PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI FONDASI ETIKA SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 3 SITOLU ORI
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15561Keywords:
Nilai-Nilai Pancasila, Etika Sosial, Pendidikan Karakter, Peserta DidikAbstract
ABSTRACT
Moral degradation among students, including declining politeness, tolerance, and social responsibility due to the influence of globalization and digitalization, highlights the need to strengthen Pancasila values as a foundation for social ethics. This study aimed to analyze the implementation, supporting and inhibiting factors, and impacts of strengthening Pancasila values on students’ social ethics at SMP Negeri 3 Sitolu Ori. The study employed a descriptive qualitative approach based on Lickona’s character education theory, encompassing moral knowing, moral feeling, and moral action, as well as value internalization theories proposed by Kohlberg, Krathwohl-Bloom-Masia, Rokeach, and Bandura. Data were collected through in-depth interviews with seven informants selected using purposive sampling, consisting of the principal, a Pancasila Education teacher, and five students, as well as participatory observation and documentation. Data were analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing, with source triangulation to ensure credibility. The findings showed that Pancasila values were strengthened through intracurricular learning, co-curricular and extracurricular activities, and school culture habituation. Supporting factors included teacher role modeling and the flexibility of the Merdeka Curriculum, while inhibiting factors included peer influence and gadget use outside school. This strengthening positively affected students’ discipline, social concern, honesty, and mutual respect, although the achievements developed gradually and varied among students. The study recommends continuous reinforcement of Pancasila value habituation and further research across different educational levels and contexts.
ABSTRAK
Degradasi moral peserta didik, seperti menurunnya sopan santun, toleransi, dan tanggung jawab sosial akibat pengaruh globalisasi dan digitalisasi, mendorong perlunya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi etika sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak penguatan nilai-nilai Pancasila terhadap etika sosial peserta didik di SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori pendidikan karakter Lickona yang mencakup moral knowing, moral feeling, dan moral action, serta teori internalisasi nilai dari Kohlberg, Krathwohl-Bloom-Masia, Rokeach, dan Bandura. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru PPKn, dan lima peserta didik, serta observasi partisipatif dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dilaksanakan melalui pembelajaran intrakurikuler, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta pembiasaan budaya sekolah. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka, sedangkan faktor penghambat berupa pengaruh pergaulan dan penggunaan gawai di luar sekolah. Penguatan tersebut berdampak positif terhadap kedisiplinan, kepedulian sosial, kejujuran, dan sikap saling menghargai, meskipun pencapaiannya bertahap dan bervariasi. Penelitian merekomendasikan penguatan pembiasaan nilai Pancasila secara berkelanjutan dan penelitian lanjutan pada jenjang serta konteks yang lebih beragam.
Downloads
References
Amsari, D., Wahyuni, E., & Fadhilaturrahmi. (2024). The social learning theory Albert Bandura for elementary school students. Jurnal Basicedu, 8(2), 1654–1662. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7247
Astutik, F. A. F., & Aziz, R. (2023). Strategi pengembangan karakter peduli sosial melalui aktivitas kelas pada siswa tingkat sekolah menengah pertama. Research and Development Journal of Education, 9(2). https://doi.org/10.30998/rdje.v9i2.16152
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/24964/
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Benu, A., Kadir, F. F. L., Nakmofa, V. O., Seda, G. M., & Pandie, S. H. (2026). Implementasi nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam pendidikan dasar sebagai wujud praksis demokrasi Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2). https://www.journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/55110
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Camilla, P., Sutomo, & Rinenggo, A. (2024). Berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ungaran Kabupaten Semarang. WASPADA: Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan, 12(2). https://ejournal.undaris.ac.id/index.php/waspada/article/view/610
Fachrudin, Y. (2024). Implementasi budaya sekolah dalam internalisasi Profil Pelajar Pancasila di SMP Daarul Qur’an Tangerang. Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 7(2), 96–109. https://ejournal.ibi.ac.id/Tarbawi/article/view/656
Febrian, R. R., & Darmawan, D. (2025). Pengaruh pendidikan karakter terhadap prestasi akademik setingkat menengah pertama. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 5(2), 1647–1666. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i2.4916
Hafidz, S. (2024). Apakah budaya sekolah mempengaruhi karakter siswa?: Kajian meta-analisis. Jurnal Ilmiah WUNY, 6(1), 42–50. https://doi.org/10.21831/jwuny.v6i1.72277
Hayati, N., & Zurianti, N. A. (2024). Implementasi pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematic (STEAM) dengan memanfaatkan media loose parts. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 100–113. https://doi.org/10.21831/jpa.v13i1.306
Hidayat, M., Rozak, R. W. A., Hakam, K. A., Kembara, M. D., & Parhan, M. (2022). Character education in Indonesia: How is it internalized and implemented in virtual learning? Jurnal Cakrawala Pendidikan, 41(1), 186–198. https://doi.org/10.21831/cp.v41i1.45920
Istiana, L. A., Sumardi, L., Dahlan, D., & Ismail, M. (2022). Penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4), 2277–2282. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4.951
Izzati, U. A., Hidayah, N., Hidayat, H., Winingsih, E., Nuryono, W., & Fitriyah, F. K. (2024). Eksplorasi tahapan perkembangan moral pada siswa sekolah menengah pertama: Pendekatan kualitatif deskriptif. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 12(4), 242–255. https://doi.org/10.29210/1132700
Kaelan, M. S. (2013). Negara kebangsaan Pancasila: Kultural, historis, filosofis, yuridis, dan aktualisasinya. Paradigma.
