PELESTARIAN CAGAR BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL: STUDI PADA CANDI BUMI AYU

Authors

  • M.Agung Kurniawan universitas sriwijaya
  • Hudaidah Hudaidah Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Reza Pahlevi Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10747

Keywords:

Partisipasi Perempuan, Kebijakan Politik, Perempuan Papua

Abstract

The abstract study aims to analyze the preservation of Bumi Ayu Temple as a knowledge informant in local history learning, especially in South Sumatra. The research approach uses descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study found that the physical condition of Bumi Ayu Temple is generally still maintained, although some temple structures are still in the reconstruction stage and have not been restored, such as Temple 4 and Temple 11. Preservation efforts are carried out through conservation, maintenance, and supervision by the management and supported by community participation. In addition, the Bumi Ayu Temple site has great potential as a source of local history learning through contextual learning activities, such as field visits. This utilization has been proven to increase students' understanding and interest in learning history. However, this utilization has not been optimal due to the limited structured educational programs that create adequate supporting facilities. Therefore, synergy is needed between the government, managers, communities, and educational institutions to optimize the preservation and utilization of Bumi Ayu Temple as a source of sustainable history learning.

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pelestarian Candi Bumi Ayu sebagai Informan pengetahuan dalam pembelajaran Sejarah lokal khususnya Sumatera Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengetahui bahwa kondisi fisik Candi Bumi Ayu secara umum masih terjaga, meskipun beberapa struktur candi masih dalam tahap rekonstruksi dan belum dipugar, seperti Candi 4 dan Candi 11. Upaya pelestarian dilakukan melalui konservasi, pemeliharaan, dan pengawasan oleh pihak pengelola serta didukung oleh partisipasi masyarakat. Selain itu, situs Candi Bumi Ayu memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal melalui kegiatan pembelajaran kontekstual, seperti kunjungan lapangan. Pemanfaatan ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa terhadap sejarah. Namun, pemanfaatan tersebut belum optimal karena terbatasnya program edukasi yang terstruktur sehingga membuat fasilitas pendukung yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan pelestarian dan pemanfaatan Candi Bumi Ayu sebagai sumber pembelajaran sejarah yang berkelanjutan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriesta, C. L. B. (2020). Korelasi antara push dan pull factor wisata kawasan dan bangunan bersejarah. Jurnal Pariwisata Terapan, 4(1), 1. https://doi.org/10.22146/jpt.46036

Aritenang, A. F., Iskandar, Z. S., Safitri, P., Drianda, R. P., & Zohrah, L. (2021). Assessing participatory practices in a cultural preservation workshop of the Sriwijaya Museum. Journal of Regional and City Planning, 32(2), 165–178. https://doi.org/10.5614/jpwk.2021.32.2.5

Bustan, B., Jumadi, J., Malihu, L., & Bahri, B. (2024). Museum as a laboratory of past education. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v9i2.14905

Cahyani, V. R., & Ayundasari, L. (2023). Merawat ingatan sejarah lokal peristiwa berdarah pada Agresi Militer II di Desa Peniwen melalui Monumen Peniwen Affair Malang. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 7(2), 186–196. https://doi.org/10.29408/fhs.v7i2.12301

Far-Far, G. (2020). Pengembangan model pembelajaran sejarah berbasis situs sejarah lokal di SMA Negeri 5 Kota Ternate. Pedagogika: Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, 8(1), 109–117. https://doi.org/10.30598/pedagogikavol8issue1page109-117

Fazal, K., & Mawardi, M. (2021). Hubungan simbiosis masyarakat Aceh Besar dengan tradisi Hindu. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 30. https://doi.org/10.22373/arj.v1i1.9482

Ginting, A. M., Asnewastri, A., Hutauruk, A. F., Hasugian, J. H., Chandra, S., Sijabat, J., Zega, Y. S., & Damanik, D. A. P. (2026). Menghidupkan warisan sejarah melalui aksi bersih dan pelestarian lingkungan di kawasan Candi Muara Takus XIII Koto, Kab. Kampar, Riau. Kesejahteraan Bersama, 3(1), 108–120. https://doi.org/10.62383/bersama.v3i1.2806

Ginting, A. M., & Hutauruk, A. F. (2020). Pemanfaatan dan pemaknaan situs sejarah Tugu Medan Area di Kota Medan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.31004/jrpp.v3i1.718

Hasfera, D., Rahmi, L., Zalmi, F. N. H., Fadli, M., & Safitri, R. (2023). Learning Indonesian struggle history in Bukittinggi through the Tridaya Eka Dharma Museum collections. Khizanah Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan Informasi dan Kearsipan, 11(2), 346–356. https://doi.org/10.24252/kah.v11i2cf4

Hulopi, A. G., Frayogi, F., Magau, M. F., Gobang, H., Hamid, H. A., & Talib, R. H. (2025). Merancang pembelajaran sejarah yang menarik dan bermakna: Strategi perencanaan efektif. Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS), 3(1), 20–24. https://doi.org/10.59435/jipnas.v3i1.327

Iryana, W., & Mustofa, M. B. (2023). Upaya pelestarian cagar budaya Batu Bedil melalui komunikasi partisipatif interpersonal pada masyarakat lokal di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 12(2), 138–155. https://doi.org/10.55981/purbawidya.2023.683

Jati, A. P. (2023). Kajian keruangan berdasarkan perilaku pengunjung terkait upaya konservasi pada kawasan Candi Borobudur (Spatial studies based on visitor’s behavior regarding conservation efforts in the Borobudur Temple area). Tesa Arsitektur, 21(2), 74–87. https://doi.org/10.24167/tesa.v21i2.11090

