STUDI LITERATUR: PERAN KOMPONEN EKOSISTEM SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN

Authors

  • Julinda Siregar Program Studi Pendidikan MIPA, Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Muhibatur Rohmatul Akhiroh Program Studi Pendidikan MIPA, Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Umi Habibatul A’liyah Program Studi Pendidikan MIPA, Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Desti Nurdiana Eka Putri Program Studi Pendidikan MIPA, Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
  • Kurniasari Sulistyorini Program Studi Pendidikan MIPA, Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6694

Keywords:

Ekosistem Sekolah, Kesejahteraan Sekolah, Studi Literatur

Abstract

One of the key indicators to measure the success of the quality and process of education in schools is school well-being. The school environment plays an important role in influencing the well-being of its entire community, including students, teachers, staff, and other elements involved in the school ecosystem. This research is a literature study that aims to analyse the role of school ecosystem components in supporting the well-being of all elements in the school. The method used in this research is a systematic literature review of national and international journals in the last ten years that are relevant to the topic of school ecosystem and school well-being. The steps in this research are: 1) literature search process; 2) determining selection criteria; 3) literature analysis; 4) synthesising. The results showed that the school ecosystem components collectively and individually play an important role in shaping school well-being. These components include: 1) positive school climate; 2) curriculum and teaching that support well-being; 3) physical health and physical environment of the school that support well-being; 4) parental and community engagement; 5) teacher and staff well-being. In general, it can be concluded that creating a prosperous ecosystem requires a holistic and integrated approach. Where each component can interact harmoniously to support the optimal growth and development of all school members.

ABSTRAK
Salah satu indikator kunci untuk mengukur keberhasilan kualitas dan proses pendidikan di sekolah adalah kesejahteraan sekolah. Lingkungan sekolah memegang peranan penting dalam mempengaruhi kesejahteraan seluruh komunitasnya mulai dari siswa, guru, staf, dan unsur lain yang terlibat dalam ekosistem sekolah. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis peran komponen ekosistem sekolah dalam mendukung kesejahteraan semua elemen di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur sistematis terhadap jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan topik ekosistem sekolah dan kesejahteraan sekolah. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu: 1) proses pencarian literatur; 2) menentuan kriteria seleksi; 3) analisis literatur; 4) melakukan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan komponen ekosistem sekolah secara kolektif dan individual memiliki peran penting dalam membentuk kesejahteraan sekolah. Komponen-konponen tersebut meliputi: 1) iklim sekolah yang positif; 2) kurikulum dan pengajaran yang mendukung kesejahteraan; 3) kesehatan fisik dan lingkungan fisik sekolah yang mendukung kesejahteraan; 4) keterlibatan orang tua dan komunitas; 5) kesejahteraan guru dan staf. Secara umum dapat disimpulkan bahwa menciptakan ekosistem yang Sejahtera memerlukan pendekatan yang holistic dan terintegrasi. Dimana setiap komponen dapat berinteraksi secara harmonis untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal seluruh warga sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah, R., et al. (2025). Pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa SMA. PROGRESIVISME: Jurnal Pengembangan Pendidikan Dan Pembelajaran, 2, 1–10.

Afifah, H., & Nugraha, S. (2024). Peran program kesejahteraan psikologi dalam mengatasi stres dan burnout guru di lembaga pendidikan. Jurnal Tahsinia, 5(8).

Agustina, D., & Yuniarti, Y. (2024). Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman (student wellbeing) melalui pembelajaran kompetensi akademik siswa sekolah dasar: Sebuah studi literature. Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif, 8.

Aji, R., & Prasetyo, B. (2018). Persepsi iklim sekolah dan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 8(2), 133–144.

Aziz, F., & Makhtuna, W. (2024). Menilai dampak program pembelajaran sosial-emosional terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan siswa sekolah dasar. Jurnal Krisnadana, 4.

Cholis, N., et al. (2024). Implementasi pembelajaran sosial emosional (PSE) dalam domain pendidikan terhadap motivasi peserta didik. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9.

Dawous, G., et al. (2024). Hotspot stres pada guru sekolah dasar: Analisis faktor-faktor pemicu dan implikasinya terhadap kesejahteraan pendidikan. JAMP: Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 7, 588–606.

