STRATEGI GURU PENDIIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENANGGULANGI RASA BERSALAH BERLEBIHAN (GULIT) PADA SISWA KELAS XI DI SMA SANTO ANTONIUS BANGUN MULIA MEDAN

Authors

  • Elisabeth Endang Ektovia Br Sitorus STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan
  • Mimpin Sembiring STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11308

Keywords:

Guilt, Siswa, Guru Pendidikan Agama Katolik

Abstract

ABSTRACT

Guilt is a negative emotion that arises when individuals feel they have committed moral, social, or ethical wrongdoing. In students, excessive Guilt can affect emotional conditions, behavior, and the learning process at school. This study aimed to identify the forms of Guilt experienced by eleventh-grade students at St. Antonius Bangun Mulia Senior High School Medan and to examine the strategies used by Catholic Religious Education teachers in overcoming students’ Guilt. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of Catholic Religious Education teachers, the principal, and eleventh-grade students. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was tested through source triangulation and technique triangulation. The results showed that students’ Guilt appeared in cognitive, affective, and behavioral aspects. In the cognitive aspect, students demonstrated awareness of mistakes and personal responsibility. In the affective aspect, students experienced feelings of anxiety, shame, fear, sadness, and regret that affected their emotional condition and learning concentration. In the behavioral aspect, students showed the desire to apologize, correct mistakes, withdraw from the social environment, and display perfectionistic behavior. The study also found that Catholic Religious Education teachers play important roles as educators of faith and morality, spiritual mentors, role models of Christian life, facilitators of religious activities, and builders of faith communities through warm, reflective, and non-judgmental approaches that help students understand mistakes as part of the learning and character-building process.

ABSTRAK

Guilt merupakan emosi negatif yang muncul ketika individu merasa telah melakukan kesalahan secara moral, sosial, maupun etis. Pada siswa, Guilt yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi emosional, perilaku, serta proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Guilt pada siswa kelas XI di SMA St. Antonius Bangun Mulia Medan serta strategi guru Pendidikan Agama Katolik dalam menanggulangi Guilt pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Katolik, kepala sekolah, dan siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guilt pada siswa tampak dalam aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Pada aspek kognitif, siswa menunjukkan kesadaran terhadap kesalahan dan tanggung jawab pribadi. Pada aspek afektif, siswa mengalami perasaan gelisah, malu, takut, sedih, dan menyesal yang memengaruhi kondisi emosional serta konsentrasi belajar. Pada aspek perilaku, siswa menunjukkan keinginan meminta maaf, memperbaiki kesalahan, menarik diri dari lingkungan sosial, dan perilaku perfeksionisme. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Katolik berperan sebagai pendidik iman dan moral, pembimbing spiritualitas, teladan hidup Kristiani, fasilitator kegiatan keagamaan, serta pembangun komunitas beriman melalui pendekatan yang hangat, reflektif, dan tidak menghakimi sehingga membantu siswa memahami kesalahan sebagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdila, C., Candra, I., & Syahrina, I. A. (2022). Religiusitas dan rasa bersalah pada remaja di SMAN 1 Pantai Cermin Kabupaten Solok. Psyche 165 Journal, 15(4). https://doi.org/10.35134/jpsy165.v15i4.207

Azikin, G., Tetteng, B., & Zainuddin, K. (2023). Hubungan antara rasa bersalah dan perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa yang tergabung dalam organisasi keagamaan di universitas. Jurnal Talenta Mahasiswa, 3(1). https://ojs.unm.ac.id/jtm/article/view/46571

Bukit, F. N., & Sembiring, M. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Mengatasi Kecanduan Gadget pada Siswa. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(3), 751-767. http://journal.rumahindonesia.org/index.php/njpi/article/view/373

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran (4th ed.; A. Fawaid & R. K. Pancasari, Trans.). Pustaka Pelajar.