Kandia, I. N., Sumadi, K., & Sutarya, I. G. (2022). Heritage tourism based on Hindu theology at Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring village Gianyar regency. Vidyottama Sanatana International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 6(2), 246–249. https://doi.org/10.25078/vidyottama.v6i2.1677

Kusumawati, N. A. (2022). Implementasi dimensi profil pelajar Pancasila dalam satuan pendidikan dasar. Sang Acharya: Jurnal Profesi Guru, 3(2), 44–53. https://doi.org/10.25078/sa.v3i2.3245

Maharani, R., & Jauhari, N. (2024). Relevansi nilai-nilai kearifan lokal kirab sesaji di Desa Wonosari Gunung Kawi pada pembelajaran sejarah kurikulum merdeka. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.37329/cetta.v7i1.2972

Maulidan, A. C., & Darmawan, W. (2024). Implikasi multikulturalisme dalam pembelajaran sejarah sebagai upaya meningkatkan kesadaran persatuan Indonesia. Jurnal Artefak, 11(1), 49. https://doi.org/10.25157/ja.v11i1.13671

Ramadhan, M. F., Prasetijo, A., Fathan, H., Afriyanto, D. S., & Anuraga, J. L. Y. (2024). Tantangan pengelolaan cagar budaya pasca Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 19(1), 314. https://doi.org/10.20961/region.v19i1.68570

Rispan, R., & Sudrajat, A. (2020). Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal Kalosara dalam pembelajaran sejarah untuk membangun karakter siswa. ULUL ALBAB: Jurnal Studi Islam, 8(1), 61. https://doi.org/10.24127/hj.v8i1.2254

Robi’ah, F., Suhandi, A. M., & Wahyuningsih, Y. (2023). Upaya strategis dalam meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran IPS materi keberagaman budaya di kelas IV sekolah dasar. JGK (Jurnal Guru Kita), 7(2), 327. https://doi.org/10.24114/jgk.v7i2.39675

Robin, A. A., & Jumardi, J. (2023). Museum virtual Sumpah Pemuda sebagai media pembelajaran sejarah untuk meningkatkan kesadaran sejarah. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 8(3), 629. https://doi.org/10.28926/briliant.v8i3.1437

Roswandi, Y., Napitupulu, E., Ginting, M., Kholijah, S., & Ginting, E. (2024). Menelusuri jejak-jejak peninggalan Islam di Sumatera Utara (abad ke-13 hingga ke-20) dalam perspektif sejarah dan sosial tahun 2024. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 2(1), 242–252. https://doi.org/10.62383/edukasi.v2i1.1022

Rosyid, M. (2021). Situs Hindu pra-Islam di Kudus dan sikap toleran Sunan Kudus. Khazanah Theologia, 3(3), 171–180. https://doi.org/10.15575/kt.v3i3.10975

Saputra, M. R. A., Agung, D. A. G., & Efendi, A. N. (2022). Nilai budaya dan historis bangunan Museum Keraton Sumenep sebagai muatan karakter profil pelajar Pancasila. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 14–34. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.7085

Sarkowi, S., Amsara, Y., Susilo, A., Sofiarini, A., Irwansyah, Y., & Isbandiyah, I. (2025). Penguatan kompetensi mahasiswa calon guru sejarah melalui pendampingan lapangan berbasis wisata edukasi di Sumatra Barat. Jurnal Cemerlang: Pengabdian pada Masyarakat, 7(2), 511–520. https://doi.org/10.31540/jpm.v7i2.3497

Septiyaningsih, I. C., & Waskito, H. H. (2023). Inovasi media pembelajaran sejarah lokal Ki Gede Sebayu melalui platform TikTok. Historia Pedagogia, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.15294/hisped.v12i1.68755

Somawati, A. V., Hartaka, I. M., & Dewi, N. L. P. Y. (2024). Etika ritual pada pemujaan di Pura Sari Desa Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 8(2), 145–156. https://doi.org/10.37329/jpah.v8i2.2677

Suprapto, N., Rizki, I. A., & Kholiq, A. (2024). Exploring the cultural fabric: A study on Indonesia’s unique architectural marvels for ethno-STEAM education system. TEM Journal, 2249–2255. https://doi.org/10.18421/tem133-52

Susilo, A., & Asmara, Y. (2025). Revitalizing history learning through a historical literacy approach at the Garuda Sriwijaya Subkoss Museum. Jurnal Historica, 9(1), 1–11. https://doi.org/10.19184/jhis.v9i1.53689

Teviana, T. (2023). The potential of Tugu Juang Rantauprapat as a historical tourism object in Labuhanbatu district. Tunas Geografi, 12(1), 1. https://doi.org/10.24114/tgeo.v12i1.41460

Ummah, M., & Rahmaillah, F. M. (2024). Revitalisasi bangunan kuno; menggali potensi seni dan arsitektur dalam pelestarian Museum Dr. Saleh di Probolinggo, Jawa Timur. Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi Desain Seni Budaya, 1(4), 319–327. https://doi.org/10.62383/filosofi.v1i4.444

Widiastuti, E. H., Nuryanti, N., Soelistijanto, S., & Marliyah, L. (2022). Pengembangan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melestarikan potensi budaya lokal di Situs Cetho Dusun Cetho Desa Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar. Manggali, 2(2), 201. https://doi.org/10.31331/manggali.v2i2.2200

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

Kurniawan, M., Hudaidah, H., & Pahlevi, M. R. (2026). PELESTARIAN CAGAR BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL: STUDI PADA CANDI BUMI AYU. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 928–937. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10747

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.