KONFLIK SOSIAL ANTARA NORMA MAYORITAS DAN IDENTITAS MINORITAS MUSLIM DALAM NOVEL LANGIT GORYEO KARYA BERLIANA KIMBERLY: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i4.15744Keywords:
Konflik Sosial, Identitas Muslim Minoritas, Norma Mayoritas, Pierre Bourdieu, Sosiologi SastraAbstract
ABSTRACT
Social conflict between majority norms and Muslim minority identity in literary works can reveal how individual beliefs encounter dominant social rules. This study analyzes the representation of such conflict and the relationship between habitus, field, capital, and symbolic power in shaping the position of characters in Berliana Kimberly’s novel Langit Goryeo. The study employs a qualitative descriptive approach, using the novel as the data source and collecting data in the form of words, phrases, sentences, dialogues, and narratives related to social conflict and identity negotiation. Data were collected through documentation and note-taking, while the analysis involved data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. Analysis of six main data units revealed four prominent forms of conflict: tensions surrounding religious practices in social interactions, restrictions on interactions based on religious beliefs, family conflict concerning marital choices, and clashes over values related to family and descendants. Conflict emerges when the character’s religious habitus encounters a social field governed by different norms, while support from the Muslim community serves as social capital for maintaining identity. Identity negotiation occurs through rejecting practices that contradict religious beliefs, adjusting to social relationships, and participating in the Muslim community. These findings are limited to the social representation constructed within a single novel.
ABSTRACT
Konflik sosial antara norma mayoritas dan identitas minoritas Muslim dalam karya sastra dapat memperlihatkan bagaimana keyakinan individu berhadapan dengan aturan sosial yang dominan. Penelitian ini menganalisis representasi konflik tersebut serta hubungan antara habitus, arena, modal, dan kekuasaan simbolik yang membentuk posisi tokoh dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa novel dan data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, serta narasi yang berkaitan dengan konflik sosial dan negosiasi identitas. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan, sedangkan analisis mencakup reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian terhadap enam data utama memperlihatkan empat bentuk konflik yang menonjol, yaitu pertentangan praktik keagamaan dalam pergaulan, pembatasan interaksi berdasarkan keyakinan, konflik keluarga terkait pilihan perkawinan, dan benturan nilai mengenai keluarga serta keturunan. Konflik muncul ketika habitus religius tokoh berhadapan dengan arena sosial yang menetapkan norma berbeda, sementara dukungan komunitas Muslim menjadi sumber modal sosial bagi pemertahanan identitas. Negosiasi identitas berlangsung melalui penolakan terhadap praktik yang bertentangan dengan keyakinan, penyesuaian dalam relasi sosial, dan keterlibatan dalam komunitas Muslim. Temuan ini terbatas pada representasi sosial dalam satu novel.
Downloads
References
Abdullah, U. (2026). Islam in the age of globalization: Diaspora, identity formation, and cultural negotiation. Ittesaal–Journal of Connecting Discourses, 3(1), 81–95. https://journal.ehya.com.pk/ijcd/article/view/35
Adenia, T., & Asteria, P. V. (2026). Representasi identitas gender dan seksualitas tokoh marginal dalam novel Rima Rima Tiga Jiwa karya Akasa Dwipa: Kajian teori queer. Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(2), 193–200. https://sihojurnal.com/index.php/basadya/article/view/1782
Anabel, C., Bari, N. R., Zahira, S. Z., Ummah, A., & Hesti, C. K. (2026). Multikulturalisme di ruang urban: Dinamika politik perkotaan dan peran SETARA Institute dalam kasus intoleransi terhadap minoritas agama. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora. https://journal.insyaka.ac.id/index.php/ALADALAH/article/view/2184
Assa, S. M. (2023). Negosiasi identitas tradisi Minahasa oleh pemeluk Yudaisme di Sinagoge Shaar HaShamayim Tondano. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 44–51. https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/4583
Charla, Y., Abidin, A., & Ridwan, R. (2025). Habitus, ranah, dan modal dalam novel Jemput Terbawa karya Pinto Anugrah perspektif Pierre Bourdieu. Cakrawala Indonesia, 10(2), 267–280. https://jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2362
Fariza, M. R., Rahmanto, A. N., Pawito, P., Milyane, T. M., & Rohimakumullah, M. A. A. (2026). Christian women in Aceh: The hijab as a site of identity negotiation. Social Identities, 32(1), 62–78. https://doi.org/10.1080/13504630.2025.2532487
