MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE KATA LEMBAGA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI
DOI:
https://doi.org/10.51878/elementary.v5i4.8451Keywords:
Membaca, Permulaan, Kata LembagaAbstract
This study aims to improve early Reading skills through the “Kata Lembaga” method in Indonesian language learning. The study employed a Classroom Action Research (CAR) approach to address and resolve problems emerging in the classroom. Data were collected through observation sheets and tests. The findings indicate that teacher activity in Cyle I encompassed several aspects categorized as positive. However, in Cyle II, an improvement was observed, with teacher activity classified as very good. Regarding student activity, several aspects in Cyle I required improvement and were generally categorized as fair. In Cycle II, student activity improved significantly and reached the very good category. The use of the “Kata Lembaga” method was found to enhance students’ early Reading skills. In Cycle I, Meeting I, early Reading proficiency had not yet increased, with a percentage score of 25%. In Cycle I Meeting II, the percentage increased to 43%. In Cyle II, Meeting I, the percentage rose substantially to 81%. These findings demonstrate that the implementation of the “Kata Lembaga” learning method can effectively improve the early Reading skills of Grade 1 students at SDN 47 Dumbo Raya.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode kata lembaga pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK digunakan sebagai upaya untuk menguasai permasalahan yang muncul di dalam kelas. Data terkumpul melalui lembar observasi dan tes. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa aktivitas guru pada siklus I terdapat beberapa aspek kegiatan termasuk pada kategori baik. Tetapi pada siklus II sudah terlihat adanya peningkatan penilaian termasuk pada kategori baik sekali. Untuk hasil aktivitas siswa pada siklus I terdapat beberapa yang perlu ditingkatkan dan masih dalam kategori cukup. Akan tetapi pada siklus II meningkat menjadi lebih baik dan masuk dalam kategori baik sekali. Melalui metode kata lembaga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Pada siklus I pertemuan I belum meningkat dengan nilai presentase 25%. Pada siklus I pertemuan II meningkat dengan nilai presentase 43%. Sedangkan pada siklus II pertemuan I meningkat dengan nilai presentase 81%. Hasil ini menujukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kata lembaga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN 47 Dumbo Raya.
References
Abdurrahman. (2012). Pendidikan bagi anak kesulitan belajar. Rineka Cipta.
Andari, K. D. W. (2023). Analisis kemampuan membaca di sekolah dasar. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 10(1), 74–81. https://doi.org/10.35334/eduborneo.v10i1.4165
Ani, A. (2019). Meningkatkan kreativitas pembelajaran membaca permulaan melalui metode kata lembaga di sekolah dasar. Pedagogik: Journal of Islamic Elementary School, 2(2), 173–184. https://doi.org/10.24256/pijies.v2i2.961
Asmonah, S. (2019). Meningkatkan kemampuan membaca permulaan menggunakan model direct instruction berbantuan media kartu kata bergambar. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 29–37. https://doi.org/10.21831/jpa.v8i1.26682
Kadir, D. (2020). Upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SDN 05 Wanggarasi tahun 2014/2015 melalui media gambar. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 5(2), 93–102. http://dx.doi.org/10.37905/aksara.5.2.93-102.2019
Kustadi, C., & Sudjipto, B. (2011). Media pembelajaran manual dan digital. Ghalia Indonesia.
Muhyidin, A., Rosidin, O., & Salpariansi, E. (2018). Metode pembelajaran membaca dan menulis permulaan di kelas awal. JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 4(1), 30–42. https://doi.org/10.30870/JPSD.V4I1.2464
Nurtika, L. (2021). Strategi meningkatkan minat baca pada masa pandemi. Lutfi Gilang.
Oktavia, D., Djuanda, D., & Iswara, P. D. (2024). Pengembangan e-flashcard berbasis metode kata lembaga sebagai media pembelajaran membaca permulaan siswa sekolah dasar. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10. https://e-journal.my.id/onoma
Partikasari, R., Suryani, N. A., & Imran, R. F. (2014). Peningkatan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode bermain flash card subaca di PAUD Al-Anisa Bentiring Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Potensia, 3(4), 1–19. https://doi.org/10.24042/ajipaud.v1i2.3741
Pratiwi, S. A., & Ratnengsih, E. (2020). Pengaruh metode kata lembaga terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan anak berkesulitan belajar membaca. Jurnal Asesmen dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus, 20(1), 21–25. https://doi.org/10.17509/jassi.v20i1.29579
Pulukadang, T. W. (2021). Buku ajar pembelajaran terpadu. Ideas Publishing.
Suleman, D., Hanafi, Y. R., & Rahmat, A. (2021). Meningkatkan kemampuan siswa membaca permulaan melalui metode scramble di kelas II SDN 3 Tibawa Kabupaten Gorontalo. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(2), 713–726. http://dx.doi.org/10.37905/aksara.7.2.713-726.2021
Yulia, L., Bachtiar, M. Y., & Parwoto, P. (2023). Pengaruh metode pembelajaran kata lembaga dengan dadu kata terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun di TK Telkom Makassar. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP), 1(3), 183–189. https://doi.org/10.61116/jkip.v1i3.165
Yunita, C., Sudjoko, S., & Ulfa, M. (2021). Peningkatan kemampuan membaca permulaan menggunakan metode kata lembaga dengan bantuan media flashcard. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III (hlm. 192–198). https://jurnal.stkipkusumanegara.ac.id/index.php/semnara2020/article/view/1298
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