Kohlberg, L. (1984). The psychology of moral development: The nature and validity of moral stages. Harper & Row.
Krathwohl, D. R., Bloom, B. S., & Masia, B. B. (1964). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook II: The affective domain. David McKay.
Laia, A., Simanjuntak, H., Pasaribu, K. M. D., Pardede, L., & Siahaan, M. M. (2024). Implementasi pembelajaran berbasis pengalaman dalam membina kemandirian dan kepemimpinan siswa (Proses pengembangan karakter dalam konteks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) di SMP Adhyaksa Medan. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(5). https://doi.org/10.54373/imeij.v5i5.1943
Lickona, T. (2019). Pendidikan karakter: Panduan lengkap mendidik siswa menjadi pintar & baik. Nusamedia.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Magnis-Suseno, F. (2017). Etika dasar: Masalah-masalah pokok filsafat moral. Kanisius.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. PT Remaja Rosdakarya.
Ni’mah, U., Purbasari, I., & Setiawaty, R. (2023). Bentuk implementasi kolaborasi sekolah dan orang tua dalam menanamkan karakter Profil Pelajar Pancasila. EduBase: Journal of Basic Education, 4(2). https://jurnal.uibbc.ac.id/index.php/edubase/article/view/1102
Nurlatifa, & Sartika, L. D. (2025). Tinjauan aspek afektif dalam pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 6(2). https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v6i2.11521
Oktaviana, R., Khiftiyah, U., Yuliani, F., & Utari, W. D. (2023). Pembentukan karakter siswa dalam konteks lingkungan sekolah dan keluarga serta komunitas perspektif ekologi Bronfenbrenner. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 2(2). https://doi.org/10.51214/biis.v2i2.1433
Piaget, J. (1932). The moral judgment of the child (M. Gabain, Trans.). Kegan Paul, Trench, Trubner & Co.
Pratiwi, M. M. S., Utami, R. R., Zuliyanti, Yasin, M. H. M., & Arifin, A. A. (2025). Determining factors of prosocial behavior in adolescents in Semarang City. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 12(1), 63–74. https://doi.org/10.15575/psy.v12i1.40059
Purnama Sasi, B. S. I. (2023). Strategi guru PPKn dalam penguatan karakter sopan santun SMP perbatasan di Kabupaten Bantul. AGORA, 12(3). https://doi.org/10.21831/agora.v12i3.20156
Puspita, A., & Djuhan, M. W. (2023). Penerapan budaya 5S dalam pembelajaran IPS sebagai penguatan karakter sosial siswa. JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.21154/jiipsi.v3i1.1487
Riansyah, R., Risnawati, & Rizqa, M. (2024). Evaluasi dan pengembangan ranah afektif dalam pendidikan agama Islam. Mandalika: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa, 2(2). https://doi.org/10.59613/jipb.v2i2.40
Rifki, M., Sauri, S., Abdussalam, A., Supriadi, U., & Parid, M. (2023). Internalisasi nilai-nilai karakter melalui metode keteladanan guru di sekolah. Jurnal Basicedu, 7(1), 89–98. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4274
Rofiqi, A. (2023). Penguatan pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menuju era Society 5.0. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2). https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/58908
Rokeach, M. (1973). The nature of human values. Free Press.
Rosyidah, A. N., & Ismeirita. (2023). Analisis penggunaan media sosial dalam pembentukan karakter peserta didik (Studi kasus di SMPN 20 Bekasi). Research and Development Journal of Education, 9(1), 58–64. https://doi.org/10.30998/rdje.v9i1.13839
Utami, Y. C., & Harmanto. (2022). Pembentukan karakter tanggung jawab siswa melalui pembelajaran PPKn secara hybrid learning di SMP Negeri 9 Surabaya. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10(4), 1068–1082. https://doi.org/10.26740/kmkn.v10n4.p1068-1082
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















