PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG ISU WALI JADAB DI INDONESIA

Authors

  • Najib Alfidin Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah
  • Febri Aprizal Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah
  • Asriati Asriati Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah
  • Ilyas Rozak Hanafi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kalirejo Lampung Tengah

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v5i3.7427

Keywords:

Wali Jadab, Tasawuf, Persepsi Masyarakat, Literasi Keagamaan, Fenomena Sosial

Abstract

ABSTRACT

The phenomenon of wali jadab is an intriguing issue in Islamic studies in Indonesia as it generates various perceptions within society. This term refers to a figure believed to possess a high level of spiritual closeness to Allah SWT., yet displays behavior that deviates from common social norms. This study aims to analyze public perceptions of the wali jadab phenomenon and the factors influencing these perceptions through a library research method. The research stages include identifying the main problems and keywords such as wali jadab, Sufism, and public perception. Subsequently, data were collected from various sources, including classical and contemporary books, scholarly journal articles, and previous relevant studies. The collected data were then critically reviewed and analyzed through qualitative content analysis to identify patterns of community views and influencing factors. The results indicate three dominant perspectives: acceptance as a symbol of high spirituality, rejection for being considered deviant from Islamic law, and ambivalence that respects but doubts the legitimacy of sainthood. The influencing factors include the level of religious education, the role of digital media, and local Sufi traditions. Therefore, strengthening religious literacy and fostering constructive theological dialogue are essential in understanding this phenomenon.

ABSTRAK

Fenomena wali jadab merupakan isu menarik dalam kajian Islam di Indonesia karena memunculkan berbagai persepsi di kalangan masyarakat. Istilah ini merujuk pada sosok yang diyakini memiliki kedekatan spiritual tinggi dengan Allah SWT., namun menunjukkan perilaku yang tidak lazim menurut norma sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan masyarakat terhadap fenomena wali jadab serta faktor-faktor yang memengaruhinya melalui metode studi pustaka (library research). Tahapan penelitian dimulai dari identifikasi masalah dan penentuan kata kunci seperti wali jadab, tasawuf, dan persepsi masyarakat. Selanjutnya dilakukan penelusuran dan pengumpulan data dari berbagai sumber literatur, meliputi buku klasik dan kontemporer, artikel jurnal ilmiah, serta hasil penelitian relevan. Setelah itu, dilakukan kritik sumber dan analisis isi (content analysis) secara kualitatif untuk mengidentifikasi pola pandangan masyarakat serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil kajian menunjukkan tiga bentuk pandangan utama, yaitu penerimaan sebagai simbol spiritualitas tinggi, penolakan karena dianggap menyimpang dari syariat, dan ambivalensi yang menghormati namun meragukan legitimasi kewalian. Faktor yang memengaruhi persepsi tersebut meliputi tingkat pendidikan agama, pengaruh media digital, dan tradisi sufistik lokal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keagamaan dan dialog teologis yang konstruktif dalam memahami fenomena ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, N. (2023). Wali majdzub dalam perspektif masyarakat Pasuruan: Studi fenomenologis (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya). https://digilib.uinsa.ac.id/62011/2/Afifah_N_Wali_Majdzub.pdf

Aisy, R. (2023). Makna ziarah ke makam wali bagi masyarakat [Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya]. UIN Sunan Ampel Surabaya. https://digilib.uinsa.ac.id/

Aminulloh, I. N. (2024). Wali majdzub dalam konstruksi sosial masyarakat [Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang]. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. https://etheses.uin-malang.ac.id/

Asmaran. (2018). Membaca fenomena ziarah wali di Indonesia: Memahami tradisi tabarruk dan tawassul. Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 17(2), 177–192. https://doi.org/10.18592/al-banjari.v17i2.2128

Basid, A., & Maula, S. (2022). Wali majdzub dalam Al-Qur’an: Sebuah tinjauan sufistik. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 7(1), 57–68. https://doi.org/10.30868/at.v7i01.2441

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1991). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Penguin Books.

Brilliant, I., Rodafi, D., & Jannah, S. (2025). Islamic legal communication in the determination of wali adhal: A comparative study of Indonesia and Morocco. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 10(1), 255–276. https://doi.org/10.18326/inject.v10i1.4442

Chand, M. (2025). Tradisi ziarah kubur dalam masyarakat Indonesia. Jurnal Teknologi Informasi, 6(1), 44–55. https://ejournal.example.ac.id/

Candra, M., Sinaulan, R., Al Hasan, F., & Ramadhan, J. (2023). The religious court trial of wali adhal cases in the Indonesian legal system: A legal analysis. Jurnal Hukum dan Peradilan, 12(1), 77–96. https://doi.org/10.25216/jhp.12.1.2023.77-96

Da’i, M. (2024). Konsep kewalian dalam perspektif ilmu kalam dan tasawuf [Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang]. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. https://digilib.uin-malang.ac.id/

Eriyanto. (2015). Analisis isi: Metodologi untuk penelitian komunikasi, media, dan ilmu sosial lainnya. Prenadamedia Group.

