STRATEGI GURU DALAM MENGATASI PERILAKU PENGUCILAN TEMAN SEBAYA UNTUK MEMBANGUN LINGKUNGAN BELAJAR YANG EMPATIK: STUDI KASUS
DOI:
https://doi.org/10.51878/teacher.v6i3.14142Keywords:
Pengucilan Teman Sebaya, Strategi Guru, Lingkungan Belajar Empatik, Sekolah DasarAbstract
ABSTRACT
This study was motivated by the continued occurrence of peer exclusion among first-grade elementary school students, which may hinder socio-emotional development, reduce participation in learning, and limit the development of an empathetic and inclusive learning environment. The study aimed to describe teachers’ strategies for addressing peer exclusion in order to foster an empathetic learning environment in Grade I at SD Negeri 071078 Hiliweto Gido. A qualitative approach with a case study design was employed. The research informants consisted of three Grade I teachers and one principal selected through purposive sampling. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed interactively and validated through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers implemented heterogeneous learning groups, rotation of group members, individual assistance, cooperative games, habituation of helping and respectful behaviors, and collaboration with the principal and parents to address peer exclusion. These strategies supported more positive social interactions, expanded students’ opportunities to participate in learning, and fostered empathy and cooperation in the classroom. The findings suggest that teacher strategies integrated with cooperative learning and character education can support the development of an inclusive, safe, and socio-emotionally oriented learning environment for students in lower elementary grades.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku pengucilan teman sebaya pada peserta didik kelas I sekolah dasar yang berpotensi menghambat perkembangan sosial-emosional, menurunkan partisipasi belajar, serta mengurangi terciptanya lingkungan belajar yang empatik dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi perilaku pengucilan teman sebaya untuk membangun lingkungan belajar yang empatik di kelas I SD Negeri 071078 Hiliweto Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis case study. Informan penelitian terdiri atas tiga guru kelas I dan satu kepala sekolah yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembentukan kelompok belajar heterogen, rotasi anggota kelompok, pendampingan individual, permainan kooperatif, pembiasaan perilaku saling membantu dan menghargai, serta kolaborasi dengan kepala sekolah dan orang tua dalam menangani perilaku pengucilan. Berbagai strategi tersebut mendukung terbentuknya interaksi sosial yang lebih positif, memperluas kesempatan peserta didik untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, serta menumbuhkan sikap empati dan kerja sama di kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi guru yang terintegrasi dengan pembelajaran kooperatif dan penguatan pendidikan karakter dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan berorientasi pada perkembangan sosial-emosional peserta didik di kelas rendah sekolah dasar.
Downloads
References
An, J., Choi, S., & Lim, J. H. (2025). Peer relationship instructions in inclusive educational settings in Korea: A meta-analysis. Asia Pacific Education Review, 26(2), 429–443. https://link.springer.com/article/10.1007/s12564-024-09971-4
Anam, S. (2023). Inklusi sosial dan pendidikan multikultural dalam pendidikan Islam. Istifkar: Media Transformasi Pendidikan, 3(1), 89–105. https://doi.org/10.62509/ji.v3i1.76
Andriani, M., Wulandari, F., Putri, N. F., Fisal, N. A. Z., & Amsari, D. (2026). Analisis perkembangan emosional siswa sekolah dasar: Studi observasi di kelas III SD Negeri 13 Kuranji Padang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 232–246. https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/15567
Anisah, A. S., Sapriya, Hakam, K. A., & Syaodih, E. (2021). Perkembangan sosial, emosi, moral anak dan implikasinya terhadap pembentukan sikap sosial siswa sekolah dasar. JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 1(1), 69–80. https://doi.org/10.51574/judikdas.v1i1.262
