PENYULUHAN GIZI SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA IBU-IBU DI DESA GEDANGAN KABUPATEN MALANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v6i2.14902Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Edukasi Gizi, Gaya Hidup, Pengetahuan, Penyuluhan KesehatanAbstract
ABSTRACT
Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase in Indonesia and is associated with unhealthy lifestyles, such as unbalanced diets and insufficient physical activity. Nutrition education is a promotive and preventive effort to support T2DM prevention. This community service activity aimed to improve participants’ knowledge of the importance of healthy nutrition through an educational session using lectures supported by PowerPoint (PPT), booklets, and leaflets. The activity involved 66 participants and employed a one-group pretest-posttest design without a control group. Knowledge was measured using questionnaires before and after the session, while lifestyle was assessed based on physical activity, dietary habits, rest patterns, and smoking history. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Wilcoxon signed-rank test. The results showed that the mean knowledge score increased from 65.30 (SD 7.12) at pretest to 95.15 (SD 5.04) at posttest, with p < 0.001. Most participants had adequate physical activity (92.4%); however, 53.0% had poor dietary habits and 51.5% had insufficient rest. The analysis of the relationship between lifestyle and knowledge scores involved 62 participants because data from four participants could not be matched across instruments. The results showed no statistically significant relationship, either before or after the educational session (p > 0.05). The activity demonstrated an increase in knowledge following the educational session; however, the absence of a control group limits conclusions regarding the effect of the intervention. Continued nutrition education and dietary improvement support are needed to promote T2DM prevention.
ABSTRAK
Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Edukasi gizi menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk mendukung pencegahan DM tipe 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya gizi sehat melalui penyuluhan dengan metode ceramah berbantuan PowerPoint (PPT), booklet, dan leaflet. Kegiatan melibatkan 66 peserta dengan rancangan one-group pretest-posttest tanpa kelompok pembanding. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, sedangkan gaya hidup dinilai berdasarkan aktivitas fisik, pola makan, kebiasaan istirahat, dan riwayat merokok. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Wilcoxon signed-rank test. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65,30 (SD 7,12) saat pretest menjadi 95,15 (SD 5,04) saat posttest, dengan p < 0,001. Sebagian besar peserta memiliki aktivitas fisik cukup (92,4%), tetapi masih menunjukkan pola makan tidak baik (53,0%) dan kebiasaan istirahat tidak cukup (51,5%). Analisis hubungan gaya hidup dengan skor pengetahuan dilakukan pada 62 peserta karena data empat peserta tidak dapat dipadankan antar instrumen. Hasilnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik, baik sebelum maupun sesudah penyuluhan (p > 0,05). Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan, tetapi desain tanpa kelompok kontrol membatasi kesimpulan mengenai pengaruh penyuluhan. Keberlanjutan edukasi gizi dan pendampingan perbaikan pola makan diperlukan untuk mendukung pencegahan DM tipe 2.
