TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching
<p><strong>TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan| <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11947">Terakreditasi Sinta 4 </a></strong> diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2775-7188 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2775-717X</strong></p>Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesiaen-USTEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan2775-717XMEMAHAMI KONSEP DASAR PENELITIAN KUALITATIF
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8850
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Qualitative research makes an important contribution to educational studies as it enables researchers to gain an in-depth understanding of learning processes, experiential meanings, and social contexts. Nevertheless, limitations in conceptual understanding among educational researchers persist, particularly with regard to the characteristics, procedures, and principles of trustworthiness in qualitative research. This article aims to examine and systematically synthesize the fundamental concepts of qualitative research in the field of education. The study employs a library-based research method with a descriptive-analytical approach, involving stages of literature searching, selection, classification, and critical analysis of relevant scholarly sources, including methodological books and reputable journal articles. The findings indicate that qualitative research is characterized by a naturalistic approach, a focus on meaning, inductive analysis, and the positioning of the researcher as a key instrument in data collection and analysis. Furthermore, the quality and trustworthiness of qualitative research data are ensured through the application of credibility, transferability, dependability, and confirmability criteria. This study concludes that a comprehensive understanding of the fundamental concepts and principles of qualitative research is a crucial prerequisite for producing systematic, academically accountable, and meaningful educational research in both academic and practical contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian kualitatif memiliki kontribusi penting dalam kajian pendidikan karena memungkinkan peneliti memahami proses pembelajaran, makna pengalaman, serta konteks sosial secara mendalam. Meskipun demikian, masih dijumpai keterbatasan pemahaman konseptual di kalangan peneliti pendidikan terkait karakteristik, prosedur, dan prinsip keabsahan penelitian kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis konsep dasar penelitian kualitatif dalam bidang pendidikan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tahapan penelusuran, seleksi, klasifikasi, dan analisis kritis terhadap literatur ilmiah yang relevan, meliputi buku metodologi dan artikel jurnal bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki ciri utama berupa pendekatan naturalistik, orientasi pada makna, analisis induktif, serta penempatan peneliti sebagai instrumen kunci dalam pengumpulan dan analisis data. Selain itu, mutu dan keabsahan data dalam penelitian kualitatif ditentukan melalui penerapan kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap konsep dan prinsip dasar penelitian kualitatif menjadi prasyarat penting untuk menghasilkan penelitian pendidikan yang sistematis, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan bermakna dalam konteks akademik maupun praktis.</p>M. Aris AkinUlfiani RahmanSyarifuddin Ondeng
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-102026-01-10611910.51878/teaching.v6i1.8850PERAN PENDIDIK PAI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MORAL MAHASISWA PADA ERA GLOBALISASI
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8848
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Era globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan sistem nilai mahasiswa. Arus informasi yang sangat cepat melalui media digital seringkali mempengaruhi moralitas generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan moral mahasiswa STAI Al-Gazali Bulukumba dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berperan dalam tiga fungsi utama yaitu: (1) sebagai pendidik dan pembimbing moral, (2) sebagai teladan, dan (3) sebagai fasilitator pembelajaran berbasis nilai Islami dan karakter. Strategi yang digunakan pendidik PAI meliputi penguatan akidah, internalisasi nilai keagamaan melalui pembelajaran, pembinaan spiritual, dan integrasi kurikulum berbasis karakter. Kendala yang ditemukan antara lain pengaruh budaya digital, kurangnya kontrol diri mahasiswa, dan minimnya lingkungan pendukung religius. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidik PAI memiliki peran strategis dalam memperkuat moralitas mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan karakter Islami yang kuat.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Globalization has brought significant impact on the values, perspectives, and behavior of university students. Rapid access to information through digital platforms affects students’ moral attitudes and lifestyle choices. This research aims to examine the role of Islamic Education (PAI) lecturers in developing moral resilience among students at STAI Al-Gazali Bulukumba. This study applied a descriptive qualitative method through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that Islamic education lecturers have three strategic roles: (1) as moral educators and mentors, (2) as role models in Islamic values and behavior, and (3) as facilitators in value-based and character-oriented learning. Strategies used include strengthening aqidah, internalizing Islamic values through curriculum integration, spiritual guidance, and character-based evaluation. The challenges faced include digital cultural influence, weak self-control among students, and limited religious supporting environments. This research concludes that Islamic education lecturers play a crucial role in strengthening the moral resilience of students to face globalization based on Islamic values and character development.</p>Musfira MusfiraAsmaji MuchtarToha Makhshun
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-122026-01-1261101810.51878/teaching.v6i1.8848PENGARUH SELF-EFFICACY DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DALAM MATA KULIAH AKUNTANSI
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/8413
<p>Higher education plays a strategic role in producing superior human resources, but in practice there are still problems with declining student motivation, especially in accounting courses, which are highly complex and demanding in terms of analysis. Learning motivation is influenced by various internal factors, including self-efficacy and adversity quotient, which play a role in shaping students' self-confidence and resilience in facing academic challenges. This study aims to analyze the influence of self-efficacy and adversity quotient on student learning motivation in accounting courses. The study uses a quantitative approach with an associative method. The research population consists of students from the Accounting Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta, with a sample of 65 students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS version 25 through instrument testing, descriptive analysis, classical assumption testing, multiple linear regression, and hypothesis testing. The results of the study indicate that self-efficacy has a positive and significant effect on learning motivation, as does adversity quotient, which also has a positive and significant effect. Simultaneously, both variables were found to have a significant effect on student learning motivation, contributing 45.8%. These findings confirm that belief in one's abilities and resilience in the face of adversity are important factors in increasing student learning motivation, especially in accounting, which requires perseverance and high analytical skills.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, namun dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan penurunan motivasi belajar mahasiswa, khususnya pada mata kuliah akuntansi yang memiliki tingkat kompleksitas dan tuntutan analisis yang tinggi. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya <em>self-efficacy</em> dan <em>adversity quotient</em>, yang berperan dalam membentuk keyakinan diri serta ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>self-efficacy</em> dan <em>adversity quotient</em> terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta, dengan sampel sebanyak 65 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan bantuan SPSS versi 25 melalui uji instrumen, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, demikian pula <em>adversity quotient</em> yang juga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan kontribusi sebesar 45,8%. Temuan ini menegaskan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran akuntansi yang menuntut ketekunan dan kemampuan analitis yang tinggi.</p>Khalissa DevitasariSalwa Nindya NajwaArmina ArminaShofiyyah Karimah
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-152026-01-1561192910.51878/teaching.v6i1.8413BUILDING BETTER LEARNERS: A REVIEW OF KINDNESS-CENTERED APPROACHES IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9053
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This article analyzes the implementation of kindness oriented instructional approaches in English Language Teaching (ELT). English learning generally still emphasizes mastery of linguistic competencies, such as grammar, vocabulary, and academic achievement, while important aspects of character development, empathy, and social skills tend to receive less attention. This study uses a qualitative literature review method by carefully examining journal articles and other academic sources relevant to kindness-based pedagogy in the context of ELT and education. The literature review is supplemented with academic reflections involving four lecturers from different scholarly backgrounds, namely two lecturers in English pedagogy and two lecturers with expertise in moral education and positive values. The literature analysis results show that kindness-oriented instructional approaches, such as Social Emotional Learning (SEL), Loving Pedagogy, and Altruistic Teaching, significantly contribute to creating an inclusive and supportive learning environment. These approaches are related to improving language competence, emotional well-being, classroom interaction, as well as students’ interpersonal communication skills and collaborative learning abilities. The study concludes that the integration of kindness-oriented pedagogical approaches in ELT strongly supports academic achievement as well as holistic student development. The contribution of this article is providing a comprehensive conceptual review of kindness-based ELT that can serve as an alternative in effectively integrating character education into language learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Artikel ini menganalisis penerapan pendekatan pembelajaran berorientasi kebaikan (<em>kindness oriented instructional approaches</em>) dalam pembelajaran Bahasa Inggris (<em>English Language Teaching</em>/ELT). Pembelajaran Bahasa Inggris pada umumnya masih menitikberatkan pada penguasaan kompetensi linguistik, seperti tata bahasa, kosakata, dan pencapaian akademik, sementara aspek pengembangan karakter, empati, dan keterampilan sosial cenderung kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan menelaah artikel jurnal dan sumber akademik yang relevan dengan pedagogi berbasis kebaikan dalam konteks ELT dan pendidikan. Kajian pustaka ini dilengkapi dengan refleksi akademik yang melibatkan empat dosen dari latar belakang keilmuan berbeda, yaitu dua dosen bidang pedagogi Bahasa Inggris dan dua dosen yang memiliki keahlian dalam pendidikan moral dan nilai-nilai positif. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berorientasi kebaikan, seperti <em>Social Emotional Learning</em> (SEL), <em>Loving Pedagogy</em>, dan <em>Altruistic Teaching</em>, berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan suportif. Pendekatan tersebut berkaitan dengan peningkatan kompetensi bahasa, kesejahteraan emosional, interaksi kelas, serta keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan pedagogis berorientasi kebaikan dalam ELT mendukung pencapaian akademik sekaligus pengembangan peserta didik secara holistik. Kontribusi artikel ini adalah penyediaan tinjauan konseptual mengenai pembelajaran ELT berbasis kebaikan yang dapat menjadi alternatif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran bahasa.</p>Suci Tresna Dewi HandayaniTitania SariRimba Krisnha Sukma DewiMulti Nadeak