Hakim, A., & Zakiah, N. (2016). Wali dan karamah Amang Gaga di Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Studia Insania, 4(2), 65–80. https://doi.org/10.18592/jsi.v4i2.1127

Ibrahim, M. R. (2016). Persepsi masyarakat tentang makam raja dan wali Gorontalo. El-Harakah, 18(1), 15–34. https://doi.org/10.18860/el.v18i1.3417

Kamila, Z. (2023). Persepsi masyarakat terhadap praktik ziarah kubur makam Syekh Ibrahim Mufti [Skripsi, UIN Suska Riau]. UIN Suska Riau. https://repository.uin-suska.ac.id/

Karomi, K., Majid, M. K., & Prayogo, T. I. (2022). Konstruksi Makna Sosial dalam Tradisi Keagamaan di Makam Ageng Muhammad Besari, Tegalsari, Ponorogo. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 17(1), 1–15.

https://doi.org/10.24042/al-adyan.v17i1.11487

Khosiah, N. (2020). Tradisi ziarah wali dalam membangun dimensi spiritual masyarakat. Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman, 4(1), 28–41. https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v4i1.63

Latif, M., & Usman, M. I. (2021). Fenomena Ziarah Makam Wali Dalam Masyarakat Mandar. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 19(2), 247–263.

https://doi.org/10.18592/khazanah.v19i2.4975

Ma’rufi, M. A. (2024). Pandangan masyarakat Dieng terhadap kewalian Mbah Fanani dalam tinjauan sufistik (Skripsi). UIN Sunan Kalijaga. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/66544

Maulida, A. (2024). Kontestasi eksistensi wali majdzub dalam Al-Qur’an (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda). Retrieved from https://repository.uinsi.ac.id/

Nisa, U., Mufida, S., & Salsyabyla, I. N. (2023). Fenomena?ziarah wali Semangka: Studi etnografis masyarakat Banjar terhadap penyandang disabilitas. In Proceedings of The Indonesian Conference on Disability Studies and Inclusive Education (Vol.?3). https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/icodie/article/view/1229

Nurhayati, A. (2022). Persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur pada makam Pallipa di Parepare (Skripsi, IAIN Parepare). Retrieved from http://repo.iainpare.ac.id/

Pradana, A. (2025). The influence of wali pilgrimage tourism on almsgiving in East Java. Penamas, 38(1), 112–128. https://doi.org/10.31330/penamas.v38i1.1769

Pratama, D. (2024). Pro-kontra wali dalam wacana digital Muslim muda: Analisis Twitter/X (Prosiding). Retrieved from https://conference.uin-press.ac.id/

Rahmadi, A. (2024). Tradisi ziarah makam keramat Habib Abdullah bin Ali Al-Haddad. Pelita: Jurnal Keagamaan, 10(1), 55–67. Retrieved from https://ejournal.example.ac.id /

Rohwati, S., &?Hamdani. (2025). The dynamics of power and prosperity: An interdisciplinary study of saint pilgrimage in Indonesia. KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, 33(1), 215–240. https://doi.org/10.19105/karsa.v33i1.19422

Roifah, M. (2023). Mitos dan ritual di balik tradisi ziarah wali: Studi kasus di makam Syaikhona Kholil Bangkalan. PARAFRASE?: Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan, 23(1), 24–35. https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1.7909

Rosfiyanti, N., Wahidin, N., & Hannase, M. (2024). The Transformation of Urban Tasawuf in Indonesia: Cybermedia and the Emergence of Digital Religion. Jurnal Pemikiran Islam, 4(2), 117–128.

https://doi.org/10.22373/jpi.v4i2.24073

Rusydi, M., Hanief, F., & Anbiya, A. Z. (2023). Wali in the perspective of ulama and the people of Kampung Dalam Pagar Martapura. Al-Banjari, 22(2), 109–120. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/al-banjari/article/download/11270/3703/31675

Sunardi, A. (2018). Mysticism and rationality in Javanese culture. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 3(2), 129–142. https://doi.org/10.18784/analisa.v3i2.689

Umilati, F., et al. (2024). Saint of South Kalimantan: Banjar people’s pilgrimage to the tomb of Sheikh Nafis Idris al-Banjari. JSAM: Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 19(2), 77–88. https://doi.org/10.23971/jsam.v19i2.7522

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2025-11-24

How to Cite

Alfidin, N., Aprizal, F., Asriati, A., & Hanafi, I. R. (2025). PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG ISU WALI JADAB DI INDONESIA. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 5(3), 393-403. https://doi.org/10.51878/academia.v5i3.7427

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)