Downloads
References
Astutisari, I. D. A. E. C., Darmini, A. A. A. Y., & Wulandari, I. A. P. (2022). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Manggis I. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(2), 79–87. https://ejournal.itekes-bali.ac.id/index.php/jrkn/article/view/350
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5539/
Fairuz, A. M., & Herdhianta, D. (2024). Media e-booklet pola makan gizi seimbang terhadap pengetahuan remaja sebagai upaya pencegahan diabetes tipe 2. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 5(1), 42–49. https://doi.org/10.34011/jks.v5i1.2505
Hidayah, M., & Sopiyandi. (2018). Efektifitas penggunaan media edukasi buku saku dan leaflet terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di puskesmas. Pontianak Nutrition Journal, 1(2), 66–69. https://doi.org/10.30602/pnj.v1i2.290
International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). https://diabetesatlas.org/resources/previous-editions/
Juniar, V., Rajab, W., & Safrudin, S. (2025). Faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Jatiwarna dalam perspektif promosi kesehatan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 13(1), 41–49. https://doi.org/10.32922/jkp.v13i1.1126
Lestari, M., Usman, H., Elvieta, Fatiyani, Ernita, & Wahyuni, Y. F. (2026). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus melalui program edukasi dan pemeriksaan kesehatan di Desa Tingkem Kecamatan Nisam. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 1–10. https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JPPM/article/view/1800
Maimunah, S. (2020). Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tawun. e-Journal Cakra Medika, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.55313/ojs.v7i1.51
Murtiningsih, M. K., Pandelaki, K., & Sedli, B. P. (2021). Gaya hidup sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe 2. e-CliniC, 9(2), 328–333. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i2.32852
Nurhidayanti, N., Yuniarti, Y., Supadi, J., Ambarwati, R., & Jaelani, M. (2023). Media e-booklet dapat berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap untuk pencegahan DM tipe 2 pada remaja. Jurnal Riset Gizi, 11(2), 127–132. https://doi.org/10.31983/jrg.v11i2.10674
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2024. Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Pramesona, B. A., Kurniawan, B., Iqbal, M., Triyandi, R., Sesunan, D. S. A., Puspitasari, L., Budyantara, R., Situmorang, C. M., Syajidah, K. A., Nurmalasari, S., … Amalia, S. P. (2025). Pencegahan diabetes mellitus tipe 2 pada masyarakat perkotaan dengan promosi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung. JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 6(3), 158–166. https://doi.org/10.55314/jcoment.v6i3.1034
Puspitasari, M., Rahmah, S. R., & Marchelina, S. (2025). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap pemahaman penyakit diabetes melitus dan faktor risikonya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, 5(2), 63–67. https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v5i2.5866.
Putri, E. A., Anisa, R., & Sulistyowati, E. (2020). Perbedaan tingkat pengetahuan dan pola perilaku pencegahan diabetes melitus tipe 2 setelah penyuluhan pola aktivitas fisik pada pendidik dan tenaga kependidikan perguruan tinggi di Malang. Jurnal Kesehatan Islam: Islamic Health Journal, 8(2), 56–65. https://doi.org/10.33474/jki.v8i2.8873
Romauli. (2014). Pengaruh gaya hidup terhadap kejadian hipertensi di RSUD Dr. H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi tahun 2014 [Tesis, Universitas Sumatera Utara].
Santika, E. F. (2024a, July 26). Diabetes tipe 2 paling banyak diderita orang Indonesia pada 2023. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/66a322ac66f68/diabetes-tipe-2-paling-banyak-diderita-orang-indonesia-pada-2023
Santika, E. F. (2024b, July 5). Prevalensi diabetes Indonesia naik jadi 11,7% pada 2023. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/8a95a31a9cb29b4/prevalensi-diabetes-indonesia-naik-jadi-117-pada-2023
Sari, E. P., Baringbing, E. P., & Afrina, Y. (2025). Pengaruh pemberian promosi kesehatan tentang pencegahan diabetes melitus melalui model small group discussion (SGD) terhadap peningkatan pengetahuan pada remaja di Kelas XI SMA Negeri 10 Petuk Katimpun Kota Palangka Raya. Jurnal Surya Medika (JSM), 11(1), 53–61. https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/9678
Silalahi, L. (2019). Hubungan pengetahuan dan tindakan pencegahan diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 7(2), 223–232. https://doi.org/10.20473/jpk.v7.i2.2019.223-232
Subhan, W. A. P. P., Harahap, M. W., Masdipa, A., Daeng Kanang, I. L., & Arifuddin Karim, A. M. A. (2025). Peran pola makan dan aktivitas fisik dalam pengendalian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Bara Baraya Makassar. Jurnal Kedokteran Mulawarman, 12(2). https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JKM/article/view/20091
Tunny, R., & Kaluku, K. (2025). Nutrition education for diabetes mellitus prevention. Jurnal Pela Gandong, 2(1), 42–47. https://www.jurnalpoltekkesmaluku.com/JPG/article/view/657
World Health Organization. (2016). Global report on diabetes. https://www.who.int/publications/i/item/9789241565257
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











