FAKTOR EKONOMI KELUARGA PADA KEJADIAN BERAT BADAN BALITA DI DESA TIMBANG JAYA KECAMATAN BAHOROK, KABUPATEN LANGKAT
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.14742Keywords:
Faktor Ekonomi, Keluarga, Balita, Berat Badan, Status GiziAbstract
ABSTRACT
This study aims to determine the relationship between family economic factors and the incidence of toddler weight gain in Timbang Jaya Village, Bahorok Sub-district, Langkat Regency, as an effort to understand child growth dynamics based on the household ecosystem. Employing a quantitative approach with an observational analytic cross-sectional design, the field observation involved 30 mothers of toddlers aged 1–5 years who had active weighing records in the MCH/RGC Book (Buku KIA/KMS) selected through a total sampling technique. Data on financial resource availability were gathered via a structured 7-indicator questionnaire, while physical weight gain achievements were confirmed from the monthly growth monitoring charts at the Posyandu, adhering to standard growth thresholds. Hypothesis testing was analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test at a 95% confidence level (p < 0.05) to address the sample's expected frequency limitations. Measurement results revealed that the majority of families were in the good economic stratum (53.3%), yet vulnerability in food purchasing power was still experienced by economically constrained groups. Bivariate analysis demonstrated a significant association between family economic capacity and toddler weight gain achievements (p < 0.05), where children from economically limited families tended to experience weight gain constraints. These findings reinforce the importance of integrating affordable local food-based nutritional education into routine Posyandu monitoring.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor ekonomi keluarga dengan kejadian kenaikan berat badan balita di Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, sebagai upaya memahami dinamika pertumbuhan anak berbasis ekosistem rumah tangga. Menggunakan pendekatan kuantitatif berdesain analitik observasional cross-sectional, observasi lapangan melibatkan 30 ibu balita usia 1–5 tahun yang memiliki rekam penimbangan aktif pada Buku KIA/KMS melalui teknik total sampling. Data ketersediaan sumber daya finansial dihimpun via kuesioner terstruktur 7 indikator, sementara capaian pertambahan bobot fisik dikonfirmasi dari grafik pemantauan bulanan Posyandu mengacu pada ambang batas baku pertumbuhan. Pengujian hipotesis dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta uji presisi Fisher’s Exact Test pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05) guna mengatasi keterbatasan frekuensi harapan sampel. Hasil pengukuran memperlihatkan bahwa mayoritas keluarga berada pada strata ekonomi baik (53,3%), namun kerentanan daya beli pangan tetap dialami oleh kelompok ekonomi terbatas. Analisis bivariat membuktikan adanya kaitan signifikan antara kapasitas ekonomi keluarga dan capaian kenaikan berat badan balita (p < 0,05), di mana anak dari keluarga berekononi terbatas cenderung mengalami kendala pertambahan bobot. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi edukasi gizi berbasis pangan lokal terjangkau dalam pemantauan rutin Posyandu.
References
Agma, A. R. (2025). Efektivitas program Posyandu dalam meningkatkan status gizi balita di pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM), 1(1), 29–35. https://jurnal.samudrailmu.com/index.php/jkm/article/view/33
Akbar, H., & Ramli, M. (2022). Faktor sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan di Kota Kotamobagu. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(2), 200–204. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i2.2053
Aliya Nur Yasyfa, A. (2026). Kajian kehadiran balita dalam pemantauan pertumbuhan dan kenaikan berat badan di Posyandu ILP Dukuh Krikil [Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta]. https://eprints.poltekkesjogja.ac.id/22776/
Aristiyani, I. (2023). Dampak status ekonomi pada status gizi balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(2). https://doi.org/10.52020/jkwgi.v7i2.5607
Ati, Y. L., Aspatria, U., & Boeky, D. L. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Desa Baumata Timur Kabupaten Kupang tahun 2022. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 164–178. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i3.1048
Bhusal, U. P., & Sapkota, V. P. (2022). Socioeconomic and demographic correlates of child nutritional status in Nepal: An investigation of heterogeneous effects using quantile regression. Globalization and Health, 18, 42. https://doi.org/10.1186/s12992-022-00834-4
Cain, K. S., Meyer, S. C., Cummer, E., Patel, K. K., Casacchia, N. J., Montez, K., ... & Brown, C. L. (2022). Association of food insecurity with mental health outcomes in parents and children. Academic Pediatrics, 22(7), 1105–1114. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1876285922002431
Dennis, E., Manza, P., & Volkow, N. D. (2022). Socioeconomic status, BMI, and brain development in children. Translational Psychiatry, 12(1), 33. https://www.nature.com/articles/s41398-022-01779-3
Febriyani, A., Hadiyanto, H., & Makiyah, A. (2023). Hubungan status sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Desa Pasirhalang Kabupaten Sukabumi. Jurnal Keperawatan Wiyata, 4(2), 26–35. https://doi.org/10.35728/jkw.v4i2.1202
Gantini, T., Hendrawan, H., & Barkah, M. R. (2024). Hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita di Desa Bojong Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. Agritekh (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan), 4(2), 99–107. https://doi.org/10.32627/agritekh.v4i2.888
Hasibuan, I. K., & Khadijah, K. (2025). Hubungan status sosial ekonomi keluarga dan status gizi pada anak usia dini di Desa Hasahatan Julu. Jurnal Raudhah, 13(1), 69–80. https://doi.org/10.30829/raudhah.v13i1.4474
Hasna, A. (2025). Analisis ketahanan pangan rumah tangga dan hubungannya dengan status gizi anak balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1). https://oj.mjukn.org/index.php/jkm/article/view/3004
Holbala, D., Nur, M. L., & Boeky, D. L. (2022). Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap kejadian stunting. Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan, 11(2), 169–177. https://www.academia.edu/103134434/Pengaruh_Faktor_Sosial_Ekonomi_Terhadap_Kejadian_Stunting
Jamila, J., Wulandari, M. D., Natasha, V., & Sari, N. (2024). Pemantauan dan edukasi kader terhadap berat badan dan panjang badan pada bayi. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 15(1), 78–86. https://doi.org/10.26751/jikk.v15i1.2181
Laras Safira, P. (2022). Hubungan tingkat pendapatan rumah tangga dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi balita (BB/TB) di Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai [Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Riau]. https://repository.pkr.ac.id/2995/
Madiha, S. N. Z., Arief, R. Q., & Lusiana, N. (2026). Hubungan pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan (JIGK), 7(2), 65–75. https://jurnal.umus.ac.id/index.php/JIGK/article/view/1833
Nurhayani, S. (2025). Hubungan antara pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paringin Selatan tahun 2023. Jurnal Ilmu Gizi dan Kesehatan, 1(1), 28–38. https://doi.org/10.65369/vba5ps30
Oktavia, S., Apriyanti, F., & Lasepa, W. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada balita usia 12–59 bulan di Kelurahan Laksamana Wilayah Kerja Puskesmas Dumai Kota Tahun 2023. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 11026–11036. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5889
Sholikhah, A., & Dewi, R. K. (2022). Peranan protein hewani dalam mencegah stunting pada anak balita. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 6(1), 95–100. https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.12012
Tran, L. M., Nguyen, P. H., Young, M. F., Ramakrishnan, U., & Alderman, H. (2023). Home environment and nutritional status mitigate the wealth gap in child development: A longitudinal study in Vietnam. BMC Public Health, 23, 286. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15156-2
Wahyudi, K. A., & Sumedi, T. (2022). Hubungan pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, terhadap stanting pada balita umur 24–59 bulan: A literature review. Journal of Bionursing, 4(1), 63–69.
https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2979292















