KONSTRUKSI IDENTITAS SOSIAL DALAM FENOMENA LARI SEBAGAI GAYA HIDUP DIGITAL DI KOTA MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7854Keywords:
identitas sosial, gaya hidup digital, masyarakat urban, konsumsi simbolik, lari MakassarAbstract
The phenomenon of running among urban communities is no longer merely perceived as a physical activity to maintain health, but has transformed into a digital lifestyle filled with symbols, images, and social meanings. This study aims to analyze how urban communities in Makassar construct their social identity through running as a digital lifestyle, as well as how social media and digital culture contribute to shaping the social meaning and consumptive behavior within this phenomenon. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The informants consist of ten individuals selected through purposive sampling based on specific criteria: considering running as part of their lifestyle, running at least three times a week, actively uploading running activities on social media, frequently participating in paid running events, and intentionally choosing public running spots with street photographers. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and digital documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that running serves as a medium for self-expression and the construction of social identity through visual and symbolic representation on social media, as explained by Erving Goffman’s dramaturgical theory. Furthermore, social media and digital culture shape consumptive behavior through symbolic consumption, as proposed by Jean Baudrillard, where products, brands, and running activities function as indicators of social status. In conclusion, running in the digital era represents a complex social practice that integrates the body, technology, and consumption as a form of identity construction among Makassar’s urban society.
ABSTRAK
Fenomena olahraga lari di kalangan masyarakat urban saat ini tidak lagi sekadar dimaknai sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh, melainkan telah mengalami transformasi menjadi gaya hidup digital yang sarat dengan simbol, citra, dan makna sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat urban di Kota Makassar mengonstruksi identitas sosial melalui aktivitas lari sebagai gaya hidup digital, serta bagaimana media sosial dan budaya digital berperan dalam membentuk makna sosial dan perilaku konsumtif dalam fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah sepuluh orang yang dipilih secara purposive dengan kriteria: menjadikan lari sebagai gaya hidup, berlari minimal tiga kali seminggu, aktif mengunggah aktivitas lari di media sosial, sering mengikuti event lari berbayar, dan memilih lokasi lari yang memiliki fotografer jalanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas lari menjadi sarana ekspresi diri dan pembentukan identitas sosial melalui representasi visual dan simbolik di media sosial, sebagaimana dijelaskan oleh teori dramaturgi Erving Goffman. Selain itu, media sosial dan budaya digital membentuk perilaku konsumtif melalui konsumsi simbolik, sebagaimana dikemukakan Jean Baudrillard, di mana barang, merek, dan aktivitas lari dipahami sebagai tanda status sosial. Kesimpulannya, aktivitas lari di era digital merupakan praktik sosial kompleks yang menggabungkan tubuh, teknologi, dan konsumsi sebagai bentuk konstruksi identitas masyarakat urban Makassar.
