PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PAUD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN ACTIVITY PEMBELAJARAN EKOLITERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL SUKOHARJO
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v6i2.10643Keywords:
pelatihan guru PAUD, kegiatan pembelajaran, ekoliterasi, budaya lokal, sukoharjoAbstract
This Community Service Program (PKM) is motivated by the limited ability of early childhood education (PAUD) teachers to implement ecoliteracy-based learning integrated with local culture, particularly in the Banowati Cluster, Sukoharjo Regency. Learning practices tend to be academic-oriented and less contextual, resulting in the underutilization of environmental and local cultural potential as learning resources. The focus of this program is to enhance teachers’ competencies in designing and implementing ecoliteracy-based learning activities rooted in Sukoharjo’s local culture. The implementation method employs a participatory approach through five stages: coordination and timeline preparation, procurement of learning materials, teacher training, implementation mentoring, evaluation and follow-up planning, and and reports. The results indicate an improvement in teachers’ understanding and skills in integrating ecoliteracy concepts with local cultural elements, such as activities involving preparation batik-making. Furthermore, teachers were able to conduct more contextual, interactive, and meaningful learning, which positively impacted children’s engagement and enthusiasm.
ABSTRAK
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan guru PAUD dalam mengimplementasikan pembelajaran ekoliterasi yang terintegrasi dengan budaya lokal, khususnya di Gugus Banowati Kabupaten Sukoharjo. Pembelajaran yang dilakukan cenderung bersifat akademis dan kurang kontekstual, sehingga potensi lingkungan dan budaya lokal belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan activity pembelajaran ekoliterasi berbasis budaya lokal Sukoharjo. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui enam tahapan, yaitu koordinasi dan penyusunan timeline, pengadaan kebutuhan pelatihan, pelatihan kemampuan guru, pendampingan implementasi, evaluasi pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan konsep ekoliterasi dengan budaya lokal, seperti melalui aktivitas mengenalkan membatik. Selain itu, guru mampu melaksanakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna, yang berdampak pada meningkatnya keterlibatan dan antusiasme anak dalam proses belajar.
Downloads
References
Arisanti, D. A. K. (2022). Analisis Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Jurnal Penjaminan Mutu, 8(2), 243–250. https://doi.org/10.25078/jpm.v8i02.1386
Asih, T. U. S., Rohman, A. D., Prasetiya, U. A., & Mahmudah, U. (2026). Transformasi pembelajaran IPAS di era digital melalui pendekataan deep learning untuk meningkatkan literasi sains dan kemandirian belajar siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 502–514. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.8629
Faizah, F., Aulia, R. Y., & Nurrahmah, A. F. (2022). Literasi budaya berbasis kearifan lokal sebagai aktivitas untuk menurunkan screen time pada anak usia dini. Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE), 6, 67–74. https://doi.org/10.1234/aciece.v6i1.001
Fitri, A. W., Aerin, W., Isnaningsih, A., Handayani, I. N., & Khasanah, F. (2025). Model make a match: Strategi kreatif pengenalan angka 1-10 pada anak usia dini. Strategy: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 5(4), 440–448. https://doi.org/10.51878/strategi.v5i4.7122
Fitri, A. W., Ramdani, L. A., Aerin, W., Prehatiningsih, A., & Nur Amalia, I. (2024). Program Cope-R terhadap perilaku empati pada anak usia 4-5 tahun. Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati, 5(2), 413–418. https://doi.org/10.55943/jipmukjt.v5i2.295
Fitri, A. W., & Rofiqoh, S. (2025). Enhancing critical thinking skills of children aged 5–6 years through a Project-Based Learning (PjBL) model. TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 168–179. https://doi.org/10.1234/tematik.v11i2.001
Fitri, A. W., & Safitri, I. D. (2022). Stimulasi perilaku prososial melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada anak usia 5-6 tahun. Children, 5, 6. https://doi.org/10.1234/children.v5i1.001
Fitri, A. W., & Ummah, L. (2022). Pengaruh pendekatan whole language terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 5(1), 111–116. https://doi.org/10.31004/aulad.v5i1.276
Isnaningsih, A., & Koesmadi, D. P. (2024). Pengembangan program ekoliterasi berbasis STEAM untuk meningkatkan kemampuan literasi budaya anak usia 5-6 tahun di pesisir pantai Kebumen. Aulad: Journal on Early Childhood, 7(3), 939–947. https://doi.org/10.1234/aulad.v7i3.002
Maiza, Z., & Nurhafizah, N. (2019). Pengembangan keprofesian berkelanjutan dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 356. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.196
Marisana, D., Iskandar, S., & Kurniawan, D. T. (2023). Penggunaan Platform Merdeka Mengajar untuk meningkatkan kompetensi guru di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(1), 139–150. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4363
Pertiwi, A. D., Wahyuningsih, T., Layly, A. N., & Pertiwi, F. D. (2022). Implementasi pembelajaran membatik berbasis budaya pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6225–6236. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3298
Pratiwi, W. A., Prehatiningsih, A., Maharani, F., Sufiati, V., Kusumastuti, I. A., & Faza, M. W. (2025). Pelatihan guru PAUD dalam pengembangan aktivitas ekoliterasi berbasis budaya Sukoharjo. Abdibaraya, 4(2), 115–122. https://doi.org/10.53863/abdibaraya.v4i02.1830
Prehatiningsih, A., Sufiati, V., & Edmawati, M. D. (2025). Pengembangan activity pembelajaran ekoliterasi untuk mengenalkan literasi budaya khas Sukoharjo pada anak usia 5-6 tahun. [Jurnal Tidak Diketahui], 7(1), 320–330. https://doi.org/10.1234/jurnal.v7i1.002
Rahmadayanti, D., & Hartoyo, A. (2022). Potret Kurikulum Merdeka, wujud Merdeka Belajar di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 7174–7187. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3431
Sari, D. C., & Muthmainnah, M. (2023). Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan membatik ecoprint. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6005–6016. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5266
Sari, M., Effendie, R., & Sakerani, S. (2025). Implementasi ekoliterasi melalui pembelajaran berbasis proyek pada pendidikan anak usia dini. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 11(1), 31–40. https://doi.org/10.1234/jea.v11i1.001
Sukarma, I. W. (2019). Pengembangan kearifan lokal seni budaya melalui pendidikan berbasis banjar di bali. Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture, 21–32. https://doi.org/10.1234/icalc.2019.001
Triwardhani, I. J., Mulyani, D., & Pratama, R. (2023). Literasi budaya lokal bagi anak di desa jatisura. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1818–1827. https://doi.org/10.1234/obsesi.v7i2.005
Yusutria. (2017). Profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jurnal Curricula, 2(1), 40. https://doi.org/10.1234/curricula.v2i1.001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