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-242026-01-2461303810.51878/teaching.v6i1.9053IDENTIFIKASI KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKUSIF: KAJIAN LITERATUR PSIKOLOGI PENDIDIKAN
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9054
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Inclusive education positions learner diversity as the main strength in the learning process, encompassing students with special needs as well as differences in learning styles, cognitive abilities, socio-emotional characteristics, and cultural backgrounds. In the practice of inclusive education, a commonly encountered problem is the suboptimal process of identifying learner diversity as the basis for instructional design; therefore, this study analyzes the utilization of the identification process in designing effective and equitable inclusive learning. This study employs a literature review method with a descriptive qualitative approach through stages of searching, selection, and content analysis of national and international scholarly articles published over the past ten years. The findings indicate that the success of inclusive education is influenced by educators’ ability to understand individual learner characteristics through continuous identification processes. The challenges faced include limitations of identification instruments, diverse teacher competencies, inadequate policy support, and limited parental involvement. To address these challenges, the implementation of instructional strategies such as differentiated instruction, Universal Design for Learning (UDL), and collaborative approaches is considered effective in accommodating learner diversity. The conclusion of this study emphasizes that the identification of learner diversity is a key element in realizing humanistic, equitable, and transformative education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman peserta didik sebagai kekuatan utama dalam proses pembelajaran yang mencakup peserta didik berkebutuhan khusus serta perbedaan gaya belajar, kemampuan kognitif, karakter sosial-emosional, dan latar belakang budaya. Dalam praktik pendidikan inklusif, permasalahan yang sering dijumpai adalah belum optimalnya proses identifikasi keberagaman peserta didik sebagai dasar perancangan pembelajaran; oleh karena itu, kajian ini menganalisis pemanfaatan proses identifikasi tersebut dalam merancang pembelajaran inklusif yang efektif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tahapan penelusuran, seleksi, dan analisis isi terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam memahami karakteristik individual peserta didik melalui proses identifikasi yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan instrumen identifikasi, kompetensi guru yang beragam, dukungan kebijakan yang belum optimal, serta keterlibatan orang tua yang terbatas. Untuk merespons tantangan tersebut, penerapan strategi pembelajaran seperti <em>differentiated instruction</em>, <em>Universal Design for Learning</em> (UDL), dan pendekatan kolaboratif dinilai efektif dalam mengakomodasi keberagaman peserta didik. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa identifikasi keberagaman peserta didik merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, adil, dan transformatif.</p>Rahmatia ThahirZaitun ZaitunAnisa AnisaFatimah Azis
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-242026-01-2461394610.51878/teaching.v6i1.9054GAPS IN MANAGING BLENDED LEARNING PROCESSES IN BORDER AREA SCHOOLS: EVIDENCE FROM BENGKAYANG, INDONESIA
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9288
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Educational disparities between urban and border areas remain a critical issue within Indonesia’s education system. One manifestation of this disparity is the uneven management of blended learning-based instructional processes. This study aims to examine the gaps in managing blended learning processes in border area schools, using Bengkayang Regency as the context of analysis. This study employs a literature review approach by analyzing national and international journal articles, government reports, and relevant educational statistical data. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns, challenges, and characteristics related to the management of blended learning in border areas. The findings indicate that the implementation of blended learning in border areas faces multiple constraints, including limited technological infrastructure, low teacher readiness, insufficient institutional support, and sociocultural conditions that are not yet conducive to digital learning. These findings suggest that the success of blended learning is not solely determined by technological availability, but also by the quality of contextual and realistic instructional management. This study is expected to contribute theoretically and practically to the development of blended learning management in border area schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan perbatasan tetap menjadi isu kritis dalam sistem pendidikan Indonesia. Salah satu manifestasi kesenjangan ini adalah pengelolaan proses pembelajaran campuran yang tidak merata. Studi ini bertujuan untuk meneliti kesenjangan dalam pengelolaan proses pembelajaran bauran di sekolah-sekolah daerah perbatasan, dengan menggunakan Kabupaten Bengkayang sebagai konteks analisis. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional, laporan pemerintah, dan data statistik pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan karakteristik yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran bauran di daerah perbatasan. Temuan menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran campuran di daerah perbatasan menghadapi berbagai kendala, termasuk infrastruktur teknologi yang terbatas, kesiapan guru yang rendah, dukungan kelembagaan yang tidak memadai, dan kondisi sosial budaya yang belum kondusif untuk pembelajaran digital. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran bauran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan pembelajaran yang kontekstual dan realistis. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis terhadap pengembangan pengelolaan pembelajaran bauran di sekolah-sekolah daerah perbatasan.</p>Yosua Damas SadewoPebria Dheni PurnasariTotok Victor Didik SaputroSilvester SilvesterNurselam Hassen Yimer
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-102026-02-1061476010.51878/teaching.v6i1.9288INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9429
<p>The sharp dichotomy between religious knowledge and science in the modern education system has triggered a significant epistemological crisis and moral degradation among Muslims. This study aims to explore and analyze Ismail Raji Al-Faruqi's thoughts on the integration of religion and science through the concept of the Islamization of knowledge, and its relevance in Islamic Religious Education (PAI) learning. By applying a qualitative approach based on library research methods, this study examines in depth Al-Faruqi's fundamental works along with contemporary interpretations of his ideas. The research findings show that Al-Faruqi made the principle of monotheism the absolute epistemological foundation for reuniting revelation and reason, while simultaneously rejecting secularism that separates the two. Through the formulation of twelve steps of the Islamization of knowledge, he attempted to reconstruct the structure of modern science to align with Islamic values for the sake of achieving the welfare of the people and spiritual balance. In its implementation in PAI learning, this concept is applied by harmoniously integrating naqli arguments and scientific phenomena, so that science is understood as a manifestation of God's power. The main conclusion emphasizes that internalizing this integrative paradigm is very urgent to produce a complete generation of Muslims, namely individuals who have high intellectual intelligence as well as strong faith and morals in facing global challenges.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dikotomi yang tajam antara ilmu agama dan sains dalam sistem pendidikan modern telah memicu krisis epistemologi dan degradasi moral yang signifikan di kalangan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi mengenai integrasi agama dan sains melalui konsep Islamisasi ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menerapkan pendekatan kualitatif berbasis metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah secara mendalam karya-karya fundamental Al-Faruqi beserta interpretasi kontemporer terkait gagasannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Faruqi menjadikan prinsip tauhid sebagai fondasi epistemologis mutlak untuk menyatukan kembali wahyu dan akal, sekaligus menolak sekularisme yang memisahkan keduanya. Melalui rumusan dua belas langkah Islamisasi ilmu, ia berupaya merekonstruksi bangunan ilmu pengetahuan modern agar selaras dengan nilai-nilai Islam demi tercapainya kesejahteraan umat dan keseimbangan spiritual. Dalam implementasinya pada pembelajaran PAI, konsep ini diterapkan dengan mengintegrasikan dalil naqli dan fenomena ilmiah secara harmonis, sehingga sains dipahami sebagai manifestasi kekuasaan Allah. Simpulan utama menegaskan bahwa internalisasi paradigma integratif ini sangat mendesak untuk mencetak generasi Muslim yang utuh, yakni pribadi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi sekaligus kekokohan iman dan akhlak dalam menghadapi tantangan global.</p>Fathia Saidah FahriahAmril Amril
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-172026-02-1761617010.51878/teaching.v6i1.9429MENGELOLA PERILAKU GURU YANG MENCERMINKAN KEMATANGAN MORAL, EMOSIONAL, DAN SPIRITUAL SESUAI DENGAN KODE ETIK GURU
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9430
