KAJIAN ETNOSAINS PROSES PEMBUATAN BABI GULING KHAS BALI SEBAGAI PENDUKUNG MATERI PEMBELAJARAN IPA DI SMP

Authors

  • Ni Kadek Puspa Rahayu Universitas Pendidikan Ganesha
  • Putri Sarini Universitas Pendidikan Ganesha
  • Kompyang Selamet Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.51878/science.v6i3.12005

Keywords:

Etnosains, Babi Guling, Pembelajaran IPA, Kearifan Lokal, Literasi Sains

Abstract

ABSTRACT

The low level of students’ scientific literacy and the limited integration of local wisdom into science learning remain significant challenges in creating contextual and meaningful learning experiences. Science instruction in schools is still predominantly textbook-oriented, making it difficult for students to connect scientific concepts with phenomena encountered in their daily lives. This study aimed to describe the process of making traditional Balinese roasted pig (babi guling), identify the ethnoscientific elements embedded in the process, and analyze its relevance to junior high school science learning materials. The research employed an ethnoscience approach using a qualitative method conducted in Bengkel Village, Kediri District, Tabanan Regency, Bali. The research subjects consisted of roasted pig artisans and junior high school science teachers. Data were collected through observations, interviews, documentation, and literature studies and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the process of making babi guling includes material selection, slaughtering, cleaning, seasoning preparation, roasting, and serving stages. Each stage contains scientific concepts related to physical and chemical changes, heat and heat transfer, the human locomotor system, simple machines, living organism classification, environmental pollution, and substances and mixtures. These findings indicate that the traditional process of making Balinese babi guling has strong potential as a contextual ethnoscience-based learning resource for science education. Therefore, integrating local wisdom into science learning can support the improvement of scientific literacy, learning motivation, and students’ understanding of both scientific concepts and local culture.


ABSTRAK

Rendahnya literasi sains peserta didik dan minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA menjadi tantangan dalam mewujudkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Pembelajaran IPA di sekolah masih cenderung berorientasi pada buku teks sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep ilmiah dengan fenomena yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan babi guling khas Bali, mengidentifikasi unsur etnosains yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis keterkaitannya dengan materi pembelajaran IPA tingkat SMP. Penelitian menggunakan pendekatan etnosains dengan metode kualitatif yang dilaksanakan di Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Subjek penelitian terdiri atas pengrajin babi guling dan guru IPA SMP. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan babi guling meliputi tahap pemilihan bahan, penyembelihan, pembersihan, pembuatan bumbu, pembakaran, hingga penyajian. Setiap tahapan mengandung konsep-konsep IPA yang berkaitan dengan perubahan fisika dan kimia, kalor dan perpindahannya, sistem gerak manusia, pesawat sederhana, klasifikasi makhluk hidup, pencemaran lingkungan, serta zat dan campuran. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembuatan babi guling khas Bali memiliki potensi sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains yang kontekstual. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA dapat mendukung peningkatan literasi sains, motivasi belajar, serta pemahaman peserta didik terhadap konsep sains dan budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariani, D., Isnaeni, W., Djuniadi, D., Rusilowati, A., & Sukaesih, S. (2025). Systematic literature review: Tren penelitian literasi sains siswa SMA berorientasi PISA di Indonesia periode 2016–2025. Jurnal Pendidikan MIPA, 15(4), 1771–1782. https://doi.org/10.37630/jpm.v15i4.3683

Azzahra, I., Nurhasanah, A., & Hermawati, E. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di SDN 4 Purwawinangun. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 6230–6238. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i2.1270

Dewi, N. K. A. M. A., & Suniasih, N. W. (2023). E-modul ajar Kurikulum Merdeka belajar berbasis kearifan lokal Bali pada mata pelajaran IPAS kelas IV. Mimbar PGSD Undiksha, 11(1), 91–99. https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v11i1.58348

Djarwo, C. F., Inggamer, M. M., Rumbrapuk, A. J., & Astuti, N. (2025). Analisis literasi digital berbasis etnosains dalam pembelajaran kimia untuk meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia, 15(1), 62–77. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPPII/article/view/93346

Elisa, E., Prabandi, A. M., Istighfarini, E. T., Alivia, H., & Nuraini, L. (2022). Analisis konsep-konsep fisika berbasis kearifan lokal pada jajanan tradisional dawet dan klepon. ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika, 8(2), 194–199.

https://doi.org/10.31764/orbita.v8i2.10197

Fadli, M., Insani, A. K., Delima, K., & Mahfud, T. A. R. (2022). Kajian mekanika pada materi pesawat sederhana: Review publikasi ilmiah. Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, 1(2), 171–190. https://doi.org/10.58797/pilar.0102.09

Faisal, A., Alparesa, I., & Putri, J. K. (2024). Perpindahan kalor melalui kemplang pada media pasir. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 1(4), 688–692.

https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jtpp/article/view/157

Fathurohman, A., & Hikmah, C. (2025). Eksplorasi tren penelitian PISA sains di Indonesia dan implikasinya bagi pembelajaran. Jurnal Literasi Pendidikan Fisika, 6(2), 140–153. https://doi.org/10.30872/jlpf.v6i2.4772

Fitriya, S., Maiyanti, A. A., & Syamsudin, H. A. (2025). Efektivitas modul pembelajaran IPA berbasis etnosains dalam meningkatkan aspek sikap sains. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(2).