Dodent, R. R., et al. (2022). Iklim sekolah positif dan kondusif berbasis penguatan nilai cinta kasih. Mimbar Ilmu, 27(1), 90–98. https://doi.org/10.23887/mi.v27i1.46056

Dongoran, A. T., & Batubara, I. H. (2021). Pengaruh iklim sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. JMP-DMT, 2(1), 1–16.

Eliyanti, T., et al. (2023). Analisis keterlibatan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 2(1), 11–19. https://doi.org/10.56855/jpsd.v2i1.208

Ellyana. (2025). Pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja guru SMP swasta di Sumatera Utara. Jurnal Dhammavicaya, VIII.

Fatimah, S., et al. (2023). Pelatihan menciptakan lingkungan belajar yang empati dan mendukung perkembangan sosial-emosional siswa. Jurnal GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(6).

Febriani, D. D., et al. (2025). Analisis lingkungan positif dalam mendukung pembelajaran efektif dan pengelolahan kelas yang harmonis di SMA Negeri 1 Gedeg. Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 3(1), 270–279. https://doi.org/10.61132/bima.v3i1.1568

Hariyasasti, Y. (2025). Kajian stres organisasi dan produktivitas guru di sekolah dasar: Peran mediasi kesejahteraan karyawan (Vol. 4, Issue 1).

Hermawan, I. (2019). Metodologi penelitian pendidikan (kualitatif, kuantitatif dan mixed method). Hidayatul Quran.

Hermawati, V., et al. (2025). Dampak pembelajaran sosial emosional terhadap perkembangan peserta didik. EDUSHOPIA: Journal of Progressive Pedagogy, 2, 120–126.

Husna, M., et al. (2025). Hubungan antara fasilitas dan lingkungan fisik sekolah terhadap motivasi belajar siswa. Ainara Journal, 6(2).

Husna, Z. N. (2022). Strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja dan kesejahteraan guru di MI PAS Baitul Qur’an Gontor Ponorogo. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 173–185.

Istianah, A., et al. (2023). Konsep sekolah damai: Harmonisasi profil pelajar pancasila dalam implementasi kurikulum merdeka belajar. Jurnal Education And Development, 11(3), 333–342. https://doi.org/10.37081/ed.v11i3.5048

Istiqomah, & Juwarini Prihastiwi, W. (2021). Peran sertifikasi guru, nilai kerja dan iklim sekolah pada kesejahteraan profesional guru (teacher’s professional well being) pada guru sekolah dasar. Jurnal Psikohumanika, 13(1).

Laure, S. A. H. I., et al. (2020). Kesejahteraan sekolah dan kenakalan remaja siswa sekolah menengah kejuruan. Journal of Health and Behavioral Science, 2(2).

Mas’ulah, S., & Suminar, E. (2020). Hubungan sarana sanitasi dan lingkungan fisik dengan tingkat kenyamanan belajar siswa di UPT SDN 75 Gresik. Journal of Public Health Science Research (JPHSR), 1(1).

Mirawati. (2025). Pembelajaran holistik di era distrupsi: Telaah literatur tentang peran kesejahteraan mental dan emosional siswa dalam ekosistem pendidikan abad ke-21. EduMAR: Educational Multidisciplinary Approaches in Research, 1.

Nafi A, L., et al. (2024). Analisis lingkungan positif yang mendukung pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. Jotter: Journal of Teacher and Learning, 2(2).

Nurhayati, N., & Dewi, S. (2017). Pengaruh lingkungan fisik sekolah terhadap minat belajar siswa MTs NW Pringgabaya Lombok Timur. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu Dan Pendidikan Geografi, 1(2), 41–48.

Nuswantari, P. P., & Izzati, U. A. (2025). Systematic literature review: Kesejahteraan subjektif pada guru. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(1).

Rahayu, I. D. (2025). Implementasi pembelajaran sosial emosional dalam meningkatkan kesejahteraan dan prestasi peserta didik. Jurnal Pendidikan Tuntas, 1.

Rahayuningsih, I. (2024). Iklim organisasi, usia dan masa kerja sebagai prediktor subjective well-being guru SMP swasta X di Surabaya. Psikosains: Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Psikologi, 19(2), 117–131.

