AMANAT SUMPAH SIPUT DALAM NOVEL ’’CINTA PUTIH DI BUMI PAPUA” KARYA DZIKRY EL HAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.13517Keywords:
amanat, sumpah siput, cinta putih di bumi PapuaAbstract
Research on mandates in literary works has been widely conducted; however, studies specifically examining mandates related to Papuan customary traditions, particularly the snail oath (sumpah siput), in Dzikry El Han's novel Cinta Putih di Bumi Papua remain limited. This study aims to describe the mandates of the snail oath contained in Dzikry El Han's novel Cinta Putih di Bumi Papua. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research data consisted of excerpts from the novel containing the mandates of the snail oath, while the data source was Dzikry El Han's novel Cinta Putih di Bumi Papua, published by PT Mizan Publika (Noura Books). Data were collected through reading, listening, and note-taking techniques, with the researcher serving as the main research instrument. Data analysis was conducted through several stages: reading and listening to the text, identifying and classifying the data, describing the findings, presenting the analysis results, and drawing conclusions. Data validity was established through theoretical triangulation using relevant concepts of literary mandates and sociology of literature. The findings indicate that the mandates of the snail oath in the novel consist of five forms: (1) disputes, which emphasize resolving problems amicably by prioritizing rational thinking and mutual compassion; (2) compliance with customary regulations, which highlights the importance of justice, wisdom, and adherence to customary rules; (3) providing protection, which reflects the human right to receive defense and protection as social beings; (4) feeling guilty, which emphasizes acknowledging mistakes, apologizing, and not forcing others to forgive; and (5) steadfastness, which highlights the importance of maintaining trust, attitudes, and principles while considering responsibility in life. These findings demonstrate that the snail oath in the novel functions not only as a representation of Papuan customary traditions but also conveys moral and social values relevant to communal life. This study implies that literary works can serve as a medium for understanding local wisdom, social life, and the development of wise attitudes within society.
ABSTRAK
Penelitian mengenai amanat dalam karya sastra telah banyak dilakukan, tetapi kajian yang secara khusus mengungkap amanat yang berkaitan dengan tradisi adat Papua, terutama sumpah siput, dalam novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry El Han masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan amanat sumpah siput yang terkandung dalam novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry El Han. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan teks novel yang mengandung amanat sumpah siput, sedangkan sumber data berupa novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry El Han yang diterbitkan oleh PT Mizan Publika (Noura Books). Data dikumpulkan melalui teknik membaca, menyimak, dan mencatat, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan membaca dan menyimak teks, mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data, mendeskripsikan temuan, menyajikan hasil analisis, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teori dengan menggunakan konsep amanat dan kajian sosiologi sastra yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amanat sumpah siput dalam novel meliputi lima bentuk, yaitu (1) perselisihan, yang mengajarkan penyelesaian masalah secara kekeluargaan dengan mengedepankan akal sehat dan kasih sayang; (2) mematuhi peraturan adat, yang menekankan pentingnya keadilan, kebijaksanaan, dan kepatuhan terhadap ketentuan adat; (3) memberi perlindungan, yang menunjukkan hak manusia untuk memperoleh pembelaan dan perlindungan sebagai makhluk sosial; (4) merasa bersalah, yang mengajarkan pentingnya mengakui kesalahan, meminta maaf, dan tidak memaksakan pengampunan; serta (5) keteguhan, yang menekankan pentingnya menjaga amanah, sikap, dan pendirian dengan mempertimbangkan tanggung jawab dalam kehidupan. Temuan ini menunjukkan bahwa sumpah siput dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai representasi tradisi adat Papua, tetapi juga memuat nilai moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan bersama. Penelitian ini berimplikasi pada pemanfaatan karya sastra sebagai media untuk memahami nilai kearifan lokal, kehidupan sosial, dan pembentukan sikap bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat.
Downloads
References
Dewi, P. C., & Sugiarti. (2025). Representasi konflik sosial dalam novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus (kajian sosiologi sastra). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(1), 696–706. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.5061
Han, D. E. (2014). Cinta putih di bumi Papua. PT Mizan Publika (Noura Books).
