PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI PADA SISWA SMA
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v6i2.10778Keywords:
Regulasi Emosi, Remaja, Siswa SMA, Emotional Regulation Questionnaire (ERQ)Abstract
Senior high school students are generally within the age range of 15–18 years. In developmental psychology, this age range falls within adolescence (10–19 years). The developmental tasks of adolescent psychology consist of the achievement of emotional independence, the formation of self-identity, and the development of mature relationships with peers and members of the opposite sex. Adolescents also need to manage unstable emotions, accept physical changes, and develop intellectual maturity as well as a more realistic sense of morality in preparation for adulthood. Adolescents' emotional development often involves emotional turmoil and the search for self-identity. On the social side, adolescents experience increased interaction with peers and exploration of romantic relationships. Internal and external factors such as the family environment, peers, and social media also influence adolescent development. An understanding of emotion regulation, delivered through a half-day seminar, is expected to make a meaningful contribution to individuals who are part of urban society. This can help to foster social well-being. In turn, the development will serve as social capital for adolescents in their social interactions and relationships with others. The Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) scale was used to measure emotion regulation. This community service programme (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) was carried out as an educational seminar with male and female students of SMA Bhinneka Tungga Ika in West Jakarta as the target audience. We collaborated with the partner institution to invite both students and teachers to participate in the seminar.
ABSTRAK
Siswa sekolah menengah atas (SMA) pada umumnya berada pada rentang usia 15-18 tahun. Dalam perkembangan psikologi rentang usia ini berada pada masa remaja yaitu dalam kategori 10-19 tahun. Tugas perkembangan psikologi remaja ada macam-macam, antara lain pencapaian kemandirian emosional, pembentukan identitas diri, dan pengembangan hubungan yang matang dengan teman sebaya dan lawan jenis. Remaja juga perlu mengelola emosi yang tidak stabil, menerima perubahan fisik, dan mengembangkan kematangan intelektual serta moralitas yang lebih realistis untuk memasuki kedewasaan. Perkembangan emosional remaja sering kali mencakup gejolak perasaan dan pencarian identitas diri. Di sisi sosial, remaja mengalami peningkatan dalam interaksi dengan teman sebaya dan eksplorasi dalam hubungan romantis. Faktor internal dan eksternal seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, dan media sosial juga mempengaruhi perkembangan remaja. Pemahamanan regulasi emosi yang diterangkan melalui pertemuan setengah hari dalam bentuk seminar kiranya dapat memberikan kontribusi kepada individu yang menjadi bagian dari masyarakat perkotaan, sehingga nantinya akan terbentuk social well-being, di mana hal ini akan menjadi modal sosial para remaja dalam pergaulan dan hubungannya dengan orang lain.Pengukuran untuk regulasi emosi dipergunakan skala Emotional Regulation Questionnaire (ERQ).PKM dilaksanakan sebagai seminar untuk edukasi kepada khalayak sasaran baik siswa laki-laki maupun perempuan yang bersekolah di SMA Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta Barat. Kerjasama dilakukan dengan pihak mitra baik dalam menyediakan siswa sebagai peserta, maupun mengajak para guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan.
