REPRESENTASI ISU LINGKUNGAN DALAM CERPEN KORAN INDONESIA TAHUN 2023-2025: KAJIAN EKOKRITIK GREG GARRARD
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i4.15992Keywords:
Cerpen Koran, Ekokritik, Greg Garrard, Krisis Ekologis, Sastra LingkunganAbstract
This study unravels the articulation of environmental crises in 13 Indonesian newspaper short stories published between 2023 and 2025 through Greg Garrard’s ecocriticism framework. The study aims to describe and analyze the representation of ecological issues based on the tropes of pollution, wilderness, apocalypse, and animals, in order to deconstruct anthropocentric perspectives in literature. The corpus was selected using purposive sampling based on inclusion criteria regarding the sufficiency of contemporary environmental crisis discourses in national and regional print media. Utilizing a descriptive qualitative approach with note-taking techniques and descriptive-interpretive analysis, 28 textual data units were identified, demonstrating the dominance of the apocalypse category with 10 data units (35.7%) manifesting in floods, landslides, abrasion, and extreme droughts. The pollution category comprises 7 data units (25.0%) representing haze exposure and industrial residues, wilderness accounts for 5 data units (17.9%) related to deforestation and forest exploitation, while animals includes 4 data units (14.3%) regarding habitat fragmentation and threats of species extinction. In addition, 2 data units (7.1%) emerged as additional findings depicting mangrove restoration efforts and indigenous area protection. These findings reinforce the position of newspaper short stories as reflective spaces that potentially foster public ecological awareness, while simultaneously enriching the integration of fiction into Indonesian language pedagogy.
Kajian ini membongkar artikulasi krisis lingkungan hidup dalam 13 cerpen koran Indonesia terbitan 2023–2025 melalui pisau analisis ecocriticism Greg Garrard. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan membedah representasi isu-isu ekologis berbasis kerangka pollution, wilderness, apocalypse, dan animals, guna meruntuhkan cara pandang antroposentrisme dalam sastra. Korpus dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi kecukupan wacana krisis alam kontemporer pada media cetak nasional dan regional. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis teknik simak-catat serta analisis deskriptif-interpretatif, teridentifikasi 28 unit data tekstual yang memperlihatkan dominasi kategori apocalypse sebanyak 10 data (35,7%) berupa manifestasi banjir, longsor, abrasi, dan kekeringan ekstrem. Kategori pollution hadir melalui 7 data (25,0%) berupa paparan kabut asap dan residu industri, wilderness mencakup 5 data (17,9%) terkait deforestasi serta eksploitasi hutan, sedangkan animals memuat 4 data (14,3%) mengenai fragmentasi habitat dan ancaman kepunahan satwa. Di samping itu, terungkap 2 data (7,1%) temuan tambahan berupa gerakan restorasi bakau dan proteksi kawasan adat. Temuan ini mempertegas posisi cerpen koran sebagai ruang reflektif yang berpotensi menumbuhkan kesadaran ekologis publik, sekaligus memperkaya pemanfaatan fiksi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Downloads
References
Anugrah, I., & Adiwinata, A. (2025). Interconnection of human and enviromental degradation in Tere Liye's novel Hujan: A literary ecocriticism. Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(3), 215–220.
https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/564
Arisa, A., & Rahmi, N. (2024). Representation of environmental damage in Tere Liye's novel Rain (literary ecocriticism study). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 780–788. https://e-journal.my.id/onoma/article/view/3366
Arisandi, I. B., Marup, M., Padjadjaran, U., & Indonesia, U. (2025). Analisis ekokritik terhadap cerpen Kompas tahun 2023: Realitas krisis ekologi. Arif, 5(1), 34–55. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/arif/article/view/54260
Diantika, N., & Triyoga, A. I. (2026). Keterasingan manusia dari alam dalam cerpen Sumir karya Eka Kurniawan kajian: Ekokritik sastra Greg Garrard. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 10(1), 165–182. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/22230
Faizah, D. A. (2024). Representasi alam dan lingkungan pada cerita Jagapati Bumi sebagai media edukasi ekologis bagi remaja. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 433–450.
https://ejournal.uinmadura.ac.id/index.php/ghancaran/article/view/17248
Fadhilla, I., Aminullah, Z. P., & Wahyunengsih, W. (2026). Human-animal relationships from the perspective of Deleuze-Guattari: Ecocriticism approach to short stories in Kompas.id. Aksara, 37(1), 77–91.