<p>Teachers play a central role as role models who demand mastery of knowledge as well as moral, emotional, and spiritual maturity within the framework of the philosophy of science and the professional code of ethics. This study aims to analyze the management of teacher behavior at SDN Arjasari 03 to reflect personal and professional integrity according to ethical standards. Through a descriptive qualitative approach with intensive observation methods for three weeks in November 2025, in-depth interviews, and documentation studies, real behavioral patterns were found that align with teaching ethics. Field findings show strong indicators of moral maturity, specifically evidenced by the discipline of attendance of all teachers before 06.30 WIB and the application of the principle of objectivity in student assessment. In the emotional aspect, teachers demonstrate good self-regulation skills through self-calming techniques and a persuasive approach before giving reprimands, which impacts a conducive classroom climate. Spiritual maturity is reflected through the habit of consistent prayer at the beginning of learning throughout the class as a form of transcendental responsibility. This study concludes that the implementation of the five principles of the code of ethics—integrity, role model, emotional regulation, humanism, and spirituality—has been effective and has become a crucial foundation of school culture in shaping students' character, confirming that teacher behavior is a philosophical manifestation of dignified education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Guru memegang peran sentral sebagai teladan yang menuntut penguasaan pengetahuan sekaligus kematangan moral, emosional, dan spiritual dalam bingkai filsafat ilmu dan kode etik profesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan perilaku guru di SDN Arjasari 03 untuk mencerminkan integritas pribadi dan profesionalitas sesuai standar etika. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi intensif selama tiga minggu pada November 2025, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, ditemukan pola perilaku nyata yang selaras dengan etika keguruan. Temuan lapangan menunjukkan indikator kematangan moral yang kuat, dibuktikan secara spesifik dengan kedisiplinan kehadiran seluruh guru sebelum pukul 06.30 WIB serta penerapan prinsip objektivitas dalam penilaian siswa. Pada aspek emosional, guru menunjukkan kemampuan regulasi diri yang baik melalui teknik <em>self-calming</em> dan pendekatan persuasif sebelum memberikan teguran, yang berdampak pada iklim kelas yang kondusif. Kematangan spiritual terefleksi melalui pembiasaan doa awal pembelajaran yang konsisten di seluruh kelas sebagai bentuk tanggung jawab transendental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi lima prinsip kode etik—integritas, keteladanan, regulasi emosi, humanisme, dan spiritualitas—telah berjalan efektif dan menjadi fondasi budaya sekolah yang krusial dalam membentuk karakter peserta didik, menegaskan bahwa perilaku guru adalah manifestasi filosofis dari pendidikan yang bermartabat.</p> <p> </p>Fenia MarlianaIrawan Irawan
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-172026-02-1761718110.51878/teaching.v6i1.9430ANALISIS KEMAMPUAN GURU PAI DALAM MENYUSUN MODUL AJAR DI MTS
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9432
<p>The digital era and the implementation of the Merdeka Curriculum require Islamic Religious Education (PAI) teachers to be able to effectively integrate technology, pedagogy, and content through the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework in the preparation of teaching modules. This research aims to analyze the TPACK ability of PAI teachers at MTs Negeri 1 Bantul in developing teaching modules and to identify the challenges faced. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach through in-depth interviews and a review of related literature. The results of the research show that PAI teachers have adequate mastery of the core components (TK, CK, PK), as evidenced by the use of digital tools such as Canva, Kahoot!, and Quizizz in the learning process. However, integrative abilities in the Technological Pedagogical Knowledge (TPK) and Technological Content Knowledge (TCK) aspects still show variation and are not evenly distributed. The main obstacles found include gaps in students' digital facilities, variations in students' technological competence, time constraints, and challenges in meaningfully integrating Islamic values into digital activities. The conclusion of this research emphasizes that TPACK ability is a crucial dynamic competence for PAI teachers to create innovative and contextual learning. Systemic support in the form of integration-based training and infrastructure strengthening is needed to optimize the quality of teaching modules in the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Era digital dan penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten secara efektif melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam penyusunan modul ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan TPACK guru PAI di MTs Negeri 1 Bantul dalam menyusun modul ajar serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan tinjauan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki penguasaan yang memadai pada komponen inti (TK, CK, PK), yang dibuktikan dengan penggunaan perangkat digital seperti Canva, Kahoot!, dan Quizizz dalam proses pembelajaran. Namun, kemampuan integratif pada aspek Technological Pedagogical Knowledge (TPK) dan Technological Content Knowledge (TCK) masih menunjukkan variasi dan belum merata. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kesenjangan fasilitas digital siswa, variasi kompetensi teknologi peserta didik, keterbatasan waktu, serta tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman secara bermakna ke dalam aktivitas digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan TPACK merupakan kompetensi dinamis yang krusial bagi guru PAI untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Diperlukan dukungan sistemik berupa pelatihan berbasis integrasi dan penguatan infrastruktur untuk mengoptimalkan kualitas modul ajar di era digital..</p>Willy Adam AriyansyahMario JufriSamsul HadiMuhamad Nur FiqihLovandri Dwanda Putra
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-172026-02-1761829210.51878/teaching.v6i1.9432PERAN IBU DALAM MENDORONG ANAK PEREMPUAN MEREKA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG LEBIH TINGGI
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9431
<p>This article discusses the role of mothers in encouraging girls to continue their education to a higher level: Education is an important factor in improving the quality of life and future of girls. However, there are still various obstacles that prevent girls from continuing their education to a higher level, both economic and family environment factors. This article aims to discuss the role of mothers in encouraging girls' awareness of education to a higher level. The method used in writing this article is a literature study by reviewing various sources such as books, journals, and scientific articles that are relevant to the scientific topic. The results of the discussion show that mothers play an important role in encouraging girls' awareness of education through several forms of involvement, including providing motivation, managing household finances for the sake of continuing education, and providing guidance in making decisions about girls' education. Mothers' support in the form of attention, advice, and moral encouragement can increase girls' enthusiasm for learning and their confidence to continue their education. Thus, mothers play a very influential role in determining the success of girls' education to a higher level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Artikel ini membahas peran ibu dalam mendorong anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi : Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak perempuan. Namun, masih terdapat berbagai kendala yang menyebabkan anak perempuan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik dari faktor ekonomi, maupun lingkungan keluarga . Artikel ini bertujuan untuk membahas peran ibu dalam mendorong kesadaran pendidikan anak perempuan ke jenjang yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik ilmiah. Hasil pembahasan menunjukan bahwa ibu berperan penting dalam mendorong kesadaran pendidikan anak perempuan melalui beberapa bentuk keterlibatan , antara lain memberi motivasi, mengelola keuangan rumah tangga demi keberlangsungan pendidikan serta pengarah dalam pengambilan keputusan pendidikan anak perempuan. Dukungan ibu yang berupa perhatian, nasihat, dan dorongan moral mampu meningkatkan semangat belajar serta kepercayaan diri anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, peran ibu sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak perempuan hingga kejenjang yang lebih</p> <p> </p>Della SafitriDian LestariDwi ArimbiFira Duwi Novita SariMaya AnnisaMirza Syadat Rambe
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-172026-02-17619310110.51878/teaching.v6i1.9431DIGITAL READING AND VOCABULARY DEVELOPMENT THROUGH LEARNING MANAGEMENT SYSTEM: A REVIEW OF INDONESIAN EFL STUDIES IN THE POST-PANDEMIC ERA
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9501
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The COVID-19 pandemic accelerated the adoption of Learning Management Systems (LMS) in English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesia, and this practice has continued into the post-pandemic phase, particularly in the development of digital reading skills and vocabulary acquisition. This study aims to systematically examine empirical findings concerning the effectiveness of LMS in the Indonesian EFL context. The method employed was a systematic literature review following the PRISMA framework, analyzing twenty articles published between 2021 and 2025 through stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion based on criteria requiring empirical studies focused on LMS use in Indonesian EFL settings and reporting data on reading or vocabulary outcomes. The data were analyzed using qualitative thematic synthesis to identify dominant patterns of findings. The results indicate that LMS expands access to authentic texts, enhances learning flexibility, and facilitates repeated exposure, contributing to improvements in reading comprehension and vocabulary mastery, particularly when combined with explicit tasks such as structured quizzes and digital glossaries. Its effectiveness is influenced by self-regulation, digital literacy, and the quality of instructional design. Conceptually, this review underscores the importance of integrating Self-Regulated Learning, managing Cognitive Load, and applying blended learning approaches as foundational principles for strengthening LMS-based EFL instructional design.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi <em>Learning Management System</em> (LMS) dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di Indonesia dan praktik tersebut berlanjut pada fase pascapandemi, khususnya dalam pengembangan keterampilan membaca digital dan penguasaan kosakata. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis temuan empiris terkait efektivitas LMS dalam konteks EFL Indonesia. Metode yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> dengan kerangka PRISMA terhadap dua puluh artikel terbitan 2021–2025 melalui tahapan identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria artikel empiris, berfokus pada LMS dalam EFL Indonesia, serta melaporkan data membaca atau kosakata. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola temuan utama. Hasil menunjukkan bahwa LMS memperluas akses teks autentik, meningkatkan fleksibilitas belajar, serta mendukung paparan berulang yang berdampak pada peningkatan pemahaman bacaan dan kosakata, terutama ketika disertai tugas eksplisit seperti kuis dan glosarium digital. Efektivitasnya dipengaruhi oleh regulasi diri, literasi digital, dan kualitas desain instruksional. Secara konseptual, kajian ini menegaskan pentingnya integrasi <em>Self-Regulated Learning</em>, pengelolaan <em>Cognitive Load</em>, dan pendekatan blended learning sebagai fondasi penguatan desain pembelajaran EFL berbasis LMS<strong>.</strong></p>Muhammad Andrie BagiaDwita Laksmita Rachmawati
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-212026-02-216110211010.51878/teaching.v6i1.9501METODE KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL GURU PAUD CIKAL GEMILANG DALAM PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9516
