PENGUATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA KETAPANG MELALUI MODEL PENGABDIAN PARTISIPATIF BERBASIS ACADEMIC SKILLS DAN SOFT SKILLS

Authors

  • Rodiyah Rodiyah Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang
  • Ratih Damayanti Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Tri Sulistiyono Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Dani Muhtada Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Bayangsari Wedhatami Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16529

Keywords:

academic skills; desa sadar hukum; soft skills

Abstract

Legal awareness is an essential prerequisite for establishing an orderly, just, and empowered rural community. However, rural legal comprehension is frequently theoretical and normative, lacking the practical capacity to resolve daily legal disputes. This community service program aims to strengthen legal awareness by integrating academic skills and soft skills toward developing Ketapang Village into a legally aware community. The program was conducted at the Ketapang Village Hall, Susukan District, Semarang Regency, on July 23, 2026, engaging 35 participants comprising village officials, community leaders, and youth representatives. The execution utilized a participatory approach encompassing five stages: needs identification, academic skills enhancement, soft skills simulation, participatory case analysis, and collaborative action planning. The findings revealed active participant engagement in identifying three real village issues: family land boundary disputes, illegal online lending, and adolescent social media ethics and cyberbullying. The academic skills training built structural regulatory literacy, while the soft skills training enhanced assertive communication, communal mediation, and consensus decision-making. The strategic output was a formal written consensus initiating the establishment of the Ketapang Village Legal Aid Post as a preliminary non-litigation mediation and referral unit. This community service demonstrates that the synergy of academic and soft skills serves as a potential alternative model to bridge normative knowledge and practical agency in rural settings.

ABSTRAK

Kesadaran hukum merupakan salah satu prasyarat penting bagi terwujudnya tata kehidupan masyarakat desa yang tertib, adil, dan berdaya. Namun, pemahaman hukum warga perdesaan kerap bersifat tekstual-normatif serta belum diimbangi kapasitas praktis untuk mengidentifikasi dan memecahkan persoalan hukum sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kesadaran hukum warga melalui sinergi academic skills dan soft skills menuju perwujudan Desa Ketapang sebagai desa sadar hukum. Pengabdian dilaksanakan di Balai Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 35 peserta dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda karang taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan: identifikasi kebutuhan mitra, penguatan materi academic skills, pelatihan simulasi soft skills, analisis kasus partisipatif, serta perumusan rencana tindak lanjut bersama. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta dalam mengidentifikasi tiga klaster persoalan riil di desa, yaitu sengketa batas tanah keluarga, maraknya pinjaman daring ilegal (illegal online lending), serta etika bermedia sosial dan perundungan siber (cyberbullying) di kalangan remaja. Penguatan academic skills berhasil mengonstruksi pemahaman materi regulasi, sedangkan simulasi soft skills melatih kecakapan komunikasi asertif, mediasi komunal, dan teknik musyawarah mufakat. Luaran strategis kegiatan berupa kesepakatan tertulis rencana inisiasi pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa Ketapang sebagai unit rujukan dan mediasi nonlitigasi awal. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa sinergi academic skills dan soft skills menjadi pendekatan alternatif yang potensial untuk menjembatani literasi hukum dengan kemampuan bertindak nyata di tingkat desa.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, I., & Lobubun, M. (2021). The role and function of Legal Aid Posts (Posbakum) at Biak’s Religious Court Class IIB. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 4(2), 139–151. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v4i2.5184

Aziz, A. (2026). Analisis pembentukan pos bantuan hukum kelurahan di Kabupaten Grobogan dalam perspektif akses keadilan. Jurnal Paradigma Grobogan, 3(1), 36–55. https://doi.org/10.58684/paradigma.v3i1.70

Bahri, F., Andhara, A., Gultom, S. S., Sitepu, S. D. B., Jannah, D. M., Ritonga, L., Ritonga, I. R., Alviani, T. R., & Nasution, R. P. (2026). Membangun kesadaran hukum masyarakat melalui sosialisasi lembaga bantuan hukum di Desa Sempajaya Kabupaten Karo. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 112–121. https://doi.org/10.29040/budimas.v8i1.18112

Bariyah, O. N., Wijayanti, H., & Windiani, A. (2024). ’Aisyiyah’s Posbakum strategy in optimising legal aid for women and children. KnE Social Sciences, 9(23), 450–462. https://doi.org/10.18502/kss.v9i23.16640

Caniglia, G., Luederitz, C., von Wirth, T., Fazey, I., Martín-López, B., Hondrila, K., König, A., von Wehrden, H., Schäpke, N. A., Laubichler, M. D., & Lang, D. J. (2020). A pluralistic and integrated approach to action-oriented knowledge for sustainability. Nature Sustainability, 4(2), 93–100. https://doi.org/10.1038/s41893-020-00616-z

Cheema, A. R., & Riaz, M. (2021). Community-based paralegals to build just societies: Insights from a legal empowerment project in Pakistan. Community Development Journal, 56(4), 621–639. https://doi.org/10.1093/cdj/bsab041

Feraco, T., Resnati, D., Fregonese, D., Spoto, A., & Meneghetti, C. (2023). An integrated model of school students’ academic achievement and life satisfaction: Linking soft skills, extracurricular activities, self-regulated learning, motivation, and emotions. European Journal of Psychology of Education, 38(1), 109–130. https://doi.org/10.1007/s10212-022-00601-4

