Katekismus Gereja Katolik (Edisi resmi). Obor.
Kurniati, R., Anggraini, M., & Latifah, S. (2019). Analisis keterampilan dasar anak tunanetra dalam menjaga kebersihan diri. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 3(2), 55–61. https://doi.org/10.24036/jpkk.v3i2.5561
Latif, M., & Sahrul, A. (2020). Peningkatan keberfungsian sosial penyandang disabilitas netra. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 12(1), 66–74. https://doi.org/10.15408/jps.v12i1.6674
Lubis, F. (2024). Pendidikan vokasional untuk anak disabilitas visual. Universitas Negeri Medan Press.
Marcillia, S. R., & Widodo, E. (2020). Keterkaitan ruang interaksi anak berkebutuhan khusus dengan kualitas hidup di sekolah luar biasa. Nature: National Academic Journal of Architecture, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.24252/nature.v7i1a1
Margaretha, A. (2025). Dukungan sosial guru dan orang tua pada penyandang disabilitas netra di SLB BC Multahada Rancaekek. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS, 7(2), 101–110. https://doi.org/10.23969/humanitas.v7i2.24099
Mulyani, A., Sutanto, R., & Hartati, D. (2023). Diskriminasi dan tantangan sosial anak tunanetra. Jurnal Inklusi Pendidikan, 11(3), 177–190. https://doi.org/10.21831/jip.v11i3.17719
Omnihara, A., Mulyana, T., & Sari, D. (2019). Pengaruh dukungan sosial terhadap kepercayaan diri anak tunanetra. Jurnal Psikoreligi Anak Berkebutuhan Khusus, 7(2), 113–121. https://doi.org/10.24071/jpabk.v7i2.113
Purwaka, H. (2007). Pendidikan anak berkebutuhan khusus: Perspektif perkembangan fisik dan sosial. Bumi Aksara.
Rachmawati, N. (2021). Potensi anak tunanetra dalam dunia pendidikan dan seni. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 9(4), 250–260. https://doi.org/10.24036/jipk.v9i4.25026
Rizki, A. S. M. (2025). Pemberdayaan disabilitas sensorik netra melalui rehabilitasi sosial: Studi di Panti Netra Penganthi Temanggung [Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo]. Walisongo Repository.
Rusmiati, R., & Surayah, S. (2023). Upaya berkelanjutan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi dengan metode multisensory dental education. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan, 4(2), 61–67. https://doi.org/10.33085/jpik.v4i2.5748
Sa’diyah, N. (2019). Kesadaran diri anak tunanetra sebagai citra Tuhan. Jurnal Psikoreligi, 7(2), 95–108. https://doi.org/10.24071/jpr.v7i2.9510
Safitri, A. D., Primasari, W., & Miftakhudin, M. (2026). From stigma to self-acceptance: Identity and self-worth through interpersonal communication among the visually disabled. TOPLAMA, 3(2), 149–163. https://doi.org/10.61397/tla.v3i2.508
Seviarica, R., Hutagalung, E., & Tambunan, F. (2021). Pengaruh keterbatasan visual terhadap kesehatan mental anak. Jurnal Psikologi Anak dan Remaja, 5(3), 187–195. https://doi.org/10.24114/jpar.v5i3.18719
Siahaan, R., et al. (2020). Pengertian dan karakteristik anak tunanetra. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 12(1), 34–42. https://doi.org/10.21831/jplb.v12i1.3442
Sihombing, K. E. M., Berlianti, B., & Siregar, H. (2022). Upaya kesejahteraan sosial pada penyandang tunanetra di Panti Karya Hephata. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 497–503. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v1i4.1182
Sukmana, O. (2020). Program peningkatan ketrampilan bagi penyandang disabilitas netra (studi di Panti Rehabilitasi Bina Netra Malang, Jawa Timur). Sosio Konsepsia, 9(2), 132–146. https://doi.org/10.33007/ska.v9i2.1799
Susanti, R., Wulandari, N., & Prasetyo, M. (2023). Strategi pengajaran keterampilan untuk anak tunanetra. Jurnal Pendidikan Khusus, 7(2), 80–92. https://doi.org/10.21831/jpk.v7i2.8092
Umira, A. (2023). Peran lingkungan sosial dalam pembentukan citra diri anak tunanetra. Jurnal Psikologi Sosial dan Pendidikan, 6(1), 21–30. https://doi.org/10.24114/jpsp.v6i1.2130
Wadia, F. N., Citra, D. P., & Ari, P. (2025). Peran Panti Sosial Bina Netra Amal Mulia dalam mengurangi stigma kelompok rentan dan mendorong inklusi sosial bagi penyandang disabilitas [Skripsi, Universitas Bengkulu]. University of Bengkulu Scholar Repository.
Wau, Y. T., Manurung, S., & Lumbantobing, A. (2024). Dukungan sosial dalam meningkatkan interaksi anak tunanetra. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(1), 44–53. https://doi.org/10.24832/jpnk.v15i1.4453
Wibisana, B., Permata, E., & Nugroho, R. (2022). Faktor psikologis dan kualitas hidup anak tunanetra. Jurnal Psikologi Inklusif, 8(2), 90–99. https://doi.org/10.21831/jpi.v8i2.9099
Wildawati, S. (2024). Kepercayaan diri anak tunanetra dan faktor pendukungnya. Jurnal Anak dan Pendidikan Inklusif, 10(1), 40–50. https://doi.org/10.24036/japi.v10i1.4050
Yanuar, R. R. (2022). Kesehatan mental penyandang tunanetra. Jurnal Rehabilitasi Sosial, 9(3), 112–123. https://doi.org/10.31294/jrs.v9i3.11212
Yuliana, T., Rahmi, D., & Rauf, A. (2019). Penguatan karakter kemandirian anak tunanetra. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 73–85. https://doi.org/10.21831/jpk.v7i1.7385
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdi Guna Sitepu, Sarito Magdalena Sinurat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