Aziz, A., Sofa, A. R., Bukhori, I., & Arifin, M. Z. (2026). Pendekatan kolaboratif Think-Pair-Share untuk meningkatkan kesadaran empati dan nilai keislaman pada anak usia sekolah dasar Negeri Sumberbulu I Probolinggo. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 10(2), 1113–1127. https://www.jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/view/6457
Faizin, M. (2025). Penanaman nilai toleransi dan empati sejak dini melalui bimbingan sosial teknik Circle Time di sekolah dasar: Kajian systematic literature review. Tarunateach: Journal of Elementary School, 3(2), 79–92. https://doi.org/10.54298/tarunateach.v3i2.644
Fauziah, Fitriani, I., Alwi, N., & Syam, S. (2025). Urgensi kecerdasan emosional (Emotional Intelligence) dalam pembentukan karakter peserta didik pada jenjang sekolah dasar: Tinjauan teoritis dan implikasinya dalam praktik pendidikan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(4), 11. https://doi.org/10.47134/pgsd.v2i4.1569
Hanipah, A. D., Amalia, T. N., & Setiabudi, D. I. (2022). Urgensi lingkungan belajar yang kondusif dalam mendorong siswa belajar aktif. Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(1), 41–51. https://doi.org/10.51903/education.v2i1.148
Hasegawa, M. (2023). The judgments and emotion attributions in peer exclusion situations among fourth, sixth, and eighth graders in Japan. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(7). https://doi.org/10.3390/ijerph20075306
Langelaan, B. N., Gaikhorst, L., Smets, W., & Oostdam, R. J. (2024). Differentiating instruction: Understanding the key elements for successful teacher preparation and development. Teaching and Teacher Education, 140, 1–14. https://research.hva.nl/en/publications/differentiating-instruction-understanding-the-key-elements-for-su/
Lena, M. S., Sartono, S., Malta, J. F. Y., & Mega Silvia Herini, M. S. H. (2023). Pengaruh teman sebaya terhadap perilaku siswa sekolah dasar. Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal, 1(2), 74–76. https://doi.org/10.57185/mutiara.v1i2.11
Luthviyani, I. R. (2022). Penguatan karakter disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(2), 403. https://doi.org/10.20961/jkc.v10i2.65662
Nurhayati, N., Betrin, H. P., Aswar, M. H. A., Tumangger, P. R., Khylla, R., Assyfa, S. F., & Taufiq, Z. A. (2025). Analisis etika pergaulan pertemanan di kalangan anak sekolah dasar. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 6524–6528. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i2.48293
Purwulan, H. (2024). Kajian perkembangan kognitif dan psikologi anak pada tingkat sekolah dasar kelas rendah. Jurnal Jendela Pendidikan, 4(4), 375–382. https://doi.org/10.57008/jjp.v4i04.995
Putri, Z. P. N., & Firmansyah, W. (2025). Peran dan strategi guru dalam membentuk karakter kerja keras siswa di sekolah dasar. Karimah Tauhid, 4(8), 6006–6018. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.20249
Rahmah, M. F., & Mashudi, E. A. (2024). Upaya guru dalam menangani perilaku anti sosial pada anak usia dini. Journal of Early Childhood and Character Education, 4(2), 149–170. https://doi.org/10.21580/joecce.v4i2.19554
Ramadhanti, S. L., Konjin, H. C. T., Wadud, A. J., Nadlir, N., & Wakhidah, N. (2025). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Journal of Instructional and Development Researches, 5(2), 192–201. https://doi.org/10.53621/jider.v5i2.452
Ray, S. N., & Suriani, A. (2025). Peran guru dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah dasar (SD). Journal Central Publisher, 2(6), 2162–2165. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i6.459
Saimun, S., & Hanafi, H. (2026). Pengaruh bimbingan strategi coping religius guru dan pola asuh orang tua terhadap perilaku prososial siswa di era modern. Consilium: Education and Counseling Journal, 6(1), 316–329. https://doi.org/10.36841/consilium.v6i1.8078
Saroyan, J. S. (2021). Developing a supportive peer environment: Engaging students through cooperative skills in the classroom. Advances in Developmental and Educational Psychology, 3(1), 81–89. https://doi.org/10.25082/adep.2021.01.001
Silviana, N. A., & Sufiyanto, I. M. (2024). Strategi guru untuk mengatasi bullying dan kekerasan pada tingkat sekolah dasar. Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.52185/abuyavol2iss1y2024390
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














