ANALISIS PERAN ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN EMOSI ANAK

Authors

  • Mahmada Assyifa Universitas Negeri Malang
  • Muhammad Yahya Maulida Fahmi Universitas Negeri Malang
  • Nabilah Khoirrun Nisak Universitas Negeri Malang
  • Nadia Dwi Insani Universitas Negeri Malang
  • Najwa Salsabila Putri Purwagita Universitas Negeri Malang
  • Surayanah Surayanah Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/teacher.v6i2.10793

Keywords:

Perkembangan Emosi, Peran Guru, Peran Orang Tua

Abstract

Emotional development in children is a crucial aspect that determines their future social intelligence and psychological well-being. Nevertheless, emotional regulation issues in children are still frequently encountered due to a lack of parenting synergy between the family and school environments. This study aims to analyze the roles and forms of collaboration between teachers and parents in supporting children's emotional development. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The research stages include data collection through participatory observation at school, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation study, which are then analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that parents play a foundational role in laying the groundwork for a sense of security, providing affection, and acting as the primary role models for emotional regulation at home. Meanwhile, teachers act as facilitators who manage and train children's socio-emotional skills within the context of structured group dynamics at school. The main conclusion of this study is that children's emotional development will reach an optimal level when there is consistent two-way communication and alignment of guidance strategies between the school and the family.

ABSTRAK

Perkembangan emosi pada anak merupakan aspek krusial yang menentukan kecerdasan sosial dan kesejahteraan psikologis mereka di masa depan. Meskipun demikian, masih sering ditemukan masalah regulasi emosi pada anak akibat kurangnya sinergi pola asuh antara lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan emosi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi partisipatif di sekolah, wawancara mendalam terhadap guru dan orang tua murid, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memegang peran fondasional sebagai peletak dasar rasa aman, pemberi afeksi, dan teladan utama regulasi emosi di rumah. Sementara itu, guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola dan melatih keterampilan sosial-emosional anak dalam konteks dinamika kelompok yang terstruktur di sekolah. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa perkembangan emosi anak akan mencapai tingkat optimal ketika terdapat komunikasi dua arah yang konsisten serta keselarasan strategi pendampingan antara pihak sekolah dan keluarga.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astarani, K., Taviyanda, D., Tabita, A., Crisstella, A., Kurnianto, A., Zeofanny, C., Obillia, C. N., Agusta, D., Pawestri, D. M., Puspitasari, D. A., Anteng, D. A. R., & Retno, E. D. (2023). Edukasi pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak pada siswa sekolah dasar. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 116–126. https://doi.org/10.55506/arch.v3i1.85

Fauziyah, N., & Maemonah, M. (2020). Analisis tiger parenting bagi perkembangan emosional anak. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 121–136. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2020.62-09

Handayani, S. (2023). Pengaruh paparan kekerasan domestik terhadap stabilitas emosi anak usia dini. Jurnal Psikologi Perkembangan, 11(1), 45–58. https://doi.org/10.26858/jp.v11i1.45214

Hanifah, S., & Kurniati, E. (2024). Peran guru pendidikan anak usia dini dalam mengelola emosi anak usia dini. Ceria: Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif, 7(1), 26–33. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/ceria/article/view/21542

Hartati, S., & Nurani, Y. (2024). Dampak digital parenting terhadap kematangan emosi anak di era digital. Jurnal Inovasi Pendidikan PAUD, 6(2), 210–225. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.210

Kusuma, W. (2026). Resiliensi dan stabilitas emosi siswa kelas rendah pasca transisi sekolah. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 9(1), 12–25. https://doi.org/10.23887/jrpd.v9i1.12452

Labudisari, E., & Sriastria, W. (2018). Perkembangan emosi pada anak sekolah dasar. Prosiding FKIP UMC, 1(1), 1–7. https://prosiding.umc.ac.id/index.php/fkipp/article/view/212