Downloads
References
Chen, R., Yang, H., Shi, H., Fang, Y., & Fan, C. (2024). Perceived chronic social adversity and cyberbullying perpetration among adolescents: the mediating role of rumination and moderating role of mindfulness. Frontiers in Psychology, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1376347
Chyu, E. P. Y., & Chen, J. (2022). Associations between academic stress, mental distress, academic self-disclosure to parents and school engagement in Hong Kong. Frontiers in Psychiatry, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.911530
Damayanti, S. (2021). Implementasi program komprehensif bimbingan dan konseling dalam pengembangan potensi siswa. Rausyan Fikr: Jurnal Pemikiran Dan Pencerahan, 17(1). https://doi.org/10.31000/rf.v17i1.4178
Faisal, A. I. E., & Netrawati, N. (2023). Emotional intelligence differences between male and female adolescents. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 6(1), 51. https://doi.org/10.24014/egcdj.v6i1.21427
Harpan, A. (2021). Peran religiusitas dan optimisme terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja. Empathy: Jurnal Fakultas Psikologi, 3(1). https://doi.org/10.12928/empathy.v3i1.3198
Haryati, T., & Rahmat, M. (2022). How muslim youth psychological development contributes to their religious maturity. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 157–170. https://doi.org/10.29313/tjpi.v11i2.9348
Hidayah, R., Solichah, N., Chiedu, C. C., Mu’Awanah, E., Jannah, M., Bukhori, B., & Mazaya, S. N. K. (2026). Exploring the influence of self-control, subjective well-being, happiness, and life satisfaction on prosocial behavior among Muslim students in Indonesia. Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Hidayah, Y., Ali, Y. F., & Suryaningsih, A. (2020). Pro-social behaviour analysis of students through students’ organizations. JETL (Journal of Education Teaching and Learning), 5(2), 369. https://doi.org/10.26737/jetl.v5i2.1482
Iswinarti, I., & Surahman, S. (2022). Meningkatkan engagement pada siswa melalui variabel emosi: Tinjauan sistematik. Buletin Psikologi, 30(2), 282. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.54355
Kamalah, A. D., Novianasari, & Nafiah, H. (2023). Gejala mental emosional dan upaya dalam meningkatkan kesehatan jiwa remaja. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 1(2), 68–72. https://doi.org/10.35473/jkbs.v1i2.2419
Layyinah, N. U., & Kumalasari, A. D. (2022). Adaptation and psychometric properties of the Indonesian version of the positivity scale. JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia), 11(2), 112–122. https://doi.org/10.15408/jp3i.v11i2.25748
Lestari, M., Aras, N. F., Puswiartika, D., Hasan, H., Wulandari, R. A., & Irawan, A. (2025). Bimbingan kelompok teknik self control untuk mengurangi loneliness pada siswa. RISTEKDIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 10(2), 206. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2025.v10i2.206-214
Lin, S., Bai, X., Cheng, G., & Liu, W. (2024). The relationship between trait anger and reactive aggressive behavior in middle school students: the mediating role and intervention of hostile attribution bias. BMC Psychology, 12(1). https://doi.org/10.1186/s40359-024-01918-z
Lubis, R. S., Piandra, M., Azzahra, D., Karimah, I. I., Wijaya, F. D. M., & Pebriyanti, S. (2025). Mengamati perkembangan remaja kelas 3 SMA: Hasil wawancara dan analisis. Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(4), 84–97. https://doi.org/10.59841/intellektika.v3i4.2893
Martini, N. L. A. (2023). Menumbuhkan kemampuan regulasi emosi siswa pada usia remaja melalui praktik pranayama dan butterfly hug. Sang Acharya: Jurnal Profesi Guru, 4(1), 59–70. https://doi.org/10.25078/sa.v4i1.3233
Mulyana, R., Rafni, A., Montessori, M., & Moeis, I. (2025). Strategi guru dalam meningkatkan keberanian berpendapat siswa. Journal of Education Cultural and Politics, 5(1), 94–100. https://doi.org/10.24036/jecco.v5i1.615
Nadlifah, K., Setiawan, S., & Munir, A. (2023). Positive psychology to flourish professional well-being: A qualitative study of Indonesian English teachers’ perspective. JEES (Journal of English Educators Society), 8(1). https://doi.org/10.21070/jees.v8i1.1693
