PEMAHAMAN TENTANG BUDAYA KEPESANTRENAN TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI KEHIDUPAN MASYARAKAT

Authors

  • Yunda Setiani Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah
  • Mu’minatul Musyarofah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah
  • Semi Semi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah
  • Ilyas Rozak Hanafi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v5i3.7614

Keywords:

Budaya Kepesantrenan, Perubahan Sosial, Nilai Keislaman

Abstract

ABSTRACT

Pesantren culture is a manifestation of Islamic values that grow within the pesantren environment and strongly influence the social life of the surrounding community. This study aims to understand the influence of this culture on changes in the social, moral, educational, and spiritual dimensions of society. The method used in this research is a literature study by analyzing various scholarly sources, such as books, journal articles, and relevant documents that discuss the relationship between pesantren and the community. The findings show that pesantren culture, characterized by the values of sincerity, independence, simplicity, and discipline, plays an important role in shaping a society that is religious, morally upright, tolerant, and resilient in facing the changes of the times. This culture also contributes significantly to promoting sustainable social transformation and strengthening community values rooted in spirituality. Thus, pesantren functions not only as a religious educational institution but also as an agent of social and moral change in holistic community development. The analysis indicates that pesantren culture has a crucial role in responding to changes in the social, moral, educational, and spiritual dimensions of society. These values not only preserve Islamic identity but also encourage adaptation to modern challenges such as globalization and technology. Pesantren continues to serve as a change agent that shapes a tolerant, resilient, and morally virtuous society. However, challenges such as resistance to innovation and limited resources need to be addressed through stronger policy support. Therefore, strengthening pesantren culture becomes essential for building a holistic and harmonious society in the global era.

ABSTRAK

Budaya kepesantrenan merupakan manifestasi nilai-nilai keislaman yang tumbuh di lingkungan pesantren dan berpengaruh kuat terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan memahami pengaruh budaya tersebut terhadap perubahan dimensi sosial, moral, pendidikan, dan spiritual masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen relevan yang membahas keterkaitan antara pesantren dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kepesantrenan, yang ditandai nilai keikhlasan, kemandirian, kesederhanaan, dan kedisiplinan, berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, toleran, dan tangguh menghadapi perubahan zaman. Budaya ini juga berkontribusi signifikan mendorong transformasi sosial berkelanjutan serta memperkuat nilai kemasyarakatan berbasis spiritualitas. Dengan demikian, pesantren berfungsi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan moral dalam pembangunan masyarakat secara holistik. Analisis menunjukkan bahwa budaya pesantren berperan krusial dalam merespons perubahan dimensi sosial, moral, pendidikan, dan spiritual masyarakat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya mempertahankan identitas keislaman, tetapi juga mendorong adaptasi terhadap tantangan modern seperti globalisasi dan teknologi. Pesantren berfungsi sebagai agen perubahan berkelanjutan yang membentuk masyarakat toleran, tangguh, dan berakhlak mulia. Meski demikian, resistensi terhadap inovasi dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui dukungan kebijakan. Dengan demikian, penguatan budaya pesantren menjadi kunci bagi pembangunan masyarakat yang holistik dan harmonis di era global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Af’idah, I. N., & Nisfa, N. L. (2024). Pesantren graduates and social mobility in the global era. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 6(1), 81–94. https://doi.org/10.35878/santri.v6i1.1694

Al-Attas, S. M. N. (2016). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.

Amongjati, S. A., Kolopaking, L. M., & Saharuddin, S. (2019). Pesantren’s Social Innovation in Driving Agriculture and Social Change in Village. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 7(2), 159-166. https://doi.org/10.22500/sodality.v7i2.26221

Badan Pusat Statistik. (2023, 20 Juli). Statistik Migrasi Indonesia?Hasil Long Form Sensus Penduduk?2020. https://www.bps.go.id/id/publication/2023/07/20/97c956dd7ff3ece924911115/statistik-migrasi-indonesia-hasil-long-form-sensus-penduduk-2020.html

Badi’ah, S., Salim, L., & Syahputra, M. C. (2021). Pesantren dan perubahan sosial pada era digital [Pesantren and social transformation in the digital era]. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 21(2), 349–364. https://doi.org/10.24042/ajsk.v21i2.10244

Budiwiranto, B. (2019). Modernization and Pesantren Based Community Development in Indonesia. Jawi, 2(1). https://doi.org/10.24042/jw.v2i1.5885

Dataloka. (2025, 7 Oktober). Jumlah Pondok Pesantren di Indonesia 2025 Capai 42.391, Didominasi Jawa Barat. https://dataloka.id/humaniora/5007/jumlah-pondok-pesantren-di-indonesia-2025-capai-42-391-didominasi-jawa-barat/

