NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM BANTEN SESAYUT GURU PIDUKA DI DESA ABANG KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM
DOI:
https://doi.org/10.51878/strategi.v4i2.3201Keywords:
Banten Sesayut, Guru Piduka, Adat DesaAbstract
Banten sesayut guru piduka is a banten that is rarely used but is very important, where the community does not know, understand the function, meaning and educational values ??contained in it with certainty. For that, it is necessary to study the Educational Values, meaning and function contained in the banten sesayut guru piduka so that later the Hindu community in Abang Village will really understand the banten sesayut guru piduka in Abang Village. In exploring information on the topic above, the method of determining the research subject using Purposive sampling in this study, the approach used is the empirical approach, because the research data already exists in the life of the community, the place to conduct the research is in Abang Village. The types of data used are primary and secondary data. In data collection using the interview method, namely seeking information directly, by interview, Observation method and library method. In data processing using the Descriptive method, namely the method of data processing which is carried out by systematically arranging data, so that a conclusion is obtained.
ABSTRAK
Banten sesayut guru piduka merupakan banten yang jarang dipergunakan tetapi sangat penting, dimana masyarakat tidak mengetahui, memahami fungsi, makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung secara pasti. Untuk itu perlu dikaji Nilai Pendidikan, makna dan fungsi yang terkandung dalam banten sesayut guru piduka yang nantinya masyarakat umat Hindu di Desa Abang menjadi paham betul tentang banten sesayut guru piduka yang ada di Desa Abang. Di dalam menggali informasi mengenai topik tersebut di atas maka metode penentuan subjek penelitian dengan memakai Purposive sampling dalam penelitian ini pendekatan yang dipergunakan yaitu pendekatan emperis, karena data penelitian sudah ada dalam kehidupan masyarakat, tempat melakukan penelitian yaitu di desa Abang. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Di dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara yaitu mencari informasi secara langsung, dengan wawancara, metode Observasi dan metode kepustakaan. Dalam pengolahan data menggunakan metode Deskritif yaitu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun data secara sistematis, sehingga diperoleh suatu kesimpulan.
Downloads
References
Anggoro, M. T. (2007). Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.
Anom, I. B. (2002). Caru Lan Tawur. Tabanan: Geriya Kediri Peketan Marga-Tabanan.
Anom, I. B. (2002). Upacara Dewa Yadnya. Tabanan: Yayasan Dharma Acarya Percetakan Mandara Sastra.
Bali Aga. (2008). Soda Putih Kuning Makembaran. Bali Aga, Edisi 14 s/d 24 September, Hal 10. Denpasar.
Bali Aga. (2008). Wujudkan Keharmonisan Hubungan Manusia. Bali Aga, Edisi 11 s/d 17 September, Hal 10. Denpasar.
Bangli, I. B. P. (2006). Warnaning Sesayut lan Caru. Denpasar: Paramita.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2003). Undang - Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional.
Dwija, I. W. (2006). Metodologi Penelitian Pendidikan: Bahan Ajar STKIP Agama Hindu Amlapura. Amlapura.
Hidayat, R., & Khalika, N. N. (2019). Bisnis dan Kontroversi Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. Retrieved October 17, 2019, from Tirto.id website: https://tirto.id/bisnis-dan-kontroversi-gerakan-indonesia-tanpa-pacaran-cK25
Ikhwan, M. (2019). Ulama dan Konservatisme Islam Publik di Bandung: Islam, Politik Identitas, dan Tantangan Relasi Horizontal. In I. Burdah, N. Kailani, & M. Ikhwan (Eds.), Ulama, Politik, dan Narasi Kebangsaan. Yogyakarta: PusPIDeP.
Kamba, M. N. (2018). Kids Zaman Now Menemukan Kembali Islam. Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN.
Kcka, A. (2016). Understanding defensive and secure in-group positivity: The role of collective narcissism. European Review of Social Psychology, 27(1), 283–317.
Madjid, N. (2002). Manusia Modern Mendamba Allah: Renungan Tasawuf Positif. Jakarta: IIMaN & Hikmah.
Marchlewska, M., Cichocka, A., ?ozowski, F., Górska, P., & Winiewski, M. (2019). In search of an imaginary enemy: Catholic collective narcissism and the endorsement of gender conspiracy beliefs. The Journal of Social Psychology, 159(6), 766-779.
Miller, A. E., & Josephs, L. (2009). Whiteness as pathological narcissism. Contemporary Psychoanalysis, 45(1), 93–119.
Parisada Hindu Dharma Pusat. (2005). Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-XV. Pemerintah Provinsi Bali: Pengadaan Buku Penuntun Agama Hindu.
Sudarsana, I. M. (2007). Upacara Dewa Yadnya. Denpasar: Yayasan Dharma Acarya Percetakan Mandara Sastra.
Surayin, P. (2005). Melangkah Kearah Persiapan Upakara-Upakara Yadnya. Denpasar: Paramita.
Wijayananda, I. G. (2004). Makna Filosofi Upacara dan Upakara. Surabaya: Paramita.
Wijayananda, I. G. (2006). Tataning Tetandingan Banten Sesayut. Surabaya: Paramita.
Zuriah, N. (2006). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 I MADE ADI PUTRA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













