RESIPROSITAS DALAM JEJARING PAGUYUBAN TARI SUNDA DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.8122Keywords:
Resiprositas, Galih Pakuan, etnografiAbstract
This article examines the dynamics of reciprocity within the dance arts network in Bandung, focusing on the Galih Pakuan Sundanese Dance Association. As part of the creative industry subsector, this arts group requires administrative management that balances the economic needs of artists without sacrificing the essence of cultural values. This study aims to analyze the mechanisms of reciprocity in maintaining the group's existence amidst shifts in the social exchange system. A qualitative method with an ethnographic approach was used to holistically describe the cultural interactions and network structures within the group. The results indicate that the Galih Pakuan Association functions as the core of a collective creativity network that connects artists, the government, and the community. Key findings reveal that despite the increasingly dominant monetary economy, the practice of reciprocity within this association is not solely financial. The forms of exchange that occur are dominated by social reciprocity in the form of services, knowledge, and solidarity among artists, as well as collaboration with external parties. This pattern of non-financial reciprocity has proven to be a crucial element in maintaining the sustainability of the network, strengthening community ties, and preserving Sundanese dance amidst the challenges of modernizing the creative industry.
ABSTRAK
Artikel ini mengkaji dinamika resiprositas dalam jejaring kesenian tari di Kota Bandung, dengan fokus pada Paguyuban Seni Tari Sunda Galih Pakuan. Sebagai bagian dari subsektor industri kreatif, kelompok seni ini memerlukan pengelolaan administratif yang mampu menyeimbangkan kebutuhan ekonomi pelaku seni tanpa mengorbankan esensi nilai budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kerja resiprositas dalam mempertahankan eksistensi kelompok di tengah pergeseran sistem pertukaran sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk mendeskripsikan secara holistik interaksi budaya dan struktur jaringan dalam kelompok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paguyuban Galih Pakuan berfungsi sebagai inti jejaring kreativitas kolektif yang mempertemukan seniman, pemerintah, dan masyarakat. Temuan utama mengungkapkan bahwa meskipun ekonomi uang semakin dominan, praktik resiprositas di dalam paguyuban ini tidak semata-mata bersifat transaksional finansial. Bentuk pertukaran yang terjadi justru didominasi oleh resiprositas sosial berupa pertukaran jasa, pengetahuan, dan solidaritas antarseniman serta kolaborasi dengan pihak eksternal. Pola hubungan timbal balik non-finansial ini terbukti menjadi elemen krusial dalam menjaga keberlanjutan jejaring, memperkuat ikatan komunitas, serta melestarikan seni tari Sunda di tengah tantangan modernisasi industri kreatif.
Downloads
References
Ahmad, I. M., & Laksono, A. (2023). Upaya Paguyuban Budi Laras dalam pelestarian seni karawitan di Kampung Tematik Seni Budaya Jurang Blimbing Kota Semarang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.14710/endogami.6.2.1-10
Aviandy, M., Fajarwati, A. A. S., Alkatiri, Z., Yulianto, K., & Setiawan, H. (2024). Power dynamics in the arts sponsorship: Activities in Bandung and Yogyakarta during COVID-19. Humaniora, 15(1), 11. https://doi.org/10.21512/humaniora.v15i1.11164
Azizah, N., Sudirman, S., & Susamto, B. (2021). Resiprositas tradisi membalas amplop pesta pernikahan “tompangan” terhadap peningkatan kohesi sosial. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 7(1), 39. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9517
Daryanto, J., Rustopo, R., & Sunarto, B. (2021). Gendhing, King, and events: The creation of Gendhing Panembrama during Pakubuwana X. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 21(1), 23. https://doi.org/10.15294/harmonia.v21i1.29099
Ding, J., & Hong, G. (2025). Fostering loyalty and creativity: How organizational culture shapes employee commitment and innovation in South Korean firms. Behavioral Sciences, 15(4), 529. https://doi.org/10.3390/bs15040529
Fajar, R., Yuwana, S., & Trisakti. (2021). Manajemen organisasi seni pertunjukan Sanggar Baladewa Surabaya. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 114. https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.120
Gusanti, Y., Pristiati, T., & Rahmah, F. (2023). Dampak relasi kuasa pada fenomena Festival Randai di Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 258. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.37944
Hanifah, Z., Fatimah, S., & Fitrisia, A. (2024). Pemikiran filsafat postmodern dalam membangun pemerintahan yang inklusif. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 588. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.4007