Fananie, H.?B., & Purnama, T.?S. (2023). Pesantren sebagai benteng peradaban Islam Indonesia. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2(1), 1–10. https://jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/kaffah/article/view/519

Fauzi, A., Suheri, & Fermadi, B. (2023). Habitualization of pesantren values as social capital in building moderate Islamic education. Cendekia, 22(1). https://doi.org/10.21154/cendekia.v22i1.9387

Hartanto, R., Priyanto, C., & Mustamik, K. (2025). Pesantren dan perubahan sosial (Pesantren and Social Change). Tsaqofah, 5(2), 1577–1586. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i2.4876

Isbah, F. (2019). How is social capital converted to be economic capital? A case study from pesantren’s socio economic projects. Al-Izzah, 14(1). https://doi.org/10.31332/ai.v14i1.1240

Katadata. (2024, 30 Januari). Penetrasi Internet Indonesia Capai 78% pada 2023, Rekor Tertinggi Baru. https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/87d49c70d8f7fd2/penetrasi-internet-indonesia-capai-78-pada-2023-rekor-tertinggi-baru

Malik, A., Sudrajat, A., & Hanum, F. (2017). Kultur pendidikan pesantren dan radikalisme. Jurnal Pembangunan Pendidikan, 4(2), 103–114. https://doi.org/10.21831/jppfa.v4i2.11279

Mas’udi, A. T. (2024). The Evolution of Pesantren Education: Continuity and Change amid Modernization. Journal of Pesantren and Diniyah Studies, 1(2), 211-218. https://doi.org/10.63245/jpds.v1i2.23

Munawaroh, N., Ijudin, I., Ainissyifa, H., & Fatonah, N. (2022). Revitalization of socio-cultural values in pesantren. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 683–696. https://doi.org/10.30868/ei.v11i02.4438

Muspawi, M. (2018). K.H. Hasyim Asy’ari: The Reformer of Islamic Education of East Jawa. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 147 163. https://doi.org/10.14421/jpi.2018.71.147 163

Muttaqin, A. I. (2023). Institutional adaptation of Islamic boarding schools in Indonesia: Balancing tradition and modern education. Al Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(3). https://doi.org/10.33650/al tanzim.v9i3.11585

Pratama, A. P., Mudzakkir, M., & Fauzi, A. M. (2025). Religious social literacy among UNESA’s students with pesantren backgrounds. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 14(1), 35–48. https://doi.org/10.21831/dimensia.v14i1.76333

Rahayu, P., & Ghrafiza, A. B. (2024). Pesantren Culture in Building Generations and Nations. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 5(1), 73-84. https://doi.org/10.35878/santri.v5i1.988

Rosidin, & Umeirsyah. (2022). Pola transformasi sosial santri melalui peace education di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. Istighna, 8(1). https://doi.org/10.33853/istighna.v8i1.788

Safariningsih, R. T. H., & Hafifuddin. (2023). Online learning di pondok pesantren saat COVID-19: Systematic literature review. Tadbir Muwahhid, 7(1), 47–59. https://doi.org/10.30997/jtm.v7i1.7198

Saiin, A., Armita, P., & Rizki, M. (2020). Contribution of pesantren to prevent social conflict. Millah, 20(1). https://doi.org/10.20885/millah.vol20.iss1.art4

Setiawati, R., Mubasit, M., Mawardi, M., & Cahyadi, A. (2023). Pesantren And Its Function in Improving The Worship Of The Village Community. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 16(1), 91-110. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v16i1.16183

Sutomo, S., Musnandar, A., & Alzitawi, D. U. D. (2024). Religious-sociocultural networks and social capital enhancement in pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1). https://doi.org/10.15575/jpi.v10i1.19997

Suyadi. (2020). Pendidikan Islam dalam Arus Revolusi Industri 4.0. Yogyakarta: K-Media.

Tahira, N., Sari, K. A., Asmawati, A. Z., & Fajriani, S. W. (2025). Social capital in Islamic community-based pesantren. Priviet Social Sciences Journal, 5(10), 184–193. https://doi.org/10.55942/pssj.v5i10.706

Downloads

Published

2025-11-23

How to Cite

Setiani, Y., Musyarofah, M., Semi, S., & Hanafi, I. R. (2025). PEMAHAMAN TENTANG BUDAYA KEPESANTRENAN TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI KEHIDUPAN MASYARAKAT. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 5(3), 382-392. https://doi.org/10.51878/academia.v5i3.7614

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)