Downloads
References
Agustina, T. P., et al. (2025). Masyarakat simulasi dan simulakra Jean Baudrillard dalam dinamika budaya konsumsi berlebihan masyarakat postmodern. An-Nas, 9(1), 108–126. https://doi.org/10.32332/annas.v9i1.10170
Aryatama, B., et al. (2024). The influence of the Strava application on the health and motivation of the running community in metro cities. Jurnal Performa Olahraga, 9(2), 66–71. https://doi.org/10.24036/jpo.383
Attabik, A. A. Z., & Nugraha, D. C. A. (2025). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat retensi pengguna aplikasi kebugaran di kalangan generasi muda: Studi kasus pada aplikasi Strava. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 9(10). https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/14605
Azhar, H. F., et al. (2025). Analisis pengalaman pengguna aplikasi “Strava: Run, Bike, Ride” terhadap pendorong perilaku berolahraga dalam upaya penerapan gaya hidup sehat. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 9(7). https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/14358
Franken, R., et al. (2022). Kudos make you run! How runners influence each other on the online social network Strava. Social Networks, 72, 151. https://doi.org/10.1016/j.socnet.2022.10.001
Geraldo, O., et al. (2025). Pengaruh life style terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas HKBP Nommensen Medan. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan, 12(1), 416–425. https://doi.org/10.51179/gov.v12i1.2987
Gunawan, C. M. C. K. D., & G., G. A. (2022). Studi fenomenologi milenial Surabaya dalam mencari informasi gaya hidup sehat menggunakan media sosial: Media sosial, milenial, atlet, non atlet, gaya hidup sehat. The Commercium, 6(1), 149–161. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/Commercium/article/view/52565
Hatapayo, B. R., et al. (2025). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi wisata pendakian Dusun Usali, Negeri Hatumete, Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1500. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7156
Husain, A. H. A. (2020). Komunikasi kesehatan dokter dan pasien berbasis kearifan lokal sipakatau di masa pandemi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(2), 126. https://doi.org/10.31315/jik.v18i2.3546
Kusumaningsih, I., et al. (2025). Pengaruh content marketing dan perceived value terhadap citra perusahaan (Studi kasus: Instagram di PT Redi). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 907. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6179
Manurung, A. Y., et al. (2025). Pelari kalcer: Antara identitas, eksistensi, dan gaya hidup. Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 4(1). https://doi.org/10.70294/jimu.v4i01.1365
Mokos, I. E. (2025). Konstruksi identitas diri remaja di media sosial: Analisis konsep dramaturgi Erving Goffman. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 638–649. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i3.3278
Myers, E. T. (2018). Facebook profile photos and Indonesian youth culture: Performing the self in the digital age. Deep Blue (University of Michigan). https://doi.org/10.7302/6671
Nuchri, A. A., & Ramadhani, N. F. (2025). Analisis kritik normatif dan fenomenologis terhadap pasar tradisional sebagai ruang publik studi kasus; Pasar Bersehati Manado. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1489. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7154
Pahalmas, J. Z., et al. (2025). Strava and the social reality of Palembang running sports in the study of Pierre Bourdieu. In 7th International Conference on Information Technology, Engineering, And Business Applications (ICIBA) And 3rd Social Science & Economic International Conference (SOSEIC 2024) (pp. 82-93). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-630-9_9
Rosida, I., et al. (2023). Flexing culture in the age of social media: From social recognition to self-satisfaction. SIMULACRA JURNAL SOSIOLOGI, 6(2), 193. https://doi.org/10.21107/sml.v6i2.20716
Sari, N., et al. (2024). Dampak media sosial terhadap gaya hidup dan identitas budaya generasi muda. DINASTI: Jurnal Sosial Dan Budaya, 1(01), 36–44. https://doi.org/10.62254/dinasti.v1i01.6
Skilbred, A., et al. (2024). Performing performance: Young aspiring athletes’ presentation of athletic identity. Frontiers in Sports and Active Living, 6. https://doi.org/10.3389/fspor.2024.1383559
Susanti, C., & Paramita, S. (2024). Pembentukan digital personal branding di media sosial akun Instagram @Chiquitalimer. Prologia, 8(1), 42–49. https://doi.org/10.24912/pr.v8i1.27774
Ulfa, R. L., et al. (2025). Mengangkat isu lokal dari masyarakat Suku Batin Kecamatan Tabir melalui pertunjukan seni tari di MI Darussalam Jelutung Kota Jambi. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 228. https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6691
Wibowo, G., et al. (2025). Citra crazy rich Indonesia di Instagram melalui prespektif structuralism Pierre Bourdieu. Jurnal Cyber PR, 5(1), 14–33. https://doi.org/10.32509/cyberpr.v5i1.3508
Wijaya, A. I., & Kurniadi, H. (2022). Impression management: Identitas dan harga diri dalam motivasi penggunaan Instagram di kalangan mahasiswa. Komunikasiana Journal of Communication Studies, 4(1), 13. https://doi.org/10.24014/kjcs.v4i1.19055