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Instructional communication plays a strategic role in fostering self-confidence in early childhood, particularly within the context of inclusive education, which requires adaptive approaches to address the diversity of learners’ needs. Along with the increasing number of children with special needs in early childhood education settings, the demand for teachers’ readiness to implement effective, responsive, and learner-centered communication has become increasingly prominent. This study aims to describe and analyze the instructional communication practices employed by teachers at PAUD Cikal Gemilang, Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, West Bandung Regency, in developing students’ self-confidence. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observations involving five purposively selected informants. Data validity was ensured through source triangulation and member checking, while data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers apply classical communication methods, individual interviews, and targeted stimulation tailored to students’ characteristics and needs. The study concludes that inclusive, flexible, and emotionally supportive instructional communication significantly contributes to enhancing self-confidence and socio-emotional development in early childhood learners.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Komunikasi instruksional guru memiliki peran strategis dalam membentuk kepercayaan diri anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif yang menuntut pendekatan adaptif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Seiring dengan meningkatnya jumlah siswa berkebutuhan khusus di satuan PAUD, tuntutan terhadap kesiapan guru dalam menerapkan komunikasi yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan individu siswa pun semakin menguat. Berikan saya versi bahasa inggrisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi instruksional guru PAUD Cikal Gemilang di Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, Kabupaten Bandung Barat, dalam membentuk kepercayaan diri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap lima informan yang dipilih secara purposive. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member check, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode komunikasi klasikal, wawancara individu, dan stimulasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa komunikasi instruksional yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada hubungan emosional guru, siswa, dan berkontribusi signifikan dalam membangun kepercayaan diri dan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.</p>Rismawaty RaisFaiz Ardiansah
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-212026-02-216111112110.51878/teaching.v6i1.9516IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 MADRASAH IBTIDAIYAH
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9462
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>At the elementary school level, learning to read the Qur’an serves as a fundamental foundation for instilling religious competence while shaping children’s character from an early age. This study aims to describe the implementation of the Tilawati method in improving Qur’anic reading skills among first-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The participants included the head of the madrasah, a certified Tilawati teacher, first-grade students, and their parents. The findings indicate that the Tilawati method was implemented through classical instruction, individual practice, and continuous evaluation, emphasizing the principles of talaqqi musyafahah, the use of the rost melody, and habituation in reading with tartil. The implementation was supported by teacher competence, the availability of learning facilities, a religious school environment, and parental involvement in assisting learning at home. The identified challenges included variations in students’ initial abilities and limited instructional time. Overall, the implementation of the Tilawati method demonstrated positive results in enhancing students’ Qur’anic reading skills, particularly in fluency, accuracy of makhraj pronunciation, application of tajwid rules, and the cultivation of proper etiquette in recitation. This study contributes to the development of Qur’anic learning strategies that are contextually relevant, systematically structured, and aligned with the developmental characteristics of early childhood learners in formal educational settings.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar membaca Al-Qur’an menjadi landasan utama dalam menanamkan kemampuan religius sekaligus membentuk kepribadian anak sejak dini. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan penerapan metode Tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta telaah dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup kepala madrasah, guru Tilawati yang telah memiliki sertifikasi, siswa kelas I, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati diterapkan melalui tahapan pembelajaran klasikal, individual, dan evaluasi berkelanjutan dengan menekankan prinsip <em>talaqqi musyafahah</em>, penggunaan lagu <em>rost</em>, dan pembiasaan membaca tartil. Implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, lingkungan madrasah yang religius, serta keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar di rumah. Kendala yang teridentifikasi dalam pelaksanaannya mencakup adanya variasi kemampuan awal antar siswa serta terbatasnya waktu yang tersedia untuk proses pembelajaran. Secara umum, penerapan metode Tilawati menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, khususnya pada aspek kelancaran, ketepatan pengucapan makhraj, penerapan kaidah tajwid, serta pembinaan adab dalam membaca. Studi ini memberikan sumbangan bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-Qur’an yang relevan dengan konteks, tersusun secara terarah, serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.</p>Moch. Nur Tian Darmawan WidayatAsmaji MuchtarToha Makhsun
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-232026-02-236112213310.51878/teaching.v6i1.9462STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9477
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) plays a significant role in shaping students’ religious and social character, particularly in addressing the challenges of globalization and rapid technological advancement. However, the internalization of these values continues to face various challenges, stemming from environmental influences, digital media exposure, and limitations in instructional strategies. This study was conducted to examine and describe the strategies implemented by Islamic Religious Education teachers in fostering and developing students’ religious and social character at MTs Pembangunan Jakarta. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. The research subjects included Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school leaders as well as educational staff within the school environment. Data were analyzed systematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that the efforts of Islamic Religious Education teachers in cultivating students’ religious and social character are realized through role modeling, habituation of worship practices, integration of character values into the learning process, and reinforcement through religious and extracurricular activities. These strategies contribute positively to improving students’ discipline in worship, empathy, responsibility, and cooperation. Nevertheless, the study also identified obstacles, particularly the influence of social media and peer environments. Therefore, integrated collaboration among teachers, school administrators, and parents is essential to strengthen the continuous and sustainable development of students’ character.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) menempati posisi yang signifikan dalam proses pembentukan karakter keagamaan dan sosial peserta didik, khususnya dalam menghadapi dinamika globalisasi serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun, proses internalisasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai kendala, baik dari faktor lingkungan, media digital, maupun keterbatasan strategi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina serta mengembangkan karakter religius dan sosial peserta didik di MTs Pembangunan Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini mencakup guru Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik, serta unsur pimpinan dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan mengikuti tahapan reduksi data, penyajian atau <em>display</em> data, serta proses verifikasi dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter religius dan sosial peserta didik diwujudkan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan praktik ibadah, pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran, serta penguatan melalui aktivitas keagamaan dan program ekstrakurikuler. Strategi tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kedisiplinan beribadah, sikap empati, tanggung jawab, dan kerja sama peserta didik. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi yang terintegrasi antara guru, pihak sekolah, dan orang tua guna memperkokoh proses pembinaan karakter peserta didik secara konsisten dan berkesinambungan.</p>Ahmad Fuad BasyirAsmaji MuchtarToha Makhsun
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-252026-02-256113414410.51878/teaching.v6i1.9477PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI ASAL USUL NENEK MOYANG ORANG GORONTALO KELAS IV SD
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9606
<p>This study was motivated by the limitations of Indonesian language teaching materials in elementary schools, which are still conventional and do not optimize digital technology. The focus of this study is the low level of student engagement and motivation in learning local history narrative material because learning resources are limited to printed textbooks without interactive media variations. The purpose of this study is to develop a Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors for fourth-grade students at SDN 19 Limboto. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes five important stages: needs analysis, product design using Canva and Heyzine, product development through expert validation, implementation on 23 students, and final evaluation. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires for teachers and students. The results showed that expert validation of the material, language, and media gave an average score of 92.91%, which is categorized as “Very Suitable.” In the practicality test, 96.87% of teachers and 96.71% of students responded that it was “Very Practical.” The main conclusion of this study is that the Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors has been tested for feasibility and practicality, making it highly relevant for use as an innovative learning medium to improve the quality of literacy based on local wisdom in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih bersifat konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi digital. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada materi narasi sejarah lokal karena sumber belajar yang hanya terpaku pada buku teks cetak tanpa variasi media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul berbasis <em>Flipbook</em> pada materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo untuk siswa kelas IV SDN 19 Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan penting: analisis kebutuhan, perancangan produk menggunakan Canva dan <em>Heyzine</em>, pengembangan produk melalui validasi ahli, implementasi pada 23 siswa, serta evaluasi akhir. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi, bahasa dan media memberikan nilai rata-rata 92,91% dengan kategori "Sangat Layak". Pada uji kepraktisan, diperoleh persentase sebesar 96,87% dari respon guru dan 96,71% dari respon siswa, yang keduanya termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Simpulan utama penelitian ini adalah E-Modul berbasis <em>Flipbook</em> materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo telah teruji kelayakan dan kepraktisannya, sehingga sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas literasi berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.</p> <p> </p> <p> </p>Miqdad DuawuluWiwy Triyanty PulukadangRusmin HusainFidyawati MonoarfaSukri Katili
