MODEL PENDIDIKAN SEMI-MODERN DI PESANTREN DARUL HUDA CIKALONG: SEBUAH STUDI HISTORIS TENTANG INTEGRASI KURIKULUM SALAFIYAH DAN KURIKULUM MERDEKA

Authors

  • Ranti Anggraeni Institut Agama Islam Tasikmalaya, Program Studi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam
  • Qiden Binta Raifadilah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ajeng Septiana Dewi Institut Agama Islam Tasikmalaya, Program Studi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam
  • Atin Ratna Ningrum Institut Agama Islam Tasikmalaya, Program Studi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam
  • Susi Nursilawati Institut Agama Islam Tasikmalaya, Program Studi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam
  • Uyan Ruswandi Institut Agama Islam Tasikmalaya, Program Studi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam

DOI:

https://doi.org/10.51878/strategi.v6i2.9465

Keywords:

Kurikulum Merdeka, Kurikulum Salafiyah, Pesantren Semi-Modern, Transformasi Pendidikan

Abstract

The transformation of Islamic boarding schools (pesantren) from traditional (salafiyah) to semi-modern models is a crucial phenomenon in the dynamics of Indonesian Islamic education, responding to the challenges of national formalization and standardization. This study aims to analyze the historical dynamics, educational typology, and curriculum integration patterns at the Darul Huda Cikalong Islamic Boarding School, Tasikmalaya Regency. Utilizing the historical research method with a qualitative approach, data were collected through document heuristics, observation, and in-depth interviews with boarding school authorities. The results indicate that Darul Huda has undergone a managerial transformation since 2001 as an adaptive response to the community's need for formal certification and the regulatory mandates of Law No. 18 of 2019. The semi-modern typology is implemented through a hybridization of the Salafiyah curriculum, based on classical texts (kitab kuning), and the Kurikulum Merdeka in the formal stream, managed through a structured partial-time allocation. Internalization of pesantren values is carried out through linear programs such as collective worship practices and the Bahtsul Kutub literacy culture, which integrates the religious atmosphere into the formal school ecosystem. This study concludes that the semi-modern educational model in peripheral areas serves as an effective solution to minimize educational dichotomy while providing national diploma recognition without reducing the spiritual identity of the pesantren. The practical implications of this research offer a contextual curriculum synergy model for the development of adaptive pesantren in the future.

ABSTRAK
Transformasi pesantren dari model tradisional (salafiyah) menuju semi-modern merupakan fenomena krusial dalam dinamika pendidikan Islam di Indonesia guna menjawab tantangan formalisasi dan standarisasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sejarah, tipologi pendidikan, serta pola integrasi kurikulum di Pondok Pesantren Darul Huda Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode penelitian sejarah (historical method) dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui heuristik dokumen, observasi, dan wawancara mendalam dengan otoritas pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Darul Huda melakukan transformasi manajerial sejak tahun 2001 sebagai respons adaptif terhadap kebutuhan masyarakat akan ijazah formal dan tuntutan regulasi UU No. 18 Tahun 2019. Tipologi semi-modern yang diterapkan diwujudkan melalui hibridasi antara Kurikulum Salafiyah berbasis kitab kuning dengan Kurikulum Merdeka pada jalur formal melalui manajemen waktu yang parsial dan terukur. Internalisasi nilai-nilai pesantren dilakukan secara linier melalui program praktikum ibadah kolektif dan budaya literasi Bahtsul Kutub yang mengintegrasikan atmosfer religius ke dalam ekosistem sekolah formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan semi-modern di wilayah periferi mampu menjadi solusi efektif dalam meminimalisir dikotomi pendidikan sekaligus memberikan rekognisi ijazah nasional tanpa mereduksi identitas spiritual pesantren. Implikasi praktis dari penelitian ini menawarkan model sinergi kurikulum yang kontekstual bagi pengembangan pesantren adaptif di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aburaera, A. R., Rahmat, M., & Fakhruddin, A. (2024). Internalisasi nilai-nilai religius melalui implementasi Dasa Dharma Pramuka di Pondok Modern Darussalam Gontor. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(4), 5627–5642. https://doi.org/10.58230/27454312.1090

Asyhari, M. S., & Budianto, K. (2025). Integrasi nilai-nilai tradisional dan manajemen modern dalam transformasi kelembagaan pesantren: Studi multi-kasus pada pesantren unggulan di Indonesia. IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman, 9(4), 1096–1115. https://doi.org/10.46773/cnmd9z40

Chasanah, M. (2025). Genealogi dan jejaring lembaga pendidikan Islam Indonesia dengan lembaga pendidikan Islam dunia: Sejarah, pengaruh, dan dinamika global. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1). https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/33998

Fathonah, E. S. N., Sahudi, S., Sejati, C. S. S., Mulyadi, Y., & Mukhsin, M. (2025). Islamic education in two thought poles: An analysis of the ideas of KH Hasyim Asy’ari and KH Ahmad Dahlan. Fajar Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 182–194. https://doi.org/10.56013/fj.v5i2.4533

Hafiz, M. (2023). Peranan teknologi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam. INTEGRASI: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 1(2), 75–86. http://dx.doi.org/10.61590/int.v1i02.98

Jahidin, A. (2023). Traditional pesantren, parental involvement, and santri well-being: Insights from Pesantren Sunan Pandanaran of Yogyakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 7(1), 21–36. https://doi.org/10.14421/jpm.2023.071-02

Kompri. (2018). Manajemen dan kepemimpinan pondok pesantren. Prenada Media Group.

Kosasih, K., Rosyidah, N. A., & Nurkhairina, N. (2025). Rekognisi negara terhadap pendidikan pesantren pasca Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019: Studi tentang implikasi terhadap kesetaraan pendidikan Islam. Ta’dibiya, 5(2), 30–41. https://doi.org/10.61624/japi.v5i2.227

Murodi. (2019). Sejarah pendidikan Islam di Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Nurgiyantoro, B., & Efendi, A. (2017). Re-actualization of puppet characters in modern Indonesian fictions. 3L: The Southeast Asian Journal of English Language Studies, 23(2). http://doi.org/10.17576/3L-2017-2302-11

Orizza, A., dkk. (2025). Strategi adaptasi pesantren semi-modern dalam menghadapi dinamika pendidikan nasional. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1). https://journal.uii.ac.id/jpi/article/view/orizza-2025

Retnowati, E., dkk. (2018). Mathematics problem solving skill acquisition. Cakrawala Pendidikan, 37(1). https://doi.org/10.21831/cp.v37i1.18787

Rosita, S. (2025). Strategi guru PAI dalam pengelolaan kelas inklusif pada siswa ADHD di SMP Asshiddiqiyah. Advances in Education Journal, 2(3), 2082–2089. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/686

Sahlberg, P. (2012). The most wanted: Teachers and teacher education in Finland. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203801949

Sulaiman, R., & Mansyur, U. (2024). Pembelajaran berdiferensiasi berbasis lesson study untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 4(3), 2246–2257. https://doi.org/10.51574/jrip.v4i3.2364

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Anggraeni, R. ., Raifadilah, Q. B., Dewi, A. S. ., Ningrum, A. R. ., Nursilawati, S. ., & Ruswandi, U. . (2026). MODEL PENDIDIKAN SEMI-MODERN DI PESANTREN DARUL HUDA CIKALONG: SEBUAH STUDI HISTORIS TENTANG INTEGRASI KURIKULUM SALAFIYAH DAN KURIKULUM MERDEKA. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi Dan Model Pembelajaran, 6(2), 364-371. https://doi.org/10.51878/strategi.v6i2.9465

Issue

Section

Articles