PERBEDAAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL TIPE HOTS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DENGAN PBL BERBASIS DEEP LEARNING
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v6i3.12352Keywords:
HOTS, Problem Based Learning (PBL), Deep LearningAbstract
The ability to solve Higher Order Thinking Skills (HOTS) problems is a critical competency that needs to be developed in 21st-century mathematics education. However, real-world evidence indicates that most students still struggle with solving HOTS problems, particularly in the areas of analysis (C4), evaluation (C5), and creation (C6). This study aims to determine the differences in HOTS problem-solving abilities between students using the Problem-Based Learning (PBL) model and those using the deep learning-based PBL model among 10th-grade students at Al-Islam 1 High School in Surakarta during the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method and a posttest-only nonequivalent groups design. The study population consisted of 267 students, with a sample of 42 students selected using cluster random sampling, comprising Class X.2 as Experimental Group 1 (PBL) and Class X.5 as Experimental Group 2 (deep learning-based PBL). The research instrument consisted of HOTS-type essay questions that had undergone validity and reliability tests with a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.880. Data analysis utilized the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s Test for homogeneity, and an independent samples t-test for hypothesis testing using IBM SPSS Statistics version 25. The results showed a significant difference in HOTS problem-solving ability between the two classes, with a significance level of 0.040 < α = 0.05. The average score for the deep learning-based PBL class (80.29) was higher than that of the standard PBL class (72.52), indicating that the deep learning-based PBL model is more effective in enhancing students’ ability to solve HOTS-type problems.
ABSTRAK
Kemampuan penyelesaian soal tipe Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal HOTS, khususnya pada indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penyelesaian soal tipe HOTS antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL berbasis deep learning pada siswa kelas X SMA Al-Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain posttest-only nonequivalent groups design. Populasi penelitian berjumlah 267 siswa, dengan sampel sebanyak 42 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, terdiri atas kelas X.2 sebagai kelas eksperimen 1 (PBL) dan kelas X.5 sebagai kelas eksperimen 2 (PBL berbasis deep learning). Instrumen penelitian berupa soal uraian bertipe HOTS yang telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas dengan koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,880. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis independen sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penyelesaian soal HOTS kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,040 < α = 0,05. Rata-rata nilai kelas PBL berbasis deep learning (80,29) lebih tinggi dibandingkan kelas PBL (72,52), sehingga model PBL berbasis deep learning terbukti lebih unggul dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian soal tipe HOTS siswa.
Downloads
References
Agusta, E. S. (2020). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui model pembelajaran berbasis HOTS. JRPMS (Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah), 4(2), 59–68. https://doi.org/10.21009/jrpms.042.09
Annawa, M. A., Faridah, A., Putra, N. D., Fachri, K. A., & Silvi, I. (2025). Pengaruh model problem-based learning berpendekatan deep learning terhadap higher order thinking skills dan motivasi belajar siswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 412–428. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.36555
Arikunto, S. (2018). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (R. Damayanti, Ed.; Edisi ke-3). PT Bumi Aksara.
Azizah, N., & Wardani, H. (2024). Analisis pembelajaran matematika dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka di SMP Negeri 8 Medan. Journal on Education, 6(4), 21371–21378. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.6017
Bariroh, A. (2025). Pengaruh pendekatan deep learning melalui model problem based learning terhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Amaliyatu Tadris (AMYTA), 3(2), 133–156.
Chrismanto Purba, & Rina Ananta Sumawardani Sitepu. (2025). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP kelas VIII. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 1697–1702. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.706
Efendi, R., Siswanto, D. H., & Saputra, S. A. (2025). Deep learning approach to teaching multiplication concepts using coin media: Classroom action research elementary school. Jurnal Padamu Negeri, 2(2), 87–97. https://doi.org/10.69714/xaewmx28
Fifani, N. A., Safrizal, S., & Fadriati, F. (2023). Analisis kesulitan guru dalam penerapan kurikulum merdeka di SD Kota Batusangkar. Pendas Mahakam: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 8(1), 19–27. https://doi.org/10.24903/pm.v8i1.1216
Fikriani, T., & Nurva, M. S. (2020). Analisis kemampuan pemecahan masalah siswa SMP kelas IX dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS). AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 11(2), 252–266. https://doi.org/10.26877/aks.v11i2.6132
Hamidah, A. N., Nursehah, U., & Wijaya, S. (2025). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe problem based learning (PBL) terhadap higher order thinking skills (HOTS) peserta didik sekolah dasar. Jurnal Krakatau: Indonesian Journal of Multidisciplinary Journals, 3(1), 59–68.
Handayani, E. S., Fernando, F., Gaspersz, S., Ridwan, Ahmadin, & Kusumarini, E. (2025). Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dalam meningkatkan efektivitas kurikulum berdampak di sekolah. Jurnal Edu Research, 6(2), 1522–1535. https://doi.org/10.47827/jer.v6i2.975
Hasruddin, Harahap, F., & Mahmud. (2016). Pengembangan perangkat pembelajaran mikrobiologi berbasis kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. Prosiding Seminar Nasional XIII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2016, 13(1), 509–514.
Hutagalung, M. T., Siagian, A. F., & Saragih, S. T. (2023). Pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada subtema sumber energi. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(2), 438–444. https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i02.3058
Kholid, I., Basyari, M. M. A., Saman, Nurhadi, & Mulhat. (2025). Menumbuhkan pemahaman konseptual matematika melalui deep learning: Sebuah kajian sistematika literatur. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(4), 1494–1506. https://doi.org/10.30605/pedagogy.v10i4.7108
Lasari, Y. L., & Annisa, A. (2020). Manajemen kelas Islami kurikulum 2013 dalam pembentukan karakter peserta didik kelas VI SD di era 4.0. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 5(2), 127–137. https://doi.org/10.34125/kp.v5i2.521
Nurkamiden, F., Pomalato, S. W. D., & Zakiyah, S. (2025). Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw pada materi perbandingan. Research in the Mathematical and Natural Sciences, 4(1), 16–22. https://doi.org/10.55657/rmns.v4i1.191
Putri, R., Syahnam, S., Kurnia, H., Indah, M., & Fierna, M. (2024). Penerapan deep learning dalam pendidikan di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan Generasi Pancasila, 2(2), 97–102.
Silitonga, H. R. (2024). Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP Negeri 16 Medan. Journal of Student Research, 2(2), 56–66. https://doi.org/10.55606/jsr.v2i2.2777
Siswanto, D. H., Susetyawati, M. M. E., & Fitriana, E. (2025). Pengaruh pendekatan deep learning terhadap kemampuan berpikir kritis murid pada materi matriks berkonteks perjalanan wisata. Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika, 3(1), 26–34.
Sucipto, Sukri, M., Patras, Y. E., & Novita, L. (2024). Tantangan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar: Systematic literature review. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(1), 105–116. https://doi.org/10.20961/jkc.v12i1.84353
Umami, R., & Rusdi, M. (2021). Pengembangan instrumen tes untuk mengukur Higher Order Thinking Skills (HOTS) berorientasi Programme for International Student Assessment (PISA) pada peserta didik. JP3M: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika, 7(1), 57–68. https://doi.org/10.37058/jp3m.v7i1.2069
Wibowo, A., Bisri, M., Dewi, E. R., & Astuti, W. (2024). Miskonsepsi mahasiswa pendidikan guru madrasah ibtidaiyah tentang Higher Order Thinking Skill (HOTS). Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 361–371.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















