KONSTRUKSI PENDIDIKAN HUMANISTIK: DIALOG TEACH LIKE FINLAND DAN NILAI NORMATIF ISLAM DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i4.10675Keywords:
Pendidikan Humanistik, Teach Like Finland, Nilai Normatif Islam, Kurikulum Merdeka, Kesejahteraan SiswaAbstract
ABSTRACT
Education is fundamentally aimed not only at improving students’ academic abilities but also at fostering psychological well-being, emotional balance, and holistic human development. However, contemporary educational practices still tend to position grades, competition, and standardized assessments as the primary indicators of learning success, causing the humanistic dimension of education to be frequently overlooked. This study aims to analyze the construction of humanistic education through a conceptual dialogue between the pedagogical ideas presented in Teach Like Finland by Timothy D. Walker and Islamic educational values, as well as to examine their relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia. This research employed a qualitative approach using a library research method. The research data were collected through literature searches on Google Scholar, SINTA, and GARUDA, and then analyzed using content analysis techniques through the stages of theme identification, concept categorization, interpretation, and contextual meaning construction. The findings indicate that student well-being holds a fundamental role in creating meaningful and sustainable learning experiences. In addition, pedagogical autonomy and the strengthening of collaborative relationships among students were found to contribute to a more inclusive learning environment with lower psychological pressure. This study also reveals that integrating humanistic educational concepts with the principle of al-adab qabla al-‘ilm can strengthen the implementation of the Merdeka Curriculum by emphasizing character development, mental health, and holistic human growth.
ABSTRAK
Pendidikan pada dasarnya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membangun kesejahteraan psikologis, keseimbangan emosional, dan kualitas kemanusiaan secara utuh. Namun, praktik pendidikan modern masih cenderung menempatkan capaian nilai, kompetisi, dan evaluasi terstandar sebagai ukuran utama keberhasilan belajar sehingga dimensi humanistik sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pendidikan humanistik melalui dialog konseptual antara gagasan pedagogis dalam buku Teach Like Finland karya Timothy D. Walker dan nilai-nilai pendidikan Islam, serta mengidentifikasi relevansinya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui penelusuran literatur pada Google Scholar, SINTA, dan GARUDA, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan identifikasi tema, kategorisasi konsep, interpretasi, dan penarikan makna kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan siswa (well-being) memiliki posisi mendasar dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Selain itu, kebebasan pedagogis dan penguatan relasi kolaboratif antarpeserta didik terbukti mampu membangun lingkungan belajar yang lebih inklusif dan minim tekanan psikologis. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi konsep pendidikan humanistik dengan prinsip al-adab qabla al-‘ilm dapat memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka agar lebih berorientasi pada pengembangan karakter, kesehatan mental, dan pertumbuhan manusia secara holistik
Downloads
References
Abdillah, M., & Hanif, M. M. (2024). Konsep lingkungan pembelajaran yang mendukung kesehatan mental siswa di sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP), 2(3), 110–116. https://doi.org/10.61116/jipp.v2i3.319
Arifin, N., Jihan, J., Nurtamam, M. E., Ramli, A. C., Wonmaly, W., & Tahirs, J. P. (2023). Strategi pengembangan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka berbasis individual differences pada perguruan tinggi. Journal on Education, 6(1), 3500–3511. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3420
Doyle, N. B., Downer, J. T., & Rimm-Kaufman, S. E. (2024). Understanding teachers’ emotion regulation strategies and related teacher and classroom factors. School Mental Health, 16(1), 123–136. https://link.springer.com/article/10.1007/s12310-023-09624-8
English, J. L., Keinonen, T., Havu-Nuutinen, S., & Sormunen, K. (2022). A study of Finnish teaching practices: How to optimise student learning and how to teach problem solving. Education Sciences, 12(11), 821. https://doi.org/10.3390/educsci12110821
Fauzan, F., Ansori, R. A. M., Dannur, M., Pratama, A., & Hairit, A. (2023). The implementation of the Merdeka Curriculum (Independent Curriculum) in strengthening students’ character in Indonesia. Aqlamuna: Journal of Educational Studies, 1(1), 136–155. https://doi.org/10.58223/aqlamuna.v1i1.237
Fitriatin, E. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka dan student well-being: Mediasi kepercayaan diri siswa. Jurnal Educazione: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan Konseling, 12(2), 107–114. https://doi.org/10.56013/edu.v12i2.3467
Hafidah, R., & Sunardi, S. (2023). Pendidikan di Indonesia berdasarkan aliran pendidikan (konsep dan praktik). Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 1335–1345. https://edukatif.org/edukatif/article/view/4987
Hasanuddin, H., & Khairuddin, K. (2021). Dukungan sosial, penyesuaian diri dan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA Negeri 2 Binjai. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 13(2), 148–155. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2400250
Hasibuan, A. T., Fitriah, D. L., Nasution, A. F., & Harahap, S. A. (2023). Professionalisme guru MI di era kebebasan (Merdeka Belajar). MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 3(1), 146–153. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v3i1.334
Ilyas, M., & Alistiar, I. (2025). Kesehatan mental siswa di era tekanan akademik dan media sosial: Studi kasus pada pelajar sekolah menengah atas. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(5), 246–253. http://ojs.pustakapublisher.com/index.php/jurnalilmupendidikan/article/view/53
Jasiah, J., Maisura, M., Susilo, C. B., Trinova, Z., & Yuniendel, R. K. (2023). Pembelajaran diferensiasi di tengah Kurikulum Merdeka. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 7683–7689. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.2914
Javadi, Y., & Tahamsbi, M. (2020). Application of humanism teaching theory and humanistic approach to education in course-books. Theory and Practice in Language Studies, 10(1), 40–48.