Harjana, A. (1994). Kritik sastra sebuah pengantar. Gramedia Pustaka Utama.
Jabrohim. (2015). Teori penelitian sastra. Pustaka Pelajar.
Julianti, U., & Darma, B. W. A. S. (2025). Konflik sosial dalam novel Re: dan PeRempuan karya Maman Suherman. ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia, 8(1), 150–169. https://doi.org/10.29240/estetik.v8i1.12562
Kusuma, N. H., Harahap, N., & Ritonga, P. (2026). Nilai-nilai Islam dalam Hikayat Raja Jumjumah dan Hikayat Si Miskin: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(4), 1951–1961. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27047
Marsella, C., Susanto, A., & Rachmawati, K. (2025). Konflik sosial dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu: Pendekatan sosiologi sastra. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(1), 1184–1195. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.5380
Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Pratiwi, D., Sobari, T., & Aeni, E. S. (2022). Analisis unsur intrinsik dan nilai moral novel Rentang Kisah karya Gita Savitri Devi. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(3), 203–212. https://doi.org/10.22460/parole.v5i3.10552
Puspidalia, Y. S., Rosita, F. Y., & Agnibaya, R. (2026). Representasi sikap moderat dalam novel-novel Ahmad Tohari: Kajian sosiologi sastra. Indonesian Language Education and Literature, 11(2), 296–310. https://journal1.uinssc.ac.id/index.php/jeill/article/view/20499
Rahman, R. A., & Dharma, L. A. (2024). Representasi nilai spiritual pada novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(1), 199–209. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/download/346/337/1342
Rahmawati, Z., & Wulandari, Y. (2024). Representasi budaya dalam novel Siri’ karya Asmayani Kusrini: Kajian sosiologi sastra. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 134–147. https://doi.org/10.29300/disastra.v6i1.3314
Siboro, A. N. I. I., Ningsih, W., Bangun, S. B., Ringo, R. S. R. S., & Ariga, H. P. S. (2025). Analisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik pada novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Jurnal Basataka (JBT), 8(1), 452–462. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i1.710
Simbolon, M. H., Missriani, M., & Fitriani, Y. (2023). Kajian sosiologi sastra dalam novel Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia), 14(1), 14–22. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v14i1.12588
Subroto. (1992). Penelitian kualitatif. Raja Grafindo Persada.
Sudjiman, P. (1986). Kamus istilah sastra. Gramedia.
Sugiono, S., & Mulyono, M. (2021). Konflik antara kelompok abangan dan santri dalam novel Kantring Genjer-genjer karya Teguh Winarsho AS: Kajian sosiologi sastra. Alayasastra, 17(1), 55–71. https://doi.org/10.36567/aly.v17i1.318
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiarti, S., & Yanti, P. G. (2025). Artikulasi dan identitas keislaman dalam novel Ayat-Ayat Cinta dan Geni Jora. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 123–137. https://journal.uhamka.ac.id/index.php/imajeri/article/download/20334/5765/70162
Sutopo, H. B. (2002). Metode penelitian kualitatif. Sebelas Maret University Press.
Triwulan, A., Sunu Prasetyo, R., & Tiara Winarish, L. (2023). Kajian sosiologi sastra dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Jurnal Pena Indonesia, 8(2), 1–16. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpi/article/view/14242
Wellek, R., & Warren, A. (1989). Teori kesusastraan. Gramedia.
Yunus, Y., La Ode Adili, & Kurnia, M. (2026). Representasi nilai religius dalam novel Mengejar Cinta Halal karya Prima Mutiara: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(3), 1389–1396. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/27047
Zahra, A., Fitrah, Y., & Nurfadilah. (2026). Kearifan lokal budaya Bugis-Makassar dalam novel Silariang karya Oka Aurora. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 8(2), 305–312. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10063
Zulfahnur, Z. F., Attas, S. G., & Rahmanto, B. (2011). Sejarah sastra. Universitas Terbuka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















