PENGUATAN KARAKTER MELALUI INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUKU TENGGER DALAM PEMBELAJARAN PAI PADA MATERI AKHLAK TERPUJI DI SDN
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11171Keywords:
Penguatan Karakter, Kearifan Lokal Suku Tengger dan Pendidikan Agama IslamAbstract
The imperative of nurturing student morality through contextual instructional strategies rooted in regional heritage serves as the primary catalyst for this inquiry. This investigation is designed to delineate the methodology of character fortitude by assimilating the cultural ethos of the Tengger Tribe into Islamic Religious Education (IRE), specifically within the thematic domain of commendable virtues at SDN Tosari II. The research architecture encompasses the structural alignment of indigenous tenets, the operational dynamics of classroom instruction, alongside the structural catalysts and impediments encountered during execution. A qualitative methodology leveraging a case study design was deployed for this academic inquiry. Empirical data were systematically aggregated utilizing direct observation, in-depth interviews, and archival documentation. The analytical pipeline advanced through data reduction, conceptual presentation, and the synthesis of final deductions. The diagnostic insights demonstrate that the core principles of the Tengger community, comprising communal synergy, religious moderation, individual accountability, and ecological mindfulness, have been successfully woven into the IRE curriculum. This pedagogical integration is actualized through collaborative dialogues, routine habituation, role modeling, and real-world case analyses. Ultimately, the synthesis of indigenous heritage and religious instruction effectively fortifies student character while deepening their cognitive grip on practicing commendable ethics within their daily social spectrum.
ABSTRAK
Urgensi penanaman moralitas siswa berbasis pembelajaran kontekstual yang berakar pada kebudayaan daerah setempat menjadi stimulus utama dilaksanakannya riset ini. Penelitian ini diproyeksikan untuk menguraikan program pengokohan karakter anak didik lewat asimilasi nilai-nilai tradisi lokal Suku Tengger ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada pokok bahasan akhlak mulia di SDN Tosari II. Ruang lingkup investigasi ini mencakup formulasi penyerapan nilai lokal, dinamika operasional proses instruksional di kelas, serta identifikasi elemen akselerator dan hambatan dalam aplikasinya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diadopsi sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Instrumen penjaringan data dihimpun secara komprehensif melalui teknik pengamatan lapangan, tanya jawab mendalam, serta penelaahan dokumen resmi. Pengolahan data dilakukan secara sitematis lewat fase reduksi, kategorisasi data, hingga penarikan konklusi akhir. Temuan riset mengonfirmasi bahwa pilar filosofis masyarakat Tengger yang meliputi semangat bersinergi (gotong royong), moderasi beragama (toleransi), komitmen diri (tanggung jawab), serta kesadaran ekologis telah melebur dalam kurikulum PAI. Strategi internalisasi ini diwujudkan melalui skema kerja kelompok, habituasi positif, pemberian contoh perilaku (modeling), dan pembedahan kasus riil. Hasil akhir membuktikan bahwa kombinasi budaya dan agama ini sukses mematangkan budi pekerti siswa sekaligus mempertajam penalaran mereka terhadap implementasi akhlak terpuji dalam rutinitas keseharian.
Downloads
References
Alaudin, N. (2024). Efektivitas model pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. PENDIRI: Jurnal Riset Pendidikan, 1(2), 58–66. https://doi.org/10.63866/pendiri.v1i2.61
Anjasari, R., Marzuki, A., & Shaleh, M. (2020). Family education of Tengger people in instilling Islamic education values towards children. Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 71–86. https://doi.org/10.35891/amb.v6i1.2435
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fa’idah, M. L. (2025). Integrasi pendidikan agama Islam dan kearifan lokal: Upaya membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia. AT-TAKILLAH: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 3(1), 21–27. https://doi.org/10.65787/at-takillah.v3i1.558
Faizin, I., & Azhary, L. (2026). Budaya sebagai modal sosial dalam transformasi sistem pendidikan modern. Senira: Jurnal Seni dan Budaya, 1(1), 47–60. https://ejournal.darulfaizin.or.id/index.php/senira/article/view/117
Fauzi, M. N. Z., & Marzuki, A. (2022). Reinforcement nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran PAI budi pekerti: Studi kasus di sekolah dasar. Multicultural of Islamic Education, 4(1), 74–82. https://doi.org/10.35891/ims.v5i1.2760
Guspani, R., Satrisno, H., Rizka, Y., Irawan, B., & Merliana, S. R. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 138–153. https://doi.org/10.35964/almunawwarah.v17i2.452
Khotimah, M. H., Wiyono, K., & Sriyanti, I. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan STEM: Studi awal pengembangan lembar kerja peserta didik. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(5), 4634–4640. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i5.7790
Marzuki, A. (2018). Strategi adaptasi minoritas Muslim dengan budaya lokal di wilayah Suku Tengger Kabupaten Pasuruan. In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars (Series 1, pp. 261–270). https://doi.org/10.36835/ancoms.v0iSeries%201.128
Marzuki, A., & Yusuf, A. (2019). Inovasi kurikulum PAI tingkat sekolah dasar berbasis budaya lokal Karo di wilayah Suku Tengger Sabrang Kulon. Kabillah, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.35127/kabillah.v4i1.110
Ningsih, T. L., Yusuf, W. F., & Yusuf, A. (2025). Implementasi kurikulum merdeka dalam pendidikan agama Islam untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila sejak dini. Andragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 244–259. https://doi.org/10.31538/adrg.v5i1.1992
Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Nurulloh, E. S. (2019). Pendidikan Islam dan pengembangan kesadaran lingkungan. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(2), 237–258. https://doi.org/10.36667/jppi.v7i2.366
Ramadhani, O., Marsanda, A., Damayanti, P. D., Suriansyah, A., & Cinantya, C. (2025). Pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar untuk membangun generasi berkualitas. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(1), 151–160. https://doi.org/10.60126/maras.v3i1.659
Saleh, A. R., Djollong, A. F., Letari, U., Irma, I., Tajuddin, T., & Taufik, T. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam (PAI). Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 323–330. https://doi.org/10.54297/seduj.v5i1.1103
Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Alfabeta.
Ulya, H., & Marzuki, A. (2024). Studi etnografi budaya sekolah dalam membentuk karakter religius di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan. Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(4), 322–334. https://doi.org/10.71242/daw9v562
Wardhani, N. W., & Wahono, M. (2017). Keteladanan guru sebagai penguat proses pendidikan karakter. Untirta Civic Education Journal, 2(1), 49–60. https://doi.org/10.30870/ucej.v2i1.2801
Widiyanto, D., Prananda, A. R., Novitasari, S. P., & Syahroni, M. (2024). Kearifan lokal dan Pancasila: Strategi penguatan nilai kebangsaan dalam pendidikan. PT Cakrawala Candradimuka Literasi.
Yusuf, A. (2019). Pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural (Perspektif psikologi pembelajaran). Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 251–274. https://doi.org/10.35891/amb.v4i2.1453
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