https://aksara.kemendikdasmen.go.id/index.php/aksara/article/view/4855
Hartono, B., Massaguni, M., & Furqan, A. (2025). Analisis ekokritik kumpulan puisi berjudul Krisis Ekologi: Bumi yang Merintih karya Budi Hartono. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 1472–1485. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/1647
Islamiah, K. T., & Saryono, D. (2023). Representasi alam dalam novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari: Kajian ekokritik sastra Greg Garrard. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(10), 1450–1461. https://doi.org/10.17977/um064v3i102023p1450-1461
Jainuddin, N. (2023). Dampak deforestasi terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem. [Nama jurnal tidak dicantumkan pada sumber yang diberikan], 1(2), 131–140. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/6238674
Karlina, E. M. (2025). Ekokritisisme dalam cerpen kontemporer Indonesia: Menelusuri jejak sastra hijau. PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(2), 241–254. https://www.putrapublisher.org/index.php/pijar/article/view/851
Kasanova, R., Rudiyanto, M., Lestari, S., & Sumaryanti, L. (2026). Ecofeminism in Indonesian fiction: Gender, land, and resistance in the era of environmental degradation. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 145–166. https://ejournal.uinmadura.ac.id/index.php/ghancaran/article/view/21618
Khasanah, V., Rosa, H. T., Mutiara, P., Wulandari, A., Callista, G. A., & Nufus, R. F. L. (2026). Narasi krisis ekologis dan kesadaran aksi iklim dalam sastra Indonesia: Perspektif ekokritik berbasis SDGs. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(3), 579–592. https://www.diglosiaunmul.com/index.php/diglosia/article/view/1994
Kholifatin, D. L., & Shofah, N. A. (2025). Agraria dan kerusakan lingkungan dalam cerpen Pohon Durian Bobi: Perspektif ekokritik Greg Garrard. Proceedings Konasindo. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/konasindo/article/view/3787
Kusumastuti, E., & Suwandi, S. (2026). Representasi nilai ekologis pada novel Jejak Balak karya Ayu Welirang: Ekokritik perspektif Lawrence Buel. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 6(3), 3655–3668. https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/4032
Larasati, M. M. B., & Manut, A. M. (2022). Kajian ekokritik sastra: Representasi lingkungan dan alam dalam 50 cerpen tani karya E. Rokajat Asura dkk. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 715–725. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1967
Lestari, A., Hadi, S., Hermawan, A., & Sa'diyah, L. (2024). Ekokritik dalam sastra Indonesia: Kajian naskah drama “Air Mata Senja” oleh Joni Hendri. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(3). https://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm/article/view/11707
Lubis, S. E., & Lesmana, N. (2026). Ecological horror in the Anthropocene era: Representations of non-human entities in contemporary English-language climate fiction. International Journal of Global Education, Research, and Innovation in Studies (INGGERIS), 1(1), 20–29. https://gpijournal.com/index.php/inggeris/article/view/533
Nabila, Z. A., & Putri, N. Q. H. (2025). Representasi isu lingkungan dalam dongeng P5 Mengusir Mesin Raksasa karya Rama Aji: Kajian ekokritik Greg Garrard. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(2), 1580–1595. https://e-journal.my.id/onoma/article/view/5572
Nisma, N. (2025). Representasi nilai pendidikan lingkungan novel Jejak Balak karya Ayu Werilang (2023): Kajian ekokritik. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 18(1), 15–30. https://journal.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/7884
Prahasita, N. I., Asropah, A., & Umaya, N. M. (2025). Representasi lingkungan dalam cerita rakyat di Jawa Tengah. SAWERIGADING, 31(2), 349–364. https://sawerigading.kemendikdasmen.go.id/index.php/sawerigading/article/view/1332
Perea, H. R., Piedrahita, A. R., & Alzate, O. E. T. (2025). Models of environmental awareness: Exploring their nature and role in environmental education–a systematic review. Heliyon, 11(13). https://www.cell.com/heliyon/fulltext/S2405-8440(25)02065-1
Rahman, S., & Cindi, D. T. (2024). Eksploitasi alam dalam perspektif sastra: Kajian ekologi sastra novel Tiang Garam karya Royyan Julian dan implikasinya pada pendidikan literasi lingkungan. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 684–688. https://ejournal.uinmadura.ac.id/index.php/ghancaran/article/view/18166
Ramadiani, R. (2025). Relasi manusia dan lingkungan dalam sastra Indonesia: Studi literatur berbasis ekologi budaya. Jurnal Tinta, 7(2), 230–236. https://ejournal.alqolam.ac.id/index.php/jurnaltinta/article/view/1877
Rizki Putri Yunisa Khairani, R. P. Y., Putri, T., & Syahputra, E. (2022). Analisis gaya bahasa dalam cerpen yang berjudul “Banun” karya Damhuri Muhammad. [Nama jurnal tidak dicantumkan pada sumber yang diberikan], 1(3), 223–226. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/mude/article/view/2522
Rozi, R. B., & Rokib, M. (2026). Bencana ekologis dalam novel Vermilion Rain karya Kai Elian: Kajian ekokritik perspektif Greg Garrard. Sapala Hata, 13(2), 387–400. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/80007
Salsabila, A. R., Ambarwati, A., & Siswiyanti, F. (2026). Representasi ekosistem air sungai dan laut dalam novel Anak-Anak Sungai Sondong dan Layur Tetaplah Berlayar: Implikasi untuk pembelajaran Bahasa Indonesia berperspektif lingkungan. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran, 21(3). https://jim.unisma.ac.id/index.php/jp3/article/view/30177
Ulviani, M. (2026, March). Narasi alam dan keadilan iklim: Pendekatan ekokritik terhadap sastra Indonesia modern. In Proceeding Legal Symposium (Vol. 4, No. 1). https://prosiding.umy.ac.id/pls/index.php/ls/article/view/201
Usman, M. I., & Anis, N. (2025). Ecocriticism and environmental themes in 21st century fiction. Journal of Humanities Research Sustainability, 2(1), 1–11. https://research.adra.ac.id/index.php/humaniora/article/view/1926
Warman, S. (2023). Pendampingan hukum lingkungan melalui edukasi peranan perempuan sebagai agent of change. [Nama jurnal tidak dicantumkan pada sumber yang diberikan]. https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/wahana/article/view/316
Wiyatmi, W., Liliani, E., Sari, E. S., & Safei, M. (2022). Deforestation in Indonesian and Malaysian novels: When wild forests are destroyed by anthropocentricism. k@ta: A Biannual Publication on the Study of Language and Literature, 24(1), 29–39. https://kata.petra.ac.id/index.php/ing/article/view/19498
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ummu Sulaim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