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-262026-02-266114515610.51878/teaching.v6i1.9606PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FIQIH
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9572
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The low cognitive ability of students in Fiqh learning, particularly on the topic of bughat, remains a common issue in madrasahs. This condition is influenced by the suboptimal implementation of learning methods that encourage students’ active participation and cognitive engagement. This study is directed at describing the implementation of the brainstorming learning method in an effort to enhance students’ cognitive capacity, while also analyzing the various challenges and constraints that arise during the implementation of Fiqh instruction. This study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological design. The participants in this research included the Fiqh teacher, the vice principal for curriculum affairs, and Grade XI science students at MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Data collection in this study was conducted through observation, interviews, documentation review, and tests to measure students’ cognitive abilities. Meanwhile, data analysis was carried out using an interactive model that includes the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, complemented by data validity testing through triangulation techniques. The results indicate that implementing the brainstorming method through the stages of orientation, analysis, hypothesis, incubation, synthesis, and verification improves students’ cognitive abilities. However, obstacles were identified, including differences in students’ levels of participation, limited instructional time, and classroom management issues. Therefore, systematic lesson planning is necessary to optimize students’ cognitive potential.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi <em>bughat</em>, masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai di madrasah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurang optimalnya penerapan metode pembelajaran yang mendorong keaktifan dan keterlibatan berpikir peserta didik. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan implementasi metode pembelajaran <em>Brainstorming</em> dalam upaya meningkatkan kapasitas kognitif peserta didik, sekaligus menganalisis berbagai tantangan dan kendala yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran Fiqih. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup guru Fiqih, wakil kepala bidang kurikulum, serta peserta didik kelas XI IPA di MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta tes untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta dilengkapi dengan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode <em>brainstorming</em> melalui tahapan orientasi, analisis, hipotesis, pengeraman, sintesis, dan verifikasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat keaktifan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran dan mengatur kondisi kelas. Metode <em>brainstorming</em> terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, sehingga perencanaan pembelajaran yang sistematis diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kognitif mereka.</p>Widya SeptianiGuntur Cahaya KesumaAgus Faisal Asyha
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-062026-03-066115716910.51878/teaching.v6i1.9572PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP SELFT REGULATED LEARNING DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (PENDEKATAN SEM)
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9656
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Digital transformation in higher education requires students not only to master technology but also to regulate their own learning processes effectively. In this context, digital literacy and technology utilization are considered two critical factors that may influence self-regulated learning (SRL), including the possibility of an interactive relationship between them. This study aims to analyze the effect of digital literacy on SRL, examine the contribution of technology utilization to SRL, and evaluate the moderating role of technology utilization among PGMI students at IAIN Curup. The research employed an explanatory design using a survey method involving 150 purposively selected students. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with a bootstrapping technique. The findings indicate that both digital literacy and technology utilization have positive and significant effects on SRL. However, the moderating effect was found to be negative and significant, suggesting that higher levels of technology utilization may weaken the influence of digital literacy on self-regulated learning. These results confirm that digital literacy serves as a primary determinant of SRL, while technology functions as a contextual factor that can alter the strength of this relationship. This study contributes by demonstrating that the relationship between digital competence and self-regulation is conditional, offering implications for the design of technology-enhanced learning environments that preserve student agency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengelola proses belajarnya secara mandiri. Dalam konteks tersebut, literasi digital dan pemanfaatan teknologi dipandang sebagai dua faktor penting yang berpotensi memengaruhi <em>self-regulated learning</em> (SRL), termasuk kemungkinan adanya hubungan interaktif di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap SRL, menguji kontribusi pemanfaatan teknologi terhadap SRL, serta mengevaluasi peran pemanfaatan teknologi sebagai variabel moderator pada mahasiswa PGMI IAIN Curup. Penelitian menggunakan pendekatan eksplanatori dengan metode survei terhadap 150 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Squares</em> dengan teknik bootstrapping. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital dan pemanfaatan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap SRL. Namun, efek moderasi yang ditemukan bersifat negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanfaatan teknologi dapat memperlemah pengaruh literasi digital terhadap regulasi diri belajar. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan determinan utama SRL, sementara teknologi berfungsi sebagai faktor kontekstual yang dapat mengubah kekuatan hubungan tersebut. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa relasi antara kompetensi digital dan regulasi diri bersifat kondisional, serta memberikan implikasi bagi perancangan pembelajaran berbasis teknologi yang tetap menjaga agensi mahasiswa.</p>Guntur Gunawan
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-072026-03-076117018110.51878/teaching.v6i1.9656INOVASI KURIKULUM BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9770
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The rapid development of digital transformation in education requires curriculum innovations that integrate character development, 21st-century competencies, and the optimal use of technology to enhance the effectiveness of the learning process. This study aims to comprehensively examine the implementation of Project-Based Learning (PjBL)-based curriculum innovation in strengthening the Profil Pelajar Pancasila in the era of digital transformation. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at one educational institution that has implemented the Kurikulum Merdeka. The research subjects consisted of teachers, eleventh-grade students, and the school curriculum development team. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, and documentation study. The obtained data were then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing conducted interactively. The findings indicate that PjBL-based curriculum innovation promotes a more participatory, collaborative, and contextual learning process. The integration of digital technology in project-based activities contributes to the improvement of students’ digital literacy, creativity, and problem-solving skills. The strengthening of critical thinking, creativity, collaboration (gotong royong), independence, and moral responsibility is reflected in students’ active engagement throughout each stage of the project. However, the implementation of PjBL still faces several challenges, including limited instructional time, teachers’ readiness in designing authentic projects, and variations in students’ levels of digital literacy. This study concludes that Project-Based Learning-based curriculum innovation represents a relevant strategy for strengthening character development and integrating 21st-century competencies in the context of ongoing digital transformation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut inovasi kurikulum yang mampu mengintegrasikan penguatan karakter, kompetensi abad ke-21, serta optimalisasi teknologi dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif penerapan inovasi kurikulum berbasis <em>Project-Based Learning (PjBL)</em> dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila pada era transformasi digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan <em>kualitatif deskriptif</em> yang dilaksanakan pada salah satu lembaga pendidikan yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian meliputi guru, peserta didik kelas XI, serta tim pengembang kurikulum sekolah. Pengumpulan data dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang dilakukan secara interaktif. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa inovasi kurikulum berbasis <em>PjBL</em> dapat mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual. Pengintegrasian teknologi digital dalam kegiatan proyek pembelajaran berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan literasi digital, kreativitas, serta keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Penguatan dimensi bernalar kritis, kreatif, gotong royong, mandiri, serta tanggung jawab moral terlihat melalui keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahapan proyek. Namun demikian, pelaksanaan <em>PjBL</em> masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan guru dalam merancang proyek yang autentik, serta perbedaan tingkat literasi digital di kalangan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum berbasis <em>Project-Based Learning</em> merupakan strategi yang relevan dalam memperkuat karakter dan kompetensi abad ke-21 secara terpadu di tengah dinamika transformasi digital.</p>Fina Umu Rif AthiNailatul MunaDahlia Dahlia
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-102026-03-106118219410.51878/teaching.v6i1.9770ANALISIS KERJA SAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV SD
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9746
