PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP NILAI-NILAI TRANSENDENTAL DALAM TRADISI BARIKAN PADA ERA GLOBALISASI DI DESA GUMUKMAS JEMBER
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.12892Keywords:
Barikan, Nilai Transendental, Pemahaman Masyarakat, Globalisasi, Tradisi LokalAbstract
ABSTRACT
This study examines community understanding of transcendental values in the Barikan tradition in the era of globalization in Gumukmas Village, Jember Regency, during the period 2023–2025. Barikan is a traditional village cleansing ritual that is still preserved by the local community as an ancestral cultural heritage containing religious, social, and spiritual values. The purpose of this research is to describe the implementation of the Barikan tradition and to analyze how the community understands its transcendental values in the context of globalization. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, consisting of village elders, religious leaders, community members, and younger generations. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the Barikan tradition is still regularly performed every year in the month of Syura (Muharram) with activities such as community deliberation, bringing communal food offerings, collective prayer, tahlil, and communal meals. The community understands Barikan as a spiritual medium containing transcendental values, including religious values as a means of praying to Allah SWT, the value of safety request (to reject misfortune), moral values in the form of respect for ancestors, and social harmony that strengthens community solidarity. In addition, other values such as unity, mutual cooperation, and character education are also present, although they are not fully realized by the community. In the era of globalization, the Barikan tradition continues to survive due to strong cultural awareness, despite challenges from changing lifestyles and generational shifts.
ABSTRAK
Penelitian ini membahas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai transendental dalam tradisi Barikan pada era globalisasi di Desa Gumukmas, Kabupaten Jember tahun 2023–2025. Tradisi Barikan merupakan salah satu bentuk selamatan desa yang masih dilestarikan oleh masyarakat sebagai warisan budaya leluhur yang mengandung nilai religius, sosial, dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Barikan serta menganalisis pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai transendental yang terkandung di dalamnya di tengah arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari sesepuh desa, tokoh agama, masyarakat, dan generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Barikan masih dilakukan secara rutin setiap tahun pada bulan Syura (Muharram) dengan rangkaian kegiatan seperti musyawarah, membawa berkat, doa bersama, tahlil, dan makan bersama. Masyarakat memahami tradisi Barikan sebagai media spiritual yang mengandung nilai religius, yaitu sebagai sarana berdoa kepada Allah SWT, nilai permohonan keselamatan (tolak balak), nilai moral berupa penghormatan kepada leluhur, serta nilai harmoni sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat. Selain itu, ditemukan juga nilai persatuan, gotong royong, dan pendidikan karakter yang belum sepenuhnya disadari masyarakat. Di tengah globalisasi, tradisi Barikan tetap bertahan karena adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga identitas budaya lokal, meskipun terdapat tantangan perubahan pola pikir dan gaya hidup generasi muda.
Downloads
References
Afdhila, R., Ismaya, E. A., & Purbasari, I. (2022). Pemaknaan tradisi Barikan dalam konteks pendidikan anak di Dukuh Karang Gempol. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(9), 3439-3446. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i9.891
Arisah, F. (2023). Nilai-nilai kearifan lokal tradisi Barikan di Desa Rowotamtu Rambipuji Jember [Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember]. http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/29312
Bahtiar, Musafar, Sifatu, W. O., Basri, L. O. A., Suardika, I. K., Ana, H., Jamiludin, & Aso, L. (2022). The meaning of local wisdom in Do-Mooru (weaving) tradition in the Muna Tribe at Muna Regency, the Province of Southeast Sulawesi, Indonesia. Advances in Social Sciences Research Journal, 9(7), 76-86. https://scholarpublishing.org/journals/index.php/ASSRJ/article/view/5301
Habiba, C. (2024). Pelestarian tradisi Barikan di Desa Tegal Pongo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan tahun 2018-2022 [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember]. http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/34920
Hartiwisidi, N., Damayanti, E., Musdalifah, Rahman, U., Suarga, & Shabir U, M. (2022). Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Mandar Metabe’ dan Mepuang di SDN 001 Campalagian. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 150-162. https://doi.org/10.21831/jpka.v13i2.48473
Kaelan. (2010). Pendidikan Pancasila: Untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air (Edisi reformasi). Yogakarta, Indonesia: Paradigma.