Karakasidou, E., Galanakis, M., & Tsitsas, G. (2024). Well-being and education: Current indications and emerging perspectives. Frontiers in Psychology, 15, 1496914. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1496914
Kejora, M. T. B., Sittika, A. J., & Syahid, A. (2021). Penguatan pendidikan karakter berbasis humanistik melalui kearifan lokal dan nilai pendidikan Islam pada anak panti asuhan. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS, 19(1), 111–123. https://agris.fao.org/search/en/providers/122436/records/6759931ac7a957febdfcd68f
Konstantinidis, A. (2024). An integrative review of the literature on factors influencing student well-being in the learning environment. International Journal of Educational Research Open, 7, 100384. https://doi.org/10.1016/j.ijedro.2024.100384
Martela, F. (2024). Flourishing as the central aim of education: Steps toward a consensus. https://doi.org/10.1177/14778785241258857
Niemi, K. (2021). “The best guess for the future?” Teachers’ adaptation to open and flexible learning environments in Finland. Education Inquiry, 12(3), 282–300. https://doi.org/10.1080/20004508.2020.1816371
Nur’aini, S. (2021). Pendidikan humanis dalam perspektif Islam. JURNAL PEDAGOGY, 14(2), 111–126. https://jurnal.staimuhblora.ac.id/index.php/pedagogy/article/view/99
Pham, M. D., et al. (2024). Mental health problems among Indonesian adolescents: Findings of a cross-sectional study utilizing validated scales and innovative sampling methods. Journal of Adolescent Health, 75(6), 929–938. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2024.07.016
Pratikno, Y., Hermawan, E., & Arifin, A. L. (2022). Human resource “Kurikulum Merdeka” from design to implementation in the school: What worked and what not in Indonesian education. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan, 7(1), 326–343. https://doi.org/10.25217/ji.v7i1.1708
Sanjiartha, I. G. D., Sudarsana, I. K., & Dewi, N. P. C. P. (2025). Makna Kurikulum Merdeka bagi guru dan siswa: Pendekatan fenomenologis. Widya Accarya, 16(2), 119–126. https://doi.org/10.46650/wa.16.2.1677.119-126
Santika, R. (2023). Implementasi profil pelajar Pancasila sebagai pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 6641–6653. https://repository.uir.ac.id/24790/
Saputra, D. (2025). Emotional classroom management sebagai upaya meningkatkan iklim belajar pendidikan Pancasila pada siswa kelas V SDN Ngadirejo. Journal of Education and Research, 1(1), 145–148.
https://journal.usg.ac.id/index.php/sunanacademia/id/article/view/94
Sasmito, E. (2023). Upaya mewujudkan student well-being melalui peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berdefrensiasi di SMA Negeri 1 Talun Kabupaten Blitar. Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah, 3(1), 131–139. https://doi.org/10.28926/jtpdm.v3i1.542
Syarifuddin, S. (2022). Teori humanistik dan aplikasinya dalam pembelajaran di sekolah. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(1), 106–122. https://doi.org/10.52266/tadjid.v6i1.837
Walker, T. D. (2017). Teach like Finland: 33 simple strategies for joyful classrooms. WW Norton & Company.
Wu, D., & Dong, X. (2024). Autonomy support, peer relations, and teacher-student interactions: Implications for psychological well-being in language learning. Frontiers in Psychology, 15, 1358776. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1358776
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












