BENTUK DAN MAKNA MAJAS PERSONIFIKASI DALAM NOVEL SRIMENANTI KARYA JOKO PINURBO
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15318Keywords:
Bentuk, Makna Majas Personifikasi, NovelAbstract
Joko Pinurbo's stylistic character uniquely blends diction simplicity with deep poetic nuance. Examining personification figures of speech is essential to uncovering aesthetic dimensions and reflective messages within fictional texts. This study aims to describe the form and meaning of personification figures of speech in the novel Srimenanti by Joko Pinurbo. This study uses a qualitative descriptive method with a stylistic approach. The source of research data is the novel Srimenanti by Joko Pinurbo, while the research data are in the form of words, phrases, sentences, and quotations containing personification figures of speech. Data collection was carried out through reading, recording, and identifying relevant data using purposive sampling. Data analysis was carried out using an interactive analysis model covering data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that personification figures of speech in the novel Srimenanti are classified into three forms: (1) personification based on feelings or emotions (7 data), (2) personification based on human actions (7 data), and (3) personification based on cognitive abilities (7 data). The meaning of personification reflects: (1) the character's life experiences, (2) psychological conditions of inner alienation and loneliness, and (3) human relationships with the environment as well as existential reflections on life, love, and mortality.
ABSTRAK
Gaya bahasa Joko Pinurbo memiliki kekhasan dalam memadukan kesederhanaan diksi dengan kedalaman makna puitis. Kajian terhadap majas personifikasi menjadi sangat esensial guna membongkar dimensi estetis dan pesan reflektif yang tersembunyi di balik teks fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna majas personifikasi dalam novel Srimenanti karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data penelitian adalah novel Srimenanti karya Joko Pinurbo, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan kutipan yang mengandung majas personifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, dan mengidentifikasi data yang relevan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas personifikasi dalam novel Srimenanti terbagi menjadi tiga bentuk: (1) personifikasi berbasis perasaan atau emosi (7 data), (2) personifikasi berbasis tindakan manusia (7 data), dan (3) personifikasi berbasis kemampuan kognitif (7 data). Makna majas personifikasi merefleksikan: (1) pengalaman hidup tokoh, (2) kondisi psikologis berupa keterasingan dan kesepian batin, serta (3) hubungan manusia dengan lingkungan dan perenungan eksistensial mengenai kehidupan, cinta, dan kematian.
Downloads
References
A, S. M. J., & Christopher, G. (2024). Exploring noetic space in Shashi Deshpande’s That Long Silence. World Journal of English Language, 14(2), 471. https://doi.org/10.5430/wjel.v14n2p471
Ananda, D. D., Adji, M., & Saleha, A. (2024). Penyajian ruang naratif dan implikasi maknanya pada novel JR Ueno Eki Kouen Guchi karya Yu Miri. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 8(1), 15–28. https://doi.org/10.31949/diglosia.v8i1.5490
Ardyati, D. P. I., Andaris, S. H., Gustina, S., & Awatif, I. N. (2026). Ekopedagogi dalam cerita rakyat Wandiundiu sebagai sumber pembelajaran IPA SMP. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(1), 69–78. https://doi.org/10.51878/science.v6i1.8340
Bagre, D. A., & Widiantoro, F. W. (2026). Resiliensi menuju flourishing remaja di kota peradaban Wasior: Sebuah studi fenomenologi interpretatif. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 2088–2098. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.12815
Dani, R. A., Nuriadi, N., & Isnaini, M. (2026). An analysis of figurative language used in the song lyrics of Fourtwnty’s album Lelaku. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 5(1), 374–382. https://doi.org/10.56916/ejip.v5i1.2971
Hendra, K. (2020). Kajian majas pada artikel jurnalisme warga Serambi Indonesia. Jurnal Metamorfosa, 8(2), 160–169. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v8i2.1121
Hidayatullah, S., Rahayu, T., & Pramesti, D. N. (2020). Personifikasi dalam cerpen Wanita dalam Hujan Malam karya Korrie Layun Rampan. Jurnal Ilmiah SEMANTIKA, 1(02), 29–34. https://doi.org/10.46772/semantika.v1i02.168
