TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://jurnalp4i.com/index.php/teaching <p><strong>TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan| <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11947">Terakreditasi Sinta 5</a></strong> diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2775-7188 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2775-717X</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad suhardi, M.Pd) Fri, 02 Jan 2026 12:51:03 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 MEMAHAMI KONSEP DASAR PENELITIAN KUALITATIF https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8850 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Qualitative research makes an important contribution to educational studies as it enables researchers to gain an in-depth understanding of learning processes, experiential meanings, and social contexts. Nevertheless, limitations in conceptual understanding among educational researchers persist, particularly with regard to the characteristics, procedures, and principles of trustworthiness in qualitative research. This article aims to examine and systematically synthesize the fundamental concepts of qualitative research in the field of education. The study employs a library-based research method with a descriptive-analytical approach, involving stages of literature searching, selection, classification, and critical analysis of relevant scholarly sources, including methodological books and reputable journal articles. The findings indicate that qualitative research is characterized by a naturalistic approach, a focus on meaning, inductive analysis, and the positioning of the researcher as a key instrument in data collection and analysis. Furthermore, the quality and trustworthiness of qualitative research data are ensured through the application of credibility, transferability, dependability, and confirmability criteria. This study concludes that a comprehensive understanding of the fundamental concepts and principles of qualitative research is a crucial prerequisite for producing systematic, academically accountable, and meaningful educational research in both academic and practical contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian kualitatif memiliki kontribusi penting dalam kajian pendidikan karena memungkinkan peneliti memahami proses pembelajaran, makna pengalaman, serta konteks sosial secara mendalam. Meskipun demikian, masih dijumpai keterbatasan pemahaman konseptual di kalangan peneliti pendidikan terkait karakteristik, prosedur, dan prinsip keabsahan penelitian kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis konsep dasar penelitian kualitatif dalam bidang pendidikan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tahapan penelusuran, seleksi, klasifikasi, dan analisis kritis terhadap literatur ilmiah yang relevan, meliputi buku metodologi dan artikel jurnal bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki ciri utama berupa pendekatan naturalistik, orientasi pada makna, analisis induktif, serta penempatan peneliti sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan dan analisis data. Selain itu, mutu dan keabsahan data dalam penelitian kualitatif ditentukan melalui penerapan kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap konsep dan prinsip dasar penelitian kualitatif menjadi prasyarat penting untuk menghasilkan penelitian pendidikan yang sistematis, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan bermakna dalam konteks akademik maupun praktis.</p> M. Aris Akin, Ulfiani Rahman, Syarifuddin Ondeng Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8850 Sat, 10 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN PENDIDIK PAI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MORAL MAHASISWA PADA ERA GLOBALISASI https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8848 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Era globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan sistem nilai mahasiswa. Arus informasi yang sangat cepat melalui media digital seringkali mempengaruhi moralitas generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan moral mahasiswa STAI Al-Gazali Bulukumba dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berperan dalam tiga fungsi utama yaitu: (1) sebagai pendidik dan pembimbing moral, (2) sebagai teladan, dan (3) sebagai fasilitator pembelajaran berbasis nilai Islami dan karakter. Strategi yang digunakan pendidik PAI meliputi penguatan akidah, internalisasi nilai keagamaan melalui pembelajaran, pembinaan spiritual, dan integrasi kurikulum berbasis karakter. Kendala yang ditemukan antara lain pengaruh budaya digital, kurangnya kontrol diri mahasiswa, dan minimnya lingkungan pendukung religius. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidik PAI memiliki peran strategis dalam memperkuat moralitas mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan karakter Islami yang kuat.