https://jurnal.penerbitwidina.com/index.php/JPI/article/view/1451

Hikmawati, K., & Khusniati, M. (2022). Kajian etnosains dalam proses pembuatan bubur sumsum dalam pembelajaran IPA. In Proceeding Seminar Nasional IPA XII (pp. 150–159). https://proceeding.unnes.ac.id/snipa/article/view/1348/860

Lestari, L., & Nabila, N. (2024). Penerapan etnosains dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial kelas IV di MI As-Sunni Pamekasan. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(2), 675–682.

https://www.jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/view/3461

Limiansih, K., Sulistyani, N., & Melissa, M. M. (2024). Persepsi guru SMP terhadap literasi sains dan implikasinya pada pembelajaran sains di sekolah. Jurnal Pendidikan MIPA, 14(3), 786–796. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i3.1858

Mayangsari, N., Khoirunnisa, K., Fitria, D., Fauziah, S., Rizkia, N. P., Hoiriyah, V. N., & Wasito, M. (2024). Persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran, 4(2), 202–209.

https://www.journal.ainarapress.org/index.php/jiepp/article/view/433

Nababan, D., & Sipayung, C. A. (2023). Pemahaman model pembelajaran kontekstual dalam model pembelajaran (CTL). Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(2), 825–837. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/190

Ningrum, E. I., & Prasetyo, D. R. (2024). Kajian etnosains pada proses pembuatan garam di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan sebagai sumber belajar IPA SMP/MTs. In NCOINS: National Conference of Islamic Natural Science (Vol. 4, No. 1, pp. 378–402). https://proceeding.uinsuku.ac.id/index.php/NCOINS/article/view/1247

Purba, P., Rahayu, A., & Murniningsih, M. (2023). Penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri Tahunan Yogyakarta. Bulletin of Educational Management and Innovation, 1(2), 136–152. https://doi.org/10.56587/bemi.v1i2.80

Putri, A., Qomaria, N., & Wulandari, A. Y. R. (2022). Kajian etnosains pada ramuan tradisional Keraton Sumenep dan kaitannya dengan pembelajaran IPA SMP. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(4), 1148–1155. https://doi.org/10.37630/jpm.v12i4.762

Rahman, R., & Fuad, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka belajar dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Discourse: Indonesian Journal of Social Studies and Education, 1(1), 75–80. https://doi.org/10.69875/djosse.v1i1.103

Sahar, A. N., Pageh, I. M., & Mudana, I. W. (2022). Kehidupan bertoleransi di Kampung Islam Kepaon Bali dalam perspektif Tri Hita Karana sebagai sumber belajar IPS di SMP/MTs. Media Komunikasi FPIPS, 21(2), 166–179.

https://doi.org/10.23887/mkfis.v21i2.50258

Sari, T. E. P., & Ernawati, T. (2025). Analisis etnosains dalam pembelajaran IPA sebagai sumber belajar yang inovatif bagi siswa kelas VII: Kajian literatur. Jurnal Pendidikan MIPA, 15(1), 265–274. https://doi.org/10.37630/jpm.v15i1.2498

Silla, E. M., Dopong, M., Teuf, P. J., & Lipikuni, H. F. (2023). Kajian etnosains pada makanan khas usaku (tepung jagung) sebagai media belajar fisika. Jurnal Literasi Pendidikan Fisika, 4(1), 30–39. https://doi.org/10.30872/jlpf.v4i1.2060

Sugiantari, D. A. P. K., Yasa, I. W. P., & Pardi, I. W. (2026). Pura Tamba Waras di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, Bali (Sejarah, struktur, dan fungsi sebagai sumber belajar sejarah di SMA). Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 14(1), 1–8.

https://doi.org/10.23887/jjps.v14i1.105721

Sugandi, G., & Lufri, L. (2026). Analisis kebutuhan pengembangan e-booklet bermuatan etnosains pada materi klasifikasi makhluk hidup fase E SMA/MA. Jurnal Bioshell, 15(1), 11–20. https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/BIO/article/view/4843

Sujana, I. W., Wati, K. A. S., Nopiani, N. K., & Widiani, N. L. P. P. (2026). Satua Bali sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam penguatan nilai-nilai karakter siswa. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 212–226.

https://www.journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/13249

Wae, V. P. S. M., & Kaleka, M. B. U. (2022). Implementasi etnosains dalam pembelajaran IPA untuk mewujudkan Merdeka Belajar di Kabupaten Ende. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 6(2), 206–216. https://doi.org/10.37478/optika.v6i2.2218

Widiarini, P., Suastra, I. W., & Arnyani, I. B. P. (2025). Integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA masa kini. Educational: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 5(1), 48–60. https://doi.org/10.23887/ika.v21i1.40848

Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis rendahnya literasi sains peserta didik Indonesia: Hasil PISA dan faktor penyebab. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11–19. https://mail.jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/283

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Kadek Puspa Rahayu, N., Sarini, P., & Selamet, K. (2026). KAJIAN ETNOSAINS PROSES PEMBUATAN BABI GULING KHAS BALI SEBAGAI PENDUKUNG MATERI PEMBELAJARAN IPA DI SMP. SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 6(3), 1432–1441. https://doi.org/10.51878/science.v6i3.12005

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.