Hidayah, R. A., & Kasimun, P. R. (2024). Era baru Galeri Nasional Indonesia: Menghidupkan kembali galeri di dalam kawasan cagar budaya dengan pendekatan kontekstual jukstaposisi. Stupa: Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, 6(2), 1809. https://doi.org/10.24912/stupa.v6i2.30947
Julianti, J., & Frinaldi, A. (2025). Menggali potensi inovasi budaya di lingkungan organisasi publik. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 351. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5371
Macarimbang, D. N. T. (2025). Cultural continuity and sustainability: The role of youth in preserving Meranaw traditional handicrafts. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 6661. https://doi.org/10.47772/ijriss.2025.903sedu0490
Mandarani, V., Susilo, J., Akbar, A., Prapanca, D., & Sari, R. H. (2025). “Sehari menjadi seniman” sebagai implementasi wisata edukasi seni budaya Sidoarjo. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 457. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7160
Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616
Nurmalasari, T. (2022). Developing social capital by the Gintingan tradition in Jalancagak community of Subang, West Java. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 11(2), 75. https://doi.org/10.15575/socio-politica.v11i2.21375
Pratamawati, E. W. S. D. (2021). Patterns of traditional art studio management to increase artistic passion. KnE Social Sciences, 109. https://doi.org/10.18502/kss.v5i6.9184
Putri, Y. R. A. M., & Nugroho, P. (2020). Karakteristik modal sosial pada kelompok pengrajin batik Kota Semarang. Jurnal Tataloka, 22(3), 321–330. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.3.321-330
Rafidatuddini, I., & Izzati, U. A. (2025). Budaya organisasi yayasan pendidikan: Kajian diagnostik dalam konteks organisasi pendidikan. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 395. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.5744
Renic, G. Y., Syarif, D., & Kurniasari, D. (2022). Commodification and shifting of functions in the tradition of Ngadatangkeun in Sundanese society. Temali: Jurnal Pembangunan Sosial, 5(2), 141. https://doi.org/10.15575/jt.v5i2.20455
Rizqiyah, H., Warsono, W., Jacky, M., & Nasution, N. (2021). The phenomenon of bubu tradition in the cycle of time: Portrait of reciprocity in rural Madura. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 34(4), 481–490. https://doi.org/10.20473/mkp.v34i42021.481-490
Rukmono, L. Y. W., & Jaya, A. S. (2021). Sinergi bela negara dan kemanusiaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Prodi Teknik Mesin Unhan RI di RSIA Melania Cibinong. Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 17. https://doi.org/10.34148/komatika.v1i1.352
Sidqi, M. U., Choiriyah, R. N., Mahrunisa, T. E., Nurhayati, L., Astuti, W., & Mukaromah, H. (2022). Strategi pengembangan kampung seni dan budaya Jelekong, Kabupaten Bandung. Desa-Kota, 4(2), 210–225. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v4i2.62297.210-225
Stanley, M. L., Neck, C. B., & Neck, C. P. (2023). Loyal workers are selectively and ironically targeted for exploitation. Journal of Experimental Social Psychology, 106, 104442. https://doi.org/10.1016/j.jesp.2022.104442
Suryadharma, M., Asthiti, A. N. Q., Putro, A. N. S., Rukmana, A. Y., & Mesra, R. (2023). Strategi kolaboratif dalam mendorong inovasi bisnis di industri kreatif: Kajian kualitatif pada perusahaan desain grafis. Sanskara Manajemen dan Bisnis, 1(3), 172. https://doi.org/10.58812/smb.v1i03.221
Suwandari, K., Wahyuni, S., Rahma, R. A., & Ahmad, A. (2022). Transformasi nilai-nilai tradisi Sayan sebagai upaya mempertahankan solidaritas masyarakat. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2), 162. https://doi.org/10.21831/diklus.v6i2.53233
Ulfa, R. L., Matvayodha, G., Nurhasanah, A., Sholehah, A. J., Harmen, C., Mardhatillah, D., Ardianti, G., & Parastika, Y. D. (2025). Mengangkat isu lokal dari masyarakat Suku Batin Kecamatan Tabir melalui pertunjukan seni tari di MI Darussalam Jelutung Kota Jambi. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 228. https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6691
Wulandari, R., & Lamopia, I. W. G. (2021). Transformation of cultural identity of the Okokan tradition in Kediri, Tabanan, Bali. IPTEK Journal of Proceedings Series, 7, 44. https://doi.org/10.12962/j23546026.y2020i7.9532
Yuliati, D., Rochwulaningsih, Y., Utama, M. P., Mufidah, R., Masruroh, N. N., & Sholihah, F. (2023). Using social media for preserving the Javanese traditional arts: Adaptation strategy of Sobokartti in the millenial era. Cogent Arts and Humanities, 10(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2180877