<p>This study aims to analyze the cooperation between teachers and parents in fostering the social attitudes of fourth-grade students at SDN Durenan 1 Sidorejo Magetan. Basic education emphasizes not only academic achievement but also character building and social attitudes, while preliminary findings indicate that there is still a low level of concern, cooperation, and social sensitivity among students. On the other hand, collaboration between teachers and parents has been ongoing, but it tends to be administrative in nature and has not been directed towards the continuous development of social attitudes. The focus of the research includes the forms of cooperation, the implementation process, the obstacles encountered, and the efforts made to strengthen the development of social attitudes. The research uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal, fourth-grade teachers, parents, and students as supporting informants, and school documentation. Subject selection was done purposively. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing with validity testing using source and technique triangulation. The results of the study indicate that cooperation is realized through routine communication, parent-teacher meetings, and coordination in handling student behavior, but is hampered by parents' time constraints and differences in perceptions of guidance patterns. The conclusion of the study confirms that structured, communicative, and sustainable cooperation contributes to.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kerja sama antara guru dan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar, terutama pada siswa kelas IV yang berada pada tahap perkembangan pembentukan kebiasaan dan tanggung jawab. Karakter disiplin menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan kepribadian siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama guru dan orang tua, proses pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV di SDN Durenan 1 Sidorejo Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas IV, orang tua siswa, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama guru dan orang tua diwujudkan melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan, penyamaan persepsi mengenai aturan dan pembiasaan disiplin, serta pemberian keteladanan baik di sekolah maupun di rumah. Pembentukan karakter disiplin terlihat pada ketepatan waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta konsistensi perilaku siswa. Faktor pendukung utama dalam kerja sama ini meliputi kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan karakter, komitmen guru dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan pola asuh, dan kurangnya konsistensi dalam penerapan aturan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama yang efektif antara guru dan orang tua berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter disiplin siswa secara berkelanjutan.</p>Fadilla Eka Widya NingtiasAkbar Aisya Billah
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126119520610.51878/teaching.v6i1.9746IMPLEMENTASI NILAI-NILAI QUR’ANI DALAM KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI SDIT
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9747
<p>Modern educational leadership in 2026 is often trapped by rigid bureaucracy, ignoring the moral-spiritual aspects of the Quran as a complete guide to life. The gap between formal power orientation and the integrity of the murabbi (leader) is a major problem hindering the substantial development of the teaching profession. This study aims to explore the synergy between managerial practices and prophetic values at SDIT Rafflesia Depok through a mixed-methods sequential exploratory design. The research began with a qualitative phase through participant observation and in-depth interviews with thirty-seven participants, followed by quantitative measurement using a questionnaire instrument with proven reliability. The study findings revealed that the systematic internalization of the qualities of shiddiq (honest), amanah (trustworthy), fathonah (faithful), and tabligh (prophetic) can create policy transparency and a healthy organizational culture. The principal acts as a good example, empowering teachers through the use of smart technology and collective knowledge-sharing sessions. Quantitatively, the management of forty personnel and four hundred and eighty-three students resulted in a highly significant level of parental satisfaction. The main conclusion confirms that the integration of Quranic values into school leadership is not merely a formality, but rather a key driver in building a competitive, holistic educational ecosystem. The prophetic leadership paradigm has proven effective in enhancing the pedagogical competence and moral fortitude of teaching staff amidst the dynamics of massive global change and challenges in today's digital era, enabling them to realize the profile of a noble civilization.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kepemimpinan pendidikan modern tahun 2026 sering terjebak birokrasi kaku, mengabaikan aspek moral-spiritual Al-Qur'an sebagai pedoman hidup paripurna. Kesenjangan antara orientasi kekuasaan formal dan integritas murabbi menjadi masalah utama yang menghambat pengembangan profesi guru secara substansial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sinergi praktik manajerial dengan nilai-nilai kenabian di SDIT Rafflesia Depok melalui metode campuran desain sequential exploratory. Langkah penelitian diawali dengan fase kualitatif melalui observasi partisipatif serta wawancara mendalam terhadap tiga puluh tujuh partisipan, dilanjutkan dengan pengukuran variabel kuantitatif menggunakan instrumen angket yang teruji reliabilitasnya. Temuan studi mengungkapkan bahwa internalisasi sifat shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh secara sistematis mampu menciptakan transparansi kebijakan dan budaya organisasi yang sehat. Kepala sekolah bertindak sebagai uswah hasanah yang memberdayakan guru melalui pemanfaatan teknologi cerdas dan sesi berbagi pengetahuan kolektif. Secara kuantitatif, pengelolaan empat puluh personel terhadap empat ratus delapan puluh tiga siswa menghasilkan tingkat kepuasan orang tua yang sangat signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi nilai Qur'ani dalam kepemimpinan sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan penggerak utama dalam membangun ekosistem pendidikan holistik yang kompetitif. Paradigma prophetic leadership terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik serta keteguhan moral staf pengajar di tengah dinamika perubahan global yang masif dan penuh tantangan di era digital saat ini guna mewujudkan profil peradaban luhur.</p> <p> </p>Lina Ari SetiyawatiSuhada SuhadaHamam Faizin
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126120721910.51878/teaching.v6i1.9747 IMPLEMENTASI METODE ARTS-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI KELAS IX DI SMP
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9654
<p>The limitations of teachers in choosing effective learning methods can affect student learning outcomes, so a learning method that is able to actively involve students is needed so that learning can be more easily understood by students. This study aims to analyze differences in student understanding and measure the magnitude of the effect of ABL implementation on improving understanding of Islamic Religious Education material in grade IX at SMPN 281 Jakarta. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. The sample is based on the suitability of the learning schedule, namely class IX F with 30 students and class IX H with 30 students. Data were obtained through pretest and posttest tests in the form of C1-C4 based PG questions. Data were analyzed with three events, namely descriptive analysis, inferential analysis, and N-Gain analysis. Data analysis was carried out by calculating the N-Gain value and the Mann–Whitney U test using SPSS assistance because the data was not normally distributed. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than the control class with an N-Gain value of 0.54 in the experimental class which was included in the medium category, while the control class obtained an N-Gain value of 0.39 in the medium category. The results of the hypothesis test showed that there was no significant difference between the two classes (p > 0.05). This finding indicates that the ABL method has the potential to improve student understanding, but has not shown statistically significant effectiveness on the material studied.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterbatasan guru dalam memilih metode pembelajaran yang efektif dapat memengaruhi hasil belajar siswa, sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang mampu untuk melibatkan sswa secara aktif agar pembelajaran dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman siswa serta mengukur besarnya pengaruh penerapan ABL terhadap peningkatan pemahaman pada materi PAI kelas IX di SMPN 281 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Sampel didasarkan pada kesesuaian jadwal pembelajaran, yaitu kelas IX F yang berjumlah 30 siswa dan kelas IX H yang berjumlah 30 siswa. Data diperoleh melalui tes pretest dan postest berupa soal PG berbasis C1-C4. Data dianalisis dengan tiga acara, yaitu analisis deskriptif, analisis inferensial, dan analisis N-Gain. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai N-Gain serta uji Mann–Whitney U menggunakan bantuan SPSS karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai N-Gain sebesar 0,54 pada kelas eksperimen yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,39 dalam kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa metode ABL memiliki potensi dalam meningkatkan pemahaman siswa, namun belum menunjukkan efektivitas yang signifikan secara statistik pada materi yang diteliti.</p>Siti Adira DwiyantiSri Wahyuni
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126122023110.51878/teaching.v6i1.9654UPAYA GURU DENGAN ORANG TUA DALAM MENGURANGI KECANDUAN GADGET PADA SISWA KELAS 5 MI
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9745
<p>Gadget addiction among elementary school students has become a serious problem that affects students’ academic, social, and emotional development. This phenomenon also occurs among fifth-grade students at MI PSM Jetak Simo, where excessive gadget use leads to decreased learning concentration, social interaction, and discipline. Therefore, collaborative efforts between teachers and parents are needed to address this issue. This study aims to describe the forms of cooperation between teachers and parents, as well as the supporting and inhibiting factors in reducing gadget addiction among fifth-grade students at MI PSM Jetak Simo. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants included classroom teachers, the head of the madrasah, parents, and fifth-grade students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that cooperation between teachers and parents is manifested through intensive communication, supervision of gadget use at home and at school, the establishment of rules regarding gadget usage, and alternative activities that are educational and religious in nature. Supporting factors include parents’ awareness, teachers’ commitment, and madrasah policies, while inhibiting factors include parents’ busy schedules and a lack of consistency in rule implementation. Effective cooperation between teachers and parents can gradually and sustainably reduce gadget addiction among students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecanduan gadget di kalangan siswa sekolah dasar telah menjadi masalah serius yang mempengaruhi perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Fenomena ini juga terjadi di kalangan siswa kelas lima di MI PSM Jetak Simo, di mana penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, interaksi sosial, dan disiplin. Oleh karena itu, upaya kolaboratif antara guru dan orang tua diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk kerja sama antara guru dan orang tua, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam mengurangi kecanduan gadget di kalangan siswa kelas lima di MI PSM Jetak Simo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru kelas, kepala madrasah, orang tua, dan siswa kelas lima. Analisis data dilakukan melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kerja sama antara guru dan orang tua tercermin melalui komunikasi intensif, pengawasan penggunaan gadget di rumah dan di sekolah, penetapan aturan mengenai penggunaan gadget, serta kegiatan alternatif yang bersifat pendidikan dan keagamaan. Faktor pendukung meliputi kesadaran orang tua, komitmen guru, dan kebijakan madrasah, sementara faktor penghambat meliputi jadwal orang tua yang padat dan ketidakonsistenan dalam penerapan aturan. Kerja sama yang efektif antara guru dan orang tua dapat secara bertahap dan berkelanjutan mengurangi kecanduan gadget di kalangan siswa.</p> <p> </p>Novita SariAkbar Aisya Billah