Rahmi, I., et al. (2025). Peran komunitas dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDK Santa Maria. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(2).

Ritonga, R., et al. (2025). Peran lingkungan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran siswa di sekolah dasar. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia.

Sabatyasno, A. Y., & Rigianti, H. A. (n.d.). Upaya menjaga kondisi sekolah yang sehat untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas III: Tinjauan terhadap kesiapan sekolah dalam menciptakan budaya sekolah sehat.

Safitri, D., et al. (2022). Analisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan guru non PNS. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(19), 74–82. https://doi.org/10.5281/zenodo.7162544

Santoso, B., et al. (2023). Transformasi pendidikan inklusif: Optimalisasi kesetaraan melalui metode pembelajaran responsif dan keterlibatan komunitas. PEMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Saraswati, L., et al. (2017). Peran self-esteem dan school well-being pada resiliensi siswa SMK pariwisata A. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(2), 511–518.

Sari, H., et al. (2018). Healthy environment development in school health units of public primary schools in Bontobahari Bulukumba. 1(2). https://doi.org/10.20956/icon.v1i2.3448

Satria, R., et al. (2025). Analisis faktor-faktor penyebab stres kerja terhadap kinerja guru: Studi literatur komprehensif. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 5(1), 249–263. https://doi.org/10.51574/jrip.v5i1.2889

Senda, A T., & Ahmad, M. (2025). Peran orang tua dalam mewujudkan iklim sekolah sehat untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(2).

Setyawan, I., & Dewi, K. S. (2015). Kesejahteraan sekolah ditinjau dari orientasi belajar mencari makna dan kemampuan empati siswa sekolah menengah atas. Jurnal Psikologi Undip, 14(1).

Siregar, J., & Tjitrosumarto, S. (2025). Kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran berbasis digital. Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI, 187–194.

Sudarnoto, L. F. (2020). Faktor-faktor anteseden kesejahteraan psikologis para guru di sekolah “X.” Psibernetika, 12(2). https://doi.org/10.30813/psibernetika.v12i2.1858

Sudiana, D., et al. (2024). Upaya kepala sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer melalui kegiatan pemberdayaan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 24(2), 191–202. https://doi.org/10.17509/jpp.v24i2.73345

Sulaeman, A. N., et al. (2024). Mengkaji pengaruh kurikulum merdeka terhadap pembentukan budaya sekolah yang positif: Studi literatur. EKASAKTI JURNAL PENELITIAN & PENGABDIAN (EJPP), 4.

Suryani, E. (2023). Implementasi kolaborasi guru dan orang tua dalam pembelajaran 5.0: Strategi dan tantangan dalam konteks sekolah dasar. Jurnal Kependidikan.

Triwardhani, I. J., et al. (2020). Strategi guru dalam membangun komunikasi dengan orang tua siswa di sekolah. Jurnal Kajian Komunikasi, 8(1), 99–113.

Turmuzi, H. A. (2024). Pengembangan model pembelajaran inklusif untuk pendidikan remaja pada sekolah menengah pertama. Jurnal Cahaya Mandalika, 1490–1498.

Umaroh, S. K., et al. (2023). Peran iklim sekolah terhadap kesejahteraan psikologis siswa fullday school SMP-IT X di Samarinda. Universitas, 6(1).

Wahyono, I. (2019). Mengembangkan iklim organisasi di sekolah dengan menggunakan model Tagiuri. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 61–72. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v3i2.638

Wahyudin, D. (2020). Pengaruh tingkat kesejahteraan guru dan beban kerja guru terhadap kinerja guru. An-Nidhom: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 135–148.

Zulparis, et al. (2021). Keterlibatan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Mimbar PGSD Undiksha, 9, 188–194.

Downloads

Published

2025-08-18

How to Cite

Siregar, J., Akhiroh, M. R. ., A’liyah, U. H. ., Putri, D. N. E. ., & Sulistyorini, K. . (2025). STUDI LITERATUR: PERAN KOMPONEN EKOSISTEM SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 407-421. https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6694

Issue

Section

Articles