STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI CERITA RAKYAT KUTAI DI TK ALIFIA SAMARINDA
DOI:
https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.14917Keywords:
Anak Usia Dini, Cerita Rakyat Kutai, Perkembangan Bahasa, Storytelling, Strategi GuruAbstract
ABSTRACT
Language learning in early childhood becomes more meaningful when children’s linguistic experiences are situated within contexts that are closely connected to their daily lives and cultural backgrounds. This study examines the use of Kutai folklore as an interactive learning context to develop children’s vocabulary, verbal expression, and emergent literacy at Alifia Kindergarten in Samarinda. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation of learning activities and assessment records. The analysis focused on three areas: the design and implementation of learning strategies, the observed development of children’s language abilities, and the challenges and solutions that emerged during the use of Kutai folklore. The findings indicate that storytelling was not implemented as a one-way activity but was developed through contextual introduction, interaction during storytelling, and follow-up activities such as retelling and role-play. Throughout the learning process, children demonstrated progress in vocabulary acquisition, confidence in expressing ideas, the construction of simple sentences, and comprehension of story sequences. Challenges related to limited attention spans, unfamiliar local terms, and insufficient learning media were addressed through narrative adaptation and visual materials. Integrating Kutai folklore into interactive learning offers a contextual alternative for supporting early childhood language development while strengthening children’s familiarity with local culture.
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa pada anak usia dini akan lebih bermakna ketika pengalaman berbahasa ditempatkan dalam konteks yang dekat dengan kehidupan dan latar budaya anak. Penelitian ini menelaah pemanfaatan cerita rakyat Kutai sebagai ruang interaksi pembelajaran untuk mengembangkan kosakata, ekspresi verbal, dan literasi dasar anak di TK Alifia Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi kegiatan dan penilaian pembelajaran. Proses analisis diarahkan pada tiga fokus, yaitu perancangan dan pelaksanaan strategi pembelajaran, gambaran perkembangan kemampuan bahasa anak, serta kendala dan solusi yang muncul selama penerapan cerita rakyat Kutai. Temuan memperlihatkan bahwa kegiatan storytelling tidak berlangsung sebagai aktivitas satu arah, melainkan dikembangkan melalui pengenalan konteks, interaksi selama penceritaan, serta kegiatan retelling dan role-play. Dalam proses tersebut, anak memperlihatkan perkembangan pada penguasaan kosakata, keberanian menyampaikan gagasan, penyusunan kalimat sederhana, dan pemahaman terhadap urutan cerita. Kendala berupa keterbatasan perhatian, istilah lokal yang sulit dipahami, dan minimnya media diatasi melalui adaptasi narasi serta penggunaan media visual. Integrasi cerita rakyat Kutai dengan pembelajaran interaktif berpotensi menjadi alternatif pengembangan bahasa yang kontekstual sekaligus memperkuat pengenalan budaya lokal.
Downloads
References
Agustini, S. D., Yuliana, S., & Hamliyah, H. (2024). Peningkatan kosakata bahasa Indonesia melalui video cerita rakyat dalam media sosial YouTube pada anak usia dini di PAUD Aster 36. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(4), 4903–4911.
https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/4395
Aisyah, S., & Musa, M. (2023). Strategi guru dalam pengembangan literasi awal anak usia dini. Journal of Educational Research, 2(1), 115–134.
https://doi.org/10.56436/jer.v2i1.218
Andriningrum, H., Sugara, U., Tangkin, W. P., Lehan, A. A. D., Indraswati, D., Wulandari, S., Purnamasari, R., & Fadliansyah, F. (2026). How can folklore build children’s imagination: A systematic literature review. F1000Research, 15, Article 928. https://f1000research.com/articles/15-928
Anggreni, M. A., & Fachrurrazi, A. (2025). Revitalisasi kearifan lokal untuk membangun identitas budaya pada anak usia dini. Zaheen: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya, 1(1), 172–187.
http://jurnalinspirasimodern.com/index.php/Zaheen/article/view/91
Elmaghraby, R. M. M., & Barakat, A. M. M. (2025). Effects of interactive story techniques in developing some language skills among early childhood children. International Journal of Instruction, 18(3), 299–316.
https://e-iji.net/ats/index.php/pub/article/view/777
Hatima, Y., Ummah, I., & Saputra, E. E. (2025). Integrasi nilai kearifan lokal budaya Sunda dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan sastra di sekolah dasar. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 484–492.
