MAKNA TRADISI RUWAH DESA BAGI PENGEMBANGAN KONSELING MULTIBUDAYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9350Keywords:
Ruwah Desa, kearifan lokal, konseling multibudaya, kohesi sosial, konseling berbasis komunitasAbstract
The Ruwah Desa tradition represents a form of local wisdom within Javanese society that embodies social, spiritual, and psychological values and continues to be preserved in rural communities, including Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Regency. This study aims to examine the meaning of the Ruwah Desa tradition and its relevance to the development of multicultural counseling grounded in local wisdom. A qualitative approach with a case study design was employed. Participants were selected purposively and included traditional leaders, religious figures, village officials, and community members actively involved in the implementation of the tradition. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, and analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Ruwah Desa tradition embodies values of communal spirituality, mutual cooperation, social solidarity, intergenerational value transmission, and environmental awareness, which contribute to strengthening social cohesion and collective emotional regulation within the community. These values are strongly aligned with the principles of multicultural counseling, particularly in promoting contextual, inclusive, and community-based counseling services. This study contributes to the enrichment of multicultural counseling discourse by integrating local cultural practices as psychosocial resources in counseling and guidance services.
ABSTRAK
Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan psikologis yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tradisi Ruwah Desa serta relevansinya bagi pengembangan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwah Desa mengandung nilai spiritualitas komunal, gotong royong, solidaritas sosial, pewarisan nilai lintas generasi, serta kepedulian terhadap lingkungan yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan regulasi emosi kolektif masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip konseling multibudaya, khususnya dalam menghadirkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian konseling multibudaya melalui integrasi praktik budaya lokal sebagai sumber daya psikososial dalam layanan bimbingan dan konseling.
Downloads
References
Alfiansyah, R. (2023). Modal sosial sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 10(1), 41–50. https://doi.org/10.24036/scs.v10i1.378
Aprila, A., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2023). Individual counseling practice with solution-focused brief counseling in cross-cultural counseling. ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 4(2), 71–80. https://doi.org/10.21831/progcouns.v4i2.63667
Ariani, N. K. P., Santosa, I., Mahardika, I. K. A., & Trisnowati, R. (2024). Peran nunas baos dalam proses berduka umat Hindu Bali: Studi kasus terapi religius dan spiritual. HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(2), 184–195. https://doi.org/10.51878/healthy.v3i2.3442
Ariff, S. N. S. Z. (2025). Integrating cognitive behavioral therapy with Islamic principles to foster psychological and spiritual well-being. Jurnal Psikologi, 52(2), 118–130. https://doi.org/10.22146/jpsi.102133
Aycan, S. (2024). Construction of an Islamically-integrated psychological well-being model. Journal of Muslim Mental Health, 18(1). https://doi.org/10.3998/jmmh.6026
Dwipayana, I. K. D., Mareta, J., & Reksa, A. F. A. (2024). Membangun kesejahteraan melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro berbasis masyarakat di Desa Baturotok, Kabupaten Sumbawa. Masyarakat Indonesia, 49(2), 215–228. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i2.1369
Febriyanto, A., & Ekanara, B. (2020). Antropologi untuk pengkaji hadis: Implementasi integrasi ilmu hadis dan antropologi pada perguruan tinggi keagamaan Islam. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 2(2), 124–135. https://doi.org/10.24235/jshn.v2i2.7646
Fernee, C. R., Wahlgren, S. L. H., & Trangsrud, L. K. J. (2023). The potentiality of nature to tug at our heartstrings: An exploratory inquiry into supportive affordances for emotion-focused family therapy in the outdoors. Journal of Outdoor and Environmental Education, 27(1), 187–205. https://doi.org/10.1007/s42322-023-00157-x
Funay, Y. E. N. (2020). Moderasi relasi lintas agama Tau Samawa (orang Sumbawa) berbasis keseharian di Tana Sumbawa. Jurnal Sosiologi Agama, 14(2), 255–270. https://doi.org/10.14421/jsa.2020.142-07
Isham, A., Jefferies, L., Blackburn, J., Fisher, Z., & Kemp, A. H. (2025). Green healing: Ecotherapy as a transformative model of health and social care. Current Opinion in Psychology, 62, Artikel 102005. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2025.102005
Kartikasari, W. A., Firman, F., & Syukur, Y. (2023). Students’ phubbing behavior: A multicultural counseling review. Indonesian Journal of Counseling & Development, 5(2), 143–152. https://doi.org/10.32939/ijcd.v5i2.2796
Kumbara, A. A. N. A., Dewi, A. A., Liando, M. R., & Wiasti, M. (2020). Cultural disruption and challenges for anthropology in the development of multicultural communities. ETNOSIA: Jurnal Etnografi Indonesia, 5(1), 5–18. https://doi.org/10.31947/etnosia.v5i1.8679
Laksmi, P. A. S., & Arjawa, I. G. W. (2023). Peran pemerintah dan modal sosial dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 4(3), 12–21. https://doi.org/10.36312/vol4iss3pp12-21
Martínez, E. V., & Mackenzie, S. H. (2022). Climate change and adventure guiding: The role of nature connection in guide wellbeing. Frontiers in Public Health, 10, Artikel 946093. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.946093
Miller, K. (2024). Cultural attunements and ecological wellbeing: Embodied conditions for mental health interventions. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(3), 287. https://doi.org/10.3390/ijerph21030287
Mulyana, C. L. P., Budiman, N., & Nadhirah, N. A. (2024). The impact of cultural value bias on conscious decision-making in counseling. Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 53–62. https://doi.org/10.33084/suluh.v9i2.6727
Nursani, R. N., Febiyanti, D., Syahrudi, Q., Asmara, Y. F., & Khusumadewi, A. (2025). Integration of melukat and counseling guidance: Exploring the potential of ritual for mental health. Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi, 3(1), 21–32. https://doi.org/10.61397/jkpp.v3i1.360
Rizky, L. (2022). Ritual ngarosulkeun dan kekerabatan pada masyarakat tani Pasigaran. Panggung, 32(2), 145–158. https://doi.org/10.26742/panggung.v32i2.1781
Sinaga, M. E., & Gulo, Y. (2020). Konseling lintas budaya dan agama (Nilai-nilai pada masyarakat suku Batak dalam melakukan pendampingan terhadap disabilitas). Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 5(2), 96–105. https://doi.org/10.24114/antro.v5i2.14217
Srirejeki, K., Faturahman, A., Warsidi, W., Ulfah, P., & Herwiyanti, E. (2020). Pemetaan potensi desa untuk penguatan badan usaha milik desa dengan pendekatan asset based community-driven development. Warta LPM, 23(1), 24–35. https://doi.org/10.23917/warta.v23i1.8974
Sulastri, D. (2024). Perilaku sosial masyarakat “sedekah kampung” perspektif pendidikan aqidah Islam. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 879–890. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3407
Supratiknya, A. (2023). From critical psychology and cultural-historical psychology to “culturally-turned” psychology. Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora, 11(1), 75–88. https://doi.org/10.24071/ret.v11i1.6360
Umriana, A., Murtadho, A., & Fahmi, M. (2023). Indigenous counseling: Suphistic counseling practices in pesantren. International Journal Ihya’ 'Ulum al-Din, 25(2), 97–112. https://doi.org/10.21580/ihya.25.2.16022
Ying, N. J., Hassan, S. A., & Aziz, D. A. (2021). A counselor’s cultural identity: Implications from a multicultural counseling perspective in Malaysia. Asian Social Science, 17(11), 18–29. https://doi.org/10.5539/ass.v17n11p18
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