Khikmah, S. N. (2023). Makna simbolis tradisi Barikan sebagai sarana tolak balak di Desa Mororejo, Kaliwungu, Kendal [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang]. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/26179
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mansur, M., & Sholeh, M. (2024). Implementing character education based on local wisdom in a public Islamic elementary school. Journal of Integrated Elementary Education, 4(1), 54-70. https://doi.org/10.21580/jieed.v4i1.20238
Masrukhi, Wijayanti, T., Melynda, & Saputri, A. R. (2024). Character education, local wisdom, and the Profile of Pancasila Students: Challenges and potential approach. Indonesian Research Journal in Education, 8(1), 350-362. https://online-journal.unja.ac.id/irje/article/view/34715
Noorsetya, S. E., Zuhdi, Z. A., Narifti, F. R., & Trizahira, Y. (2024). Pengaruh kolaborasi pagelaran kesenian musik dan tari sebagai bentuk mengasah kreativitas bagi mahasiswa Sendratasik UNNES. Jurnal Kultur, 3(2), 176-188. https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/kultur/article/view/858
Nur Awalin, F. R. (2018). Slametan: Perkembangannya dalam masyarakat Islam-Jawa di era mileneal. Jurnal IKADBUDI, 7(1). https://jurnal.uny.ac.id/index.php/ikadbudi/article/view/26672
Pemerintah Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta, Indonesia.
Pemerintah Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Jakarta, Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jember. (2016). Peraturan Bupati Jember Nomor 47 Tahun2016 tentang Pelestarian dan Pengembangan Nilai-Nilai Budaya Daerah di Kabupaten Jember. Jember, Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2018). Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 75 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelestarian dan Pengembangan Nilai-Nilai Budaya Daerah. Surabaya, Indonesia.
Ramadani, D. R., & Fitrisia, A. (2023). The character education implementation and local wisdom values in learning history: The Islamic development in Indonesia. Indonesian Research Journal in Education, 7(1), 196-206. https://online-journal.unja.ac.id/irje/article/view/26308
Rosanawati, I. M. R., Marmoah, S., Nurhasanah, F., & Wicaksana, M. F. (2023). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi lokal Solo. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(3). https://doi.org/10.20961/jkc.v11i3.78012
Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy approach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370
Sari, H. P., Husna, S., & Siregar, R. (2025). Peran Pendidikan Islam dalam Mengatasi Dampak Negatif Globalisasi terhadap Karakter Generasi Z. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 790-800. https://doi.org/10.61104/jq.v3i2.1143
Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., & Ningtyas, D. N. (2022). Membangun identitas lokal dalam era globalisasi untuk melestarikan budaya dan tradisi yang terancam punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 76-84. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v2i2.1842
Sarwi, S. (2020). Makna simbolik tradisi Barikan dan relevansinya dengan Pattidana dalam Buddhisme. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(2), 102-113. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v1i2.254
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar (Edisi revisi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudirana, I. W. (2019). Tradisi versus modern: Diskursus pemahaman istilah tradisi dan modern di Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 127-135. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.647
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Jakarta, Indonesia: Grasindo.
Yusifa, I., & Susanti, R. (2024). Kearifan lokal maritim dan solidaritas mekanis komunitas nelayan Kelong Api di Desa Persing Kecamatan Singkep Pesisir Provinsi Kepulauan Riau. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(12), 13418-13425. http://www.jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/6383
Zakaria, M. I. Z., Fathoni, I., & Nur, D. M. M. (2024). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi Barikan di Desa Sitirejo Tambakromo Pati. ARIMA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(4), 261–266. https://doi.org/10.62017/arima.v1i4.1151
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















