ANALISIS METAFORA PEREMPUAN DALAM RITUAL ADAT BELO TUE DI DESA ILEPADUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i4.15849Keywords:
Metafora, Perempuan, Ritual Adat, Belo TueAbstract
This study aims to describe and analyze the metaphors of women and unravel the Lamaholot cultural conceptual system reflected in the ritual utterances of the belo tue traditional ceremony in Ilepadung Village, Lewolema District, East Flores Regency. This study employed a descriptive qualitative approach based on George Lakoff and Mark Johnson's ontological conceptual metaphor theory. The data were sourced from the spoken ritual utterances of six customary elders (tua adat) selected through purposive sampling, utilizing participant observation, in-depth interviews, and audio-visual recording documentation. Data analysis was conducted through identifying metaphorical expressions, mapping source-to-target domains, and verifying validity via source and technical triangulation. The findings revealed seven ontological metaphors representing women in the belo tue ritual: (1) inawae kajo lolon, conceptualizing women as transitional entities adhering to the husband's lineage; (2) tonu wujo nole barek, symbolizing self-sacrifice for food security and domestic fertility; (3) nini meten tanah ekan, representing the cosmic mother who nurtures the earth; (4) ina jadi ama dewa, designating women as the genealogical source of ancestral lineages; (5) wata tanah gere, symbolizing the deeply rooted sustainer of generational growth; (6) sega ema sai bapa, embodying the domestic protector who executes dual family leadership roles; and (7) ina ma’u ama berkat, characterizing women as moral nurturers and life-blessing bringers.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis metafora perempuan serta mengurai sistem konseptual budaya Lamaholot yang terefleksi dalam tuturan ritual adat belo tue di Desa Ilepadung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis teori metafora konseptual ontologis George Lakoff dan Mark Johnson. Sumber data diperoleh dari tuturan lisan enam orang pemangku adat (tua adat) yang dipilih secara purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan perekaman dokumen audio-visual. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi ekspresi metaforis, pemetaan ranah sumber ke ranah sasaran, serta verifikasi keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menemukan tujuh metafora ontologis perempuan dalam tuturan ritual belo tue, yaitu (1) inawae kajo lolon yang mengonseptualisasikan perempuan sebagai entitas yang bertransisi mengikuti garis suku suami, (2) tonu wujo nole barek sebagai simbol pengorbanan pangan dan kesuburan hidup keluarga, (3) nini meten tanah ekan sebagai ibu kosmis pemelihara bumi, (4) ina jadi ama dewa sebagai asal-usul genealogi penerus keturunan suku, (5) wata tanah gere sebagai penopang pertumbuhan generasi yang berakar kokoh, (6) sega ema sai bapa sebagai pelindung domestik yang mengemban peran ganda kepemimpinan keluarga, dan (7) ina ma’u ama berkat sebagai figur perawat moral dan pembawa berkah kehidupan.
Downloads
References
Ali, G. M. (2026). Partisipasi perempuan dalam kebijakan politik (studi keterlibatan perempuan Papua di Kabupaten Sorong). SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 917–927. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10835
Anggraeni, A. E., Saleng, A., Patittingi, F., & Nur, S. S. (2024). The implementation of land banks in land procurement for public interest in Indonesia: A normative juridical analysis. Pakistan Journal of Life and Social Sciences (PJLSS), 22(2), 54–65. https://doi.org/10.57239/pjlss-2024-22.2.0054
Chaer, H., Rasyad, A., Mari, I., Hidayat, R., & Susanti, P. A. (2024). Kata "S?f?r" dalam perspektif sufi: Kajian terhadap metafora konseptual George Lakoff. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(2), 115–128. https://doi.org/10.31004/jbsp.v8i2.1240
Ernanda, E. (2023). Challenging the patriarchal culture: Feminist critical discourse analysis of the Indonesian environmental heroines. Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia, 24(1), Article 1173. https://doi.org/10.17510/wacana.v24i1.1173
Haqiya, W. S. (2025). Konsep metafora Lakoff dan Johnson dalam tayangan YouTube Pandji Pragiwaksono berjudul "Dinasti Pasti Buruk untuk Negeri". Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(3), 2700–2709. https://doi.org/10.31004/jpbs.v11i3.2140
Hertanto, Y. (2026). Rekonstruksi hak konstitusional masyarakat adat atas wilayah kelola rakyat dalam paradigma UU Cipta Kerja: Dialektika investasi dan kedaulatan ruang hidup. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1506–1515. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10444
Huberman, M. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (T. R. Rohidi, Terj.). Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Huller, K. S. (2023). Representation of Lian Namang music in the Besi Pare ritual with an ecofeminist approach. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 6(1), 114–122. https://doi.org/10.26740/vt.v6n1.p114-122
Kalauserang, E. D. (2023). The representation of mothers as bearers of culture in three short stories from Indonesia. Notion: Journal of Linguistics, Literature, and Culture, 5(1), 93–106. https://doi.org/10.12928/notion.v5i1.7644
Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metaphors we live by. The University of Chicago Press.