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Globalization has brought significant impact on the values, perspectives, and behavior of university students. Rapid access to information through digital platforms affects students’ moral attitudes and lifestyle choices. This research aims to examine the role of Islamic Education (PAI) lecturers in developing moral resilience among students at STAI Al-Gazali Bulukumba. This study applied a descriptive qualitative method through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that Islamic education lecturers have three strategic roles: (1) as moral educators and mentors, (2) as role models in Islamic values and behavior, and (3) as facilitators in value-based and character-oriented learning. Strategies used include strengthening aqidah, internalizing Islamic values through curriculum integration, spiritual guidance, and character-based evaluation. The challenges faced include digital cultural influence, weak self-control among students, and limited religious supporting environments. This research concludes that Islamic education lecturers play a crucial role in strengthening the moral resilience of students to face globalization based on Islamic values and character development.</p> Musfira Musfira, Asmaji Muchtar, Toha Makhshun Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8848 Mon, 12 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH SELF-EFFICACY DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DALAM MATA KULIAH AKUNTANSI https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8413 <p>Higher education plays a strategic role in producing superior human resources, but in practice there are still problems with declining student motivation, especially in accounting courses, which are highly complex and demanding in terms of analysis. Learning motivation is influenced by various internal factors, including self-efficacy and adversity quotient, which play a role in shaping students' self-confidence and resilience in facing academic challenges. This study aims to analyze the influence of self-efficacy and adversity quotient on student learning motivation in accounting courses. The study uses a quantitative approach with an associative method. The research population consists of students from the Accounting Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta, with a sample of 65 students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS version 25 through instrument testing, descriptive analysis, classical assumption testing, multiple linear regression, and hypothesis testing. The results of the study indicate that self-efficacy has a positive and significant effect on learning motivation, as does adversity quotient, which also has a positive and significant effect. Simultaneously, both variables were found to have a significant effect on student learning motivation, contributing 45.8%. These findings confirm that belief in one's abilities and resilience in the face of adversity are important factors in increasing student learning motivation, especially in accounting, which requires perseverance and high analytical skills.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, namun dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan penurunan motivasi belajar mahasiswa, khususnya pada mata kuliah akuntansi yang memiliki tingkat kompleksitas dan tuntutan analisis yang tinggi. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya <em>self-efficacy</em> dan <em>adversity quotient</em>, yang berperan dalam membentuk keyakinan diri serta ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>self-efficacy</em> dan <em>adversity quotient</em> terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta, dengan sampel sebanyak 65 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan bantuan SPSS versi 25 melalui uji instrumen, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, demikian pula <em>adversity quotient</em> yang juga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan kontribusi sebesar 45,8%. Temuan ini menegaskan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran akuntansi yang menuntut ketekunan dan kemampuan analitis yang tinggi.</p> Khalissa Devitasari, Salwa Nindya Najwa, Armina Armina, Shofiyyah Karimah Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8413 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 BUILDING BETTER LEARNERS: A REVIEW OF KINDNESS-CENTERED APPROACHES IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9053 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This article analyzes the implementation of kindness oriented instructional approaches in English Language Teaching (ELT). English learning generally still emphasizes mastery of linguistic competencies, such as grammar, vocabulary, and academic achievement, while important aspects of character development, empathy, and social skills tend to receive less attention. This study uses a qualitative literature review method by carefully examining journal articles and other academic sources relevant to kindness-based pedagogy in the context of ELT and education. The literature review is supplemented with academic reflections involving four lecturers from different scholarly backgrounds, namely two lecturers in English pedagogy and two lecturers with expertise in moral education and positive values. The literature analysis results show that kindness-oriented instructional approaches, such as Social Emotional Learning (SEL), Loving Pedagogy, and Altruistic Teaching, significantly contribute to creating an inclusive and supportive learning environment. These approaches are related to improving language competence, emotional well-being, classroom interaction, as well as students’ interpersonal communication skills and collaborative learning abilities. The study concludes that the integration of kindness-oriented pedagogical approaches in ELT strongly supports academic