Hotimah, H. (2024). Peningkatan kesadaran hukum melalui pendidikan hukum inklusif bagi masyarakat Dusun Kereak, Desa Pandan Indah. Jurdar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 86–96. https://doi.org/10.59259/jpm.v4i2.263

Ibrahim, R. A., Azahra, A. S., & Lianingsih, N. (2024). Legal awareness program in Cibungur Village, Warungponteng District, Tasikmalaya Regency, West Java, Indonesia. International Journal of Humanities, Law, and Politics, 2(3), 91–94. https://doi.org/10.46336/ijhlp.v2i3.138

Isik, G. K. (2026). Relative, relational, and affective: Rethinking legal consciousness under legal pluralism. Social & Legal Studies, 35(3), 371–402. https://doi.org/10.1177/09646639251379869

Keng, S.-H. (2024). The effect of soft skills on academic outcomes. The B.E. Journal of Economic Analysis & Policy, 24(1), 35–67. https://doi.org/10.1515/bejeap-2022-0342

Kivijärvi, H. (2024). Knowledge as a capability to make decisions: Experiences with a virtual support context. Knowledge and Process Management, 31(3), 185–206. https://doi.org/10.1002/kpm.1773

Maharani, M., Budiarti, A. I., Puteri, B. P. T., & Arianto, G. N. (2024). Community-based paralegals for access to justice in Indonesia. Journal of Contemporary Sociological Issues, 4(2), 144–160. https://doi.org/10.19184/csi.v4i2.45781

Makaruku, A. R., Wattimury, E., & Sisinaru, S. Y. (2026). Conceptualization of meaningful participation as an instrument for participatory legal awareness building. Palar: Pakuan Law Review, 12(2), 261–275. https://doi.org/10.33751/palar.v12i2.117

Mohammed, F. S., & Ozdamli, F. (2024). A systematic literature review of soft skills in information technology education. Behavioral Sciences, 14(10), Article 894. https://doi.org/10.3390/bs14100894

Mokobombang, M., Suleman, N. H., Mokodenseho, S., Calya, K. P., Mamonto, M., & Sumanta, M. J. (2025). The role of law in maintaining social justice in Indonesia through community training and empowerment. Jurnal Pustaka Cendekia: Hukum dan Ilmu Sosial, 3(3), 244–254. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v3i3.169

Mulyani, B., Maksum, H., & Johan, J. (2021). Pembangunan kesadaran hukum masyarakat melalui desa sadar hukum di Kabupaten Lombok Timur. Juridica: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani, 2(2), 104–115. https://doi.org/10.46601/juridica.v2i2.190

Murillo, A. R. V., & Tupiño, H. A. F. (2026). Legal consciousness revisited: A dynamic framework for rights awareness in a relational and mediated world. Frontiers in Sociology, 11, Article 1697330. https://doi.org/10.3389/fsoc.2026.1697330

Ramdhani, A., Akbar, A. N., & Rizki, M. (2026). Sosialisasi hierarki peraturan perundang-undangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem hukum melalui program PkM. Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 274–283. https://doi.org/10.55606/nusantara.v6i2.8302

Saifuddin, S., Ansori, A., Mukhlis, M., Jufri, M., & Boemiya, H. (2024). Legal awareness and community participation in village development planning in Plakaran Village, District Grumpy Sampang Regency. International Journal of Science and Society, 6(1), 602–611. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v6i1.1047

Sepyah, S., & Hamdi, M. R. (2023). Pemberdayaan masyarakat desa melalui pendampingan hukum untuk meningkatkan kesadaran dan pertisipasi dalam mengelola keuangan desa di Desa Jagaraga Lombok Barat. Jurdar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 37–43. https://doi.org/10.59259/jpm.v3i2.230

Sharabi, A., Carretti, B., Cueli, M., Rodríguez, C., & Pellegrino, G. (2025). Undergraduates’ achievement and satisfaction: The role of study-related factors and soft skills. Frontiers in Psychology, 16, Article 1653072. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1653072

Sipahutar, E. S., Siregar, R., Kalsum, E. U., & Humaira, R. (2025). Penyuluhan hukum tentang kepastian hukum kepemilikan tanah di Desa Empus Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat. Jurnal DEPUTI (Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi), 5(1), 352–358. https://doi.org/10.54123/deputi.v5i1.403

Tertibi, Y., Nur, I., & Anshor, A. M. (2025). Villages in the legal paradigm (A phenomenological study of the implementation of Law No. 6 of 2014 related to village efforts to realize improved community welfare). International Journal of Integrative Sciences, 4(2), 455–466. https://doi.org/10.55927/ijis.v4i2.41

West, S., van Kerkhoff, L., & Wagenaar, H. (2019). Beyond “linking knowledge and action”: Towards a practice-based approach to transdisciplinary sustainability interventions. Policy Studies, 40(5), 534–555. https://doi.org/10.1080/01442872.2019.1618810

Ziervogel, G., Enqvist, J., Metelerkamp, L., & van Breda, J. (2022). Supporting transformative climate adaptation: Community-level capacity building and knowledge co-creation in South Africa. Climate Policy, 22(5), 607–622. https://doi.org/10.1080/14693062.2020.1863180

Downloads

Published

2026-11-05

How to Cite

Rodiyah, R., Damayanti, R., Sulistiyono, T., Muhtada, D., & Wedhatami, B. (2026). PENGUATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA KETAPANG MELALUI MODEL PENGABDIAN PARTISIPATIF BERBASIS ACADEMIC SKILLS DAN SOFT SKILLS . COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.51878/community.v7i1.16529

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)