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126123224310.51878/teaching.v6i1.9745ANTUSIASME SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMK
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9641
<p>This study aims to describe students’ enthusiasm in learning Kemuhammadiyahan at SMK Muhammadiyah 1 Taman. This study employs a qualitative approach with an interpretive paradigm. The research subjects include the Kemuhammadiyahan teacher and students of SMK Muhammadiyah 1 Taman. Data were collected through observation and interviews, while data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that students’ enthusiasm is reflected through three main indicators, namely attention, participation, and student responses. The level of students’ enthusiasm varies from high, moderate, to low, influenced by classroom characteristics and composition, particularly the differences in the dominance of male and female students. The teacher’s role is proven to be very important in creating a conducive learning environment through a communicative approach, the use of technology-based learning media, and the application of contextual learning strategies. High learning enthusiasm is dominated by classes with a majority of female students, while low learning enthusiasm tends to be dominated by classes with a majority of male students. Thus, it can be concluded that students’ enthusiasm in learning Kemuhammadiyahan is aligned with the active role of teachers and the use of interactive learning media that are appropriate to the characteristics of the learners.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antusiasme siswa dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan di SMK Muhammadiyah 1 Taman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran Kemuhammadiyahan dan siswa SMK Muhammadiyah 1 Taman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme siswa tercermin melalui tiga indikator utama, yaitu perhatian, partisipasi, dan respon siswa. Tingkat antusiasme siswa bervariasi, mulai dari tinggi, sedang, hingga rendah, yang dipengaruhi oleh karakteristik dan komposisi kelas, khususnya perbedaan dominasi siswa laki-laki dan perempuan. Peran guru terbukti sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui pendekatan komunikatif, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, serta penerapan strategi pembelajaran kontekstual. Antusiasme belajar yang tinggi didominasi oleh kelas dengan mayoritas siswa perempuan, sedangkan antusiasme belajar yang rendah cenderung didominasi oleh kelas dengan mayoritas siswa laki-laki. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa antusiasme siswa dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan sejalan dengan peran aktif guru dan penggunaan media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.</p> <p> </p>Nailatul MaghfirohBudi Haryanto
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126124425510.51878/teaching.v6i1.9641PENGEMBANGAN MEDIA ROTAR GEBER UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN BENTUK, WARNA, DAN TEKSTUR ANAK USIA DINI
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9749
<p>Young children’s ability to recognize shapes, colors, and textures is an important part of cognitive and sensory development that needs to be stimulated through concrete learning experiences. Based on teaching practice at Pos PAUD Cempaka Pemalang, some children still experienced difficulties distinguishing geometric shapes, recognizing colors, and understanding texture differences because learning activities were still conventional and lacked concrete media. This study aimed to develop a learning medium called ROTAR GEBER (Colorful and Textured Geometry Spinning Wheel) and examine its implementation in improving children’s knowledge of shapes, colors, and textures. The method used was a practice-based media development approach involving planning, media creation, implementation, and evaluation stages. The media was made from recycled cardboard modified with colorful geometric shapes and various textures such as flannel fabric and sponge. The results showed that children became more enthusiastic, active, and capable of recognizing shapes, differentiating colors, and understanding textures through play activities using the media. ROTAR GEBER provides concrete, visual, and multisensory learning experiences suitable for early childhood characteristics. Therefore, this media can be an effective alternative innovation for improving young children’s cognitive abilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan anak usia dini dalam mengenali bentuk, warna, dan tekstur merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif dan sensorik yang perlu distimulasi melalui pengalaman belajar yang konkret. Berdasarkan pengalaman praktik pembelajaran di Pos PAUD Cempaka Pemalang, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk geometri, mengenali warna, serta memahami perbedaan tekstur karena pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran ROTAR GEBER (Roda Putar Geometri Berwarna dan Bertekstur) serta mengetahui penerapannya dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang bentuk, warna, dan tekstur. Metode yang digunakan adalah pengembangan media berbasis praktik pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pembuatan media, penerapan, dan evaluasi. Media dibuat dari bahan sederhana berupa kardus bekas yang dimodifikasi dengan bentuk geometri berwarna dan berbagai tekstur seperti kain flanel dan spons. Hasil penerapan menunjukkan bahwa anak lebih antusias, aktif, dan mampu mengenali bentuk, membedakan warna, serta memahami tekstur melalui kegiatan bermain menggunakan media. Media ROTAR GEBER memberikan pengalaman belajar konkret, visual, dan multisensorik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.</p>Lasmi LasmiNufitriani Kartika DewiSyifa FauziaNur Intan Rochmawati
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126125626710.51878/teaching.v6i1.9749INOVASI MEDIA RANTIK RANTAI ANTRE MAGNETIK UNTUK MENGEMBANGKAN ETIKA MENGANTRE ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9748
<p>Queueing culture is part of social values that need to be habituated from an early age because it relates to children's ability to control themselves, be patient, and respect the rights of others. Based on observations during learning activities at POS PAUD Cempaka, some children still experienced difficulties in applying queueing behavior, such as impatience while waiting for their turn, cutting in line, and minor conflicts with peers. Previous habituation efforts had not produced optimal behavioral changes due to the lack of observable learning media. Therefore, the author developed and implemented Rantik (Magnetic Queue Chain) as an educational play tool to instill queueing culture in early childhood through daily routine activities for one semester. The results showed changes in children's attitudes, including the ability to wait for their turn, follow the queue order, reduced conflicts, and the emergence of initiative to queue without constant reminders from the tutor. Rantik media can be used as a tool to habituate social behavior because it is visual, manipulable, and appropriate to early childhood developmental characteristics.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Budaya antre merupakan bagian dari nilai sosial yang perlu dibiasakan sejak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengendalikan diri, bersikap sabar, serta menghargai hak orang lain. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran di POS PAUD Cempaka, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam menerapkan perilaku antre, seperti tidak sabar menunggu giliran, menyerobot antrean, dan mudah terlibat konflik kecil dengan teman sebaya, sementara upaya pembiasaan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan perubahan perilaku yang optimal karena kurang didukung media yang dapat diamati secara langsung oleh anak. Oleh karena itu, penulis mengembangkan dan menerapkan inovasi media Rantik (Rantai Antre Magnetik) sebagai alat permainan edukatif untuk menanamkan budaya antre pada anak usia dini yang diterapkan selama satu semester kepada 49 anak usia 3–6 tahun melalui kegiatan rutin harian. Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan sikap anak, yaitu anak mulai mampu menunggu giliran, mengikuti urutan antrean, berkurangnya konflik antar anak, serta munculnya inisiatif untuk mengantre tanpa harus selalu diingatkan oleh tutor. Media Rantik dapat digunakan sebagai sarana pembiasaan perilaku sosial karena bersifat visual, manipulatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.</p> <p> </p>Naela FadhilahNufitriani Kartika DewiSwantyka Ilham PrahestiSyifa Fauziah
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-122026-03-126126827910.51878/teaching.v6i1.9748PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9739
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Augmented Reality is a technology that integrates two- and three-dimensional virtual objects into real-world environments in real time, thereby enhancing the visualization of abstract concepts in science learning. Although the use of digital media in education continues to expand, the development of Augmented Reality–based student worksheets (LKPD) that are comprehensively validated in terms of validity, practicality, and effectiveness in improving junior high school students’ learning interest in the human respiratory system remains limited. Therefore, innovative instructional materials that are not only engaging but also empirically grounded are needed. This study aims to develop and examine the feasibility, students’ responses, and effectiveness of an Augmented Reality–based LKPD in enhancing the learning interest of eighth-grade students at SMP Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli. The study employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), which included needs analysis, product design, expert validation and staged trials, and limited dissemination. The research instruments consisted of expert validation questionnaires, student response questionnaires, and a learning interest questionnaire. The findings indicate that the developed product achieved feasible to highly feasible criteria based on expert validation, received very strong responses across all trial stages, and was highly effective in improving students’ learning interest. Theoretically, these findings affirm that integrating Augmented Reality into student worksheets strengthens a constructivist approach through interactive visualization that enhances students’ cognitive and affective engagement, while contributing to the development of technology-integrated science instructional materials at the junior high school level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Augmented Reality</em> adalah teknologi yang mengintegrasikan objek virtual dua dan tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata secara real-time sehingga mampu meningkatkan visualisasi konsep abstrak dalam pembelajaran IPA. Meskipun pemanfaatan media digital terus berkembang, pengembangan LKPD berbasis <em>Augmented Reality</em> yang teruji secara komprehensif dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas terhadap minat belajar siswa SMP pada materi sistem pernapasan manusia masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi bahan ajar yang tidak hanya menarik tetapi juga memiliki dasar empiris yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan, respons peserta didik, serta efektivitas LKPD berbasis <em>Augmented Reality</em> dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli. Penelitian menggunakan model pengembangan 4D (<em>Define, Design, Develop, Disseminate</em>) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli dan uji coba bertahap, serta penyebarluasan terbatas. Instrumen penelitian meliputi angket validasi ahli, angket respons peserta didik, dan angket minat belajar. Hasil menunjukkan bahwa produk berada pada kategori layak hingga sangat layak berdasarkan validasi ahli, memperoleh respons sangat kuat pada seluruh tahapan uji coba, serta efektif meningkatkan minat belajar dengan kategori sangat baik. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa integrasi AR dalam LKPD memperkuat pendekatan konstruktivistik melalui visualisasi interaktif yang meningkatkan keterlibatan kognitif dan afektif siswa, sekaligus memperkaya model pengembangan perangkat pembelajaran IPA berbasis teknologi. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif serta memiliki relevansi implementatif pada konteks pembelajaran IPA SMP.</p>Melda Yanti ZegaNovelina Andriani ZegaToroziduhu WaruwuAgnes Renostini Harefa