achievement as well as holistic student development. The contribution of this article is providing a comprehensive conceptual review of kindness-based ELT that can serve as an alternative in effectively integrating character education into language learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Artikel ini menganalisis penerapan pendekatan pembelajaran berorientasi kebaikan (<em>kindness oriented instructional approaches</em>) dalam pembelajaran Bahasa Inggris (<em>English Language Teaching</em>/ELT). Pembelajaran Bahasa Inggris pada umumnya masih menitikberatkan pada penguasaan kompetensi linguistik, seperti tata bahasa, kosakata, dan pencapaian akademik, sementara aspek pengembangan karakter, empati, dan keterampilan sosial cenderung kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan menelaah artikel jurnal dan sumber akademik yang relevan dengan pedagogi berbasis kebaikan dalam konteks ELT dan pendidikan. Kajian pustaka ini dilengkapi dengan refleksi akademik yang melibatkan empat dosen dari latar belakang keilmuan berbeda, yaitu dua dosen bidang pedagogi Bahasa Inggris dan dua dosen yang memiliki keahlian dalam pendidikan moral dan nilai-nilai positif. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berorientasi kebaikan, seperti <em>Social Emotional Learning</em> (SEL), <em>Loving Pedagogy</em>, dan <em>Altruistic Teaching</em>, berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan suportif. Pendekatan tersebut berkaitan dengan peningkatan kompetensi bahasa, kesejahteraan emosional, interaksi kelas, serta keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan pedagogis berorientasi kebaikan dalam ELT mendukung pencapaian akademik sekaligus pengembangan peserta didik secara holistik. Kontribusi artikel ini adalah penyediaan tinjauan konseptual mengenai pembelajaran ELT berbasis kebaikan yang dapat menjadi alternatif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran bahasa.</p> Suci Tresna Dewi Handayani, Titania Sari, Rimba Krisnha Sukma Dewi, Multi Nadeak Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9053 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKUSIF: KAJIAN LITERATUR PSIKOLOGI PENDIDIKAN https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9054 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Inclusive education positions learner diversity as the main strength in the learning process, encompassing students with special needs as well as differences in learning styles, cognitive abilities, socio-emotional characteristics, and cultural backgrounds. In the practice of inclusive education, a commonly encountered problem is the suboptimal process of identifying learner diversity as the basis for instructional design; therefore, this study analyzes the utilization of the identification process in designing effective and equitable inclusive learning. This study employs a literature review method with a descriptive qualitative approach through stages of searching, selection, and content analysis of national and international scholarly articles published over the past ten years. The findings indicate that the success of inclusive education is influenced by educators’ ability to understand individual learner characteristics through continuous identification processes. The challenges faced include limitations of identification instruments, diverse teacher competencies, inadequate policy support, and limited parental involvement. To address these challenges, the implementation of instructional strategies such as differentiated instruction, Universal Design for Learning (UDL), and collaborative approaches is considered effective in accommodating learner diversity. The conclusion of this study emphasizes that the identification of learner diversity is a key element in realizing humanistic, equitable, and transformative education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman peserta didik sebagai kekuatan utama dalam proses pembelajaran yang mencakup peserta didik berkebutuhan khusus serta perbedaan gaya belajar, kemampuan kognitif, karakter sosial-emosional, dan latar belakang budaya. Dalam praktik pendidikan inklusif, permasalahan yang sering dijumpai adalah belum optimalnya proses identifikasi keberagaman peserta didik sebagai dasar perancangan pembelajaran; oleh karena itu, kajian ini menganalisis pemanfaatan proses identifikasi tersebut dalam merancang pembelajaran inklusif yang efektif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tahapan penelusuran, seleksi, dan analisis isi terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam memahami karakteristik individual peserta didik melalui proses identifikasi yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan instrumen identifikasi, kompetensi guru yang beragam, dukungan kebijakan yang belum optimal, serta keterlibatan orang tua yang terbatas. Untuk merespons tantangan tersebut, penerapan strategi pembelajaran seperti <em>differentiated instruction</em>, <em>Universal Design for Learning</em> (UDL), dan pendekatan kolaboratif dinilai efektif dalam mengakomodasi keberagaman peserta didik. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa identifikasi keberagaman peserta didik merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, adil, dan transformatif.</p> Rahmatia Thahir, Zaitun Zaitun, Anisa Anisa, Fatimah Azis Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9054 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0000