Naleng, D. T., Lumenta, A., Meheda, N., & Efriani, V. (2025). Peran strategis bimbingan dan konseling dalam mendukung perkembangan remaja di sekolah menengah pertama. Mathesi, 2(2), 17–29. https://doi.org/10.70420/qy1tv221
Nurhafiza, N., Karneli, Y., Hariko, R., & Hasgimianti, H. (2023). Proses diagnosis dalam konseling: Konsep dan menganalisa sebagai konselor profesional dalam problem solving klien. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 6(1), 59. https://doi.org/10.24014/egcdj.v6i1.22483
Putri, E. K., & Febriani, A. (2021). Academic self-efficacy as the mediator of adolescent-parent secure attachment effect towards the academic stress of senior high school students. Jurnal Psikologi, 48(2), 173. https://doi.org/10.22146/jpsi.52491
Retnoningtias, D. W., & Dewi, N. N. A. I. (2025). Tingkat regulasi emosi pada remaja tengah. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, Dan Sosial Humaniora, 8, 16–24. https://doi.org/10.36002/snts.v8i.5245
Salshabila, D., & Fiteriani, I. (2025). Upaya mengurangi kecemasan belajar melalui pendekatan mindfulness pada peserta didik kelas v di SDN 1 Beringin Raya Bandar Lampung. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 241–257. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.33062
Siddiqui, S., Kazmi, A. B., & Kamran, M. (2023). Teacher professional development for managing antisocial behaviors: a qualitative study to highlight status, limitations and challenges in educational institutions in the metropolis city of Pakistan. Frontiers in Education, 8. https://doi.org/10.3389/feduc.2023.1177519
Sitanggang, A. A., Sipahutar, F. M., Hutasoit, F. R., Surbakri, L. S. B., & Naibaho, D. (2024). Perjalanan psikologi perkembangan dan bimbingan peserta didik: Tinjauan dari anak-anak hingga lansia. Jurnal Parenting Dan Anak, 1(3), 11. https://doi.org/10.47134/jpa.v1i3.423
Song, Y., Wu, J., Zhou, Z., Tian, Y., Li, W., & Xie, H. (2024). Parent-adolescent discrepancies in educational expectations, relationship quality, and study engagement: a multi-informant study using response surface analysis. Frontiers in Psychology, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1288644
Suartini, N. K., & Mattulessy, A. (2026). Intervensi psikoedukatif untuk meningkatkan kemampuan belajar pada siswa SMP dengan hambatan kognitif dan regulasi diri: Studi kasus pada siswa PK di Manado. ARIMA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(3), 397–402. https://doi.org/10.62017/arima.v3i3.7045
Talha, M., Qi, X., & Rizwan, M. (2020). Cultural impact of perceived parental expectations on students’ academic stress. Annals of Social Sciences and Perspective, 1(2), 53–65. https://doi.org/10.52700/assap.v1i2.25
Tangdilintin, L. A., & Mulbar, U. (2025). Studi literatur: Analisis pengaruh kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. PHI: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 483. https://doi.org/10.33087/phi.v9i2.587
Thohar, S. F. (2022). Pengaruh mindfulness terhadap agresivitas melalui regulasi emosi pada warga binaan lembaga pembinaan khusus anak kelas I Blitar. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 2(1), 23–39. https://doi.org/10.30762/happiness.v2i1.337
Yani, D., Andreansyah, A., & Puriani, R. A. (2026). Perilaku bermasalah berdasarkan kondisi emosional pada remaja sekolah menengah. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Komunikasi, 2(1), 70–82. https://doi.org/10.61132/jkaipbaku.v2i1.227
Yunalia, E. M., & Etika, A. N. (2020). Emotional intelligence correlation with self efficacy in adolescent. Media Keperawatan Indonesia, 3(3), 137. https://doi.org/10.26714/mki.3.3.2020.137-143
Yusuf, Y. (2020). Dinamika batasan usia perkawinan di Indonesia: Kajian psikologi dan hukum islam. Journal of Islamic Law, 1(2), 200–217. https://doi.org/10.24260/jil.v1i2.59
Zimmer?Gembeck, M. J., Skinner, E. A., Scott, R. A., Ryan, K. M., Hawes, T., Gardner, A. A., & Duffy, A. L. (2023). Parental support and adolescents’ coping with academic stressors: A longitudinal study of parents’ influence beyond academic pressure and achievement. Journal of Youth and Adolescence, 52(12), 2464–2479. https://doi.org/10.1007/s10964-023-01864-w
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