Kautz, A. (2024). Humanising the nonhuman: An ecocritical toolbox for anthropomorphic agency. Ecozon@: European Journal of Literature, Culture and Environment, 15(2), 173–188. https://doi.org/10.37536/ecozona.2024.15.2.4813
Keraf, G. (2000). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Khanifah, S. N., & Suroso, E. (2026). Kecerdasan emosional tokoh utama dalam novel 0 Mdpl karya Nurwina Sari. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 1135–1144. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.11647
Khasanah, U., & Muslim. (2025). Penggunaan majas perbandingan dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar. Lingua Franca, 4(1), 29–38. https://doi.org/10.37680/linguafranca.v4i1.7143
Klobong, M., Wissang, I. O., & Lawet, P. L. (2024). Kajian aspek moral dalam novel Perempuan dari Lembah Mutis karya Meza E. Pollundou. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan, 6(2), 120–129. https://jurnal.unram.ac.id/index.php/kopula/id/article/view/5444
Latan, R. Y. O., Wissang, I. O., & Keban, S. K. K. (2024). Gaya bahasa dan makna semantik pada iklan minuman di televisi. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan, 6(2), 130–140. https://doi.org/10.29303/kopula.v6i2.5442
Mauboy, Y. V., & Jayantini, I. G. A. S. R. (2024). The personified petals: Communicating self-identity through figurative language in Noor Unnahar’s poetry. JL3T (Journal of Linguistics, Literature and Language Teaching), 10(1), 20–33. https://doi.org/10.32505/jl3t.v10i1.7836
Meylina, I. L. (2025). Analisis majas perbandingan pada novel 172 Days karya Nadzira Shafa [Skripsi tidak diterbitkan]. STKIP PGRI Trenggalek.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (edisi ke-3). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Noviyanti, S., Ansoriyah, S., & Tajuddin, S. (2023). Peran gaya bahasa dalam membangun wacana pada novel Rasa karya Tere Liye: Kajian stilistika. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 9(2), 1226–1244. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i2.2993
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2019). Stilistika: Pemahaman bahasa keberdayaan karya sastra. Gadjah Mada University Press.
Pande, R. (2023). Bahasa dan budaya (Bahasa dan komunikasi). Intelek Manifes Media.
Pinurbo, J. (2019). Srimenanti. Gramedia Pustaka Utama.
Rahardi, R. K., Setyaningsih, Y., Rahmatika, W., & Lateh, N. H. M. (2024). A stylistic pragmatics perspective on metaphors of emotive words in Anak Bajang Menggiring Angin. Theory and Practice in Language Studies, 14(8), 2417–2425. https://doi.org/10.17507/tpls.1408.14
Sales, B. (2023). Environment and narrative: New directions in econarratology [Tinjauan buku Environment and narrative: New directions in econarratology, oleh E. James & E. Morel, Ed.]. Green Letters, 27(1), 137–139. https://doi.org/10.1080/14688417.2023.2180968
Sendang, L. R. (2021). Analisis majas personifikasi pada novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 45–54. https://berasa.ejournal.unri.ac.id/index.php/berasa
Septiani, D. (2020). Majas dan citraan dalam puisi “Mishima” karya Goenawan Mohamad (kajian stilistika). Jurnal Sasindo UNPAM, 8(1), 12–24. https://doi.org/10.32493/sasindo.v8i1.12-24
Siti. (2025). Bentuk dan makna metafora dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 204–209. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.168
Waluyo, H. J. (2002). Apresiasi puisi: Untuk sekolah menengah dan mahasiswa. Gramedia Pustaka Utama.
Wissang, I. O. (2023). Bahasa dan budaya (Bahasa dalam konteks sastra). Intelek Manifes Media.
Wissang, I. O. (2024). Kearifan lokal Lamaholot dalam antologi cerpen Kuntum Keroko di Kaki Bukit. Widyaparwa, 52(1), 89–101. https://doi.org/10.26499/wdp.v52i1.789
Wissang, I. O., Wanaeloh, A., & Nggaruaka, T. (2021). Eksplorasi budaya NTT dalam novel Gerson Poyk. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 8(1), 12–23. https://doi.org/10.21067/jibs.v8i1.6111
Yono, R. R. (2020). Personifikasi dalam novel Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 34–38. https://doi.org/10.26877/jpbsi.v5i1.5642
Yusri, M. H., & Taqdir, T. (2025). Figurative language and its emotional impact in YOASOBI’s The Book 1 lyrics. Nawa: Journal of Language and Literature, 2(1), 20–28. https://doi.org/10.69908/nawa.v2i1.43302
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