https://doi.org/10.54297/seduj.v5i1.1218
Hendri, W. N., Akbar, M. R., & Anggraini, H. (2025). Meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini dengan cerita rakyat di PAUD Dharul Hikmah. Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 954–969.
https://ojs.trilogi.ac.id/index.php/PAUD/article/view/2335
Hoerudin, C. W. (2023). Strategi guru dalam perkembangan bahasa Indonesia pada anak usia dini dengan metode cerita bergambar. Plamboyan Edu, 1(1), 106–115.
https://ojs.iai-rakeyansantang.ac.id/index.php/plamboyan/article/view/218
Karim, I. K., Juniarti, Y., & Arifin, I. N. (2022). Strategi guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Jurnal Raudhah, 10(2).
https://devjurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/raudhah/article/view/2037
Lestari, E., Ermawati, L., & Rodiatin. (2026). Stimulasi perkembangan bahasa anak usia dini melalui storytelling dalam tinjauan literatur empiris. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 2164–2178
http://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6744
Lisdiyana, L. (2025). Mengasah kemampuan bahasa anak usia dini: Inovasi metode bercerita dengan media visual. Educatoria: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(2), 107–116.
https://doi.org/10.36312/educatoria.v5i2.412
Noerjanah, N., Astuti, D. N., & Khomarun, K. (2024). Kegiatan retelling dalam meningkatkan kemampuan speaking anak. Journal of Human and Education (JAHE), 4(5), 591–594.
http://www.jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/1564
Nurfalah, S., Amani, H. R., Widaningsih, S., & Faoza, I. (2026). The effectiveness of interactive storytelling method in enhancing language skills of early childhood children with language delays. Jurnal E-MAS (Edukasi dan Pembelajaran Anak Usia Dini), 2(3), 80–92.
https://jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/E-MAS/article/view/835
Rahma, M., Halifah, S., Ashari, N., & Tadzkirah. (2025). Penerapan metode mendongeng cerita rakyat untuk meningkatkan kemampuan kepercayaan diri anak usia 4–5 tahun. Journal of Early Childhood and Character Education, 5(2), 207–230. https://doi.org/10.21580/joecce.v5i2.28735
Rohmat, J. (2024). The role of folklore in building character and early childhood language skills. Child Kingdom: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 130–145.
https://doi.org/10.53961/childom.v2i2.190
Rusliana, F., & Manga, D. (2026). Penguatan praktik stimulasi perkembangan bahasa anak usia dini melalui pendampingan reflektif bagi guru PAUD. Madaniya, 7(2), 1020–1028.
https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/1765
Setiawati, N., Putra, D., & Zukhairina, Z. (2023). Penerapan metode bercerita dalam pengembangan bahasa anak usia dini 5–6 tahun. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 2(1), 1–16.
https://doi.org/10.56436/mijose.v2i1.202
Simatupang, N. H., Azzahra, S. A., & Ramadhani, F. Z. (2025). Studi literatur: Menceritakan kembali sebagai metode penguatan kemampuan bahasa Indonesia pada anak usia dini. Karawo: Journal of Community Service (KJCS), 3(1), 1–8.
http://journal.unisan.ac.id/index.php/Karawo/article/view/115
Sulistijani, E., Setiawati, S., Sumarti, & Yulianto, E. (2024). Pelatihan pemanfaatan cerita rakyat sebagai media pembelajaran karakter dan kearifan lokal kepada guru pendidikan anak usia dini. Darma Cendekia, 3(1), 121–126.
https://www.jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/103
Supriatna, A., Kuswandi, S., Ariffianto, M. A., Suryadipraja, R. P., & Taryana, T. (2022). Upaya melatih kemampuan berbicara anak usia dini melalui metode bercerita. Jurnal Tahsinia, 3(1), 37–44.
https://ojs.iai-rakeyansantang.ac.id/index.php/tahsinia/article/view/310
Suryanto, E., Sumarwati, S., Anindyarini, A., & Hadiyah, H. (2024). Cerita rakyat sebagai sarana berliterasi kearifan lokal: Pendekatan ekologi sastra. Indonesian Language Education and Literature, 9(2), 326–339.
https://doi.org/10.24235/ileal.v9i2.14802
Syariat, N., Sujud, R., Jalaluddin, S., Hamid, M., Umasugi, M., & Makian, J. (2023). Penggunaan storytelling interaktif terhadap perkembangan bahasa lisan anak usia 5–6 tahun. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 231–241.
https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/30061
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reni Ardiana, Yuni Ika Pratiwi, Andi Aslindah, Hanita Hanita, Delvi Kasing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