Febriansyah, R., & Hariry, S. (2025). Peran agama dalam pembentukan identitas diri remaja Muslim: Tinjauan psikologi agama. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(03), 1631–1641. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/896
Islamiyah, L. N., & Rosyidi, M. A. (2025). Eksistensi Muslim di Thailand Selatan: Strategi dan dinamika Muslim dalam negara mayoritas Budha. Jurnal Penelitian Agama, 26(2), 179–196. https://doi.org/10.24090/jpa.v26i2.2025.pp179-196
Julianah, N., Wardah, S., Das, H., & Sumarna, D. (2026). Dinamika identitas dan relasi kekuasaan dalam masyarakat multikultural. Juragan: Jurnal Ragam Pengembangan dan Penelitian, 3(3), 1763–1773. https://doi.org/10.62710/tzw73s02
Kumara, F. I., Pratiwi, K. D., Kamilah, K. N. I., Aziz, K. A., Saputri, M. D., Jannah, M., ... & Suryadinata, T. A. (2026). Pengakuan hak minoritas dan relasi sosial: Analisis stigma dan diskriminasi terhadap penghayat kepercayaan di wilayah Solo Raya. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(4), 3044–3060. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/10010
Lelono, M. (2024). Dari logika dominasi menuju logika advokasi: Kekerasan simbolik dalam wacana kewargaan di Indonesia. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 11(2), 102–119. https://doi.org/10.33550/sd.v11i2.436
Mackey, C. D., & Rios, K. (2023). Identity centrality, social identity threat, and differences in concealment between religious minorities and nonreligious individuals. The International Journal for the Psychology of Religion, 33(1), 52–68. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10508619.2022.2064110
Makmur, F. P., Yusuf, Y., & Rosaliza, M. (2026). Pendirian gereja tanpa izin dalam pergumulan kontestasi sosial: Kajian perspektif teori habitus Pierre Bourdieu. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 14(1).
https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/1817
Munandar, A., & Susanti, E. (2025). Politik identitas dalam masyarakat multikultural: (Studi kasus politik sosial di Indonesia). Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(1), 1–14. https://ejournal.lli.or.id/index.php/JIPSH/article/view/20
Nabillah, A. S. (2026). Ekoteologi dan habitus religius: Kajian teoretis atas transformasi nilai lingkungan dalam dakwah Islam. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1284–1294. https://doi.org/10.59944/amorti.v5i3.1367
Nurainiyah, Z., Yusriah, A., Mujahidin, A., Raziq, H. N., & Fadhil, A. (2026). Islamophobia dan tantangan identitas Muslim: Refleksi sejarah dan realita kontemporer. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 584–592. https://journal.al-afif.org/index.php/al-ilmiya/article/view/1529
Purnomo, S. H., Rahmaulidayani, A. R., & Supriyanto, T. (2026). Bentuk simbolik kekerasan Garuda Putih dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata (Kajian sosiologi sastra Pierre Bourdieu). Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 8(2), 407–419. https://newjournal.unindra.ac.id/index.php/vhdkv/article/view/107
Purwaningsih, P., Yulianti, S., Cesaria, D. L., & Kaniah, K. (2023). Pengabaian hak-hak kewarganegaraan kelompok minoritas dan kegagalan demokrasi dalam novel Maryam karya Okky Madasari. Aksara, 35(2), 264–276. https://aksara.kemendikdasmen.go.id/index.php/aksara/article/view/1233/0
Rahman, F., Asirah, A., Saputra, N., & Yuzar, E. (2025). Language, power and identity: Deciphering language hegemony through Bourdieu's symbolic power. LITERATUR: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 7(1), 85–111. https://journal.uinsuna.ac.id/index.php/literatur/article/view/6176
Roni, M. (2025). Being a Muslim minority in Samosir: Resilience, identity, and coexistence under Christian majority dominance. At-Tafkir, 18(1), 37–52. https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/10345
Setiawan, J., Fathurohman, I., & Hidayati, N. A. (2024). Nilai moral dan konflik sosial dalam naskah drama “Kocak-Kacik” karya Arifin C Noer: Kajian sosiologi sastra. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 317–331. https://doi.org/10.31943/bi.v9i1.643
Wijaya, N. A., Ainusyamsi, F. Y., & Rohanda, R. (2025). Representasi konflik sosial dalam film Omar 2013 karya Hany Abu-Assad (Sosiologi sastra). JIBS: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 12(1), 22–39.
https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JIBS/article/view/11493
Yudha, G., Fitri, T. A., & Arini, I. (2022). Politik identitas etnis dan representasi praktek kekuasaan simbolis dalam harmonisasi antar etnis. Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 18(1), 77–96.
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/article/view/12902
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Etik Dwi Maharti, M. Ridlwan, Suher Suher

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