Latan, M. E. B., Wissang, I. O., & Pande, R. (2026). Bentuk dan makna majas personifikasi dalam novel Srimenanti karya Joko Pinurbo. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(4), 3560–3569. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15318
Lemba, V. C., Puka, A. O. B., Krismawati, I. E., & Ritan, G. O. (2021). Model pendidikan nilai budaya Lamaholot dalam ritus lodong ana’. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(1), 1–11. https://doi.org/10.21067/jmk.v6i1.5096
Lemba, V. C., Lawet, P. W., Puka, A. O. B., & Maran, K. U. (2023). Identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo. KEMBARA: Journal of Scientific Language, Literature, and Teaching, 9(1), 269–284. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i1.24302
Mboka, I. (2019). Analisis metafora pada tuturan ritual adat tau nggua di Desa Ngalukoja Kecamatan Maurole Kabupaten Ende (perspektif linguistik kebudayaan). Jurnal Lingko: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 11–18. https://doi.org/10.51878/lingko.v1i1.1205
Nabhila, N. P., Rahayu, E., Rosyidah, F., Lailiyah, K. R., & Fadhilasari, I. (2025). Analisis metafora konseptual dalam wacana sastra kontemporer. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10(4), 1293–1304. https://doi.org/10.36709/jb.v10i4.18920
Narasatriangga, A., Purwadi, P., & Dhana, I. N. (2018). Dominasi kultural figur Bunda Maria dalam ritual Semana Santa pada masyarakat Larantuka, Flores Timur. HUMANIS: Journal of Arts and Humanities, 22(4), 935–942. https://doi.org/10.24843/jh.2018.v22.i04.p14
Niswatin, N., Sudirman, S., & Mubarok, M. Z. (2022). Women’s role in nyadran as local wisdom preservation. KnE Social Sciences, 214–226. https://doi.org/10.18502/kss.v7i14.12003
Nur, R. J. (2023). Kekuatan budaya lokal: Menjelajahi 3S (sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge’) sebagai simbol kearifan lokal. MIMESIS, 4(2), 166–179. https://doi.org/10.31004/mimesis.v4i2.1450
Padama, D. A., Robot, M., & Reteg, I. N. (2025). Analisis metafora pada tuturan ritual perkawinan adat kenoto hawu di Kecamatan Sabu Tengah Desa Eimau Kabupaten Sabu Raijua. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 7–16. https://doi.org/10.23887/jjpbsi.v6i2.1890
Peduho, M. S. U. (2024). Simbolisme peran perempuan dalam adat saro badaka: Tinjauan dari hukum Islam dan budaya lokal. Journal of Gender and Children Studies, 4(1), 1–16. https://doi.org/10.31004/jgcs.v4i1.1205
Rambu, K. (2018). Ungkapan paralel dalam teks ritual kenduri etnik Manggarai: Kajian linguistik kebudayaan. Jurnal TUTUR, 4(1), 51–59. https://doi.org/10.24036/tutur.v4i1.1120
Sahroni, S. N., & Rusliana, I. (2023). Makna simbolis pada pelaksanaan tradisi ngalaksa sebagai bentuk rasa syukur (studi deskriptif tradisi ngalaksa di Kampung Cijere Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang). AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 6(1), 404–415. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v6i1.488
Sinay, S. B., Nurjaya, I. N., Koeswahyono, I., & Safa’at, M. A. (2022). Legal pluralism of spatial rights of indigenous people in arcipelagic province in Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 121(1), 12–22. https://doi.org/10.18551/rjoas.2022-01.02
Solihin, E. M. S. (2021). Pendekatan kualitatif dalam penelitian pendidikan. CV Pustaka Setia.
Sukmawan, S., & Setyowati, L. (2021). Women in Mount Tengger folklores: Their presence, position and environmental knowledge of disaster mitigation. Jurnal Humaniora, 33(2), Article 126. https://doi.org/10.22146/jh.59727
Viktorahadi, R. F. B. (2020). Peran sentral Bunda Maria dalam prosesi arak-arakan patung Tuan Ma di Larantuka (suatu ungkapan kearifan lokal dalam tradisi religius). Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 6(1), Article 128. https://doi.org/10.24235/jy.v6i1.6774
Wissang, I. O., Hakim, L., Pande, R., Susanti, R., Bawamenewi, A., Pelangi, I., & Sakti, P. (2023). Bahasa dan budaya. CV Intelektual Manifes Media.
Yesicha, C., Faruk, H. T., & Wahyono, S. B. (2023). Impact of food estate projects: An ethical and socio-cultural analysis in the Indonesian context. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 142(10), 67–72. https://doi.org/10.18551/rjoas.2023-10.08
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adeltarudis Pire Sako Tani'i, Yoakim Yolanda Mario Leu, Imelda Oliva Wissang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














