PEMANFAATAN VIRTUAL LAB UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI IPA YANG ABSTRAK
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v6i3.14497Keywords:
Virtual Laboratory, Miskonsepsi, Pembelajaran IPA, Pemahaman Konseptual, Materi Abstrak.Abstract
Misconceptions in abstract Science (IPA) concepts remain a significant issue in education because they hinder the development of accurate conceptual understanding and create difficulties for students in learning more advanced scientific concepts. The abstract nature of many science topics, which involve microscopic phenomena and processes that cannot be directly observed, often leads students to construct understandings that differ from accepted scientific concepts. Advances in educational technology have introduced virtual laboratories (virtual labs) as an alternative learning medium capable of visualizing abstract concepts through interactive simulations. This study aims to analyze the effectiveness of virtual laboratories in reducing students’ misconceptions in abstract science topics and to identify the most effective implementation strategies for supporting conceptual change. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA protocol. Data were collected from articles indexed in Google Scholar, Garuda, Scopus, and ERIC published between 2021 and 2026. The literature selection process followed four stages: identification, screening, eligibility, and inclusion, resulting in 15 articles that met the inclusion criteria. Data were analyzed using descriptive synthesis techniques. The findings indicate that virtual laboratories are effective in reducing misconceptions through the visualization of abstract concepts, interactive experimentation, repeated simulations, and the creation of cognitive conflict that promotes conceptual change. In addition, virtual labs were found to enhance conceptual understanding, learning outcomes, critical thinking skills, learner autonomy, and student engagement. Therefore, virtual laboratories can be recommended as an effective instructional medium for remediating misconceptions in abstract science topics while supporting more innovative and meaningful science learning.
ABSTRAK
Miskonsepsi pada materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang bersifat abstrak masih menjadi permasalahan penting dalam pembelajaran karena dapat menghambat pembentukan pemahaman konseptual yang benar dan berdampak pada kesulitan siswa dalam mempelajari konsep-konsep lanjutan. Karakteristik materi IPA yang banyak memuat fenomena mikroskopis dan sulit diamati secara langsung menyebabkan siswa rentan membangun konsep yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Perkembangan teknologi pendidikan menghadirkan virtual laboratory (virtual lab) sebagai alternatif pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak melalui simulasi interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas virtual laboratory dalam mengurangi miskonsepsi siswa pada materi IPA yang bersifat abstrak serta mengidentifikasi bentuk implementasi yang paling efektif dalam mendukung perubahan konseptual siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data diperoleh dari artikel yang terindeks pada Google Scholar, Garuda, Scopus, Sinta, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahap identification, screening, eligibility, dan inclusion hingga diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan teknik sintesis deskriptif terhadap hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa virtual laboratory efektif mengurangi miskonsepsi melalui visualisasi konsep abstrak, eksperimen interaktif, pengulangan simulasi, serta penciptaan konflik kognitif yang mendorong perubahan konseptual. Selain itu, virtual lab terbukti meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, virtual laboratory dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meremediasi miskonsepsi pada materi IPA abstrak serta mendukung pembelajaran sains yang lebih inovatif dan bermakna.
Downloads
References
Asnita. (2021). Penggunaan media virtual laboratory. Jurnal Guru Dikmen dan Diksus, 4(2), 256–270. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/110985609/101-libre.pdf
Asriadi, M. (2025). Synthesis research: Pendekatan, metode, dan aplikasi. Gowa. https://books.google.co.id/books?id=MlSfEQAAQBAJ
Awliyah, R. P., et al. (2022). Efektivitas penggunaan virtual lab pada pembelajaran IPA di MI. Madrasatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan. https://jurnal.iaima.ac.id/madrasatuna/article/view/106
Bogar, D. Y., et al. (2023). Pengembangan laboratorium virtual untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Buletin Edukasi Indonesia, 2(3), 102–112. https://doi.org/10.56741/bei.v2i03.397
Clarinda, C., et al. (2022). Efektivitas penggunaan virtual laboratory terhadap peningkatan hasil belajar siswa SMA di era new normal. EduMatSains: Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains, 6(2), 257–266. https://doi.org/10.33541/edumatsains.v6i2.3339
Irfan, M., et al. (2025). Efektivitas penggunaan virtual lab sebagai alat interaktif dalam meningkatkan literasi sains di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/35222
Juliandari, N., et al. (2025). Strategi pembelajaran di laboratorium IPA untuk meningkatkan aspek, kognitif dan psikomotorik siswa. Lambda: Jurnal Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, 5(2), 307–312. https://ejournal.baleliterasi.org/index.php/lambda/article/view/1341
Juniartina, P. P., et al. (2025). Virtual lab dalam pembelajaran IPA: Analisis literatur sistematis tentang dampak pembelajaran. Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya, 19(2), 1858–0629. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPM/article/view/96757
Khusniyah, T. W., et al. (2022). Pemanfaatan laboratorium virtual IPA sebagai upaya. Jurnal Elementary, 5(1), 95–99. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/110938170/pdf-libre.pdf
Marpaung, T. C. (2025). Pemanfaatan simulasi PhET sebagai media pembelajaran interaktif. Jurnal Media Akademik, 3(11). https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/3489
Nidiasari, Y., et al. (2025). Pengaruh pemanfaatan virtual lab terhadap hasil belajar IPA pada materi fotosintesis bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Raja Ampat. Jurnal Pendidikan, 13(2), 107–112. https://doi.org/10.36232/pendidikan.v13i2.3027
Purwati, Darwis, R., & Natsir, N. A. (2025). Efektivitas laboratorium virtual IPA dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik kelas VII pada materi suhu dan kalor. Jurnal Pendidikan MIPA, 15(1), 322–330. https://www.ejournal.tsb.ac.id/index.php/jpm/article/view/2574
Rahmadhea, S. (2026). Implementasi laboratorium virtual dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik. 4(1), 10–17. https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jse/article/view/773
Sugiarto, W., Nurrohma, S., Natiadiwijaya, I. F., & Damayanti, H. (2026). Integrasi pembelajaran discovery STEM learning dan V-lab pada materi pesawat sederhana untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan keterampilan kolaborasi. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 10(1), 41–58. https://doi.org/10.26811/didaktika.v10i1.2050
Surtiana, Y., et al. (2021). Penerapan model Virtual Conceptual Change Laboratory (VCCLAB) untuk meremediasi miskonsepsi siswa pada materi tekanan hidrostatik. WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika), 6(1), 63–70. https://doi.org/10.17509/wapfi.v6i1.32451
Tsabitah, N. N., et al. (2025). Pengembangan E-LKPD (elektronik lembar kerja peserta didik) berbasis model pembelajaran POE (predict-observe-explain) menggunakan PhET simulation pada mata pelajaran dasar dasar ketenagalistrikan di SMKN 55 Jakarta. Risenologi, 10(1), 98–108. https://doi.org/10.21009/risenologi.101.10
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