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-132026-03-136128029110.51878/teaching.v6i1.9739PENGEMBANGAN MAJALAH IPA BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI SISTEM EKSKRESI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BOTOMUZOI
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9740
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Teaching materials play an important role in the learning process as they serve as guidelines for teachers in delivering instructional content and as learning resources for students. However, the teaching materials used in schools are still dominated by conventional forms that are less engaging and have not fully supported the optimal development of students’ scientific literacy. This condition indicates the need for innovative teaching materials that are more contextual, interactive, and capable of increasing students’ engagement in science learning.This study aims to develop and evaluate the feasibility, practicality, and effectiveness of science literacy–based science magazine teaching materials on the topic of the excretory system for eighth-grade students at SMP Negeri 1 Botomuzoi. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects included material experts, language experts, design experts, and eighth-grade students. Data were collected through expert validation questionnaires, student response questionnaires, and learning outcome tests.The results showed feasibility levels of 85.46%, 84.4%, and 86.6% from the respective experts, all categorized as very feasible. The practicality level reached 96.95% (very practical), while the effectiveness test indicated a 90.32% learning mastery level (very effective). Therefore, the science literacy–based science magazine is appropriate to be used as an innovative teaching material to improve students’ scientific literacy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bahan ajar memegang peranan penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam menyampaikan materi sekaligus sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Namun, bahan ajar yang digunakan di sekolah masih didominasi oleh bentuk konvensional yang kurang menarik dan belum sepenuhnya mampu mendukung pengembangan literasi sains peserta didik secara optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi bahan ajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar berupa Majalah IPA berbasis literasi sains pada materi sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Botomuzoi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi validator ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, serta peserta didik kelas VIII. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket respons peserta didik, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 85,46%, 84,4%, dan 86,6% dari masing-masing ahli dengan kategori sangat layak. Tingkat kepraktisan mencapai 96,95% (sangat praktis), sedangkan efektivitas menunjukkan ketuntasan belajar 90,32% (sangat efektif). Dengan demikian, Majalah IPA berbasis literasi sains layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif untuk meningkatkan literasi sains peserta didik.</p>Imelda Sofiana LaseAgnes Renostini HarefaToroziduhu WaruwuNovelina Andriani Zega
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-132026-03-136129230410.51878/teaching.v6i1.9740PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNG SITOLI SELATAN
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/305-317
<p>teaching materials that have not yet encouraged students to think critically and solve problems independently in science learning at UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. This condition indicates the need for more innovative teaching materials that promote active student involvement in the learning process. This study aims to develop an inquiry-based module on the topic of the human circulatory system for eighth-grade junior high school students and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness. The study employed a research and development method using the 4-D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed module obtained a very high level of validity from experts, a very high level of practicality based on student trials, and an effectiveness level that indicated improvement in student learning outcomes. These findings indicate that the inquiry-based module can support more active learning and help students better understand the concept of the human circulatory system. Therefore, the developed inquiry-based module is considered feasible, practical, and effective to be used as a teaching material in science learning for eighth-grade junior high school students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri pada materi sistem peredaran darah manusia kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, respons peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat layak dari para ahli, tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan uji coba kepada peserta didik, serta tingkat efektivitas yang menunjukkan peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri dapat mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan membantu peserta didik memahami konsep sistem peredaran darah manusia secara lebih baik. Dengan demikian, modul berbasis inkuiri yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas VIII SMP.</p>Aldin Putra Jaya LaiaNovelina Andriani ZegaToroziduhu WaruwuHardikupatu Gulo
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-132026-03-136130531710.51878/teaching.v6i1.9773PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KREATIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN IPA KELAS VIII SMP NEGERI 1 HILIDUHO
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9774
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Science learning at SMP Negeri 1 Hiliduho is still predominantly teacher-centered, resulting in limited student participation and the underdevelopment of students' creativity. This condition indicates the need for an instructional model that can encourage active participation and interaction among students. This study aims to determine the effect of the Jigsaw cooperative learning model on the creativity of eighth-grade students in science learning. The research employed a quasi-experimental method with a <em>nonequivalent posttest-only control group design</em>. The sample consisted of 28 students in the experimental class and 25 students in the control class selected through purposive sampling. The research instrument was a creativity test that had met validity and reliability criteria. Data were collected through tests and documentation and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than that of the control class, and the difference was statistically significant. These findings indicate that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model can enhance student interaction, increase active participation, and develop students' creative thinking skills in science learning. Therefore, the Jigsaw cooperative learning model has an effect on improving students' creativity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Hiliduho masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar relatif rendah dan kreativitas siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong partisipasi aktif dan interaksi antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kreativitas siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain <em>nonequivalent posttest-only control group design</em>. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa pada kelas eksperimen dan 25 siswa pada kelas kontrol yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian berupa tes kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan interaksi, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap peningkatan kreativitas siswa.</p>Yohana Krida Intan Warni ZebuaDesman TelaumbanuaNovelina Andriani ZegaYaredi Waruwu
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-132026-03-136131832710.51878/teaching.v6i1.9774PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO'OA
https://jurnalp4i.com/index.php/teaching/article/view/9823
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The low level of students’ scientific literacy, particularly in the aspects of concept application and scientific reasoning, indicates a gap between the demands of the Merdeka Curriculum and teacher-centered instructional practices at SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. The use of interactive digital media has not been optimized, highlighting the need for more contextual and participatory learning innovations. This study aims to analyze the effect of E-module implementation on improving students’ scientific literacy. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class (using E-modules) and a control class (conventional learning). Data were collected through valid and reliable scientific literacy tests and questionnaires and analyzed using an Independent Samples t-test (α = 0.05). The results revealed a significant difference (Sig. < 0.05), with the experimental class achieving higher mean scores. These findings confirm that E-modules effectively enhance scientific literacy and provide empirical support for strengthening digital learning implementation within the Merdeka Curriculum at the junior secondary level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya literasi sains peserta didik, khususnya pada aspek penerapan konsep dan penalaran ilmiah, menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Pemanfaatan media digital interaktif belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan E-modul terhadap peningkatan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen (menggunakan E-modul) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes dan angket literasi sains yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-test (α = 0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05) dengan rata-rata literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa E-modul efektif meningkatkan literasi sains dan memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat SMP.</p>Mistariani Putri HuluNovelina Andriani ZegaToroziduhu WaruwuHardikupatu Gulo
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-132026-03-136132833710.51878/teaching.v6i1.9823