PENGARUH METODE BERCERITA BERBASIS BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL PESERTA DIDIK HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN

Authors

  • Arini Rizkia Abdul Ikram Universitas PGRI Yogyakarta
  • Yulian Agus Suminar Universitas PGRI Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.12584

Keywords:

Bermain Peran, Komunikasi Verbal, Hambatan Intelektual Ringan

Abstract

Verbal communication skills are an important aspect for students with mild intellectual disabilities because they support participation in learning activities and social interactions. However, studies specifically integrating storytelling and role-playing methods to develop verbal communication skills among students with mild intellectual disabilities remain limited. This study aimed to examine changes in the verbal communication skills of students with mild intellectual disabilities after participating in learning activities using a role-play-based storytelling method. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants consisted of five eighth-grade students at SMPLB Insan Tiara Bangsa Special School, selected using saturated sampling. Data were collected through oral tests, observation, and documentation and were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed Rank Test with SPSS 27. The results showed that the mean verbal communication score increased from 63.60 on the pretest to 96.00 on the posttest. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded Z = -2.023 and p = 0.043, indicating a difference in students’ verbal communication skills before and after the implementation of the role-play-based storytelling method. All participants demonstrated improved verbal communication skills following the intervention. In practical terms, the role-play-based storytelling method has the potential to serve as an interactive and contextual learning alternative to support the verbal communication skills of students with mild intellectual disabilities. However, the generalizability of the findings is limited because the study involved only five students and did not include a control group.

ABSTRAK

Kemampuan komunikasi verbal merupakan aspek penting bagi peserta didik dengan hambatan intelektual ringan karena mendukung keterlibatan dalam pembelajaran dan interaksi sosial. Namun, penelitian yang secara khusus mengintegrasikan metode bercerita dengan bermain peran untuk mengembangkan kemampuan komunikasi verbal pada peserta didik dengan hambatan intelektual ringan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan komunikasi verbal peserta didik dengan hambatan intelektual ringan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode bercerita berbasis bermain peran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas lima peserta didik kelas VIII SMPLB di SLB Insan Tiara Bangsa yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui tes lisan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Wilcoxon Signed Rank Test dengan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata kemampuan komunikasi verbal meningkat dari 63,60 pada pretest menjadi 96,00 pada posttest. Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -2,023 dan p = 0,043, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan komunikasi verbal peserta didik sebelum dan sesudah penerapan metode bercerita berbasis bermain peran. Seluruh peserta didik menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi verbal setelah mengikuti intervensi. Secara praktis, metode bercerita berbasis bermain peran berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang interaktif dan kontekstual untuk mendukung komunikasi verbal peserta didik dengan hambatan intelektual ringan. Namun, generalisasi temuan terbatas karena penelitian hanya melibatkan lima peserta didik dan tidak menggunakan kelompok kontrol.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, L. M. N., Nastiti, I. F., Widayanti, F. D., & Komariyah, S. (2025). Penerapan teknik role playing untuk meningkatkan pemahaman karakter tokoh dan nilai moral dalam pembelajaran novel. Secondary: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 5(2), 102–112. https://doi.org/10.51878/secondary.v5i2.5394

Fadiana, M., & Rosalina, C. D. (2020). Peningkatan rasa percaya diri siswa tunagrahita melalui pembelajaran terintegrasi semiotik dengan media buku pop up. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 373–383. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v4i2.3940

Hamama, S., & Nurseha, M. A. (2023). Memahami komunikasi verbal dalam interaksi manusia. Jurnal Selasar KPI: Referensi Media Komunikasi dan Dakwah, 3(2), 136–143. https://ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/selasar/id/article/view/1887

Hsb, S. P., Yusniah, & Mantondang, M. A. (2024). Analisis pola komunikasi interpersonal guru dengan siswa dalam membentuk kemandirian siswa tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB C Karya Tulus). Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 5(2), 1879–1892. https://doi.org/10.35870/jimik.v5i2.826

Khadijah, K., Nasution, D. A., Maisarah, M., & Ritonga, A. A. (2022). Pengaruh permainan terompah terhadap motorik kasar, bahasa, dan sosial-emosional anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4026–4038. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.1762

Koyimah, & Sidik, S. A. (2022). Metode role playing untuk meningkatkan kemampuan interaksi anak tunagrahita. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(4), 1582–1588. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i4.3996

Martias, L. D. (2021). Statistika deskriptif sebagai kumpulan informasi. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(1), 40–59. https://doi.org/10.14421/fhrs.2021.161.40-59

Napitupulu, M. B., Malau, J. G., Damanik, C. T., Simanjuntak, S. N., & Widiastuti, M. (2022). Psikologi kepada anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 1(4), 1–23. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/94

Pradisty, N. (2024). Karakteristik dan pendidikan inklusi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Edukatif, 2(1), 18–23. https://doi.org/10.65311/je.v2i1.462

Priyatama, I. M. D., & Ridwansyah, R. (2022). Klasifikasi anak berkebutuhan khusus tunagrahita menggunakan metode algoritma C4.5. Paradigma: Jurnal Komputer dan Informatika, 24(1), 90–95. https://doi.org/10.31294/paradigma.v24i1.1087

Rahmah, M. F., & Nasution, S. (2024). The effect of role playing model on students' communication skills in elementary school. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 8(3), 32–40. https://doi.org/10.30651/else.v8i3.23870

Silvani, D., Solina, E., & Syafitri, R. (2022). Peran orang tua dalam membentuk rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus di Tanjungpinang Timur. JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 217–226. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i2.61

Saodi, S., Musi, M. A., Manggau, A., & Noviani, N. (2022). Metode storytelling dengan musik instrumental untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan berbicara anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 163–172. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1196

Sunardi. (2023). Efektivitas model bermain peran terhadap keterampilan bercerita siswa sekolah dasar. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 87–107. https://doi.org/10.24246/j.js.2023.v13.i1.p87-107

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Abdul Ikram, A. R., & Agus Suminar, Y. (2026). PENGARUH METODE BERCERITA BERBASIS BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL PESERTA DIDIK HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN . LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(4), 4669–4680. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.12584

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.