Lestari, P. (2023). Implementasi social emotional learning (SEL) melalui metode bermain peran di taman kanak-kanak. Jurnal Edukasi Anak, 10(3), 301–315. https://doi.org/10.33394/jk.v9i3.301

Mahmud, M., & Fajri, A. (2021). Strategi pengendalian emosi pada anak usia sekolah dasar untuk mendukung kecerdasannya. Jurnal Kajian Dan Pengembangan Umat, 4(1), 44–54. https://doi.org/10.31869/jkpu.v4i1.2479

Maulina, R., & Budiyono, B. (2021). Peran keluarga dalam pengelolaan emosi anak usia golden age di Desa Gambarsari. Jurnal Pemberdayaan Keluarga, 3(2), 88–100. https://doi.org/10.15294/jpp.v3i2.88

Muali, C., & Fatmawati, E. (2022). Peran orang tua meningkatkan kecerdasan emosional anak; Analisis faktor dan strategi dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 55–70. https://doi.org/10.19105/tjpi.v7i1.55

Pratama, A. (2025). Interaksi teman sebaya dalam menstimulasi kecerdasan sosial-emosional anak usia dini. Jurnal Sosial Humaniora, 14(1), 102–118. https://doi.org/10.30659/jsh.v14i1.102

Ramadhani, F. (2024). Stimulasi permainan tradisional dalam menumbuhkan sikap toleransi dan empati. Jurnal Budaya Dan Pendidikan, 8(2), 156–170. https://doi.org/10.24853/jbp.v8i2.156

Rofiqotuzzahro, R., & Ma’mun Hanif, M. (2025). Analisis peran keluarga dalam pembentukan perkembangan emosional anak usia dini. Jurnal Kajian Anak, 5(1), 20–35. https://doi.org/10.51518/jka.v5i1.20

Rohmatul Ummah, F., Usriyah, L., & Mu’alimin, M. (2024). Peran guru dalam perkembangan emosi anak di madrasah ibtidaiyah. Diksi: Jurnal Pendidikan Dan Literasi, 3(2), 175–184. https://doi.org/10.62719/diksi.v3i2.89

Sari, D. P., & Wahyuni, S. (2024). Efektivitas game-based learning untuk pengendalian emosi negatif pada anak usia 5-6 tahun. Jurnal Teknologi Pendidikan PAUD, 12(1), 77–90. https://doi.org/10.35446/jtp.v12i1.77

Sukatin, S., et al. (2020). Analisis perkembangan emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 215–228. https://doi.org/10.30863/ajpi.v9i2.215

Utami, D. (2025). Teknik mindfulness bagi anak usia dini untuk meningkatkan fokus dan ketenangan. Jurnal Kesehatan Mental Anak, 7(2), 140–155. https://doi.org/10.21831/jkm.v7i2.140

Wati, E. (2020). Perkembangan sosial emosional anak usia dasar di lingkungan keluarga. Jurnal Psikologi Pendidikan, 4(1), 33–45. https://doi.org/10.17509/jpp.v4i1.33

Wijaya, K., & Puteri, A. (2026). Keterlibatan ayah (fathering) dalam pencapaian kematangan emosi anak laki-laki. Jurnal Gender Dan Keluarga, 11(1), 60–75. https://doi.org/10.24036/jgk.v11i1.60

Zen, Z., Neviyarni, & Jannah, R. (2025). Perkembangan bahasa, sosial, dan emosi anak pada usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 7(1), 3412–3420. https://doi.org/10.31004/jpdk.v7i1.34125

Downloads

Published

2026-05-17

How to Cite

Assyifa, M., Fahmi, M. Y. M., Nisak, N. K., Insani, N. D., Purwagita, N. S. P., & Surayanah, S. (2026). ANALISIS PERAN ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN EMOSI ANAK. TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 6(2), 169–177. https://doi.org/10.51878/teacher.v6i2.10793

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.