Curtis, G. J. (2023). Guilt, shame and academic misconduct. Journal of Academic Ethics, 21(4), 743–757. https://doi.org/10.1007/s10805-023-09480-w

Lamak, B. I., & Toron, V. B. (2025). Pendidikan Agama Katolik sebagai sarana pembentukan karakter disiplin: Studi tentang peran keteladanan guru di sekolah. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 920–931. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1605

Limbong, F., & Arifianto, Y. A. (2022). Strategi guru pendidikan agama kristen dalam menerapkan model pembelajaran pakem. TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 41-51. https://doi.org/10.53674/teleios.v2i1.41

Linda, L., & Pius X, I. (2023). Peran guru Pendidikan Agama Katolik dalam pendidikan iman dan karakter anak di sekolah. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2(1), 119–126. https://doi.org/10.55606/jutipa.v2i1.243

Lumbanbatu, J. S. (2025). Guru Agama Katolik: Peran dan Kompetensi dalam Membentuk Pribadi Beriman. Tangguh Denara Jaya Publisher.

Mancini, F., & Gangemi, A. (2021). Deontological and altruistic guilt feelings: A dualistic thesis. Frontiers in Psychology, 12, 651937. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.651937

Neumann, R. (2022). Own and other person's transgressions: Guilt as a function of self-construal. Current Psychology, 41(8), 5572–5577. https://doi.org/10.1007/s12144-020-01079-3

Ramsey, G., & Deem, M. J. (2022). Empathy and the evolutionary emergence of guilt. Philosophy of Science, 89(3), 434–453. https://doi.org/10.1017/psa.2021.36

Scaffidi Abbate, C., Misuraca, R., Roccella, M., Parisi, L., Vetri, L., & Miceli, S. (2022). The role of guilt and empathy on prosocial behavior. Behavioral Sciences, 12(3), 64. https://doi.org/10.3390/bs12030064

Septiana, T., Amelia, F., Sofatillah, S., Auliati, R. N., & Agustin, D. P. (2023). Perasaan bersalah (guilty feeling) pada mantan penyalahguna narkoba di Pusat Rehabilitasi Narkoba YPRN Ar-Rahman. Proceeding Conference on Psychology and Behavioral Sciences, 2(1), 109–114. https://doi.org/10.61994/cpbs.v2i1.51

Sihotang, D. O., Perangin-angin, R., & Waruwu, E. (2024). Peran Guru Agama Katolik dalam Pembinaan Iman Siswa di SD Negeri 045957 Suka. Lumen: Jurnal Pendidikan Agama, Katekese dan Pastoral, 3(1), 335–346. https://doi.org/10.55606/lumen.v3i1.299

Sirumapea, M. H., & Pius X, I. (2023). Peran guru dalam Pendidikan Agama Katolik terhadap pertumbuhan iman anak peserta didik. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 3(9), 190–195. https://doi.org/10.56393/intheos.v3i9.1873

Sormin, S. M., & Rahardjo, I. (2024). Peran guru Pendidikan Agama Katolik dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Agama (Vol. 5, No. 2, pp. 3700–3710). https://doi.org/10.55606/semnaspa.v5i2.2326

Suharyanto, F. A., & Kristianingsih, S. A. (2023). Hubungan Antara Religiusitas dengan Feel Guilty pada Narapidana di Rutan Kelas IIB Salatiga. Jurnal Psikologi Malahayati, 5(2). https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PSIKOLOGI/article/view/8248

Sutedja, F. C., & Yoenanto, N. H. (2022). Pengaruh perfeksionisme dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 137–145. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.31939

Trismayanti, S. (2019). Strategi guru dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di sekolah dasar. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 141-158. https://doi.org/10.35905/alishlah.v17i2.1045

Utomo, R. S. Y., & Setyadi, Y. B. (2022). Penanaman karakter disiplin dan tanggung jawab melalui penegakan tata tertib sekolah di SMK Negeri 1 Gesi. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2). https://doi.org/10.21831/jpka.v13i2.50859

Wang, Y. (2020). Lingering Guilt and shame : Emotional burdens upon those who intended but failed to apologize. The Journal of Social Psychology, 00(00), 1–13. https://doi.org/10.1080/00224545.2020.1732857

Wea, M. F., & Tage, A. C. D. (2023). Pembentukan karakter siswa melalui Pendidikan Agama Katolik di sekolah dasar. Vocat: Jurnal Pendidikan Katolik, 3(2), 31–35. https://doi.org/10.52075/vctjpk.v3i2.200

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Sitorus, E. E. E. B., & Sembiring, M. (2026). STRATEGI GURU PENDIIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENANGGULANGI RASA BERSALAH BERLEBIHAN (GULIT) PADA SISWA KELAS XI DI SMA SANTO ANTONIUS BANGUN MULIA MEDAN. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 6(3), 2035–2046. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11308

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.