SOSIALISASI EKONOMI KREATIF “PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN BAKU KACANG-KACANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WATU LANUR
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v5i1.5570Keywords:
Warga Desa, Sosialisasi, Kacang-Kacangan, TempeAbstract
ABSTRACT
The community of Watu Lanur village, like many rural communities in Indonesia, faces various challenges, particularly a lack of knowledge and skills in utilizing local resources such as legumes to increase their economic value. This condition requires cognitive stimulation and behavioral change, as well as support from external parties to help them create added value from agricultural products To achieve this goal, students from the Manggarai Student Association (IMAPELMA) of Ende Regency, through the Student Service Camp (KKBM) program, came to provide knowledge and skills training through a socialization activity on making tempeh from non-soybean legumes. Another aim of this student-led initiative was to improve community welfare so that their financial needs could be met more effectively, while also instilling a spirit of creativity and innovation toward self-reliance. The method used in the socialization began with a dialogue with the villagers and a pre-test before the training. After that, the students conducted a training session on how to make tempeh using legumes cultivated by the villagers themselves. At the end of the activity, a post-test was given to assess the villagers’ understanding and commitment to utilizing local resources, as well as to measure the growth of their creativity and innovation in line with their increasing knowledge and skills. Although it was their first time learning to make tempeh from non-soybean legumes, the villagers successfully produced it and showed a notable improvement in understanding compared to before the training.
ABSTRAK
Masyarakat desa Watu Lanur, seperti halnya masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya, menghadapi berbagai persoalan, terutama kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola potensi lokal seperti kacang-kacangan agar memiliki nilai ekonomis. Kondisi ini membutuhkan stimulasi kognitif dan perubahan perilaku, serta dukungan dari pihak luar untuk membantu mereka menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian. Untuk memenuhi tujuan itu, mahasiswa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Manggarai (IMAPELMA) Kabupaten Ende dalam kegiatan Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) hadir untuk memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Tempe berbahan baku kacang nonkedelai. Adapun tujuan lain dari kegiatan mahasiswa dalam sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan secara finansial kebutuhannya dapat terpenuhi dengan baik. Juga menanamkan jiwa kreatif, dan inovatif menuju kemandirian. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini, diawali dialog kepada masyarakat desa dan melakukan test diawal sebelum sosialsiasi. Setelah itu, memberikan pelatihan pembuatan tempe dari kacang-kacangan yang dihasilkan sendiri oleh warga desa. Pada akhir kegiatan sosialisasi, warga desa diberikan test untuk mengetahui sejauhmana mereka paham dan komit untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungannya dan kreativitas, serta inovasinya berkembang seiring dengan maju dan berkembangnya pengetahuan dan keterampilan yang mampu mereka tampilkan. Meskipun baru pertama kali mereka belajar membuat tempe dari kacang-kacangan selain kedele, namun mereka berhasil membuatnya secara sempurna, dan pemahamannya juga ada perubahan yang lebih baik dari sebelum dilakukan sosialisasi.
Downloads
References
Achmad, A., Karto, A., & Asril, A. (2024). Small business empowerment strategy in the agricultural sector through digital entrepreneurship. Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Desa, 12(1), 45–60.
Easterly, W. (2006). The White Man’s Burden: Why the West’s Efforts to Aid the Rest
Jamaludin, A., Wandari, T., Erliana, R., Nurzakiya, A., & Ervandha, M. (2024). Pendidikan multidisiplin dan sosialisasi untuk pengembangan masyarakat di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 1225–1234. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2458
Kotler, P., & Lee, N. (2009). Up and Out of Poverty: The Social Marketing Solution. Upper Saddle River: Pearson.
Manshur, A., Minarti, S., & Indriana, N. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata edukasi dan rekreasi Kampung Nelayan. Mafaza: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat, 1(1), 44-51.
Permana, A. C., Sasmito, C., & Gunawan, C. I. (2023). Implementasi pemberdayaan masyarakat dalam program Keluarga Harapan untuk memutus rantai kemiskinan di Kota Malang. Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 10(2), 105–120. https://doi.org/10.52166/madani.v10i2.1054
Purnomo, S., & Purwandari, S. (2025). A comprehensive micro, small, and medium enterprise empowerment model: Integrating entrepreneurship training, market access strengthening, and stakeholder synergy in rural economies. Journal of Rural Economic Development, 5(1), 15–32.
Qomariah, N. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pengembangan “ Soft Skill Pembuatan Krupuk Samiler” Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Pengabdian kepada masyarakat IPTEKS. U?iversit?s Muhamadiyah Jember.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations. New York: Free Press.
Sachs, J. D. (2005). The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time. New York: Penguin.
Santosa, R., Wahyuni, P. R., Hamzah, A., & Hermanto, B. (2024). Pengembangan produk agribisnis unggulan berbasis kearifan lokal di Desa Batuputih Laok. Karya Nyata: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(2), 223–237. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v1i2.223
Subekti, R., Camellia, F., Rahmawati, A., Damayanti, E., Putra, F. R. A., Siringoringo, J. H., ... & Huda, Y. N. (2022). Inovasi Produk Pangan Berbasis Komoditas Lokal Unggulan Desa Ngaringan Berupa Produk Nugget Kedelai. Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 378-392.
Sukesi, T. W., Irjayanti, A., Dyah Hapsari, S., & Efendi, A. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan ekonomi dengan memanfaatkan kearifan lokal: studi di Gedangsari, Gunungkidul. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 635–647. https://doi.org/10.12928/jp.v3i1.635 journal2.uad.ac.id
UNDP. (2019). Human Development Report 2019. New York: UNDP.
Wahyudi, A., Rifa’î, A. B., & Sanusi, I. (2024). Peran pemberdayaan masyarakat melalui LPPM dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.15575/tamkin.v9i1.24357
Wibowo, A. (2020). Analisis Pengembangan Desa Wisata Melalui Kearifan Lokal Guna Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi di Desa Wisata Kandri Gunungpati Semarang). Universitas Islam Negeri Walisongo.
World Bank. (2020). World Development Report 2020: Trading for Development in the Age of Global Value Chains. Washington, DC: World Bank.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













